logo text
Thêm vào thư viện
logo
logo-text

Tải xuống cuốn sách này trong ứng dụng

I'm fine 6

"Mak tau? Kak Aldy Dateng Mak dari Amerika, dia sekarang udah jadi orang sukses Mak, tambah ganteng pulak," ceritanya sambil senyum-senyum sendiri.
Ara tersenyum, ketika mengingat masa kecilnya dengan Aldy. Aldy yang selalu menghiburnya, dan memberikannya eskrim supaya tidak sedih, kini berubah menjadi Aldy dewasa, yang menghapus air matanya untuk menenangkan.
Ijah tersenyum, melihat Ara yang seakan sangat gembira, menceritakan tentang Aldy, ia juga tau bagaimana Aldy menyayangi Ara. "Wah yang dulu sering main sama Non itu ya? Kalo gak salah empat atau lima tahunan gitu ya?"
"Ya Mak, dia tadi nolongin Ara, pas Ara kehujanan! Awalnya Ara tolak, karena Ara takut diculik terus di mutilasi, tapi entah kenapa Ara jadi mau, dan Ara ngeliat dia pakek gelang buatan Ara dulu! Jadi Ara tau kalo dia kak Aldy," cerita Ara.
Ijah mengelus rambut Ara sayang, sambil menyandarkan kepala Ara kebahunya. Semoga dengan kedatangan Aldy Ara akan selalu bahagia.
Namun tak seling lama, sodara tirinya memanggilnya, dengan teriakan yang sangat Ara hafal, "RA, ARA!"
"Mak Ara ke Shelby dulu ya Mak!" Pamit Ara terburu-buru.
"Ada apa shel?"
Shelby menarik tangan Ara sampai kepojokan. Mata yang melotot, dengan tangan yang mencengkram kuat lengannya. Memberikan buku pelajarannya dengan kasar. "Kerjain PR gue, jangan sampai ada yang salah, dan jangan sampai ada yang tau, siapapun itu!" pirintah Shelby.
Ara menggeleng, bukannya ia tak mau, tapi kenapa Shelby tidak mau belajar, untuk mengerjakannya sendiri, "kenapa harus aku yang selalu ngerjain PR kamu Shel, aku bantuin jelasin materinya aja ya?" Dengan sekuat tenaga menahan ringisnya, akibat cengkraman Shelby.
Shelby membulatkan matanya, semakin menguatkan cengkramannya. ucapan Ara seakan merendahkan dirinya, membuat api kemaran Shelby membara. Shelby menjambak rambut Ara, membuat Ara tak bisa lagi menahan ringisnya.
"Aw lepasin Shel, sakit."
"Denger ya, jangan ngatur hidup gue! Jangan sok-sokan merintahin gue, dan satu lagi jangan ganjen sama Eza, karena lo tau? Eza suka sama gue, dan bakal jadi pacar gue!"
Shelby menghempaskan kepala Ara, membuat kepala sang empu terbentur dinding dan pergi meninggalkan Ara. Berjalan kearah TV layaknya tak terjadi apa-apa dalam kehidupannya. Sedangkan Ara, ia hanya menangis, sambil memeluk lututnya.
Namun tak berangsur lama, Ara segera menghapus air matanya, dan bernafas panjang, untuk menguatkan diri, "Ara sebentar lagi, sebentar lagi hidupmu akan berubah."
🌱🌱🌱
Seorang guru cantik yang menyapa para murid. Berbicara dengan riangnya. Menyampaikan jika ada sebuah kabar gembira baginya, "pagi anak-anak, sekarang kita kedatangan guru olahraga baru, di karenakan pak Herman pindah tugas."
Seorang lelaki berperawakan tinggi, dengan baju hitam, dan kaca matanya, berjalan dengan tangan yang berada di kedua saku celananya. Pria itu tersenyum tipis, sangat tipis hingga hampir tak terlihat kesemua murid.

Semua murid menjerit, layaknya melihat malaikat. Begitu sempurnanya ciptaan tuhan, hingga hampir tidak menemukan celah, di sepanjang buatannya. Tak terkecuali Ara, yang sibuk dengan bukunya.
Ara mengangkat kepalanya, memastikan, siapa guru baru itu, yang membuat teman kelasnya ricuh. Ara terkejut, kala melihat lelaki yang berada di depan, yang gurunya tadi perkenalkan itu, "kak Aldy!" Lirih Ara.
"Kamu kenal?" Tanya Faiz yang samar-samar mendengar ucapan Ara.
"Dia kak Aldy Fa, yang aku ceritain!" Jawab Ara berbisik.
"Oh!" Jawab Faiz singkat, namun ada rasa tak terima dihatinya mendengar jika Aldy teman Ara itu kembali.
Samar-samar Eza mendengar pembicaraan kedua mahluk asing di samping dan didepannya. Eza tau pria itu adalah seseorang yang mengantarkan Ara ketoko kemarin. Namun Eza tetaplah Eza, tak peduli, siapapun itu.
Aldy berdekhem, supaya tidak terlalu kaku, sambil melihat kearah Ara, yang masih tak percaya, "Perkenalkan nama saya Aldy Fathee, panggil saja saya, Pak Aldy."
Semua wanita di kelas itu terpana, tatapan cuek dari Aldy membuat semua mabuk kepayang, memang benar cowok humoris dan murah senyum itu menyenangkan, tapi cowok cuek dan datar itu menggiurkan.
"Ada pertanyaan?" Tanya Bu Fina yang juga terpana dengan tatapan datar dari Aldy.
"Ada Bu. Pak Aldy udah punya istri?" Tanya Lisa kepo.
Aldy mengangkat satu alisnya kearah Lisa, yang menghentak-hentakkan kakinya, "saya jomblo."
"Bisa dong pak jadi cacar!" Goda Lisa. Matanya berbinar, Aldy bisa melihat kebahagian yang ia sendiri tak tau kenapa wanita itu sebahagia itu
"Apaan cacar?" tanya Mika yang tak paham.
"Calon pacar!" Jawab Lisa malu-malu.
"Huuuuuuuuuuu!" Sorak seisi kelas, kecuali Ara, dan Eza, jika Ara karna tak berani, dan Eza, tentunya karna malas.
"Sudah-sudah. Mari Pak, kita ke kelas sebelah!" Ajak Bu Fina dengan senyuman menggodanya.
Sebelum Aldy pergi, Aldy melihat kearah Ara, dan tersenyum hangat. Bukan Ara yang tremor, tapi semua murid, karena ia menyangka senyuman itu untuk mereka.
🌱🌱🌱
"Oh jadi dia, kak Aldy yang kamu sayang banget itu, ganteng ya," puji Faiz dengan nada yang berlebihan.
Sebelum Ara menjawab, suara bariton, terdengar. Ara membalikkan kepalanya, dengan tersenyum andalannya.
"ARA!"
Pria itu berlari menghampiri Ara. "Mau kemana?" tanya pria itu ketika sampai tepat di depan Ara.
"Ke perpus Kak, eh Pak!" Jawab Ara kaku.
Aldy menarik hidung Ara gemas, "kalo dalam kelas panggilnya Pak, kalo di luar kelas panggilnya Kakak!" peringat Aldy.
"Is ia-Ia Kak," jawab Ara sambil mengelus hidungnya yang memerah.
Faiz tak suka melihat interaksi keduanya, dirinya seakan sebuah atom yang tak terlihat bagi keduanya. "Ayo Ra nanti kita sebentar yang mau belajar!"
"Eh ia Fa! Tapi tunggu."
Ara mengambil tangan Faiz dan Aldy supaya berjabat tangan, "Kak Aldy ini namanya Faiz, dan Fa ini namanya kak Aldy. Fa kenalan dong."
"Perkenalkan Pak, nama saya Faiz sahabat terdekat Ara," kata Faiz, sambil menekankan kata sahabat terdekat.
Aldy merasa jika pria berkaca mata, dan rambut yang berponi ini menyukai Ara. Dari gelagatnya saja sudah bisa di tebak, jika ia tak suka padanya.
🌱🌱🌱
Ara mengambil beberapa bahan makanan yang akan di masak oleh pak Rizqi, karena kardus yang sangat besar sampai Ara tak melihat jika lantai sedang licin.
"ARA AWAS!" teriak Eza.
"Aaaaa!"
Kaki Ara tergelincir, membuat tubuhnya oleng. Kardus yang ia pegang terjatuh. Namun tubuhnya tak sampai menyentuh lantai, karena dengan sigap Eza menangkap tubuh Ara. Eza juga tak bisa menjaga keseimbangannya.
BRUK
Mereka jatuh, dengan Ara yang menindih tubuh Eza. Mata mereka saling menatap. Eza yang memandangi netra coklat milik Ara, satu kata yang bisa Eza ungkapkan, 'menenangkan' netra Ara sangat menangkan.
Eza seakan tenggelam dalam ketenangan tatapan Ara, dan enggan untuk melepaskan kontak mata. Ara pun sebaliknya. Ia juga terhanyut oleh manik hitam yang selalu melotot kearahnya. Namun, saat ini, kenapa manik itu seakan candu, dan sayang untuk tidak di pandangi.
Mereka saling mendengarkan degupan jantung yang tak karuan satu sama lain.
Namun suara Pak Rizqi, menyadarkan keduanya, "kalian sedang apa? Ayolah jangan kotori Cafe ini, pergi keruanganmu saja jika ingin berduaan. Malu dilihat pelanggan."
Ara bangkit dari tubuh Eza, ia sangat merasa malu, apa Eza mendengar detak jantungnya yang tak karuan. Lebih tepatnya malu karena  Pak Rizqi menyangka yang tidak-tidak. "Eh ma-maaf Za, aku gak sengaja," gugup Ara merasa bersalah.
"Ck, hati-hati!" Sarkas Eza sambil membersihkan bajunya, dan pergi meninggalkan Ara.
Pak Rizqi tersenyum sambil mengelus rambut Ara, "kau bisa membuatnya mencair, seperti dulu!"
Ara tak mengerti dengan ucapan Pak Rizqi, ia tak memperdulikannya dan memungut barangnya yang terjatuh.
🌱🌱🌱
Eza masuk kedalam ruangannya, membaringkan tubuhnya disofa, menutup kepalanya dengan lengan kananya, sedangkan tangan kirinya memegang dadanya yang berdetak kencang.
Eza bangkit, dan berjalan menuju kamar mandi. Ia menatap dirinya dipantulan cermin, "Ara Valeria, wanita aneh! CK Za wanita itu cuma bisa nyakitin, inget itu!"
"Nata kamu kenapa ninggalin aku hanya demi lelaki lain? Ck Eza move on move on!"
Eza membersihkan wajahnya berharap wajah Nata, Ara dan Mamanya menghilang di pikirannya.

Bình Luận Sách (442)

  • avatar
    Rondap

    baguss aku suka

    08/07/2025

      0
  • avatar
    Jeonkim

    bagusss bgtt😭

    01/07/2025

      0
  • avatar
    PutraTio

    bagus

    20/06/2025

      0
  • Xem tất cả

Các chương liên quan

Chương mới nhất