Hakikat manusia adalah tumbuh dan berkembang. Pertumbuhan itu terjadi sejak berada didalam kandungan yang semula hanya berbentuk segumpalan darah atau yang sering kita sebut sebagai calon janin berubah menjadi janin, dan terus tumbuh menjadi bentuk manusia yang seutuhnya, kita sebut Bayi. Pertumbuhan dan perkembangan tidak hanya terjadi didalam kandungan, tetapi juga terjadi setelah bayi itu dilahirkan. Keganasan sinar matahari yang memancar kepelosok bumi, diwaktu siang. Membuat semua orang lebih memilih berdiam diri dirumah dengan nyaman, terkecuali ada keperluan yang sangat penting. Panasnya sinar matahari yang menggandung Ultraviolet mampu membakar kulit ari pada tubuh dan merubah kulit yang putih menjadi hitam, dan saat ini suhu udara mencapai tiga puluh derajat celcius. Beruntung hembusan angin yang cukup kuat dapat meredakan sedikit suasana yang tak ubahnya seperti terbakar diatas panggangan. Matahari yang semula bertengger diatas ubun-ubun dan atap rumah, akhirnya bergeser secara perlahan-lahan kearah barat. Sehingga udara kini menjadi lebih bersahabat. Tanah kosong yang berada ditengah gang selebar lapangan bola kembali diramaikan oleh anak-anak yang sedang bermain sepak bola atau melakukan permainan lainya. Kumandang azan Ashar telah menggema keseluruh desa bahwa hari menjelang sore, dan waktunya bagiku segera bergegas untuk pergi mengaji rukun. Sayangnya tidak semua teman-temanku ikut mengaji bersama. Karena pengajian ini hanya terdiri dari teman-teman sekolah yang aku kenal dan beberapa anak dari dusun sebelah. Dengan mengayuh sepeda, menyusuri jalan sejauh satu kilometer menuju musholla yang berada didusun sebelah. Tampak dari halaman depan belasan anak telah berkumpul dengan pakaian beragam corak dan warna. Riuh suara anak-anak yang berlari-lari kesana kemari mengelilingi sebuah pohon yang berada ditengah halaman sembari menunggu kedatangan Ustadz Ahmad menjadi pemandangan keseharian warga setempat. Tak ada rasa lelah yang tergambar sedikitpun dari wajah mereka. Namun, suara itu terhenti ketika Ustadz Ahmad telah tiba, semua terdiam dan tak berkutik sedikitpun seakan mulut ikut terkunci, lalu menyambut dan mengucapkan salam bersama-sama pada beliau.
Pengajian Rukun adalah Pengajian yang dikhususkan untuk kelompok anak-anak dan remaja. Pengajian itu membahas tata cara membaca Al-quran dan tajwidnya serta tata cara sholat dan rukunnya. Ustadz Ahmad sengaja menanamkan nilai-nilai ajaran islam kepada anak didiknya agar memiliki budi pekerti yang luhur sejak dini. Sehingga di masa mendatang memiliki panduan hidup dan kepribadian mulia serta memiliki landasan keimanan yang kuat terhadap ajaran agama islam. Ustadz Ahmad, pemuda yang sangat disegani oleh masyarakat, meskipun usianya masih muda dan terpaut jauh dibawah usia mereka. Tak hanya kepribadiannya yang lembut, ramah, dan sopan santun kepada sesama, tetapi juga kecintaannya terhadap pendidikan anak-anak dilingkungan setempat menambah kewibawaan beliau. Sebagai Da’i muda yang cukup disegani. Parasnya yang tampan dengan postur tubuh tinggi semampai disertai kulit putih menambah kerupawan beliau, hingga setiap mata yang memandang takjub, umpamanya seperti ketampanan Nabi Yusuf As. Sehingga Ratu fir’aun pun tergila-gila akan ketemapanan Nabi Yusuf As. Bahkan, penduduk zajirah arab pun berlaku demikian. Disetiap kesempatan yang datang menyambut Peringatan Hari Besar Islam. Ustadz Yusuf selalu mendorong anak didiknya untuk tampil mengambil bagian didalam kegiatan, baik yang diadakan dikampung ataupun di luar daerah. Berkat dorongan dan dukungannya, beberapa diantara kami mampu menyabet piala kecamatan dan kabupaten di Sumatera utara. Namun, adakalanya juga harus menelan kekecewaan ketika gagal meraih gelar sebagai pemenang, tetapi bukan kemenangan yang beliau ingin capai dari setiap anak didiknya. Keberanian dan keterampilan dalam menguasai ajaran Agama islam serta pengalaman ketika berhadapan dengan masyarakat sebagai salah satu factor yang paling penting tidak bisa dipisahkan. Apabila suatu saat nanti ingin mengembangkan bakat dan minat mereka. Demikianlah, pemikiran beliau yang selangkah lebih maju dibandingkan cara pemikiran masyarakat pada umumnya. Karena perubahan harus dilalui dengan perjuangan, bukan dengan kata manis yang hanya berlaku sebagai penyemangat. Kaca mobil yang terbuka memberikan kesempatan untuk menikmati suasana alam selama di perjalanan. Udara segar memenuhi rongga dada, dan mengalir keseluruh tubuh. Ketika pulang, beberapa diantara kami bersandar di bangku mobil, dan tertidur akibat kelelahan. Namun, tak ada rasa penyesalan sedikit pun yang tersirat didalam hati sebagai peserta yang berangkat ke berbagai daerah di Sumatera utara. Meski rasa lelah menghantui dan tubuh pun seakan tak mampu untuk berbicara dan mengatakan “Maaf Tuan, aku sudah tidak mampu lagi berjalan dan sebaiknya kita beristirahat”. Memory itu menjadi kenangan manis ketika beranjak remaja. Langit malam yang tampak cerah dengan cahaya sinar rembulan memancar kebumi, lalu sinarnya memantul lewat air yang tergenang akibat pembiasan cahaya hingga menampakkan bentuk bulan sempurna. Kesunyian malam yang tenang seakan menambatkan hati pada sosok yang sangat dirindukan. Sesuatu yang tidak bisa dijamah oleh tangan. Namun, keberadaanya terasa begitu dekat sedekat urat nadi. Kemudian hembusan angin yang bertiup dengan halus seperti sutra menambah keteduhan dan kedamaian hati. Seakan seluruh alam sedang bertahmid dan bertahlil bersama. Entah, berapa lama kondisi ini terjadi? Mendadak membuat suasana batin menjadi sangat regilius. Disetiap akhir adzan berkumandang, tubuh dan bibir ini tak pernah lekang dari kalimah dzikir. “Subhanallah Walhamdulillah Wa la ilaha illallah Wa Allahu Akbar” Artinya : Maha Suci Allah, Segala Puji bagi Allah, tidak ada satu Tuhan pun yang disembah kecuali Allah, dan Allah Maha Besar
Diusiaku yang menginjak 18 tahun, mendadak tubuh dan bathin ini, sangat antusias melafazkan kalimat Dzikir dan Takhmid disepanjang malam. Tanpa angin dan hujan kalimat itu terus menggema kedalam pikiran, telinga, dan hati. Malam yang penuh dengan keheningan seakan menyambut kedatangan “Malam Lailatul Qadar”. Sehingga seluruh alam pun tunduk dan patuh atas perintah-Nya. Entah apa yang terjadi pada diriku? Sampai detik ini, Aku tidak mengetahui Mengapa peristiwa itu bisa terjadi? Peristiwa yang sangat jarang terjadi didalam penanggalan kalender Hijriyyah. Karena peristiwa itu tidak terjadi pada bulan Ramadhan ataupun Zulhijjah yang merupakan bagian dari bulan paling mustajab. Rembulan bersinar terang dengan cahaya yang membentang kesuluruh alam. Malam yang begitu terang dan terasa sangat indah. Kemudian rembulan dengan sengaja menampakkan wajahnya sembari tersenyum seperti seseorang yang sedang menyambut kedatangan tamu istimewa. Walaupun tamu itu sama sekali tidak dikenal olehnya. Namun, dengan tangan terbuka menerima dan menyambut kedatangan orang asing yang menjadi tamu Alam semesta. Siapakah orang tersebut? Bagiku itu peristiwa kebathinan yang cukup membinggungkan dan sampai kini menjadi sebuah teka-teki yang belum terjawab. Karena tidak ada satu orang pun yang menjadi penyebab atau sebagai komando untuk melakukan dzikir di beberapa malam sebelumnya hingga kalimat dzikir itu tertanam dengan kuat dan mengakar, lalu aktif dengan sendirinya ketika dibutuhkan.
Cảm ơn
Ủng hộ tác giả để mang đến cho bạn những câu truyện hay
Gooddd story
10/05/2025
0bagus sekali cerita nya
18/11/2024
0ceritanya baguss
01/11/2024
0Xem tất cả