Andrian pura-pura tidur untuk mengalihkan perhatian Eben. Sementara Aqeel mendengar percakapan mereka berdua jadi membuatnya semakin penasaran dengan Afifa. Penasaran akan jawaban Afifa terhadap Andrian. Hati Aqeel menjadi gelisah untuk jawaban yang akan membuat dirinya kecewa, karena menyetujui permintaan Andrian. Dia khawatir, jika dia menampakkan diri akan membuat Afifa ketakutan. Dia duduk dan berpikir sejenak. Aqeel belum sadar kalau dirinya menaruh perasaan terhadap Afifa. Yang Aqeel tunjukan hanya dia tidak suka saat Afifa bersama Andrian. Selang beberapa waktu, dia mengikuti kata hatinya, dan memutuskan untuk menemui Afifa. Desiran angin, gemeresiknya dedaunan, kicauan berbagai burung-burung, membuat Afifa susah tidur dan kepikiran akan perkataan Andrian. Afifa merenungi lamaran Andrian. Teman sekaligus sahabat saat masih remaja. Akan menjadikan perpecahan diantara mereka, jika sampai menolak kedua kalinya. Afifa takut kehilangan Andrian juga. Pikiran Afifa antara menerima dan menolak saat itu. Di tenda hanya ditemani Benesh dan cahaya dari senter. Afifa duduk dengan tenang, agar Benesh tidak terganggu. Lalu saat mata Afifa mengarah kedepan tenda, dia melihat sosok bayangan. "Siapakah dia? Apakah Andrian sama seperti aku, gelisah? Dan dia tidak bisa tidur, sehingga membuatnya keluar dari tenda. Tapi hari sudah semakin larut. Aku temui dia atau tidak?" Kegelisahan Afifa akan bayangan tersebut yang dikira adalah Andrian membuatnya bergegas keluar, niatnya untuk menasehati Andrian. Karena malam sudah larut dan menyuruhnya kembali masuk dalam tenda. "Andrian, ma ... aaf. Aku pikir kamu Andrian. Siapakah kamu dan kenapa kamu di depan tenda aku di malam yang sudah sangat larut?" tanya Afifa dengan muka terkejut. Bulu kuduk Afifa lalu berdiri. Meski sudah tahu sosok Si Muka Pucat yang terus mengikutinya, tetaplah terkejut begitu melihatnya. "Kenapa dia ada didepan tenda aku? Sangat tidak sopan, jika dia mengikutiku sampai tidur ditenda kami. Aku kira dia mengikuti Andrian, tapi ternyata yang dia tuju adalah aku, Apa sebenarnya tujuannya? Ah, aku tidak boleh terlalu berpikir negatif dengannya! Siapa tahu dia beneran membutuhkan bantuan aku, seperti makhluk penunggu pohon. Aku harus mencari tahu tujuannya." "Aqeel, itu nama Aku," jawab Aqeel dengan lembut dan senyuman yang ramah. Dia memakai pakaian muslim saat itu, baju koko putih dan celana putih bersih saat itu. Dan jawaban Aqeel menyadarkan Afifa dari termenung sesaat. "Oh, ternyata nama Si Muka Pucat itu, Aqeel. Ternyata dia mempunyai nama yang bagus dan rupa dia tidak buruk juga. Kalau dia manusia bisa aku ... Ah, apa yang aku pikirkan. Fokus Afifa ..." gumam Afifa dalam hati sambil menghadap Aqeel dengan hati berdebar cepat dan keringat dingin bercucuran. Kita manusia meski sudah terbiasa melihat, mendengar, dan berbicara dengan makhluk astral, tentu masih ada hal yang membuat tanda-tanda di tubuh kita saat pertama kali melihat. Karena normalnya kita manusia biasa tidak bisa melihat hal gaib. Jika kita sudah lama berinteraksi dengan mereka, akan menjadi suatu kebiasaan seperti manusia pada umumnya. Afifa yang diberi Allah SWT kelebihan di atas normalnya manusia. Afifa hanya bisa rendah hati dan selalu bersandiwara terhadap Aqeel dengan tujuan untuk kebaikan bersama. "Oh, nama kamu, Aqeel? Ada apa, Kak? Adakah yang bisa aku bantu?" tanya Afifa dengan sopan dan bingung harus panggil apa? Antara buyut, kakek, atau lainnya. Karena umur dia pasti sudah ratusan tahun. Karena sandiwaranya, dia panggil Aqeel dengan sebutan kakak. "Kebetulan aku tersesat. Dari tadi aku berkeliling dan akhirnya melihat ada tenda, jadi aku kesini, Afifa," jawab Aqeel. "Darimana kamu tahu nama aku, Kak?" tanya Afifa dengan nada seolah-olah penasaran. "Pasti kamu tahu nama aku lah, dari tadi kamu mengikuti kami. Tapi maaf aku harus bersandiwara. Toh, aku juga tidak tahu kamu makhluk baik atau jahat. Tapi dia makhluk pendusta juga, dikira aku tidak tahu dari tadi kamu mengikuti kami, kenapa tidak jujur saja padaku. Pakai alasan tersesat segala. Dikira aku akan terpengaruh dengan kebohonganmu. Tapi makhluk ini seperti berbeda dari yang lain. Makhluk apakah dia?" cerca Afifa dalam hati. Mendengar pertanyaan Afifa soal bagaimana Aqeel tahu namanya membuatnya sedikit gugup. Dan Aqeel menjelaskan dia tadi mendengar dari teman yang duduk bersamanya saat Afifa mau masuk ke tenda dan memanggilnya. Dia mendengar dari balik pohon yang ada didekatnya. Afifa setegah senyum, lalu terdiam. Dia hanya bisa menghormati penjelasan Aqeel. "Bisakah aku mengenalmu lebih jauh, Afifa?" pinta Aqeel yang sangat berterus terang. Permintaan Aqeel yang sangat berterus terang, membuat Afifa terkejut. Afifa dibuat bingung olehnya. "Jika aku menolak apa yang akan dilakukan makhluk ini. Kalau langsung pergi itu sesuai harapanku, jika menerimanya ditakutkan tujuan makhluk itu tidak baik. Duh, apa yang harus aku jawab? Pikir dengan jernih Afifa?" Hati Afifa bimbang akan jawaban dari permintaan Aqeel. "Boleh, tapi hari sudah sangat larut? Tidak baik jika kita lanjutkan dan masih ada hari esok, Kak?" tolak Afifa dengan lembut dan sopan. Aqeel termenung dengan jawaban Afifa. boleh mengenalnya, namun seperti menghindarinya. Dan karena alasan Aqeel saat itu tersesat, Afifa mempersilahkan untuk tidur bersama Andrian. Lalu Afifa masuk ke tenda dengan cepat. Tapi saat Afifa mau masuk tenda, dipanggillah dia oleh Aqeel. Afifa pura-pura tidak dengar, namun kaki Afifa berat untuk melangkah. Dia sekuat tenaga melangkahkan kaki untuk masuk, namun benar-benar sangat berat, dan akhirnya dia berhenti melangkah. Aqeel memanggil Afifa lagi. "Tunggu Afifa, bisakah kamu membantuku?" alasan Aqeel yang spontan muncul dibenak pikirannya. Dan memang Aqeel memainkan tangannya untuk menghentikan langkah Afifa. Aqeel khawatir, jika tidak saat ini tidak ada kesempatan lain untuk membawa Afifa. Jika Afifa terus menghindarinya, bagaimana dia membawanya. Aqeel berniat membawa paksa Afifa, jika dia menolaknya. "Iya, ada apa, Kak?" jawab Afifa dengan terpaksa menghampiri makhluk itu lagi. Permintaan Aqeel terhadap Afifa adalah untuk menemaninya. Dia mengajak Afifa berkeliling ditepi danau dengan alasan hati sedang risau. Afifa pun peka terhadap keniatan Aqeel. Ingin ditemaninya. Namun Afifa tidak tahu tujuan Aqeel yang sebenarnya. Dan Afifa saat itu tidak berani menolak, saat itu bingung dengan alasan yang jika salah bicara akan membongkar jati dirinya. Soal dia terus menghindari dan menolak Aqeel karena Afifa tahu dirinya makhluk berbeda. Afifa akhirnya berusaha menutupi dengan menyetujui keinginan Aqeel. Mereka berkeliling disekitar danau, ditemani bintang-bintang dan sinar bulan. Aqeel berhenti melangkah, membuat Afifa terhenti dari langkahnya juga. Aqeel menatap Afifa dan memanggil ratusan kunang-kunang yang menyambut mereka, membuat keadaan yang begitu memukau seperti di negeri dongeng saat itu. "Masya Allah? Bagaimana bisa ada begitu banyak kunang-kunang, sedangkan sejak bersama teman-teman hanya satu? Inikah sihir yang dibuat Aqeel? Apa sebenarnya tujuan Aqeel?" Pikiran Afifa terhadap Aqeel dengan memandang keindahan yang belum pernah dia temui saat berkemah. Mata Afifa melebar takjub saat melihat Si Muka Pucat dan dirinya di kelilingi kunang-kunang tersebut. Afifa terus menikmati keindahan yang belum pernah dia dapatkan sampai lupa waktu. "Dia meski banyak kekurangan kenapa begitu mempesona, menjadikan nurani aku tergugah seperti menuai kekaguman dan memanen kewibawaan ada pada diri Aqeel. Ah, apa yang aku pikirkan, mungkin Aqeel penyihir yang tangguh? Aku harus semakin hati-hati terhadapnya," gumam Afifa yang terus menatap Aqeel. Afifa hampir terlena dan terhanyut dengan suasana yang dibuat Aqeel. Aqeel melihat tatapan Afifa. Trik dia untuk memikat Afifa akan keindahan yang ada didepan matanya. Aqeel berpikir kalau Afifa mulai menyukainya. Aqeel melangkahkan kaki mendekati Afifa, maju selangkah demi selangkah sehingga sangat dekat dengan Afifa. Afifa menjadi canggung dan mengalihkan perhatian dengan mengangkat tangan dan mengarahkan jari telunjuknya kesalah satu bintang yang paling terang. Aqeel menghentikan gerakan dan menghormati sikap Afifa. Aqeel berpikir mungkin dia terburu-buru terhadap Afifa, sehingga membuatnya terlihat tidak nyaman. Karena perilaku Aqeel, Afifa berpikiran negatif terus dengan Aqeel yang bertubuh tinggi dan berbadan nacho itu. Rasa penasaran Afifa terhadap Aqeel timbul. "Lulusan apa kamu, Kak?" tanya Afifa dengan lembut dan untuk mengalihkan perhatiannya juga. Dia berharap makhluk itu tidak tersinggung. Afifa berpikir Aqeel tidak bersekolah. "Aku lulusan S2 di jurusan pendidikan Agama Islam," jawab Aqeel dengan santai, nada lembut, dan senyum simpul. Aqeel jadi berpikir, apakah setiap manusia awal berkenalan bertanya seperti itu atau hanya Afifa. Jawaban Aqeel membuat muka Afifa tercengang dan berfikir apakah ada Universitas di Negerinya? Atau hanya perkataan dusta Aqeel, supaya Afifa kagum. "Kalau boleh tahu apa pekerjaan kamu, Kak?" tanya Afifa semakin penasaran terhadap Aqeel. Dan untuk melanjutkan sandiwaranya juga. "Dosen, pekerjaan aku sebagai dosen," jawab Aqeel dengan senyum ramah. Terkejut lagi Afifa. Dia tidak berani bertanya lagi, dikhawatirkan khilaf yang membuat Aqeel mengetahui bahwa Afifa sudah tahu tentang Aqeel yang berbeda dengannya. Afifa berpikir benarkah yang dikatakan Aqeel semua benar. Dia lulusan Universitas dan bekerja sebagai Dosen. Jika yang dikatakan Aqeel benar. Berarti dia makhluk yang istimewa. Rasa penasaran pun menyelimuti Afifa. Andrian yang menanti jawaban Afifa membuat dia gelisah dan tidak bisa tidur juga. Dia berusaha memejamkan mata, dengan pelan memiringkan badan ke kanan dan ke kiri, agar yang lainnya tidak terusik. Namun bayangan Afifa selalu ada dibenak pikirannya dan jawabannya membuat dia menjadi semakin gelisah. Akhirnya dia beranjak keluar dari tendanya niatnya untuk menghibur diri, jika merasa lelah, dia akan bisa tidur. Aqeel melihat Andrian yang keluar dari tendanya. Melebarlah mata Aqeel. Dia cemas, jika keluarnya Andrian diketahui oleh Afifa akan merusak semua rencana yang dibuatnya. Ditutupilah Afifa dari pandangan Andrian dengan kekuatan yang ada pada diri Aqeel. Dia memainkan mata hijaunya itu dan tangannya (seperti ruang dan batas) yang manusia tidak mampu menembus dan melihatnya. Aqeel membuat ilusi pada Andrian sehingga Andrian masuk tenda lagi dan tertidur. "Ada apa, Kak? Kenapa dari tadi melihat tenda teman-teman aku?" tanya Afifa sambil melihat-lihat tenda Andrian. Aqeel kembali menatap Afifa. "Tidak ada apa-apa, tadi seperti ada binatang yang mau melewati tenda teman kamu. Tapi, ternyata dia memilih jalan yang berbeda?" jawab Aqeel dengan senyum puas, karena berhasil menghalangi Andrian bertemu dengan Afifa. "Oh, kirain kakak pengin masuk tenda, karena malam semakin larut dan udara yang sangat dingin," sindir Afifa. Supaya membuat Aqeel tidak enak hati dan menyuruhnya masuk ke dalam tenda. Aqeel peka dengan apa yang disampaikan Afifa. Namun Aqeel hanya tersenyum manis. "Maaf, Afifa? Tapi kalau kamu masuk sekarang sia-sia dengan tujuanku. Aku juga tidak tahu terhadap perasaanku sendiri. Kenapa hati aku sangat ingin membawamu ketempat tinggal aku?" gumam Afifa dalam hati. Aqeel menatap Afifa dengan sangat dalam dan hati Aqeel benar-benar risau saat itu. Afifa menjadi risih dengan sikap Aqeel. Dia lalu mengalihkan perhatiannya dengan banyak pertanyaan. "Kalau boleh tanya berapa usia kamu, Kak?" tanya Afifa dengan hati-hati. Dia memberanikan bertanya seolah-olah Aqeel manusia, sehingga Aqeel tidak curiga.
Cảm ơn
Ủng hộ tác giả để mang đến cho bạn những câu truyện hay
Chi phí 37 kim cương
Sự cân bằng: 0 Kim cương ∣ 0 Điểm
Bình Luận Sách (435)
Nelya Mof
sangat keren banget, cerita x sangat menyentuh hati, dari sinilah aku banyak tau apa artinya cinta dan kasih sayang dalam sebuah hubungan di dalam rumah tangga bahkan pengorbanan seorang suami x Aqeel jadi mewek deh😭😭😭😭.
ternyata dia dunia gaib juga mereka bisa berperan sebagai antagonis dan protagonis.
mereka juga punya aktivitas,tmpt ibadah dll.
sangat keren banget, cerita x sangat menyentuh hati, dari sinilah aku banyak tau apa artinya cinta dan kasih sayang dalam sebuah hubungan di dalam rumah tangga bahkan pengorbanan seorang suami x Aqeel jadi mewek deh😭😭😭😭. ternyata dia dunia gaib juga mereka bisa berperan sebagai antagonis dan protagonis. mereka juga punya aktivitas,tmpt ibadah dll.
18/02/2022
9bagus banget aqeel nya gen z ya😭
16d
0mangap
29/03
0Xem tất cả