Alih-alih terkejut, ini hanyalah gertakan semata. Sudah banyak hal yang terjadi belakangan ini, disaat yang sama pula semuanya tampak kacau. Ferrell yang baru saja bangun dari tidurnya itu perlahan mulai membuka matanya. Sinar matahari yang masuk melalui jendela kamarnya itu membuat dirinya terbangun. Sambil melangkahkan kaki menuju ke ruangan tengah, saat itu pula dirinya merasa sedikit lega. Beberapa hal yang membuat dirinya dipenuhi dengan tekanan, kini sudah terasa membaik. Memang tidak ada hal yang mudah selama menjalani hidup di dunia yang penuh dengan tipu daya ini. Hanya saja, didinya harus bertahan bagaimanapun kondisinya. Setelah itu, Ferrell kemudian memeriksa ponselnya yang memang sudah dipenuhi dengan notifikasi dari pihak perusahaan. Satu jam yang lalu tepat di dalam gedung agensi. Beberapa orang terlihat mulai sibuk walau masih pagi buta. Tidak hanya itu saja, sebagian seniman juga merasakan hal yang sama. Mereka harus bekerja keras bagaimanapun keadaannya bahkan disaat pagi buta begini. Sementara itu, seorang pria yang tidak lain adalah atasan mereka, kali ini sedang duduk sambil memantau seorang penyanyi yang sedang melakukan rekaman. Situasi yang tampak tenang di dalam asrama Ferrell, tidak lama kemudian datang Mark yang baru saja bangun tidur juga. Pandangan matanya seakan ingin tahu apa yang sedang dilakukan oleh Ferrell. "Apa ada yang menghubungimu?" Tanya Mark dengan keadaan yang masih setengah mengantuk. "Tidak. Ini hanya notifikasi saja." "Begitu rupanya. Padahal kalau pun mereka menghubungi, kurasa itu sudah sepantasnya." "Aku tidak pernah berharap begitu." "Kenapa? Ada yang salah dengan hal itu?" "Tidak bukan itu maksudku. Setidaknya mereka harus tahu kalau sekarang masih pagi sekali." "Kau benar. Hanya saja mereka tidak akan peduli soal waktu. Mau kapanpun itu yang namanya perintah harus dijalankan." "Kau pikir kita ini budak?" "Tentu saja bukan. Jangan gila kalau kau sampai berpikiran hal semacam itu." "Ngomong-ngomong setelah ini kau akan langsung ke studio?" "Kurasa begitulah. Ada yang harus diselesaikan." "Kau masih menulis lagu bagianmu?" "Benar. Karena itulah sampai sekarang pikiranku isinya lagu dan lagu. Kau tahu kenapa itu membuatku jadi gila?" "Tidak. Memangnya kenapa?" "Itu karena ada banyak kesalahan yang kuperbuat. Jadi revisinya cukup memakan banyak waktu." "Astaga. Itu buruk sekali." "Karena itulah sekarang kepalaku terasa sangat berat. Bagaimana caranya agar tetap waras?" "Itu cukup mudah. Kau hanya perlu sedikit bersenang-senang." "Kau benar. Kenapa tidak terpikirkan olehku? Ah sialan. Seharusnya itu langsung terlintas di kepalaku. Memang ada yang salah." "Sudahlah. Sekarang bukan waktunya untuk itu. Apa kau mau membuat sarapan?" "Hah? Astaga. Baiklah nanti kubuatkan sarapannya." Berbeda dengan Antoni yang masih tertidur pulas di tempat tidurnya. Mark langsung bergegas membuatkan sarapan untuk mereka. Pagi ini memang cukup berantakan dan itulah yang biasanya terjadi setiap harinya. Sudah bukan masalah lagi kalau setiap pagi memang selalu saja seperti ini. Ferrell sekilas merasa sedikit tertekan dengan ekspektasi yang membuat dirinya merasa tidak tenang. Sudah banyak yang gagal dan tidak mungkin kalau sekarang pun dirinya merasakan hal semacam itu. Tiba-tiba saja menjadi beban yang tiada hentinya. Sekali lagi sungguh menyesakkan itulah derita dirinya sepanjang projek ini. Tidak lama kemudian Antoni bangun dari tidurnya lalu bergabung dengan Mark yang sedang menyiapkan makanan. "Wah, kalian sudah bangun ternyata," ucap Mark sambil menghampiri mereka berdua. Ini tidak seperti halnya hari-hari biasa. Asa begitu banyak hal yang sulit sekali untuk dipahami bahkan walau itu sedetik. Berbeda dengan semua yang sudah terjadi, dikala semuanya memang cukup membuat kepala pusing. Tidak ada alasan baginya melakukan hal yang sepantasnya setiap hari. Tapi ada sedikit hal aneh yang memang cukup mengerikan. Banyak dimana orang-orang yang mulai mengganggu terlihat lebih jelas. Disaat itu juga sebagian dari mereka terus menyerang dengan menggunakan rumor. Tanpa disadari, mereka berada semakin dekat perlahan dan terus menerus seperti itu. Ferrell kemudian sarapan bersama dengan kedua temannya itu. Tidak lama setelahnya dirinya mulai merasa sedikit gelisah karena memang projek kali ini cukup menguras banyak tenaga. Tidak terkecuali dengan Antoni yang ternyata orang ini pun mengalami hal yang sama persis. Tidak ada hal lain yang lebih rumit dari proyek yang saat ini sedang mereka jalani. Itu sungguh menguras energi. Di beberapa kesempatan, produser yang lain pun ikut andil hanya saja mereka melakukannya dalam jumlah yang terbilang cukup sedikit dibandingkan dengan yang sedang mereka kerjakan. Saat ini Ferrell sudah berada di ruangan studio sambil mengerjakan beberapa produknya itu. Ada kalanya dirinya pun sempat frustasi karena memang sulit sekali. Tapi meski begitu inilah pilihan hidupnya. Berbeda dengan Mark yang sekarang berada di ruangan latihan. Dia terus memonitoring selebriti yang memang juniornya itu. Mereka sejauh ini melakukannya dengan cukup baik. Tidak terasa sudah 2 jam berlalu. Dirinya pun sekilas memeriksa ponselnya yang memang banyak sekali dibanjiri notifikasi. Melihat hal itu, Mark pun membalas salah satu pesan yang ditujukan kepada dirinya. Sudah lama sekali tidak melihat orang-orang yang sering berkumpul dengannya ketika berada di suatu bar. Mereka seakan melupakan dirinya namun sekarang kembali menghubungi. Mark pun sempat menghela nafasnya untuk sesaat karena memang ini tidak seperti biasanya. Tidak lupa dirinya juga memperhatikan juniornya yang sedang berlatih. "Astaga. Orang-orang ini yang benar saja?! Mereka baru datang lagi," gumam Mark disertai senyuman kecil. Kali ini orang-orang diluar sana memang sangat sibuk menantikan projek dari para produser ini. Ada beberapa hal yang memang amat dinantikan bahkan wartawan juga sudah mulai bergerak. Tidak hanya itu saja, selebriti yang lain pun merasa sangat penasaran. Memang banyak orang yang menantikan momen ini hanya saja Ferrell sedikit tertekan begitu mengetahui banyak ekspektasi dihadapannya. Dalam sekejap mata berita itu selalu saja muncul dan membuat banyak orang merasa sangat bahagia akan hal tersebut. Dunia memang sulit untuk ditebak. "Gila. Kalau terus begini rasanya berat juga," gumam Ferrell. Saat ini tepat di tempat lain. Mark yang baru saja keluar dari ruangan latihan dan sedang menuju ke suatu tempat. Tanpa disadari dirinya dibuntuti oleh wartawan dari arah belakang. Meski begitu, Mark terus mengemudikan mobilnya dengan kencang. Sesampainya di tempat yang dituju, kali ini dirinya bergegas memasuki sebuah restoran dan kemudian bertemu dengan seseorang. Rupanya ketika sudah sampai di sana, Mark melihat wajah yang sudah lama sekali tidak pernah kelihatan lagi. Orang yang ada dihadapannya itu tidak lain adalah teman lamanya bernama Robert. Penampilannya masih sama saja tidak ada yang berubah dari orang ini. Mereka terus berbincang dalam waktu yang cukup lama. Ada hal yang memang berat terkadang, namun semua itu harus diatasi seorang diri. Berbeda dengan yang biasanya, kini semuanya akan mudah tercerna begitu mendapatkan yang memang cukup meyakinkan. Semua hal di dunia ini sangat tidak masuk diakal. Hanya karena beberapa hal saja banyak yang sudah terenggut. Semua itu perlahan meninggalkan bekas yang tidak bisa dihapuskan. Saat ini Ferrell masih berada di dalam ruangannya. Dengan penuh rasa frustrasi, dirinya terus mengerjakan proyek tersebut. Alhasil menemukan keberhasilan, kali ini dirinya cukup terkejut dengan apa yang baru saja terjadi. Ada seseorang yang mengirimkan pesan padanya. "Apa lagi ini? Kenapa akhir-akhir ini banyak keributan?" Gumam Ferrell. Ada sebagian golongan orang yang terbilang sangat tidak manusiawi. Mereka selalu saja memperebutkan hal yang cukup rumit. Di dunia yang sangat penuh dengan tipu daya, tidak disangka kalau mereka akan melakukan tindakan yang keji. Seorang pria dinyatakan baru saja menerobos gedung agensi dan melakukan kekacauan. Berita itu semakin tersebar luas. Ferrell yang juga baru saja mengetahui hal tersebut, dirinya sempat tidak habis pikir lagi dengan mereka semua. Keadaan semakin rumit saja karena ulah mereka yang terus menerus begini. Akhirnya Ferrell terbangun dari tempat duduknya lalu pergi meninggalkan ruangan studio. "Wow. Kau sudah selesai dengan pekerjaanmu itu?" Ucap Antoni yang tiba-tiba mendatanginya. "Tidak. Masih belum. Apa yang sedang kau lakukan disini?" "Kebetulan lewat saja. Oh ya, apa kau mendengar keributan itu?" "Ya. Director memberitahuku barusan. Kenapa bisa terjadi hal semacam itu disini?" "Mana kutahu. Sejujurnya itu seperti konflik antara ya media yang haus dengan uang." "Media?" "Benar. Seseorang dari stasiun televisi datang dengan keributan yang dia buat. Itulah yang kudengar. Semoga saja tidak ada hal yang lebih buruk." "Apa-apaan ini? Apa mereka sudah gila?" "Entahlah. Terlalu singkat kalau langsung menyimpulkan seperti itu. Tapi terdengar ada yang memang tidak beres dengan mereka." Suasana yang semakin kacau membuat yang lain juga ikut merasa tertekan. Disamping hal yang harus mereka lakukan, ternyata ada yang sangat mengerikan lagi. Kali ini kondisinya sudah tidak bisa lagi dicegah. Bagaimanapun juga itu memang sangat aneh. Ferrell kemudian berjalan menuju ke ruangan lain. Saat ini memang sangat kacau sekali. Tidak dipungkiri semua itu berada dibawah kekacauan yang orang-orang itu perbuat. Sementara Antoni langsung pergi menuju ke ruangan miliknya. Sesampainya disana, rupanya seseorang sedang bersantai sambil menikmati Americano. Dengan perlahan mengajak Antoni berbicara. Orang ini tidak lain adalah salah satu director film yang memang bekerja di perusahaan ini. "Kau pergi kemana saja?" "Hanya mencari suasana baru." "Benarkah?" "Tentu saja. Ini tidak seperti yang anda kira tuan. Ngomong-ngomong kenapa anda ada di ruangan saya?" "Ayolah jangan terlalu formal. Kau tidak lebih muda dariku. Kita nyaris sepantaran." "Astaga. Masih saja mengungkit soal umur rupanya." "Kau mendengar sesuatu dari luar sana?" "Apa?" "Sepertinya ada keributan." "Ah, itu hanya bagaimana ya..." "Baiklah. Kurang lebih mirip seperti apa yang kupikirkan." "Kenapa banyak sekali hal-hal konyol di perusahaan ini?" "Itu hal biasa. Nanti kau juga akan terbiasa melihatnya. Ya. Mungkin sekarang kau sedikit terganggu. Tapi ini baru permulaan." "Astaga. Masih ada banyak hal mengerikan di depan sana rupanya."
Cảm ơn
Ủng hộ tác giả để mang đến cho bạn những câu truyện hay
aplikasi yang menghibur
25/12
0bagus seru nyaa
22/12
0very good, i really like it😍
22/12
0Xem tất cả