logo text
Thêm vào thư viện
logo
logo-text

Tải xuống cuốn sách này trong ứng dụng

Chương 7 Rasa Takut Yang Di Alami Wisnu

#P4meranku
#Day07
Judul: Pernikahan Tanpa Cinta
Penulis: Nurma Syafitri
Part07
Fitri dan Wulan pergi meninggalkan Wisnu, Rian dan Tiara di restoran. Mereka berdua berjalan menuju tempat parkir, lalu gadis bertubuh ideal itu mengendarai mobil milik pacarnya.
Fitri mengendarai mobil dengan kecepatan 60km. Setelah sampai di depan rumah gadis berkulit putih itu memberi kabar kepada Wisnu. [Sayang, aku sudah sampai di rumah] pesan lalu di kirim ke lelaki bertubuh macho.
Tak lama ponsel Wisnu berdering melihat ada pesan masuk di layarnya. [Mas, juga lagi tunggu taksi. Kamu hati-hati di rumah, jangan pernah buka pintu untuk Rian!] Lelaki berkulit putih itu segera membalas pesan Fitri lalu di kirimnya.
Fitri mulai khawatir dengan ke cemburuan Wisnu yang terlalu berlebihan. Tak lama ponsel berdering melihat ada pesan masuk di layarnya. [Iya, sayang aku enggak akan buka pintu rumah untuk Rian] pesan di kirim ke lelaki berkulit putih.
“Fitri kamu kenapa?” tanya Wulan pada sahabatnya.
“Wulan, Wisnu mulai cemburuan berlebihan, aku harus bagaimana ini?” tanya Fitri.
“Fitri kamu harus kontrol emosi Wisnu dan buat dia percaya kalau kamu sangat mencintainya,” sahut Wulan.
“Iya Wulan terima kasih atas sarannya. Yuk kita masuk ke rumah,” ucap Fitri.
“Yuk Fitri aku sudah lapar sekali,” sahut Wulan.
Wulan dan Fitri berjalan ke arah rumah, lalu ia membuka kunci dan masuk. Gadis berkulit putih itu melangkah ke kamar membuka jilbab dan membersihkan dirinya. Setelah selesai dia ke dapur mengambil piring, sendok untuk membuka bungkusan makanan.
Wulan berjalan ke dapur mengambil gelas, lalu ia menuangkan air ke dalamnya. Gadis berkulit sawo matang itu melangkah ke ruang tamu dan membawa dua gelas yang berisi air untuk Fitri dan dia.
Wulan duduk di sebelah Fitri dan membuka bungkusan, lalu ia mendulang ke mulutnya. Gadis bertubuh gemuk itu perlahan-lahan mengunyah makanan yang ada di mulutnya.
Wulan tak menyangka kalau ia akan bertemu Fitri di Bandung yang telah lama berpisah sejak lulusan sekolah.
“Wulan kamu tinggal di sini menemani aku,” pinta Fitri.
“Fitri bagaimana dengan Wisnu apa iya mengizinkan aku untuk tinggal di sini bersamamu?” tanya Wulan.
“Wisnu pasti mengizinkan kamu untuk tinggal bersamaku. Dia enggak akan berani memarahimu,” sahut Fitri.
“Oh, oke kalau Wisnu enggak keberatan aku di sini, kita lanjut makan yuk, Fitri,” ucap Wulan.
Tak lama ponsel Fitri berdering melihat ada panggilan masuk dari Wisnu, lalu ia mengangkatnya.
Assalamualaikum, Fitri. Mas sudah sampai rumah, kamu hati-hati di sana. Aku melihat Rian masih sangat menyayangimu,” ucap Wisnu dari jarak jauh.
“Walaikum salam, Mas. Kamu tenang saja aku enggak akan membuka hati buat dia. Fitri sudah sangat menyayangimu, tidak ada satu pun orang yang bisa memisahkan kita berdua,” sahut Fitri.
“Sayang terima kasih kamu sudah membuat Mas lebih tenang dengan ucapanmu,” ucap Wisnu.
“Iya sudah kamu mandi sana sudah sore waktu kamu istirahat dan jangan lupa makan dan salat,” sahut Fitri.
“Baiklah Fitri sudah dulu teleponnya, Mas mau mandi lalu salat dan makan sesuai perintah kamu,” ucap Wisnu.
Wulan hanya tersenyum melihat Fitri sedang telepon bersama Wisnu. Lalu ia melanjutkan mendulang makanan ke mulutnya.
Fitri merapikan makanan yang bekas makan, lalu ia jalan ke dapur untuk mencuci piring, sendok dan garpu.
Tiba-tiba ada suara ketukan dari luar rumah, lalu ia berjalan ke arah pintu untuk membukanya. Tak ada satu pun orang di luar rumah hanya ada sepucuk surat yang berada di bawah pintu.
Fitri bergegas menutup pintu dan berjalan ke arah sofa, lalu ia membaca surat dari orang tak di kenal. [Tak ada satu orang pun yang bisa memiliki kamu selain Mr X jangankan dia untuk mendapatkan kamu harus berjuang denganku] surat dari Misterius. Dia terkejut selesai membaca isi suratnya.
Wulan berjalan menghampiri Fitri dan membaca isi surat dari orang misterius, mereka berdua panik dan lebih waspada dengan suara ketukan dari luar rumah.
“Fitri yang sabar, ini cobaan buat hubungan kalian berdua,” ucap Wulan.
“Iya Wulan, kamu janji jangan menceritakan surat misterius ini ke Wisnu, aku enggak mau dia lebih over cemburunya sama Fitri,” sahut Fitri.
“iya Fitri, aku janji enggak akan cerita sama Wisnu tentang surat misterius ini,” ucap Wulan.
Fitri dan Wulan berjalan ke kamar masing-masing, lalu mereka berdua menutup pintu kamar dan bergegas tidur lebih cepat dari biasanya.
Wisnu masih ke pikiran kepada Fitri dan Wulan di sana. Dia enggak tenang dengan perasaan yang di alami sekarang, lalu ia berjalan ke luar rumah dan mengendarai mobil yang berwarna putih.
Wisnu melaju dengan kecepatan 60km, di pertengahan jalan ada kucing berwarna hitam lewat, lalu ia memberhentikan mobil di bahu jalan dan melihat bawah kolong. Akan tetapi, tak ada satu pun kucing yang meninggal di tabrak olehnya.
Wisnu berjalan memasuki mobil dan mengendarainya. Sepanjang perjalanan ia masih ke pikiran kepada Fitri dan Wulan. Setelah sampai di depan, dia melihat ada Rian di teras sedang menatap ke rumah gadis berkulit putih.
Wisnu menghampiri Rian dan mencolek dari belakang, lalu ia terkejut melihat lelaki berkulit putih itu dan lari ke arah mobil dan mengendarainya.
Wisnu melangkah ke arah pintu dan mengetuknya. Tak ada satu pun sahutan dari dalam rumah Fitri, lalu ia menelepon gadis berkulit putih tak lama diangkat teleponnya.
“Mas ada apa telepon Fitri?” tanya Fitri.
“Fitri buka pintunya Mas ada di depan pintu kamu sekarang,” sahut Wisnu.
“Iya Mas, Fitri akan segera membuka pintu buat kamu,” ucap Fitri.
Fitri berjalan ke arah pintu dan membukanya, lalu ia masuk ke dalam.
“Fitri kamu habis bangun tidur sayang?” tanya Wisnu.
“Iya Mas, ada apa kamu ke rumah jam 20.00?” tanya Fitri.
“Mas khawatir sama kamu sayang dari tadi aku ke pikiran Fitri terus di rumah,” sahut Wisnu.
“Mas, Fitri baik-baik saja, ada Wulan di rumah aku,” ucap Fitri.
Wisnu melihat ada sepucuk surat di sofa yang ia duduk, lalu dia membaca surat dari orang misterius. Lelaki berkulit putih terkejut setelah membaca isinya. Dia lebih khawatir dengan keadaan Fitri dan Wulan saat ini.
Fitri memberi pengertian kepada Wisnu tentang surat misterius. Akan tetapi, lelaki berkulit putih itu menyuruhnya pindah ke hotel tidak jauh dari rumahnya.
Fitri menyuruh Wisnu untuk tidak bertindak berlebihan kepadanya. Ia meyakinkan lelaki berkulit putih kalau dia bersama Wulan aman-aman saja di rumah.
Wisnu tetap bersikap tegas kepada Fitri untuk ke selamatannya, lalu ia memohon kepada gadis bertubuh ideal itu untuk sementara pindah ke hotel tidak jauh dari rumahnya.
Fitri menuruti permintaan Wisnu karena menurutnya dia sudah tidak nyaman ada di rumah saat ini.

Bình Luận Sách (42)

  • avatar
    Nur Fatika Aldarista

    Baguss banget

    31/07

      0
  • avatar
    AuliaMarsya

    bagusssss bgtttt

    11/07

      0
  • avatar
    Dyah_22Pretty

    Oke lah

    03/02/2025

      0
  • Xem tất cả

Các chương liên quan

Chương mới nhất