logo text
Thêm vào thư viện
logo
logo-text

Tải xuống cuốn sách này trong ứng dụng

Chương 4 Kelompok ABC

Betapa rapuhnya hubungan yang terjalin satu tahun ini. Sara sudah berusaha sebaik mungkin dengan menahan banyak hal. Dia pikir pernikahan yang dilakukan satu kali seumur hidupnya akan sangat sempurna. Namun, memiliki pria tanpa kekurangan juga tidak menjamin kehidupan akan bahagia.
Setelah sidang perceraian, Sara diberikan satu unit rumah yang cukup besar. Dia pikir untuk apa memilikinya jika hanya tinggal seorang diri di sana?
Sara menyesal karena dia hanya bergantung pada suaminya, lebih baik memanfaatkan apa yang dimilikinya selama masih menjadi istri Rion. Sekarang dia harus memikirkan bagaimana selanjutnya menyambung hidup, hal yang tidak pernah terpikirkan lagi sejak menjadi istri Rion.
Supaya bisa mengatasi permasalahan ekonomi, Sara memutuskan untuk menjual rumah mewah pemberian sang mantan suami. Sebagai tempat tinggal baru, dia membeli hunian sederhana.
Sara mulai menghubungi teman lamanya dengan maksud mencari lowongan pekerjaan. Dia juga melamar di tempat-tempat yang sedang mencari pegawai.
Suara ketukan pintu membuat Sara sedikit bingung, padahal tidak ada yang tahu di mana alamat rumahnya. Siapa yang datang untuk bertamu pada hari itu?
Sara membuka pintu sedikit saja agar bisa mengintip ke luar sana. Dari penglihatannya, dia melihat beberapa orang pria bertubuh besar. Dia sangat ketakutan, langsung menutup pintu dan menguncinya.
"Buka pintunya!"
Di situasi itu, Sara memikirkan banyak hal. Dia tidak memiliki utang apa pun, bahkan tidak melakukan perbuatan buruk. Lantas, siapa mereka yang datang dengan penampilan layaknya bawahan rentenir?
Apa Tante Belinda yang mengutus mereka? Tetapi setelah perceraian, mereka seharusnya tidak punya urusan lagi.
Dari pemikiran banyak hal, Sara melebarkan mata ketika membulatkan kesimpulan yaitu dia mungkin saja akan dibunuh.
Sara tidak bisa mati menyedihkan seperti itu, terlebih di rumah sewa yang belum genap satu minggu dia tempati. Seorang wanita bercerai menjalani hidup yang tragis bukanlah berita yang ingin didengarnya setelah mati.
"Kami akan mendobrak jika pintu ini tidak dibuka!"
Sara gemetaran, bergegas mengambil ponsel untuk menghubungi Rion namun dia baru ingat kalau mereka tidak lagi memiliki ikatan apa pun untuk saling bergantung. Siapa lagi yang akan dia minta bantuan?
"H—halo," ucap Sara saat panggilan tersambung.
Brak!
Pada saat bersamaan, pintu yang dikuncinya roboh. Sara jadi bisa melihat ada tiga orang masuk ke dalam rumahnya, dua pria dan seorang wanita. Tampang mereka tidak bersahabat seolah dia akan dimakan sebentar lagi.
“Sudah aku bilang, jangan menggunakan tenaga terlalu kuat agar pintunya tidak roboh,” ucap penjahat wanita.
Ponsel di telinga Sara yang beberapa detik yang lalu baru tersambung pada pihak polisi pun diambil. Situasi seperti itu sungguh kelihatan tidak baik di pandangan matanya. Mereka benar-benar orang jahat yang ingin melakukan hal buruk.
“Anda berniat untuk melaporkan kami, ya?” Wanita itu berkata dengan tatapan yang tajam.
Setelah pintu roboh dan mengeluarkan suara dentuman keras, apa tidak ada satu orang pun yang sadar kalau dia sedang berada dalam masalah besar? Minimal mereka datang dan menontonnya!
"Tolong, ada penjahat! Mereka ingin membunuhku!” teriak Sara, masih berusaha keras mencari cara untuk menyelamatkan diri.
Sudah bersusah payah berteriak, masih tidak ada yang datang. Sementara raut wajah tiga orang di hadapannya bertambah jelek. Dia akan celaka jika suasana hati mereka memburuk.
Sara dengan cepat berlutut, memohon-mohon sambil berkata, "Tolong, kasihani saya. Jangan bunuh saya.”
"Percuma saja berteriak, karena kami sudah meminta izin pada pemilik tempat tinggal ini. Lagi pula, siapa yang akan membunuh?”
Sara dengan cepat bangkit, memperhatikan tiga orang di hadapannya lebih saksama. Bagaimanapun dipikirkan, mereka tetap terlihat seperti penjahat dengan penampilan seperti preman.
“Jika bukan ingin membunuhku, lalu kedatangan kalian ke mari untuk apa?”
Tiba-tiba sebuah pemikiran terlintas di benak Sara.
"Apa kalian orang suruhan Rion?"
Tidak tahu untuk apa, Sara berpikir kalau mantan suaminya ingin melakukan sesuatu soal hubungan yang telah kandas. Dia tidak berhenti meyakinkan diri kalau Rion memiliki maksud di balik keputusan berpisah. Tidak dipungkiri kalau dia masih berharap setelah dicampakkan oleh pria itu.
"Kami datang untuk menjemput Anda, Nona Sara."
"N—nona Sara? Kenapa kalian memanggilku seperti itu?"
"Kami adalah ABC, kelompok yang dibentuk oleh kakek Anda."
"ABC? Kakek? Apa maksud kalian sebenarnya?"
"Saya Auris," ucap wanita itu. "Dan dua pria ini bernama Brady dan Chat. Kami baru tahu berita tentang perpisahan Anda ketika sedang makan malam di Hawai, kemudian langsung melesat ke mari. Jadi, maafkan jika kami berpenampilan seperti ini, karena tidak sempat mengganti pakaian."
"Kelompok ABC?"
"Seperti yang kami tahu kalau pernikahan Anda dengan tuan Rion adalah karena perjodohan. Kakek Anda tidak tahu apakah cucunya akan baik-baik saja ke depan dari perjanjian itu. Jadi, untuk berjaga dari kemungkinan terburuknya, beliau memperkerjakan kami.”
"Aku masih belum mengerti."
"Sederhananya, beliau meninggalkan warisan untuk Anda."
"Yang aku tahu, perusahaan kakek bangkrut dan tidak meninggalkan sepersen pun. Maka dari itu, kakeknya Rion menikahkan kami, karena sebelumnya ketika mereka berada dalam masa krisis, kakekku juga membantu mereka. Itu adalah perjodohan sekaligus utang balas budi."
"Anda benar. Itu hanya intrik kakek Anda, karena pada saat itu Nona Sara belum dewasa, takut jikalau tidak dapat memegang perusahaan dengan baik. Kenyataannya, perusahaan masih berjalan hingga sekarang."
"Ini masih sulit untuk dipahami.”
"Anda bisa memahaminya sedikit demi sedikit nanti, yang jelas lebih baik kita pergi dari sini. Tidak seharusnya nona kami tinggal di tempat sempit begini."
Hanya bermodalkan percaya pada ucapan mereka soal kakek, Sara pun pergi meninggalkan huniannya. Dia dibawa ke rumah lama di mana dulu menjadi tempat paling nyaman baginya.
"I—ini rumah kami," ucap Sara, hampir tidak dapat berkata-kata, "Aku meninggalkan rumah ini setelah kakek pergi dan dinyatakan bangkrut. Sekarang aku berada di sini kembali."
"Itu karena kakek Anda tidak benar-benar bangkrut. Semua masih berjalan dengan baik di sini, meskipun ada pelayan yang berhenti bekerja karena sudah berada dalam batas usianya. Dari sini, saya akan menemani Anda. Brady dan Chat akan bekerja di belakang layar."
Sara melihat inisial B dan C itu pergi setelah memberikan hormat. Diperlakukan seperti itu membuat dia agak canggung namun bukan sesuatu yang buruk, karena dia merasa sangat senang. Terlebih para pelayan menyambut kehadirannya dengan baik, bahkan berkumpul di ruang utama hanya untuk menyapanya.
"Selamat datang kembali, Nona Sara."
"A—apa aku benar-benar kembali ke rumah?"
Auris menganggukkan kepala. "Selamat datang kembali, Nona Sara."
"Aku tidak tahu apakah aku bisa menempati posisi ini kembali."
"Tidak perlu khawatir. Saya akan membantu Anda."
Sara sangat senang, tetapi jauh di lubuk hati, dia menginginkan hal lain dari itu semua. Rion adalah orang yang masih terpikirkan olehnya. Dia tidak butuh warisan yang menjadikannya sosok terpandang, tetapi dia butuh kehidupan biasanya di mana hanya ada dia dan Rion saja.
Itu tidak mungkin, ya? Mengingat Rion memilih untuk berpisah, meskipun sudah mendengar penjelasan yang sebenarnya. Hanya dia saja yang memiliki keinginan agar mereka tetap bersama. Perasaan ini seperti dicampakkan dan bertepuk sebelah tangan.
"Melihat Anda diperlakukan dengan buruk, kami sebenarnya sangat ingin kembali namun kakek telah memberikan peringatan kalau kami hanya bisa kembali setelah Anda benar-benar berpisah."
"Kalian juga mengetahuinya." Sara menundukkan kepala, masih bersedih atas perceraian.
Orang yang berada jauh lebih memperhatikan dibandingkan Rion yang berada dekat dengannya. Sara jadi mengerti kalau selama ini dia hanya berharap tanpa ingin dipertahankan. Rion tidak memiliki perasaan apa pun padanya.
"Anda harus menunjukkan siapa diri Anda sebenarnya," ucap Auris.
"Diriku yang sebenarnya?"
"Anda adalah salah satu orang terkaya untuk saat ini, karena perusahaan semakin lama semakin meningkat dan berkembang sampai mencapai titik jayanya. Sekarang adalah saatnya bagi Anda bertindak, mengembalikan harga diri yang sudah diinjak."

Bình Luận Sách (124)

  • avatar
    prabataSirda

    sangat menarik👍

    19/03/2025

      0
  • avatar
    acutachut

    ok sangat berkena di hati

    03/01/2025

      0
  • avatar
    SahibIntan

    Jalan. cerita nya bagus, tetapi cara penulisan very bad. Membaca nya seperti direct translation from Google translate or macam bad subtitle movie.

    15/09/2024

      0
  • Xem tất cả

Các chương liên quan

Chương mới nhất