logo text
Thêm vào thư viện
logo
logo-text

Tải xuống cuốn sách này trong ứng dụng

Oh My GHOST

Oh My GHOST

Athalla


01. Bunga Lily

Zayan Ibrahim, berjalan menuju halte bus dekat sekolahnya sambil memayungi kepalanya dari hujan deras sore itu menggunakan tas. Di beberapa titik wajahnya tampak lebam akibat perundungan dari kakak-kakak kelasnya yang suka menindas orang lemah seperti dirinya.
Sampai di halte Zayan agak terkejut mendapati seorang gadis duduk sendirian di bangku halte, pandangan mereka bertemu sejenak sebelum Zayan membuang muka dan bertingkah seolah tidak tahu keberadaan gadis itu.
Mata gadis itu bulat dengan sorotnya yang teduh, rambutnya panjang bergelombang hingga ke punggung, sisi kanan kirinya diambil sedikit lalu diikat ke belakang dan diberi kip bunga lily.
Gadis yang mungkin seusianya atau bisa jadi lebih muda darinya itu mirip seperti anak-anak Belanda jaman dahulu, namun yang membedakan hanya gaun putih selutut yang dia kenakan didesain ala ala Korean dress.
Jujur saja gadis itu sangat cantik, Zayan sempat terpesona dibuatnya. Sayangnya dia ....
"Kakak bisa liat aku?"
Ya, gadis itu hantu. Kakinya tidak menapak ke tanah dan badannya transparan.
"Hei, kakak bisa liat aku kan?"
Pertanyaan itu terlontar sekali lagi, dan Zayan masih dengan sikap pura-pura tidak taunya. Memeluk tasnya yang basah sembari celingak-celinguk mencari angkutan umum yang tak kunjung lewat.
Gadis hantu itu lalu berdiri di depan Zayan, melambaikan tangan di depan wajahnya. "Jangan pura-pura gak liat, tadi kan kita sempat bertatapan. Tuh tangan kakak gemetaran, kakak pasti takut kan?"
Semakin frustasi, Zayan akhirnya berjalan menembus gadis itu. Memilih pulang dengan berjalan kaki. Persetan dirinya akan basah kuyup, yang penting ia menjauh dari gadis hantu itu.
Kemampuan yang dimilikinya ini sudah ada sejak Zayan kecil. Bukannya senang, Zayan merasa ini adalah kutukan. Ia sangat mencintai kedamaian dan ketenangan, jelas tidak bisa benar-benar merasakannya karena menjadi indigo membuatnya mau tak mau bertemu makhluk tak kasat mata setiap hari.
Ia sangat amat malas berurusan dengan mereka yang tak terlihat. Karena paling juga tujuannya hanya dua, kalau tidak mengganggu ya minta tolong. Dan kalau misalnya sudah ditolong sekali, pasti akan minta tolong hal yang lainnya lagi. Merepotkan.
"Kakak!"
"Huwaa!!" pekik Zayan hampir terjengkang, ketika gadis hantu itu tiba-tiba muncul di depannya.
"Ketauan! Sekarang kakak gak bisa ngelak lagi. Udah terbukti kakak bisa liat aku," ucap gadis itu kegirangan.
"Iya, gue bisa liat lo! Kenapa?! Lo mau minta tolong cariin tulang lo yang dikubur di daerah antah berantah sana?! Yang kemungkinan udah menyatu sama tanah?" Zayan melanjutkan langkahnya, dan si gadis hantu mengikutinya.
"Bukan itu, aku gak minta cariin tulang."
"Terus, lo mau nyuruh gue cariin kucing lo yang namanya Markonah, yang bulunya putih, matanya cokelat, tingginya-"
"Kakak ... bukan itu juga. Dengerin dulu."
"OGAH! Gue gak mau! Jauh-jauh dari gue!" Bodo amatlah sama orang-orang yang lagi berteduh di depan ruko yang menatapnya aneh karena bicara sendiri. Zayan tidak peduli.
Setibanya di rumah, Zayan langsung disambut oleh sang bunda. "Assalamualaikum." Ia mencium tangan bundanya.
"Walaikumsalam, Zayan. Ya Allah, ini kenapa kamu basah kuyup gini, Nak? Kamu pulang jalan?"
"Iya, Bun," jawab Zayan lembut, bibirnya menyunggingkan senyum lebar. "Karena kesorean jadi gak ada angkot yang lewat, mungkin karena hujan juga kan. Jadi dari pada bunda khawatir Zayan pulangnya lama, yaudah Zayan jalan kaki aja."
Bunda Aisyah tidak bisa berkata-kata lagi. Sedih melihatnya anaknya kesusahan. "Kamu cepat ganti baju, ya. Bunda buatkan teh hangat untuk kamu."
Zayan mengangguk senang. Bergegas melakukan apa yang bundanya suruh. Satu-satunya yang membuat Zayan bertahan dengan terpaan di hidupnya adalah sang bunda. Sejak kematian ayahnya dua tahun lalu, Zayan berjanji akan selalu menjaga bunda dan membahagiakan wanita yang telah melahirkannya itu. Kelak Zayan ingin menjadi anak yang sukses dan membuat bundanya bangga.
Selesai mandi Zayan mengeringkan rambut dengan handuk sambil melihat mata pelajaran untuk besok.
"Halo mas ganteng. Baru selesai mandi ya. Seksi banget sih ...." Sarifah, kuntilanak penghuni pohon mangga tetanganya datang untuk menggoda Zayan.
Seperti biasa Zayan tidak akan memperdulikan hantu genit yang suka mengintip para lelaki mandi itu.
"Kasian banget sih mas tadi kehujanan. Makanya mas lain kali bawa payung."
Wanita itu terkikik di atas lemari, tempat favoritnya kalau lagi bertamu di kamar Zayan. Kakinya diayun-ayunkan. Rambut gimbalnya menjuntai sampai ke lantai, matanya yang tidak punya kelopak mata, selalu melotot sempurna. Yang lebih menjengkelkan bagi Zayan adalah, kepala wanita itu kadang suka lepas sendiri, lalu menggelinding bersama rambutnya yang lebih kusut dibandingkan dengan sapu ijuk.
Kebayang kan bagaimana seramnya. Zayan sudah terbiasa melihatnya, tapi tetap saja ia ketakutan.
"Mas, aku mau curhat. Suaminya buk Linda sudah jarang pulang. Sedih aku tuh. Jadi gak bisa liat hot daddy mandi lagi. Kangen aku sama perut buncitnya."
Zayan melirik tajam kuntilanak yang terus mengoceh soal tetangganya. Sampai-sampai pada pembahasan tentang masalah ranjang.
"Biar apa sih ngeliatin orang lagi gituan?" Zayan penasaran.
"Suka aja. Kadang ikut juga." Wanita itu terkekeh sambil memegangi kepalanya yang hampir lepas.
Ih, Zayan merinding.
"Emangnya kalau lagi ngelakuin itu selalu diliatin sama makhluk kayak kalian ya?"
"Iya. Tapi ada juga yang gak bisa kami liat. Orang-orang yang kalau mau berhubungan suami istri selalu baca doa lebih dulu. Kesel deh."
Zayan manggut-manggut. Nanti di masa depan saat dirinya hendak menggauli istrinya, ia akan mengajak istrinya berdoa lebih dulu. Agar makhluk-makhluk sialan seperti Sarifat tidak menonton mereka, apalagi sampai ikutan. Amit-amit.
Detik selanjutnya Zayan menggelengkan kepalanya. "Apaan coba. Tamat sekolah aja belum udah mikirin ritual wajib. Hadeeehhh."

Bình Luận Sách (224)

  • avatar
    sky_star

    bagus bgt ceritanya bisa bikin ketawa ngakak dan terharu ditunggu lanjutannya

    10d

      0
  • avatar
    Syahfira Indah Ramadani Lubis

    bagus banget alur cerita suka!! ditunggu sambungan ceritanya kak hhe

    15/05

      0
  • avatar
    PutriAkira Himuro

    Cerita pertama yang saya baca diaplikasi ini tapi lupa mungkin sekitar tahun 2022,2023,2024 kali,ya?

    05/04

      0
  • Xem tất cả

Các chương liên quan

Chương mới nhất