keluarga wijaya adalah keluarga yang menduduki dunia usaha yang sudah internasional, Wijaya seorang anak dari laki-laki bernama Handayani, dan salah satu dari hasil kerja keras Handayani adalah kampus ternama dan terpoluler yaitu universitas Handayani yang diturunkan kepada putranya Wijaya, karna Wijaya terlalu sibuk dengan usaha yang diluar negri, dia tidak sempat untuk memperhatikan universitas yang diwariskan ayahnya, wijaya memberikan kepercayaan kepada sahabatnya Mahyeldi selaku direktur di universitas tersebut, sampai sekarang masih Mahyeldi yang mengurus universitas tersebut, wijaya masih bingung bagaimana caranya supaya putra tunggalnya mau meneruskan dan mengurus universitas itu, wijaya akan memberikan kepercayaan kepada putranya jika dia sudah menikah dan memberikan wijaya cucu, tapi sampai saat ini dia belum pernah mendengar kabar anaknya dekat dengan perempuan, dia khawatir anaknya memiliki kelainan, wijaya sangat sibuk sampai untuk berkumpul dengan keluarga saja tidak sempat, dia hanya bisa menanyakan tentang anaknya pada orang suruhannya yang selalu mengawasi anaknya 24 jam, sepertinya putranya mengetahui dia diikuti oleh orang suruhan papanya, dia anak yang pintar, pria tampan, tubuh tinggi ideal, kulit sao matang, sifat dingin, dia adalah Anggara Wijaya.... disebuah rumah megah seperti istana sudah terparkir dua buah mobil sport, sudah jelas itu milik orang tua anggara yaitu papa dan mamanya, sedangkan anggara yang baru datang menggendarai motornya, anggara lebih senang menggendarai motornya dibanding mobil yang mewah " silahkan masuk tuan muda..!!! " ucap para pelayan dirumah itu menyuruh anggara masuk " bisa tidak..!, kalian memanggil namaku, namaku bukan tuan muda tapi anggara..!!, apa perlu diperjelas lagi biar kalian mengerti..? " ucap anggara dengan nada tinggi, karna anggara tidak suka dipanggil dengan sebutan tuan muda, dia lebih senang dipanggil dengan namanya " baik tu.., maaf " ucap pelayan terbata-bata dan ragu untuk menyebut nama anggara anggara tidak mau memperpanjang lagi, dia berlalu meninggalkan para pelayan " anak mama..! " ucap buk Dina mama anggara anggara mengabaikan sapaan dari mamanya dan langsung duduk di kursi bersebelahan dengan papanya, sekarang hanya ada mereka bertiga " ada apa pa..? kenapa kalian memanggilku kesini ..? " ucap anggara cuek " kenapa bicaramu begitu nak..?, papa dan mama rindu padamu " ucap pak wijaya papa anggara " huhh " hanya dibalas senyum seringai oleh anggara " anggara..!!, maafkan mama dan papa nak, kami tidak pernah ada buat kamu.!!, mama tidak menyangka anak mama sudah menjadi pria dewasa yang tampan..!! " ucap buk Dina dengan nada sedih sambil memegang tangan anggara " kenapa baru sekarang ma..? apa semua ini belum cukup..? apa mama dan papa ingin menjadi orang terkaya di dunia..? apa itu yang kalian mau ..? " ucap anggara dengan nada tinggi " bukan begitu anggara, papa dan mama melakukan ini untuk masa depanmu dan cucu kami nanti..!! " jelas pak wijaya pada anggara dengan tegas " apa dengan cara menelantarkanku, itu bisa disebut untuk masa depanku..? " ucap anggara menantang " mama dan papa tidak menelantarkanmu nak, mama dan papa sayang padamu " tutur buk dina yang menahan tangis mendengar ucapan anggara anaknya " dan satu lagi..!!, aku tidak menginginkan kekayaan ini, aku bisa mendapatkan apa yang aku mau dengan caraku sendiri..!! " ucap anggara tegas pada orang tuanya " anggara sampai kapan kamu keras kepala seperti ini, cobalah berfikir untuk masa depanmu..!! " sambut pak wijaya " masa depan..?, apa dengan semua harta ini masa depanku bahagia .? lihatlah sekarang, apa kita pernah makan bersama..? apa kita pernah mengobrol selayaknya anak dan orang tua.?, apa kita pernah menonton bersama.?, terus untuk apa ada meja makan.?, untuk apa ada tv.?, untuk apa..? " balas anggara dengan nada tinggi pada pak wijaya " dengar anggara.!!, papa mendengar gosip-gosip dikampusmu kalo kamu tidak menyukai perempuan, apa itu benar..? " tanya pak wijaya dengan tatapan dalam pada anggara " itu bukan urusan papa dan mama.!!, urus saja harta kalian ini..!! " jawab anggara ketus " ini memang urusan papa dan mama nak, kami ingin anggara segera menikah supaya anggara bisa mengurus universitas, lagian pak mahyeldi sudah tua dan sebentar lagi pensiun " jelas buk dina pada anggara " apa..? menikah, hahah papa dan mama lucu sekali.!!, tidak, aku belum memikirkan itu..!! " ucap anggara " berarti gosip itu benar..?" ucap pak wijaya penasaran dan memancing anggara untuk bicara siapa perempuan yang dia sukai " terserah..!!, papa dan mama mau percaya..! " ucap anggara santai " jika kamu tidak bisa membawa pacarmu kesini, papa akan menjodohkanmu..!! " ucap pak wijaya mengancam " silahkan.!!, jika kalian mau melihat perempuan itu menangis darah " balas anggara pada pak wijaya " apa maksudmu " balas pak wijaya " tidak ada " ucap anggara cuek " dengar nak, universitas itu milik kita jadi tidak akan ada yang marah jika kamu menikah saat kuliah " ujar buk dina menjelaskan pada anggara " maaf ma.!, aku tidak mau.!, aku masih nyaman dengan diriku sendiri " balas anggara " baiklah kalo memang kamu tidak mau, mama mau sekarang kita makan bersama, pelayan sudah menyiapkan makanannya " ajak buk dina pada anggara " maaf ma, aku sibuk, aku mau balik ke rumah " ucap anggara menolak anggara tidak tinggal di asrama dia punya rumah sendiri diluar kampus, sedangkan rumah yang didatangi sekarang adalah rumah utama, walaupun megah bak istana tapi selalu kosong rasanya tidak pantas dinamai rumah " mama mohon anggara sekali ini saja, kamu mau ya..? " mohon buk dina dengan mata yang sudah berkaca-kaca " baiklah " akhirnya anggar menuruti permintaan mamanya mereka menuju ruang makan, suasananya memang agak asing, karna mereka memang jarang sekali untuk makan bersama dirumah, orang tua yang terlalu sibuk dengan urusan masing-masing " sini, biar mama yang ambilkan " ucap buk dina mengambil piring anggara dan mengisi makanannya mereka makan dengan sangat tenang tanpa ada suara sama sekali, sungguh keheningan yang sangat mengerikan, lebih mengerikan daripada film horor, setelah selesai makan anggara mulai membuka suara " aku balik dulu..!! " ucap anggara cuek " kenapa cepat sekali nak, kenapa tidak tidur dirumah, besok mama dan papa mau pergi ke australi, mama masih mau bersama anggara disini.." mohon buk dina pada anggara " tapi ma..!! " ucap anggara " mama mohon ga " buk dina memohon dengan wajah iba sambil memegang tangan anggara anggara hanya bisa pasrah, walaupun anggara orang yang sangat dingin dan cuek, anggara tetap tidak tega melihat mamanya memohon begitu anggara mengobrol dengan mamanya, sedangkan pak wijaya sudah mulai sibuk lagi dengan dokumen-dokumen diruang kerjanya pagi ini anggara bangun ditempat yang berbeda dari biasanya, anggara mulai membuka mata dan turun, dia hanya melihat para pelayan yang sedang menyiapkan sarapan, sudah dipastikan orangtuanya sudah pergi, beginilah kehidupan anggara yang jauh dari kasih sayang orang tua, bagaimana mau makan kalo keadaan rumah seperti ini, anggara turun membawa helm kesayangannya, dia hanya melewati para pelayan tanpa sepatah kata " tuan, silahkan sarapan dulu..!!" ucap pelayan yang sudah menyiapkan sarapan anggara hanya berlalu dan keluar, dia mulai menaiki motornya, dan menghilang dari rumah megah itu, sebenarnya rumah ini ada tuannya atau tidak..?, itu adalah pertanyaan yang tepat..!!! #Disisi Lain " guys, aku mau joging keluar kampus ikut gak..? ajakku pada sahabatku mereka hanya menggeleng, terpaksa aku pergi sendiri, aku sudah agak jauh dari kampus, seketika mataku melihat seseorang yang tidak asing " dasar cowok aneh " gumamku dia adalah anggara, aku tidak tau dia melihatku atau tidak, tapi yang jelas dia mengabaikanku lagi seperti biasanya, aku terus melanjutkan jogingku...
Cảm ơn
Ủng hộ tác giả để mang đến cho bạn những câu truyện hay
bagusss bangetttt
01/03
0bagus banget kak novel nya
26/06/2025
0bgausss bangety
07/06/2025
0Xem tất cả