logo
logo-text

Tải xuống cuốn sách này trong ứng dụng

BAB 5. KEPERGOK!

Kuda-kuda berpacu cepat menuju medan perang.
Saat tiba disana rasa mual langsung mendera Anastasya, begitu banyak mayat-mayat berceceran dan darah dimana-mana bukan itu saja rasa bau busuk ditimbulkan oleh mayat sangat-amat membuat Anastasya ingin muntah.
Tapi ia harus tahan itu semua sesuai janjinya pada Louis bahwa ia tidak akan merengek minta kembali.
Ah jika melihat keadaan Duke Louis sepertinya laki-laki itu baik-baik saja. Apa mungkin karena lelaki itu sudah terbiasa datang ke medan perang sehingga melihat mayat-mayat berceceran membuatnya tidak memiliki masalah.
Suara ketukan kaki kuda dari arah lawan membuat kami mengalihkan perhatian. Duke dengan sigap menarik pedang begitu juga dengan prajurit lain.
Jantung Anastasya berdegup kencang seluruh tubuhnya tiba-tiba menjadi dingin.
“Serang!” komando Duke Louis pada prajuritnya.
Suara dentingan pedang bergesekan dan teriakan kesakitan memekakkan telinga. Tubuh Anastasya menggigil ia memandang tangannya yang mati rasa matanya menjadi buram.
‘TIDAK! SADARLAH ANASTASYA! KAU TIDAK BOLEH MATI DISINI!’
Ditariknya nafas dalam-dalam setelah tenang Anastasya memacu kudanya.
Anastasya mencoba merapalkan beberapa mantra sihir yang diketahui lalu melemparkannya pada musuh.
Sekitar dua puluh orang yang dikalahkan Anastasya dan dirinya sudah kewalahan. Berbeda dengan Louis ia masih tetap bersemangat bahkan tubuhnya belum tergores oleh apapun hanya cipratan darah dari musuh mengotori wajah dan baju lelaki itu.
Gila, itulah yang terlintas dipikiran Anastasya. Louis bak dewa perang hampir sebagian musuh di sapu bersih olehnya.
Perang hari ini selesai karena musuh sudah dikalahkan mereka memutuskan untuk kembali ke tenda. Beberapa prajurit ditugaskan untuk tinggal menjaga perbatasan mengantisipasi terjadinya kembali serangan dari musuh.
….
Anastasya membanting tubuhnya ke atas kasur yang disediakan, seluruh tubuhnya terasa rontok dia sudah tidak kuat untuk bergerak sedikitpun. Setelah mandi dan mengganti baju rasa pegal-pegalnya sedikit berkurang.
“Permisi nona,” suara perempuan menginterupsi. Anastasya melirik keluar tenda.
“Ya, Siapa?”
“Duke menyuruh saya untuk mengantar makan malam untuk anda.”
Anastasya berpindah posisi menjadi duduk, “Kalau begitu masuklah.”
Seorang perempuan membawa nampan berisi makanan, Anastasya diam memperhatikan pelayan perempuan itu yang sedang menata makanan di atas meja kecil dari kayu berbentuk bulat.
“Aku tidak tahu jika ada perempuan lain disini? Aku pikir hanya aku saja yang perempuan.”
“Kami adalah pelayan istana yang dikirim oleh kaisar untuk memasak disini tenda kami memang agak sedikit jauh dari sini.”
Pelayan perempuan itu menyimpan meja kecil tersebut di atas kasur.
“Pasti berat ya berada di garis depan, apalagi nona baru pertama kali.”
“Uh jangan ditanya rasanya aku ingin menangis, tubuhku gemetaran bahkan sampai sekarang.” Keluh Anastasya dengan wajah ditekuk.
Pelayan itu tersenyum tipis, “Silahkan di nikmati makanan hangat yang kami sajikan nona.”
Pelayan tersebut membungkukan badan lalu pergi undur diri.
…..
Pagi-pagi sekali Anastasya bangun suasana masih sepi perempuan itu keluar dari tenda, seperti biasa Anastasya akan pergi ke sungai terdekat untuk mandi.
Dilihatnya situasi yang sudah aman Anastasya membuka gaun tidur. Dicelupkannya tubuh itu ke sungai mengalir tenang.
“Ah….” desah Anastasya penuh kelegaan, syukurlah tempat ini tidak pernah dikunjungi oleh siapapun karena jaraknya lumayan jauh dari perkemahan.
Anastasya melihat langit malam masih ada beberapa bintang di atas sana.
Krak. Suara ranting patah dan gemerisik daun mengalihkan perhatian Anastasya.
Dengan gerakan cepat Anastasya menengok kebelakang.
Benar saja!
Mata Anastasya bertemu dengan Louis, karena masih dilanda kaget Anastasya raflex mundur kebelakang. Kakinya kehilangan pijakan sehingga membuat perempuan itu tercebur.
Tangan Anastasya yang menggapai-gapai keatas udara meminta pertolongan. Ditariknya sebelah tangan Anastasya itu sehingga tubuhnya terangkat.
“Puah. … Uhuk! Uhuk!”
Wajah Anastasya memerah karena sesak, rambut pirang itu basah kuyup tidak terselamatkan.
Dimata Louis keadaan Anastasya sekarang terlihat seperti kucing tercebur di kali. Mata lelaki itu turun kebawah dengan cepat Louis membuang muka ia baru menyadari bahwa Anastasya hanya memakai dalaman saja. Semburat merah muncul menghiasi pipi Louis.
“ Anu. … Yang mulia sampai kapan anda memegang tangan saya?”
Tanya Anastasya karena sebelah tangannya masih terangkat oleh Louis.
Dengan cepat Louis melepaskan tangan Anastasya tanpa melihat perempuan itu.
“Terimakasih.”
Anastasya hendak memakai gaun tidurnya kembali tapi tidak ada, apa jangan-jangan sudah terbawa arus. Lalu bagaimana dirinya kembali ke tenda.
Angin menerpa tubuh Anastasya langsung membuat perempuan itu menggigil.
‘Uh,dingin!’
Sebuah jubah hangat menyelimuti tubuh Anastasya. Perempuan itu menengok ke arah Louis.
“Pakailah. Kau tidak mungkin kembali dengan keadaan seperti itu.”
Mengerti dengan apa yang diucapkan oleh Louis tiba-tiba pipi Anastasya berubah memanas.
“Terimakasih” untuk sekali lagi Anastasya berhutang pada Louis.
….
Mereka berdua tiba ke perkemahan saat matahari baru saja terbit. Para prajurit sudah melaksanakan tugasnya masing-masing sebagian juga ada yang berlatih pedang.
“Yang mulia!” Panggil Roy berlari ke arah Louis. Sebelum Roy sampai Louis, Anastasya berlari ke tendanya untuk berganti baju.
Nafas tersengal-sengal Roy mencoba bicara, “Anda kemana saja yang mulia! Ada laporan dari perbatasan dan surat dari kekaisaran! Saya mencari anda ke sekeliling tapi tidak ada, apa anda sedang bermain petak umpet!”
Racau Roy penuh kekesalan ia lupa jika orang di depannya ini adalah majikannya.
Louis mengabaikan Roy melewati lelaki itu tanpa rasa bersalah. Roy langsung mengikuti Louis di belakang.
“Ah ngomong-ngomong yang mulia kenapa nona Volland berlari begitu melihat saya?” tanya Roy penasaran.
“Dia takut dengan wajah jelekmu itu”
Bibir Roy langsung maju lima centi mendengar ejekan dari tuannya.
“Mana mungkin saya kan tampan.”

Bình Luận Sách (712)

  • avatar
    nananana

    WOWWW PERFECT SUKAA BANGETT SAMAAA CERITANYA SEMANGAT TERUSS BUAT PENULISNYA BIAR LEBIH BANYAK LAGI CERITA YG KYK GINI😍😍😍😍😍😍

    31/05

      0
  • avatar
    Di Muara Kali Kabur

    saya hidup tidak terlalu baik saya hidup sederhana makan pun Susa kadang dari pagi sampai malam baru kita makan

    03/05

      0
  • avatar
    Jejen Sudrajat

    bgus mnarik

    19/04

      0
  • Xem tất cả

Các chương liên quan

Chương mới nhất