Mobil berwarna merah terparkir didepan Vila , keluarlah dari mobil itu seorang laki-laki muda dan perempuan beserta anak kecil. Disambut lah oleh Pak Dodi. "Selamat siang Pak Hendra."ucap Pak Dodi sambil bersalaman. "Selamat siang juga Pak Dodi, bagaimana apa sudah selesai pembangunan Vila yang baru."ucap Pak Hendra ."Baru 80% Pak sebentar lagi juga beres."ucap Pak Dodi. "Bagus kalau begitu pekerjaan nya begitu cepat, sayang Papa mau keliling-keliling Vila dulu ya sambil liat Vila yang baru dibangun."ucap Pak Hendra sambil mengelus rambut istrinya. "Iya Pah aku juga mau istirahat dulu perjalanan panjang jadi aku merasa ngantuk, ayok Laura kita istirahat dulu yuk."ucap Istri Pak Hendra sambil menggandengan tangan anaknya. Yosef dengan teman-temang nya baru pulang dari pasar, "Itu siapa ya ganteng pisan lagih."ucap Windi sambil senyum-senyum. "Kayanya itu pemilik Vila ini deh , kan kata Pak Dodi pemilik Vila ini masih muda."ucap Sandi sambil melepaskan sendal. Yosef pun berpikir akan menghampiri nya , namun dia merasa canggung untuk menanyakan langsung soal seorang Banci yang tinggal disini. Saat Pak Hendra berkeliling di belakang Vila yang ditempati Yosef dan teman-temannya , Pak Hendra terheran kenapa kawat besi dibelakang Vila rusak. "Pak Dodi... Pak .. Pak Dodi.."ucap Pak Hendra berteriak kencang. Pak Dodi pun langsung menghampiri Pak Hendra. "Ada apa ya Pak."ucap Pak Dodi , dipikirannya pasti dia akan dimarahi karena kawat besinya rusak. "Inii.. ini kawat besi kenapa rusak gini? ada maling? kenapa bisa gini , nanti kalau ada yang tau ada sesuatu disini bagaimana?."ucap Pak Hendra sambil memarahi Pak Dodi. "Ma.. maaf pak , saya juga yang salah pak , anak yang menginap disini membongkarnya malah sampai koper itu dia tau pak."ucap Pak Dodi sambil ketakutan. "Dia masih menginap disini? Coba panggil mana anaknya biar saya marahin berani-beraninya merusak pagar kawat besi ini."ucap Pak Hendra sambil menunjuk-nunjuk pak Dodi. Pak Dodi pun bergegas memanggil Yosef. "Tokkk.. tokk .. tokkk.. Assalamualaikum" Saat dibuka pintu ternyata Yosef yang membuka pintunya, kebetulan sekali. "Ada apa pak? tumben kesini? biasanya suka menjauh dari saya."ucap Yosef. "Itu ada Pak Hendra pemilik Vila ini dia mau ketemu sama kamu?"ucap Pak Hendra. "Mau ngapain ketemu sama saya? kan saya udah bayar ini Vila."ucap Yosef dengan wajah heran. "Bukan itu ini masalah kamu ngerusakin pagar kawat besi itu, dia marah dibelakang , sana samperin dari pada nanti dia datang kesini."ucap Pak Dodi. Yosef bergegas menghampiri Pak Hendra. "Ada apa ya pak mau ketemu sama saya."ucap Yosef. "Kamu berani-berani nya merusak pagar kawat besi ini, terus ngapain bongkar-bongkar itu koper."ucap Pak Hendra sambil menunjuk-nunjuk. "Maaf pak , saya cuma mau cari tau aja , saat saya menginap disini saya dan teman-teman saya melihat Pocong pak , terus Pocong nya itu selalu datang kepada saya kemungkinan si Pocong itu ingin berbicara kepada kami, ternyata Pocong itu Pocong Banci pak , tapi saya belum tau kematian nya bagaimana, namun saya curiga dibelakang Vila ini kenapa hanya ini yang di pagar nya kenapa tidak semuanya? lalu saya bongkar itu , ternyata yang saya temui koper berwarna Pink Muda dan isi-isinya baju perempuan semua dan juga makeup."ucap Yosef menjelaskan dengan teliti. "Hahahahaha Pocong banci ngacooo kamu dimana ada Pocong banci, selama saya hidup enggak pernah tuh denger Pocong banci."ucap Pak Hendra sambil tertawa. "Terus apa benar Vila yang saya tempati ini asalnya ditempati seorang banci?"ucap Yosef. Seketika Pak Hendra berhenti tertawa dan melihat ke Pak Dodi, Pak Dodi langsung menundukan kepalan mungkin dia merasa takut nantinya akan dimarahi Pak Hendra karena telah menceritakan Banci yang tinggal di Vila ini. "Dengerin ya anak ingusan, jangan-jangan sekali lagi kamu berusaha mencari tau tenang banci itu, dia udah pergi dari sini, sudah saya usir , jadi jangan sok tau kamu tentang persoalan ini , apalagi kamu sampai berani membongkar koper itu, sekali lagi kamu melakukan hal ini lagi, kamu akan tau akibatnya."ucap Pak Hendra sambil menarik baju Yosef. Yosef yang tidak tinggal diam saat diancam nya, Yosef menepis tangannya dari bajunya. "Ohh ternyata Bapak tau ya permasalahan tentang koper Pink Muda itu , apa memang Bapak sengaja menguburnya? saya akan cari tau sampai semuanya terpecahkan, asal Bapak tau ya Pak Dodi sudah menceritaka Banci itu."ucap Yosef. Pak Hendra pun langsung pergi dengan wajah marah , Yosef pun melihat dijari Pak Hendra cincin yang sama yang Yosef temukan di koper waktu itu, Yosef pun bergegas masuk ke Vila untuk memastikan apa benar cincin itu mirip seperti milik Pak Hendra, ternyata benar sama Yosef semakin curiga yang dikatakan pak Hendra tentang ancaman itu , apa kaitannya koper Pink Muda, Pak Hendra dan cincin yang dipakai Pak Hendra serta yang Yosef temukan di koper. "Sef tadi kamu dibawa kemana sama Pak Dodi."ucap Sandi ."Ketemu sama Pak Hendra."ucap Yosef sambil duduk. "Pak Hendra pemilik Vila ini bukan ? mau ngapain ? kamu kenal bukan ?"ucap Sandi. "Enggak lah cuma dia marah pagar besi nya dirusak waktu saya bongkar koper itu."ucap Yosef. "Lah kenapa harus marah Sef? Apa ada sesuatu Sef dibalik koper itu, apa mungkin Sef ada kaitanya sama Pak Hendra apalagi sampai marah sama kamu Sef."ucap Husni sambil mengambil cemilan. "Entahlan , namun saya curiga San Pak Hendra ngancam saya buat enggak kebelakang Vila lagi apalagi sampai bongkar koper itu lagi."ucap Yosef. "Tuhh .. tuuhh .. kan bener kata saya juga pasti apa ada-adanya."ucap Husni ."ADA APA-APANYA HUSNI."ucap Yosef dan Sandi.
Cảm ơn
Ủng hộ tác giả để mang đến cho bạn những câu truyện hay
terimakasih KK,alur ceritanya bgus ,,saya smpai ngakak baca novelnya ,smngat KK ,,
01/07/2022
0crita lawak.. but ada paet seram.. tapi best bila baca time mata x ngantok
21/05/2022
0Gara Gara novel ini sy jadi suka baca novel yg lain. Bagus Ceritanya kak sy suka👍🏻👍🏻💗
04/03/2022
10Xem tất cả