Meskipun canggung, Via akhirnya mendekat sesuai instruksi dari Bram. Gadis itu mulai membuka sepatu dan kaos kaki milik Christian, lalu membuka dasi dan melepaskannya, diikuti dengan membuka kancing kemeja pria tampan itu. Bram meminta agar Via membantunya memindahkan Christian ke kamarnya, tanpa melibatkan pengawal sesuai permintaan Christian sendiri. Kamar utama adalah ruang pribadi milik bosnya, jadi tidak ada yang boleh masuk selain Bram dan pekerja yang tugasnya membersihkan ruangan. Setelah selesai, Bram pamit untuk pergi ke kantor, mengurus jadwal Christian keesokan harinya. Kini, Via hanya tinggal sendiri. Dia bingung harus melakukan apa karena, seperti yang sudah dijelaskan Bram, kamar tersebut tidak perlu dibersihkan karena sudah dibersihkan pagi tadi. Akhirnya, Via memutuskan untuk istirahat saja dan segera terlelap, memasuki alam mimpi. *** Via membuka matanya setelah beberapa waktu terlelap. Perutnya terasa keroncongan, meminta untuk segera diisi. Dia menoleh ke arah pintu kamar utama yang masih tertutup. Via kemudian menghubungi Bram melalui ponsel pemberian Chiara. Untungnya, dia sempat meminta nomor ponsel Bram sebelumnya dan menanyakan apa yang harus dia lakukan. Bram menyarankan agar dia segera memasak. Via pun mengiyakan. Wanita itu membuka kulkas, mengeluarkan bahan-bahan makanan, dan mulai memotong serta meracik bahan-bahan untuk dimasak. Via berharap masakannya nanti bisa disukai oleh bosnya. Dari cerita Bram, dia tahu kalau Christian sangat menyukai makanan rumahan, terutama makanan khas Asia. Tiba-tiba pintu kamar terbuka. Menampikan sosok tampan Christian muncul dengan wajah segar setelah mandi. Ia mencium harum masakan yang tercium dari arah dapur, diikuti dengan suara dentingan peralatan makan. ‘Apakah pekerja baru sudah datang?’ batinnya bertanya. Seulas senyum dingin langsung terbit dari bibirnya. Lelaki itu melangkah menuju dapur dan melihat seorang wanita tengah memindahkan ayam goreng ke sebuah piring. Christian tertegun sejenak, menatap wanita itu dari belakang sebelum akhirnya menghampirinya. "Siapa kamu?" tanyanya langsung dalam bahasa asing. Suaranya datar dan tanpa ekspresi. Via menoleh sedikit kaget melihat bosnya tiba-tiba berdiri tak jauh darinya. "Eh, Tuan. Perkenalkan, saya adalah pekerja baru di sini, nama saya Via," jawabnya sambil mengangguk sopan, sedikit ragu dengan sikap dingin bosnya. Kening Christian berkerut melihat penampilan Via, sambil menilai suara lembutnya yang sedikit kaku. Tak lama kemudian, Christian kembali bersuara dengan nada yang tetap dingin. "Jadi, kamu pegawai baru? Baiklah, aku lapar sekarang, cepat siapkan makanan. Sepertinya masakanmu sudah hampir beres," ucapnya tanpa menunjukkan rasa peduli. Via segera mengangguk dan membawa peralatan makan, menyimpannya di meja tepat di depan Christian. "Silakan, Tuan. Makanan sudah siap." Tanpa banyak bicara, Christian langsung duduk dan mulai menikmati makanannya. Dia merasa senang karena masakan yang disiapkan Via ternyata sangat lezat dan sesuai dengan seleranya. Bahkan untuk pertama kalinya dia berkali-kali menambah hingga perutnya benar-benar kekenyangan. Sudah lama lelaki itu tidak makan makanan seenak itu. Makanan dengan racikan sederhana. Biasanya dia hanya menikmati makanan dari restoran dengan rasa yang cenderung tawar meskipun dengan harga selangit. "Dimana kamu belajar memasak? Masakanmu cukup enak. Terima kasih," puji Christian singkat, tetap dengan nada datar dan tidak menunjukkan ekspresi lebih. Via menjelaskan dengan hati-hati, takut bosnya marah. "Saya belajar memasak dari buku-buku resep yang ada di rumah saya." "Ok, lanjutkan pekerjaanmu," jawab Christian singkat setelah mendengar penjelasan Via. Lalu, dia pergi ke ruangannya untuk bersiap. Tak lama kemudian, dia siap pergi dengan penampilan yang lebih rapi. Suasana di tempat itu terasa sepi, apalagi setelah kepergian Christian yang entah kemana. Via mengangkat panggilan yang masuk di ponselnya saat dirinya hampir merebahkan badan di kasur yang nyaman. Karena kekenyangan, matanya langsung terasa berat, padahal tadi siang dia tidur cukup lama. Panggilan itu datang dari Bram, asisten bosnya, yang menyuruh Via untuk istirahat karena bosnya akan pulang larut malam, bahkan mungkin sampai pagi menjelang. "Istirahat saja, tak usah menunggu Christian pulang." "Baik, Tuan." "Hei, berhenti memanggilku demikian, aku sama saja sepertimu, pekerja lelaki dingin itu," tegur Bram dari seberang, setengah bercanda. Via pun tertawa dan mengiyakan sambil menutup panggilan. Tak berapa lama, panggilan kembali masuk, kali ini dari Chiara. Nada deringnya yang berulang seakan tak sabar untuk segera diangkat. Dengan malas, Via mengangkat panggilan itu. Dia tak akan lupa bahwa keberadaannya di tempat itu adalah karena ulah Chiara yang memintanya untuk menjadi mata-mata. Begitu tersambung, suara Chiara langsung terdengar. Wanita itu memaki dengan kata-kata kasar. "Heh, perempuan jelek, kenapa sejak datang ke Dubai kamu tidak juga menghubungiku? Apa kamu sudah lupa kalau kamu aku tugaskan untuk memberitahu semua tentang gerak-gerik Christian?" serang Chiara, membuat Via kaget dan terkejut. Suara gadis itu begitu memekikkan telinganya dan tak enak untuk didengar. "Maaf Chiara. Aku lupa karena ada beberapa pekerjaan yang harus aku kerjakan hari ini," Via beralibi. Sejujurnya, dia tidak nyaman dengan tugas yang diberikan gadis itu. "Jangan memberi alasan padaku. Tugasmu di sana hanyalah untuk menjadi mata-mataku. Ok, lupakan itu. Sekarang katakan padaku apa yang tengah dilakukan oleh Christian saat ini?" Chiara mengalihkan obrolan, seakan-akan alasan Via tak penting baginya. "Oh itu. Cristian tak ada di unit. Dia pergi beberapa saat lalu." Via menjelaskan sesuai yang diketahuinya. "Kau tahu kapan dia akan kembali?" "Menurut asistennya, Christian akan pulang larut malam dan menyuruhku untuk tidur." "Yang terakhir itu tidak penting. Ck, bodoh! Baiklah, terus hubungi aku kalau ada informasi yang bisa kau berikan. Kau mengerti?!" Setelah berkata demikian, Chiara langsung mematikan sambungan telepon seenaknya. Via tertegun, memandang ke luar jendela dari dalam kamarnya. Dia tak mengerti dengan jalan pikiran Chiara yang memintanya pergi ke Dubai hanya untuk memata-matai kekasih wanita itu. Sebenarnya Via sempat menolak, namun Chiara mengancamnya akan menjauhkan Julia dari ayahnya. Jadi mana dia tega. Melihat air mata di wajah ibunya waktu itu, Via tak punya pilihan. Maka akhirnya, Via luluh dan terpaksa menuruti keinginan Chiara. Selain itu Chiara bilang kalau perusahaan Suryo Joyo tengah di ambang kebangkrutan. Sang ayah kesulitan untuk mendapatkan perawatan yang terbaik karena biaya yang mahal, dan akhirnya, dirinyalah yang harus bekerja untuk mencari biaya pengobatan itu. Via tak masalah, menurutnya ini adalah saatnya dia mengabdi pada lelaki tua yang tak berdaya itu. Tanpa disadari, itu hanya upaya Chiara untuk menjauhkan Via dari keluarga besar Suryo Joyo. Karena menurut pengacara keluarganya, beberapa puluh persen harta kekayaan akan diwariskan pada pihak Via dan Julia, sebagai ahli waris yang sah. Masih jelas di ingatan Via, saat Chiara bicara waktu itu. "Aku yang akan mengatur semuanya. Kamu hanya perlu pergi ke PT tempat penampungan para TKI, setelah itu serahkan semuanya padaku. Kini saatnya kamu berbakti pada ayahmu sebelum ajal menjemputnya. Jangan menolak atau nyawa ayahmu tidak akan selamat," peringat Chiara dengan nada angkuh, matanya menyipit penuh kemenangan. Via hanya bisa mengangguk pasrah. Tak ada pilihan lain. Apapun yang diminta Chiara, dia akan lakukan demi untuk menyelamatkan hidup ayahnya. Chiara lalu menghubungi seseorang yang akan menjemput Via dari kediamannya. Perasaan berat menyelimuti hati Via saat itu. Air mata menetes di pipinya saat memikirkan harus berpisah dengan ibu dan ayahnya, yang baru saja beberapa saat ia temui. Namun, dia tahu, demi Julia, demi keluarga Suryo Joyo, dia harus rela melakukan apa saja.
Cảm ơn
Ủng hộ tác giả để mang đến cho bạn những câu truyện hay
Chi phí 25 kim cương
Sự cân bằng: 0 Kim cương ∣ 0 Điểm
Bình Luận Sách (708)
Long Rifal
sangat suka
14/06
0
DanRama
keren banget saya sangat senang dengan aplikasi ini
mudah digunakan tanpa ribet
semoga kedepannya nambah lancar
sangat suka
14/06
0keren banget saya sangat senang dengan aplikasi ini mudah digunakan tanpa ribet semoga kedepannya nambah lancar
01/06
0baguss
05/04
0Xem tất cả