Tak ada yang tahu takdir itu seperti apa. Keluarga Lili yang dulunya hanya keluarga sederhana, kini telah menjadi keluarga yang berpengaruh di Jakarta, ya setelah tamat SMP keluarganya pindah ke Jakarta. Jam menunjukkan pukul 07:00, tapi Lili, masih terlarut dengan tidurnya. Sang bunda yang mengetahui sifat anaknya, datang membangunkannya. “Lili ayo bangun” ucap bunda penuh kasih sayang. “Nanti aja bun, Lili masih ngantuk nih” balasnya. “Kamu mau tidur sampai kapan, ini sudah pukul 7” ucap bunda. “Oh… sudah jam 7” ucapnya tanpa sadar, sedetik kemudian. “Apa sudah jam 7, kenapa baru bangunin aku sih bun” ucap Lili. “kenapa bunda yang disalahin, kamu sendiri tidurnya larut malam” ucap bunda. “Tau ah bunda” ucap Lili kesal. Lili bergegas mandi, tidak lama kemudian dia pun keluar dengan memakai kimono bergambar doraemon dan rambut basah. “Bunda turun dulu, ayah menunggu kita di meja makan” pamit bunda. “Baik bun nanti aku menyusul” balas Lili. Bunda tiba dimeja makan menemui sang suami. “Lili sudah bangun bun?” Tanya Adam. “Sudah yah” jawabnya. Tidak lama kemudian Lili turun lengkap dengan seragam sekolahnya. “Selamat pagi ayah… selamat pagi bunda…” sapa Lili. “Selamat pagi sayang” ucap mereka bersamaan. Setelah sarapan Lili pun berangkat ke sekolah. “Ayah… bunda aku berangkat dulu, sudah telt soalnya” ucap Lili. “Kamu tidak berangkat sama ayah” Tanya Adam. “Tidak usah Yah aku pakai mobil sendiri saja” jawab Lili. “Ya sudah kamu hati-hati” ucap Adam. “Baik Ayah, Assalamu alaikum” pamit Lili. “Waalaikum salam” ucap Adam. Karena sudah terlambat Lili mengendarai mobilnya dengan cepat. Sehingga dalam waktu 20 menit dia pun sampai depan gerbang sekolahnya, dalam waktu yang bersamaan melaju pula mobil dari arah berlawanan. Beruntung tidak terjadi tabrakan… “Hai… loe punya mata nggak sih, main nerobos gitu aja” ucap Lili geram. “Yang salah itu loe, cewek bawa mobil cepat banget” ucap cowok itu. “kenapa kalo gue cewek, memangnya tidak boleh” tantang Lili. “loe jadi cewek nyolot banget ya” ucap cowok itu. “emang iya masalah buat loe” ucap LIli. “kalo gue nggak buru-buru mampus loe. Lagian gue masih punya banyak urusan. Ini belum selesai, ingat loe” tantang cowok tersebut. “gue juga buru-buru, sekarang loe minggir” ucap Lili. Karena pertengkaran tersebut Lili datang terlambat dan mendapat hukuman dari ibu sekar. Memang Lili sudah terlambat ya… “Assalamu alaikum, permisi bu” ucap Lili dengan rasa was-was. Apa ya namanya, jantungnya berdegug kencang. Bukan perasaan jatuh cinta ya, melainkan rasa takut sama guru terkiler di sekolahnya. Mau tahu nggak nama guru itu, Ibu Sekar Arum. “Waalaikum salam, kamu terlambat lagi. Sudah berapa kali kamu terlambat pada saat jam pelajaran saya. Ibu tidak mau mendengar alasan kamu lagi, sekarang kamu lari keliling lapangan 10 kali putaran” ucap ibu Sekar. “Apa lari bu, tapikan…” ucap Lili. “Nggak ada tapi-tapian, sekarang kamu kelapangan sekarang” ucap bu sekar. “10 kali putaran gila nih bu Sekar. Mau aku pingsan kali. Mana cuaca sedang cerah-cerahnya nih. Kalu mendung sih, ok lah. Ini mataharinya terik banget deh. Hitam deh gue kalau gini” batin Lili. “Baik bu saya pergi, permisi” ucapnya. Mana berani Dia protes lagi sama Sekar, bisa-bisa ya. hukumannya semakin di tambah nggak ada habis-habisnya. Dengan perasaan berkecamuk Lili meninggalkan kelasnya. Setelah Lili pergi menjalani hukumannya, kelas tersebut kedatangan siswa baru. Siapa Dia??? Langsung baca aja ya... “Permisi bu” ucap seorang laki-laki lengkap dengan seragam sekolahnya. “Kamu siswa baru itu ya, langsung saja perkenalkan diri kamu” ucap ibu sekar, yang telah mengetahui. Jika hari ini akan ada murid baru di kelas itu. Asal kalian tahu ya, Sekar bukanlah wali kelas di sini. Melainkan selaku guru BK bagi sisa yang bermasalah, baik akdemik ataupun non akademiknya. “Baik bu, hai semua perkenalkan nama saya Grendi granexa, kalian bisa memanggil saya Rendi, pindahan dari Surabaya. Saya rasa sudah cukup perkenalannya” ucap Rendi. “Sekarang kamu duduk disebelah sana” ucap bu sekar sambil menunjuk kursi yang kosong. “Terima kasih bu” ucap Rendi. Dilain tempat Lili sudah selesai dengan hukumannya. “akhirnya kelar juga ni hukuman, gue sekarang bisa masuk kelas” ucap Lili. (dring… dring… dring) bel pun berbunyi. “Sudah istirahat, gue pergi ke kantin saja kali ya” ucap Lili. Di kantin Lili memesan makanan dan minuman kegemarannya, penjual yang sudah hapal dengan itu. Tanpa menunggu Lili menyelesaikan pesanannya, telah lebih dulu penjual itu berbicara. O iya... nama penjula itu Ana, dan siswa di sini memanggilnya Mba Ana. “Mbak saya mau pesan mie bakso, biasa cabenya dibanyakin dan” ucapnya. “Es teh toh. Siap non, mba sudah tahu kesukaan non Lili, tunggu sebentar” ucap mbak Ana. Tidak lama kemudian pesanannya pun datang. “Ini non Lili mie bakso dan es tehnya” ucap mbak Ana. “Makasih ya mbak” ucap Lili. “Wow enak banget” ucap Lili setelah satu sendok bakso mampir kemulutnya. “Hai Li” teriak Lisa. (Uhuk… uhuk… uhuk) Lili pun tersedak, lantaran kemunculan Lisa yang tiba-tiba mengejutkannya. “Lili kamu nggak apa-apakan, nih minumnya” ucap Lisa. “Kamu kebiasaan lis” ucap Lili kesal, setelah menenggak setengah gelas es tehnya. Dan sudah pasti wajahnya yang putih berubah seperti tomat matang, merah seketika. “Maaf Li nggak sengaja, abisnya kamu dilapangan nggak ada. Ya aku panic, liat kamu disini lah aku teriak. Maaf deh” ucap Lisa. “Memangnya ada apa sih” Tanya Lili. “Begini Li” ucap Lisa menceritakan kejadian dalam kelas, setelah Lili keluar tadi pagi menjalankan hukumannya. “Memangnya ada apa dengan siswa baru itu” Tanya Lili. “Orangnya ganteng banget Li, kulitnya putih dan matanya sipit, kalo dia senyum manis banget” ucap Lisa. “Oh… seperti itu” ucap Lili biasa aja. “Respon Lili kok biasa aja sih. Ini nih kalau cewek secantik Dia. Mah santai banget lah” batin Lisa. Belpun berbunyi… “Li ke kelas yuk, sudah masuk nih” ajak Lisa. “Baiklah, tunggu aku bayar makanan aku dulu” ucap Lili. “Iya aku tunggu” ucap Lisa. “Sudah, ayo kita pergi” ucap Lili. Diperjalanan semua mata memandangnya, semua terpesona dengan kecantikan kedua primadona tersebut. Siapa lagi kalo bukan Lili dan Lisa. Asal kalian tahu ya, kecantikan kedua primadona ini udah tersebar luas bahkan di luar sekolah juga. “Aku sebel banget kalo terus dilihatin kaya gini” ucap Lili. “Aku juga Li, memangnya kita artis apa” ucap Lisa. “ Tidak usah dipeduliin, mereka juga cape nanti” ucap Lili. Sesampainya di kelas mereka segera duduk. Tidak lama kemudian bu Sinta pun tiba, pelajaranpun dimulai. “Kamu tahu nggak, tadi pas gue mau ke kelas ada cowok nyebelin banget” ucap Lili. “Memangnya kenapa sih” Tanya Lisa. “Masa dia yang salah, gue yang harus minta maaf. Sebel banget gue sama tuh cowok” ucap Lili. “Terus kamu minta maaf sama tuh cowok” ucap Lisa. “Tentu saja nggak, gengsi dong. Ngomong-ngomong siswa baru itu yang mana” Tanya Lili. “Yang duduk dibelakang kamu” ucap Lisa. “Dibelakang gue (berbalik) dia yang loe maksud” Tanya Lili. “Iya dia orangnya. Memangnya kenapa sih” jawab Lisa. “Dia tuh orang yang gue ceritain sama loe” ucap Lili. “Apa dia, kamu salah orang kali” ucap Lisa. “Tidak Lis, gue ingat betul wajahnya. Gue ogah satu kelas sama dia” ucap Lili. Lain halnya dengan Rendi… “Anton loe tahu nggak cewek di depan gue?” Tanya Rendi. “Oh dia, namanya Lili. Primadona sekolah ini, tapi sayang selalu datang terlambat jadi kena hukuman terus” jawab Anton. “Primadona, cewek kaya gitu jadi primadona. Apa tidak salah” batinnya.
Cảm ơn
Ủng hộ tác giả để mang đến cho bạn những câu truyện hay
bagus
15/04
0mantap
23/10
0good
17/08
0Xem tất cả