logo text
Thêm vào thư viện
logo
logo-text

Tải xuống cuốn sách này trong ứng dụng

Bab 14 Hari Pertama Kuliah

" untuk sampai diruang kelasku, aku harus berjuang melewati beberapa ruangan yang sama jurusannya denganku, kenapa harus berjuang...??? karna ruangan yang akan aku lewati adalah ruangan para senior, agar selamat sampai tujuan aku harus lebih berhati-hati, apalagi si nenek lampir memiliki jurusan yang sama denganku, aku sudah melewati beberapa kelas, akhirnya...!!!, inilah ruang kelasku, ruangan yang sangat luas, kursi yang tersusun rapi, disetiap kursi sudah ditulis nama masing-masing siswa agar tidak tertukar, aku mulai memasuki pintu dan terlihat sudah banyak siswa yang menduduki kursinya, mereka asik bercengkrama satu sama lainnya, aku duduk dikursi yang sudah tertulis "fitria angelia", aku merasa sedikit aneh dengan kursi ini, kenapa ada bunga disini..??, sedangkan kursi yang lain tidak ada.!, atau memang ada yang sengaja memberikan padaku..? masih sebuah buket bunga mawar yang tidak ada namanya, hanya sebuah kata " Rindu"...., pasti dari seseorang yang sengaja mengerjaiku " pikirku dalam hati
" hy..!!! " sapaku pada seorang siswi yang bersebelahan denganku
" juga " balasnya singkat, sambil memberikan senyum
" kalo boleh tau namamu siapa..? tanyaku ingin berkenalan dengannya
" cika..! kamu sendiri..? " dia balik bertanya padaku
" fitria, panggil aja tia " jelasku padanya
" baiklah " sambil menganggukkan kepala
" oh iya.!, cika.!, aku boleh nanya sesuatu gk..?
" ya silahkan..! " balasnya singkat
" apa kamu lihat siapa yang menaruh bunga ini dimejaku..? " tanyaku pada cika penasaran, sambil melihatkan bunga tersebut, siapa tau cika melihat seseorang yang menaruh bunga ini
" tidak..!!, saat aku masuk bunga itu memang sudah ada disitu, anak-anak tidak ada yang mengusiknya, karna ada dimejamu, berarti bunga itu untukmu.! " jelas cika tegas
" kira-kira siapa ya..? " ucapku masih penasaran dengan bunga ini
" ntah lah.!, mungkin dari pacarmu..? " balas cika bertanya
" aku tidak punya pacar.!, makanya aku juga bingung, sudah 2 kali aku menerima buket seperti ini " jelasku pada cika
" berarti ada seseorang yang fans padamu, tapi kamu juga harus hati-hati, sekarang banyak cowok yang berpura-pura suka, kalo udah dapat yang dia mau, kamu dibuang.!!, jangan terlalu percaya dengan cowok..!! " jelas cika memperingatkanku supaya lebih berhati-hati
" iya sih aku juga mikir gitu "
" kamu pikir deh..!, dia hanya memberi bunga tanpa ada namanya, dia tidak berani menunjukkan dirinya, jangankan untuk menunjukkan siapa dia, namanya saja dia tidak berani, kalo memang dia cowok baik-baik dia bakal terus terang, bukannya sembunyi, sudah bisa dipastikan dia cowok yang tidak baik menurutku " cika menjelaskan kecurigaannya dengan wajah yang sangat serius
" kamu bener juga cik, trus aku harus gimana..?" tanyaku bingung, aku harus ngapain, mau di apakan bunga ini
" gini aja, kamu foto semua yang dia kasih padamu, tapi bunganya harus tetap kamu simpan, sewaktu-waktu kalo ada masalah kamu punya bukti, tapi kamu harus periksa dulu apa yang ada didalam bunga itu, kita tidak tau apa yang dia rencanakan, kalo dia memberimu makanan kamu jangan pernah memakannya..!!, sekarang banyak juga cowok yang memanfaatkan perempuan dengan cara memberi obat pada makanan " jelas cika panjang lebar, sekaligus memberi perintah padaku, tapi semua yang dikatakan masuk akal, aku bahkan tidak terpikirkan sampai sejauh itu
" makasih ya cika buat sarannya " ucapku pada cika sambil senyum
" iya sama-sama, kita harus saling mengingatkan, bukan..?
" kok lama ya dosennya..?? " ucap cika yang sudah mulai bosan daritadi menunggu
" paling bentar lagi " balasku singkat
" panjang umur pak dosennya heheh, tu bapaknya nongol..!! " ucap cika terkekeh baru aja ditanya eh udah nongol aja si bapak
" selamat pagi semuanya..? apa kabar..? " sapa dosen pada seluruh siswa yang ada dikelas
" pagi pak..!!, sehat pak..!!" serentak seluruh siswa menjawab
" baiklah hari ini kita belum mulai PBM, bapak mau kita perkenalan dulu, walaupun sudah perkenalan waktu mos, tapi bapak pengen lebih kenal dengan kalian, bapak juga sudah mulai lupa, karna kemaren yang kenalan itu terlalu banyak " ucap dosen sambil tertawa kecil
" baik pak "
" baiklah, kita mulai sesuai absen aja, biar teratur "
dosen mulai mengabsen satu persatu siswa,
semua siswa mulai memperkenalkan diri secara bergantian
" tok.. tok... tok... " (bunyi ketukan pintu)
terdengar suara ketukan dari luar kelas, terpaksa perkenalan dihentikan
" maaf mengganggu pak..!!"
" iya buk, tidak apa-apa, ada apa ya buk..? " tanya dosen pada dosen perempuan yang baru datang
" saya cuma mau mengantarkan siswi ini pak, dia siswi baru disini, kebetulan kelas ini masih kurang satu siswa " jelas dosen itu yang diikuti oleh seorang siswi baru
" oh begitu ya buk, baiklah buk, disini juga masih ganjil, kalo dia masuk disini akan lebih baik " jelas pak dosen
" terima kasih pak, kalo begitu saya permisi dulu..!" dosen itupun pamit dan meninggalkan siswi baru dikelas kami
" makasih buk " ucap siswi itu pada dosen yang mengantarnya
" iya sama-sama " balas dosen itu singkat
" kebetulan kamu sudah ada didepan, alangkah baiknya kamu langsung memperkenalkan diri..!!" perintah dosen pada siswi itu
" baik pak " balasnya dengan anggukan kepala
" perkenalkan namaku tiara oktavia, panggil aja tiara, atau dengan singkatan ara, mungkin cuma itu pak ..!" ucap siswi itu memperkenalkan diri secara singkat
siswi baru.? kok mendadak.? gak ikut MOS, enak ya, gak kayak aku, batinku
" sudah begitu saja.?, asalnya darimana.?, dulu sekolah dimana..?" ucap dosen pada siswi itu agar menjelaskan lebih lagi tentang dirinya
" mungkin itu saja pak " ucapnya singkat
" oh, baiklah silahkan duduk, kamu bisa duduk disamping..!?, siapa namamu nak..? tanya dosen padaku sambil berpikir
" Tia pak " jawabku singkat
" nah iya disamping tia "
" baik pak " ucap ara
kelas kami kedatangan siswi baru, dia cantik, memiliki tubuh ideal, kulit putih, rambut sebahu, kalo diperhatikan dari penampilannya, sepertinya dia orang kaya
" ada apa ya..? kenapa kamu menatapku begitu " ucap ara padaku dengan wajah jutek
" oh tidak, tidak apa-apa" aku ketahuan
" huh " balasnya sambil senyum sinis
jutek sekali, cuma begitu saja sudah seperti mau memakanku gumamku dalam hati
kami lanjut dengan sesi perkenalan yang tadi terhenti, sekarang giliranku, saat aku berjalan melewati beberapa siswa sudah mulai terdengar bisikan yang tidak seharusnya ku dengar, " gadis kampung " selalu itu yang menjadi topik disini, ah tidak usah dihiraukan lagian aku tidak mengganggu mereka, bahkan setelah aku selesai memperkenalkan diri masih saja mereka membicarakanku bahkan melihatku dengan tatapan benci
" Tia, kamu baik-baik saja " tanya cika padaku
" ya, aku baik-baik saja, tidak ada yang harus dipikirkan, omongan mereka tidak penting, aku juga sudah terbiasa " jelasku pada cika
" kamu yang semangat ya..!!, kamu mau kan berteman denganku " ucap cika memberi semangat
" jelas aku mau..!!, aku mau berteman dengan siapa saja, mereka saja yang membenciku " balasku pada cika
" tut... tut... tut... " bunyi bel istirahat
" aku dan cika pergi ke kantin untuk mengisi kampung tengahku, aku bertemu dengan para sahabatku "
" Tiaaaaaaaa " teriak kasih
" iya, selamat siang semuanya..! " balasku pada mereka semua
" oh iya , aku lupa, ini cika temen sekelasku, sekarang kita berteman, cuma dia yang mau berteman denganku " jelasku pada para sahabat
" kalo aja kita bisa satu kelas, kamu gak akan sendirian " balas ayu dengan nada iba
" sekarang juga gak sendirian kok, kan ada aku " sambut cika
" kalian sudah pesan makanannya..? " aku bertanya pada temanku, aku sudah lapar sekali
" belum " ucap mereka serentak
" hmmm, kebiasaan kalo udah ngumpul lupa sama hal yang sangat penting " celetukku
" udah biar aku yang pesan " balas cika yang inisiatif pergi memesan makanan
saat sedang menyantap makananku, aku melihat tiara berjalan mndekat ke arah cowok aneh, apa mereka saling kenal..?, apa jangan-jangan tiara pacarnya..?, kok aku mikir yang gak penting gitu ya, mau pacar apa bukan juga gak urusanku, tapi kok bisa mikir sampe kesitu, menyebalkan.
" hy anggara " ucap tiara
" udahlah, kamu gak usah bersikap dingin begitu denganku, kamu sudah tau kan aku siapa..? " ucap tiara dengan PDnya
" anggara, kamu harus bersikap baik padaku, aku akan menjadi istrimu nantinya " masih mencoba menjelaskan
" angga, kamu boleh bersikap dingin pada yang lain tapi tidak denganku, aku calon istrimu " ucap tiara
tiara sudah mulai emosi, daritadi dia bicara anggara tidak mempedulikannya samasekali, bahkan anggara tidak menganggap ada orang didepannya
" angga, ANGGARAAAAA ..!!!! tiara berteriak, sehingga membuat kaget anak-anak lain, membuat semua mata tertuju pada mereka berdua, aku rasa usahanya sia-sia, anggara hanya berlalu meninggalkan tiara
laki-laki brengsek, kalo bukan karna harta aku tidak mau denganmu gumam tiara dalam hati
kami cuma menonton, jarang sekali bisa menonton drama sebagus ini, hehehe

Bình Luận Sách (941)

  • avatar

    bagusss bangetttt

    01/03

      0
  • avatar
    YolandaNunung

    bagus banget kak novel nya

    26/06/2025

      0
  • avatar
    febriyantishafa

    bgausss bangety

    07/06/2025

      0
  • Xem tất cả

Các chương liên quan

Chương mới nhất