logo text
Thêm vào thư viện
logo
logo-text

Tải xuống cuốn sách này trong ứng dụng

Chương 5 MISI PENYELEMATAN

(JAM 6 PAGI SEBELUMNYA DIRUMAH NENEK TEMPAT YANA DI SEKAP)
sebuah rumah tua Yang terbuat dari kayu hampir semua bahannya terbuat dari bahan yang sama, ketika masuk Kita akan melihat dua ruangan saling berhadapan dan ditengah-tengah nya Ada Sebuah tanda Berbentuk persegi memanjangkan kebawah mirip seperti pintu.
dan Yana yang disekap ada diruang Sebelah kanan Yang berhadapan dengan ruang di Sampingnya (ruangan sebelah kiri).
Yana masih tertidur Di rumah Tua Penuh dengan misteri itu dan Datanglah langkah kaki dari luar kamar berjalan menuju Tempat Yana.
: "hey ! bangun..bangun.." Ujar nenek membangunkan Yana.
Yana membuka Matanya Perlahan, "ja..ja...jangaaan mendekat, menjauh dariku dasar nenek gila". Marah Yana ke nenek tua itu dengan Berupaya Mendorong badannya kebelakang memakai kedua kakinya.
ia Mengambil Bantal yang ada di sampingnya Melempar ke nenek tua Itu.
Yana: "Aaah..aduh sakit Tolong..!!! keee, kenapa Dengan Kaki aku, aaa..aa.. apa ini ? "
nenek Mengangkat tangannya Ke atas dan Tiba-tiba Muncul sebuah tongkat.
: "haaaah ? itukan Tongkat kemarin yang ia gunakan untuk Melepaskan ikatan Tangan aku". ujar Yana dalam hati Sambil Menjerit kesakitan.
nenek: "tiap kamu berusaha melukaiku Maka kamu juga akan Mendapatkan hal yang serupa, dan satu lagi percuma kamu melarikan diri dari sini karena Rumah ini sudah Aku pasang Tanda Kutukan...yang jika kamu pegang tangan kamu akan Terbakar.."
Yana pun terdiam sejenak Dan Tidak merasakan Sakit lagi pada kakinya.
"hari ini adalah Hari yang sangat Istimewa, karena aku Akan melakukan hal yang besar, bukan..! tetapi hal Yang Membuat dunia akan tunduk padaku..ha ha ha ha ha....(tawa si nenek Dengan bergaya tidak sembrono)...Kamu tunggulah disini sampai aku Kembali Menyiapkannya" sambung nenek.
nenek pun meninggalkan Yana dan pergi Keluar untuk menyiapkan sesuatu.
tetapi karena rasa ingin tahu Yana, ia Berjalan perlahan menuju pintu untuk melihat Apa yang akan nenek lakukan.
sesampainya dimuka pintu Yana Mengeluarkan setengah wajahnya saja, Alangkah Kagetnya ia Karena apa yang ia lihat Dari kejauhan adalah sebuah jantung yang dipegang si nenek.
entah itu Jantung manusia atau hewan.
Yana: "ya ampun, Ngapain Dia Memegang jantung Apakah itu jantung😞.....Haah tidak ! pasti bukan" ujar Yana sambil kembali ke Kasurnya.
Yana Sangat gemetaran Karena yang ia lihat Adalah benda berdarah Yang belum pernah dilihatnya.
ia melihat di sekiling ruangan itu berharap ada suatu celah untuk ia melarikan diri tetapi kosong karena yang ia lihat Hanya Dinding yang terbuat dari kayu yang tebal berlapis lapis dan Satu kasur.
•BERJAM-JAM YANA MENUNGGU•
(JAM 9 PAGI)
tiba-tiba suara yang sama Datang lagi menuju ruangan Yana yang ternyata adalah si nenek.
: "Ikuti aku anak muda jika kamu ingin selamat ! " ujar nenek.
Yana mengikuti perintahnya karena Ini mungkin satu-satunya kesempatan untuk ia melarikan diri jika si nenek lengah.
"aku akan gunakan Tongkat milik dia untuk membuka Tanda Kutukan Di rumah itu...tapi ! dimana ia menyimpannya.." ?. pikirnya
Keduanya berjalan keluar dari ruangan, mereka menuju suatu benda yang sangat besar Yang ditutupi oleh kain hitam yang ukurannya sama besar dengan benda itu berada pada Ruang tamu.
mereka berhenti didepan benda tersebut dan Si nenek berjalan Menuju arah jendela Ia membuka tirainya dan melirik kelangit: "Hmmm.. matahari nya belum naik Masih sejajar dengan kepala manusia, yang artinya Masih Jam 9 pagi" ucapnya
Yana: "Emangnya apa yang mau kamu lakukan Dengan Matahari nya..hhahaha (tertawa Yana mendengar perkataan nenek tua itu) jangan bilang Kamu mau Membawa nya kesini.."
Nenek tidak menghiraukan nya dan kembali ke Yana.
Nenek pun memegang kain tadi dengan niat ingin Memperlihatkan Benda itu tanpa Menunggu matahari.
: "Aku akan memperlihatkan benda Yang sangat istimewa ini Tetapi ketika kamu melihatnya jangan engkau kabur, dan juga Yang aku tunggu-tunggu adalah Gerhana matahari yang hanya muncul pada hari ini".
yana: "hah ! Tapi kenapaaa"?. Saking terkejut ia yang kedua kalinya gemetaran.
: "kamu akan mengetahui nya sendiri". Ucap nenek, ia Segera menarik Kain hitam tadi Dan dilempar ke lantai yang juga terbuat dari kayu.
benda itu adalah Sebuah Meja Dengan Lilin yang menyala Berada Di sisi samping atas meja dan dua besi Yang Panjang berdiri Menancap Di Kanan kiri Meja itu.
di ujung atas kedua besi Tersebut Dihubungkan oleh Kayu tebal yang sedang diikat ke Lantai, Juga ada sebuah Benda mirip pisau Yang besar menempel pada kayu itu yang siap jatuh Kapan saja jika Ada yang mencoba Memotong tali Tadi.
dan benar saja Yang dikatakan Sinenek, ia melihat Yana ketakutan setengah mati dan berlari menuju pintu tetapi Ketika Yana menyentuh Nya tangan nya terbakar Sementara dan apinya menghilang tanpa jejak.
hanya ada luka bakar yang dialami Yana di tangannya itu.
si nenek tertawa menikmati Yana Yang kesakitan.
:" aku sudah bilang percuma Kamu lari dari sini"
ujarnya Sambil tertawa lagi.
Tiba-tiba Cahaya yang tadinya terang Sekarang perlahan meredup berasal dari jendela yang ternyata itu adalah Cahaya dari gerhana matahari.
Karena keduanya melihat hal itu si nenek bersemangat tampak Dari raut wajahnya Tetapi sebaliknya Yana Semakin khawatir apa yang akan terjadi nanti.
nenek menarik Tirai Dan membuangnya Sembari Menikmati Proses terjadinya gerhana matahari yang semakin dekat: "Akhirnya..!! Sekarang Mungkin sudah pukul 11 dan Sebentar lagi Akan terjadi.. hahahha (ucap nenek kegirangan) Jika jam Pendek menunjuk angka 12 pas, Maka Aku akan segera menyelesaikan bagian aku".
Yana tidak bisa diam saja melihat Semua Itu, Ia berpikir mencari cara Untuk melarikan diri dari sini.
si nenek yang sudah tau Yana akan Lari dengan ketidak sabarannya ia pun menarik Tangan Yana Yang terbakar tadi dengan paksa berjalan menuju Meja Yang besar itu.
Yana menjerit kesakitan tidak bisa melawan, si nenek malah Melempar Yana Ke arah meja Tadi sampai-sampai Yana pingsan karena kepala nya terkena Ujung Meja.
darah mengalir dari Kepala Yana, Sinenek mengambil kesempatan itu untuk Menaruh Yana di atas mejanya.
dengan berhati-hati Agar tali tidak terpotong Ia menunggu Momen Gerhana matahari berada pada posisi nya, sembari memegang tongkat dan Mengarahkan ke tali tersebut yang siap Untuk ia Hilangkan dengan sihir nya.
waktu pun berlalu hingga tiba masanya Matahari sudah sampai Diatas kepala, cahaya yang menyinari setengah bagian bumi itu perlahan Berubah menjadi gelap.
si nenek menengok Lagi kejendela melihat proses terjadinya gerhana matahari, Terlihat Sebuah lingkaran hitam Seperti melahap Matahari perlahan lahan Itu adalah fenomena Yang dinantikan Sinenek.
Tiba-tiba jam dinding yang di rumah nenek berbunyi tanda Sudah jam 12, Nenek bergegas Menyelesaikan bagian dia Mengambil tongkat nya dan mengarahkan ke tali: "Akhirnya gerhana matahari sudah terjadi, lebih baik aku Cepat menyelesaikan bagian aku karena posisi matahari hanya bertahan bertahan sekitar 30 menit saja".
ketika si nenek mau membacakan mantra nya
sebuah keajaiban yang dinantikan Yana muncul oleh suara Mobil polisi yang secara mendadak Muncul di depan rumah.
•KEMBALI KE JAM 11 SEBELUMNYA DI TEMPAT REZA•
Masih DIRUMAH Sederhana.
: "Ahhh akhirnya kenyang juga.. Oh iya aku harus cepat Sisa waktuku kurang dari 28 menit sebelum aku Sampai ke kantor polisi". ujar Reza.
bergegas Ke kantor polisi dengan hanya Membawa Pistol yang ia simpan di celananya.
sesampainya ia, Reza Melihat Sekitar 3 orang polisi menunggu nya di depan gerbang: "Cepat sekali kamu datang, Walaupun sisa waktu Masih 10 menit (ujar Salah satu polisi sambil Melihat jam nya)..tapi tidak apa-apa, apakah kamu Sudah siap ! tanya polisi.
Reza: "saya siap pak!!".
mereka pun berangkat Dengan satu mobil, melewati pemandangan kota yang indah, jalanan berbatu, Jembatan panjang yang dibawahnya ada Sungai Yang mengalir.
mereka pun sudah tiba di pedesaan Dan Terus Berjalan sampai Mereka melihat hutan dengan pepohonan yang tinggi.
Mereka Meraungi hutan tersebut Sambil melihat Lokasi Mobil Yang menculik yana.
Suasananya Sangat gelap padahal disiang hari, Menyalakan Lampu Depan mobil supaya Menerangi Apa yang ada didepannya.
mereka hanya melihat jalanan yang entah membawa mereka kemana.
tetapi Reza yang hanya duduk diam dibelakang melamun sambil melirik ke pintu kaca mobil, Mengkhawatirkan Yana, seiring berjalannya waktu ia melihat ada jalan kecil Mengarah ke Kiri: "Pak, stop pak ! coba lihat ada jalan Menuju kekiri, mobil bapak bisa lewat kan".ujar Reza menunjuk ke arah Jalan.
Polisi: "hmmm.. sepertinya bisa Tapi apakah kamu yakin ini Jalannya, karena Disini Lokasi mobil itu berada jauh didepan kita".
Reza: "coba dulu pak ! Siapa tahu Mobil tadi cuman sebagai pengalihan".
: "baiklah..". ujar polisi yang mengemudi.
dengan berhati-hati Melewati jalan yang sempit itu, akhirnya mereka sampai Di rumah yang tua dengan Pepohonan Yang mati berada di samping-samping Rumah yang ternyata itu adalah rumah di nenek.
Pak polisi membunyikan Suara Mobil nya Untuk Mengetahui apakah ada orang didalam atau tidak. 3 orang Turun dari mobil Dan salah satunya Reza Mereka dengan seksama Melihat seluruh rumah itu Sambil mencari keanehan.
Nenek yang Ingin menyelesaikan bagian nya Terkejut oleh suara diluar: "Hah ! apakah itu Mobil polisi ? bagaimana bisa mereka Menemukan tempat ini".ujarnya
nenek perlahan menuju jendela Dengan berusaha agar suara langkah kakinya tidak Terjadi masalah, ia Menarik perlahan tirainya dan menoleh keluar Dan dugaan si nenek benar Ternyata itu polisi.
tetapi Reza yang tengah memantau rumahnya melihat gerakan aneh dari arah jendela, Reza melirik Dan melihat seseorang yang menatap keluar dari jendela tersebut: "pak..pak itu ada yang Menatap dari jendela pak.!! sepertinya ada seseorang didalam".ujarnya Dengan mengarah kan senter yang ia pegang.
Karena si nenek merasa Ia sudah Di Ketahui, nenek Mengangkat tangannya ke atas sambil Membaca mantra: "jika aku Gunakan mantra ini, maka tanda kutukan Di rumah akan hilang..tetapi Hanya ini Kesempatan emas bagiku untuk mewujudkan impian aku.. hahahahah". ujarnya
tiba-tiba angin Berwarna Merah diselubungi kabut hitam Berterbangan dalam ruangan dan keluar menuju Mereka ber-empat.
Reza: "aa..apa itu". akhirnya Ia mengeluarkan Senjata yang ia sembunyikan, Polisi yang melihatnya hanya terdiam Dan mengeluarkan pistol juga.
mereka menembaki kabut itu tetapi tembus Tidak Melukai nya.
kabut Tersebut kembali Menuju mereka berempat dan Melukai mereka satu persatu hanya Dengan menabrak saja.
ketiga polisi tadi dan juga Reza tergeletak jauh Sampai Menabrak Batang pepohonan.
Nenek pun membuka pintu dan keluar Sambil tertawa Melihat Reza dan ketiga polisi Sengsara kesakitan Sampai mau pingsan ditempat.
: "ah waktuku tidak banyak, sisa 10 menit lagi Gerhana matahari nya akan Hilang". ujarnya Melihat ke langit.
tetapi Reza Yang tidak berdaya itu berusaha agar tetap sadar, ia melihat Si nenek itu dan berusaha semaksimal mungkin Mengarahkan pistol nya Ke Dia:"paannngk"
Reza pun menarik pelatuk sehingga mengenai Kepala Si nenek hingga jatuh.
Seketika kabut tadi menghilang Dan suasana Kembali terkontrol. Reza berusaha berdiri Dan Menghampiri ketiga polisi tadi: "Pak..bangun pak.".
ujarnya dengan Menaruh dua jarinya ke Leher untuk mengetes denyut nadi mereka.
Reza: "oh syukurlah..! mereka hanya pingsan".
lalu ia berjalan Menuju Tempat si nenek tertembak sekali lagi ia mengecek denyut nadinya dan berkata bahwa ia Sudah meninggal.
bergegas masuk kedalam Rumah itu Ketika sampai dimuka pintu Reza melihat Yana Terbaring diatas meja, Reza membangun kannya tetapi Yana belum bangun.
berulang kali Reza Membangunkannya Masih tetap sama.
Reza Terkejut Melihat tangan Yana terbakar: "Oh Yana ! apa yang terjadi padamu.. maafkan aku Yana..! harusnya aku melawan pria Yang mencoba menculik mu tetapi aku Gagal.." Ujar Reza Dengan memegang tangannya.
wajah Bersalah dari Reza , air mata pun Jatuh mengenai Tangan si yana.
akhirnya Reza memutuskan untuk membawa pulang Yana, ia Mengankatnya Dan ketiga polisi tadi Memasukan kemobil.
Membawa Mobil nya menjauh dari rumah itu membiarkan si nenek Terbaring di Lantai kayu rumah tersebut.
akhirnya Misi Penyelamatan Reza berhasil, ia segera Membawa pulang ke kota dan membawa mereka berempat ke rumah sakit.
beberapa menit mereka diperiksa hanya Yana saja yang sadar.
dokter pun memanggil Reza yang tengah menunggu Segera masuk ke dalam, berjalan perlahan Menuju Yana.
Keduanya Bertatapan: "Hay ! bagaimana keadaanmu ? ".tanya Reza
Yana: "aku baik-baik saja, Hanya saja kepala aku masih sedikit sakit karena kepala ku terkena ujung meja karena ulah nenek tua Bangka itu,".
Reza: "oh syukurlah,(Memegang kepala Yana) kamu istirahat dulu Jangan terlalu memaksakan diri yah".
"Terima kasih ! " Senyum Yana ke Reza
Reza pun berjalan Keluar dari ruangan itu memberikan senyuman yang Indah kepadanya. dan Membiarkan Yana Berisitirahat
Yana Mengangkat perlahan tangannya ke atas yang Ada bekas luka bakar: "Ini semua salahku, jika aku tidak masuk kehutan Penyihir itu Dan hanya berdiam Dirumah tentu Orang tuaku juga tidak akan Mengalami Nasih yang serupa..! oh iya kira kira apa yah rencana si nenek itu ? ". sambung yana.

•DI TEMPAT SI NENEK•
Sebuah Cahaya kegelapan Muncul dari bawah Nenek seperti portal dengan Tulang belulang Membentuk sebuah tangan Menarik perlahan badan nenek itu kebawah dan seketika menghilang sekejap mata Tanpa jejak.
sisa Rumah nya yang Tua sudah tak dihuni lagi.

Bình Luận Sách (87)

  • avatar
    aldi

    bagus banget, infinity ceritanya gak ngebosenin sama sekali loveeee uuu

    05/04/2025

      0
  • avatar
    AkzataJiang

    bukan maen!!

    27/04/2024

      0
  • avatar
    NuraeniYanah

    sangat menarik

    31/03/2024

      0
  • Xem tất cả

Các chương liên quan

Chương mới nhất