" Loh kok.." Bella celingukan mencari keberadaan anak perempuan itu. Saat ia menoleh, ia di kejutkan dengan kehadiran anak perempuan itu yg kini berada tepat di belakang nya. Bella terkejut bukan main. Anak perempuan itu mengenakan baju warna putih selutut, rambutnya hitam panjang terurai. Wajahnya pucat pasi, tangannga sedingin es. Tatapan matanya setajam elang.
Matanya menatap erat ke arah Bella. Bella yg kaget lalu berlari sekencang mungkin. Beberapa kali ia terjatuh, hingga lututnya terluka. Bella berlari tak tentu arah, dan ia pun berhenti di sebuah gubuk kecil yg terbuat dari kayu. Gubuk itu terkunci, Bella mencoba membukanya, namun tak bisa. Bella tak lagi mau ikut campur. Ia memilih mencari jalan pulang. Ia melihat kesekelilingnya, hutan. Ia tersesat. Bella mulai putus asa, nafasnya masih tersenggal- senggal. Ia duduk di tanah untuk mengistirahatkan badannya. Namun dari kejauhan ia melihat seseorang. " Pak Joko.. Pakkkk!! pak Joko...!!!" Pekik Bella seraya mengejar pria itu. " Neng Bella,, ngapain disini?" tanya pak Joko heran. Ia melihat ke sekelilingnya. " Saya tersesat pak" " Kalau begitu mari kita pulang" Wajah pak Joko terlihat panik melihat Bella berlari dari arah gubuk kecil di tengah hutan itu. Bella akhirnya ikut pulang bersama Pak Joko. " Pak saya boleh nanya gak?" tanya Bella di sela perjalanan. " Silahkan silahkan!" " Disini ada warga yg punya anak perempuan gak. Rambutnya panjang, dia pake baju putih selutut dan sering main di sekitar sini?" mata pak Joko membulat mendengar penuturan Bella. " S- saya tidak tau neng, setau saya disini gak ada anak kecil. Rumah warga jauh dari sini, ada, cuma gak ada yg punya anak kecil" Jawab pak Joko, namun gelagatnya aneh, seperti menyembunyikan sesuatu. Bella sedikit curiga, namun ia memilih akan menyelidikiny sendiri. Ia masih penasaran dengan semuanya. " Sampe neng. Kalo begitu saya kebelakang dulu ya" " Makasih ya pak" Bella duduk di sofa. Merehatkan kakinya yg terasa pegal. " Bel kamu dari mana?" tanya Adreas yg baru saja datang. " Aku, gak dari mana- mana kok, cuma abis jalan- jalan sekitar Villa aja. Pemandangannya bagus" " Ohh, kok gak ajak aku sih?" Adreas memanyunkan bibirnya manja, lalu duduk di samping Bella. " Kan kamu masih tidur, aku gak enak mau bangunin nya" " Iya deh iya.. Kamu udah sarapan belum?" " Oh iya aku lupa, kamu udah belum? aku masakin yah" " Tuh kan, suka lupa. Emmm, calon istri yg baik" Bella mencubit perut Adreas gemas. Adreas meringis kesakitan. " Kebiasaan nih kalo gemes" grutu Adreas. Namun Bella hanya tertawa, ia lalu lekas menuju dapur untuk membuat sarapan. Mbok Sumi hanya bertugas untuk bersih- bersih. Bella memasak nasi goreng dan telor ceplok. Aroma bumbu khas keluaganya semerbak di seluruh ruangan. " Emmm, wangi banget" ujar Joe yg terpancing dengan aroma masakan Bella. " Ahhh pengacau" Adreas menonjok pelan tangan Joe yg duduk di samping nya. Bella tersenyum sembari terus mengaduk nasi di wajan. " Tenang aja, aku buat banyak kok, buat yg lain juga" papar Bella dengan senyum yg mengembang. " Asikk, Bella emang baik hati dan tidak sombong" Joe menyenggol tangan Adreas, menggoda pria itu. Membuat Adreas cemberut. " Udah- udah nih udah jadi" Bella meletakan dua piring berisi nasi goreng buatannya di hadapan kedua pria itu. Ia lalu mengambil satu piring lagi untuknya setelah memisahkan juga untuk yg lainnya. " Gimana?" " Enakkk banget" puji Joe. " Apaan sih lu, dia nanya sama gue" Protes Adreas. " Aku nanya sama yg makan nasi goreng buatan aku" " Tuh kan, wuhh" " Wahhh.. Wangi banget, masak apa ni?" tanya Ghani dan Devin yg baru saja datang. Semua orang menoleh " Itu punya kalian udah aku siapin di meja" Ujar Bella ramah, lalu menyuapkan seseondok nasi ke mulutnya. " Oh ya makasih" Adreas masih menelisik wajah Ghani, sepertinya familiar. Namun karna ia mengalami amnesia, dia tak bisa mengingat apapun tentang masa lalunya. " Maya sama Olive mana?" tanya Adreas. " Yaampun, cewek gue" sambung Devin. " Tenang aja, mereka cuma lagi lari pagi kok, bentar lagi pulang" jawab Bella santai. " Fuhh, kirain kemana. Gak bilang- bilang kalo mau keluar, kan bisa ajak aku" protes Devin. " Kan kalian masih tidur" " Makannya, kalo mau ikut tidurnya jangan kayak kebo" tukas Joe berkelakar. Ia menjitak kepala Devin gemas. " Sakit.. Elu tuh badannya kayak kebo" grutu Devin kesal. Semua orang tertawa melihat kekonyolan mereka. " Oh ya, kamu dapat kotak musik itu dari mana?" Tanya Ghani saat melihat kotak musik di dekat Bella. " Kenapa kamu loe bisa nyimpulin kali itu dapet nemu?" Adreas menelisik tajam ke arah Ghani. " Yaa, karna modelnya kuno. Udah jarang banget yg jual di pasaran" jawab Ghani santai. " Udah- udah dre. Iya, ini aku nemu di sungai waktu kita main kesana. Karna bagus, dan gak tau siapa pemiliknya juga, jadi aku bawa pulan" Jelas Bella. Ghani hanya manggut- manggut. " Wahhh, lagi pada sarapan ya?"
Cảm ơn
Ủng hộ tác giả để mang đến cho bạn những câu truyện hay
Chi phí 18 kim cương
Sự cân bằng: 0 Kim cương ∣ 0 Điểm
Bình Luận Sách (300)
DITAPUSPAADYTIA
cerita holor nya aku sih suka kalau yang ini merinding dan bikin lari maraton pas baca ini cerita yang paling menyeramkan dari cerita holor yang lain punya oh yah bikin lgi dong cerita nya yang holor holor kan seru tuh sama cerita yg lain juga yang happy ending.cocok untuk di jadikan film
cerita holor nya aku sih suka kalau yang ini merinding dan bikin lari maraton pas baca ini cerita yang paling menyeramkan dari cerita holor yang lain punya oh yah bikin lgi dong cerita nya yang holor holor kan seru tuh sama cerita yg lain juga yang happy ending.cocok untuk di jadikan film
11/08/2022
0sangat berguna
19/05/2022
0I love novelah app this app so nice
28/04/2022
0Xem tất cả