Setelah sepulang dari sekolah, kania pun menceritakan kepada mama rita tentang apa yang terjadi denganya ketika disekolah. " Assalamu'alaikum "( ucap kania ) " Wa'alaikumussalam, eh anak mama udah pulang.. Tapi kok wajahnya kesal begitu, ada apa?, cerita dong sama mama.."( tanya mama rita ) " Ini ni ma, gara gara vivi.. Kania jadi telat dateng ke sekolah, dihukum lagi. "( ucap kania ) " Hah, gara gara vivi?, emang ya ni anak pembawa sial banget dikeluarga ini..selalu kamu jadi imbasnya! "( sahut mama rita ) " Enggak ma, jadi ceritanya itu.. Tadi sewaktu vivi sama kak kania mau pergi kesekolah, papa gak sengaja ketabrak sama seorang ibu ibu. Terus kita turun buat ngecek kondisi ibu itu, ya makanya jadi telat.. dan itu kan emang tanggung jawab kita buat nolong ibu itu. "( sambung vivi ) " Alah banyak alasan, dan asal mama tau aja.. Vivi tu sok sok baik banget loh, pake mau nolong ibu itu segala macam lah, kenal juga enggak. "( ucap kania ) " Hehe vivi..vivi, kamu itu jadi anak jangan mudah terlalu kasihan dan baik sama orang, makanya mudah banget tuh di bodoh bodohin.."( sambung mama rita mengejek ) Tak berapa lama papa surya pun datang, dan menyabung ucapan mama rita tersebut.. " Apa yang sudah dilakukan oleh vivi itu yang terbaik kok.."( ucap papa surya ) " Papa.."( ucap mam rita dengan kaget ) " Dan mama seharusnya bangga, atas apa yang sudah dilakukan oleh vivi terhadap ibu tersebut. Ini malah berbanding terbalik, mama malah bela belain kania.. Yang jelas jelas lebih mementingkan diri sendiri dan menganggap orang lain itu rendah! "( sambung papa surya ) " Papa kenapa sih, selalu kania yang disalahin.. Kayaknya kania ini gak pernah benar dimata papa. Dari dulu, selalu vivi yang paling penting dimata papa. Kania jadi ngerasa kayak gak punya papa! "( ucap kania menahan air mata ) Kania pun langsung pergi masuk ke kamar, meninggalkan mama rita, papa surya, dan vivi. " Kak kania..."( ucap vivi memanggil kakaknya ) " Udah biarin vivi, kakak kamu emang begitu.."( ucap papa surya ) " Ini semua gara gara papa, terlalu mementingkan dan membela anak pungut yang gak tau diri ini..kania jadi sedih kan! "( ucap mama rita dengan lantang ) " Loh, ini itu salahnya mama karena sudah memanjakan kania sejak kecil.. makanya sifatnya jadi begitu, tidak tau mana yang benar dan mana yang salah. "( sahut papa surya ) Namun saat itu vivi terkejut, mendengarkan perkataan mama rita mengenai anak pungut.. " Anak pungut?, maksudnya? "( tanya vivi ) " Iya, dan asal kamu tau aja.. kamu itu cuma seorang anak pu.."( ucap mama rita yang langsung disambung papa surya ) " Mama, udahlah. Gak papa nak, kamu masuk kamar aja ya ganti baju.. terus makan "( sambung papa surya ) " Oh iya pa.."( jawab vivi ) Vivi pun masuk ke kamarnya.. " Udah deh ma, gak usah bahas yang itu..vivi gak boleh tau yang sebenarnya, kasihan. "( ucap papa surya ) " Kenapa, papa takut ya anak kesayangan papa itu bakal pergi ninggalin papa jika tau yang sebenarnya. Emang ya udah keliatan banget, kalo papa itu lebih mementingkan anak yang jelas jelas.. bukan anak kandungnya sendiri! "( jawab mama rita ) " Bukan begitu ma, vivi itu kan dari kecil sudah begitu nasibnya.. alangkah baiknya jika kita menjaganya dengan baik seperti anak kandung sendiri, papa juga gak pernah pilih kasih antara vivi dan kania. "( sahut papa surya ) " Enggak, mama kan dari dulu udah pernah bilang kalo anak kita itu cuma kania. vivi bukan bagian dari keluarga ini, dia itu cuma numpang! "( ucap mama rita ) " Ya terserah mama mau ngomong apa tentang vivi.."( sahut papa surya ) Papa surya pun, langsung pergi dan tak menghiraukan perkataan mama rita.. *** Sementara vivi yang masih berada di dalam kamarnya, masih teringat pada perkataan mama rita mengenai anak pungut tersebut. " Maksud mama tadi apa ya ngomong begitu, pakek membahas tentang anak pungut.. dan perkataan mama itu kayaknya serius banget. "( ucap vivi dengan heran ) " Apa jangan jangan yang dimaksud mama anak pungut itu, adalah aku. Soalnya setiap apapun yang aku lakuin, mau itu benar atau salah.. ya tetap salah dimata mama. Mama juga selalu membanding bandingkan antara aku dan kak kania "( sambung vivi ) " Eh ngomong apa sih aku, enggak.. aku gak boleh suudzon. Aku kan emang anak kandungnya mama sama papa, aku gak boleh berpikiran yang aneh aneh "( sambungnya ). Vivi pun mulai melupakan, dan tak mau berpikiran negatif kepada orang tuanya.
Cảm ơn
Ủng hộ tác giả để mang đến cho bạn những câu truyện hay
mantap 👍
8d
0keren banget kak
11/06
0bagus
15/05/2025
0Xem tất cả