"Rasa penasaran dan rasa penyesalan adalah kedua hal yang bersahabat karib. Kita harus dapat mengontrol rasa itu agar tak terjebak pada jalan yang salah." Setelah kejadian demi kejadian yang selama ini menghantuiku, membuat rasa penasaran pada diri ini semakin meningkat. Mimpi apa itu sebenarnya? Tanda apa yang ada di tanganku? Siapa sosok yang selama ini muncul ketika tanda di tangan ini bereaksi? Pikiranku dipenuhi dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut.
Toni, orang yang merundungku kini tak kupedulikan lagi. Bahkan setiap dia menganggu diri ini, rasanya tak ada lagi rasa sakit atau malu yang kurasa. Aku mencari semua informasi di perpustakaan, internet, dan bertanya kepada teman yang lain tentang mimpi aneh yang terjadi selama ini. Sampai pada akhirnya aku menemukan sebuah situs yang tertutup. Situs yang isinya tentang mimpi yang bisa dikontrol. Tak banyak orang yang ada di dalamnya, situs itu membahas tentang mimpi sadar, mengontrol mimpi, dan bagaimana bangun dalam mimpi sadar tersebut agar tidak terjebak di sana. Siapapun pengontrol mimpi yang terjebak di dunia mimpinya, dia tidak akan dapat bangun dan berada dalam keadaan koma, bahkan bisa berujung kematian. 'Web ini sungguh menakutkan isinya, apakah yang mereka katakan itu benar?" gumamku. Mimpi pada dasarnya bisa dikontrol, namun perlu diingat, pengontrol mimpi harus dapat berhati-hati ketika sudah berada di alam mimpi. Salah-salah, dia bisa terjebak bahkan mimpinya yang akan mengontrol dia. Sungguh, banyak terdapat ungkapan menakutkan tentang mengontrol mimpi ini. Tetapi rasa penasaranku masih belum hilang, situs tertutup, grup facebook, dan grup sosmed lainnya yang membahas tentang mengontrol mimpi ini, belum ada satu pun yang membahas tentang tanda aneh yang dapat mengeluarkan cahaya pada tangan ini.
Bahkan sesosok misterius yang sepertinya memahami juga tentang mengontrol mimpi ini, yang selama ini menampakkan dirinya dengan cara yang menakutkan, tidak ada satu pun cerita dari orang-orang yang membahas atau menyinggung hal tersebut. Namun dari sekian banyak orang yang mengalami mimpi sadar, semua jelas sama dengan yang aku alami, bedanya mereka sama sekali tidak membahas tentang menghadirkan seseorang dalam mimpi sadar kita, dan orang itu merasakan dampaknya. Jangankan itu, hal yang paling susah diterima oleh akal, perihal tanda yang dapat mengeluarkan cahaya, tidak satu pun ada yang menyinggungnya. Aku tak mau menyerah sampai di sini, kucari referensi buku ilmiah yang membahas tentang mimpi yang diri ini alami. Namun tak ada satu pun buku yang membahasnya. 'Apa yang sebenarnya terjadi, semua informasi tentang kejadian yang kualami, tak ada satu pun kutemui,' imbuhku kesal. Semua buku, situs web bahkan chat dari teman-teman yang kutanyakan soal hal tersebut, lagi-lagi nihil tak ada hasil. Situs webnya juga hanya itu-itu saja tidak ada yang membahas tentang mimpi tersebut. Ke mana lagi harus kucari, rasa penasaran ini semakin membuncah tak tahu arah. Pengontrol mimpi atau apalah itu namanya, apa mungkin ada hubungannya dengan mimpi aneh yang sering terjadi dengan diri ini. Harus dicoba dengan upaya yang lebih lagi agar diri ini mengerti maksud dan arti dari semua ini. Malam hari, diri ini mencoba untuk tidur lebih awal. Kucoba untuk fokus mendapatkan mimpi itu lagi, benar saja setelah terlelap ternyata diri ini kembali mendapatkan mimpi tersebut. Tanpa banyak mengulur waktu langsung saja aku mencoba sesuatu, yang sudah aku rencanakan agar dapat menjawab rasa penasaran ini. *** Pertama, aku mencoba memunculkan Toni, dan menginginkan mimpinya ketika diganggu oleh Si Badut, terpampang nyata. Benar saja, terjadi secara jelas bagaimana mimpinya ketika diganggu oleh Si Badut. Setelah itu Si Badut kuhilangkan dan menyisakan Toni seorang, kudekati dia dan mengajaknya berbicara. "K-kau kenapa ada di sini? Kita di mana? ke mana badut yang tadi menggangguku? Apa Kau yang menghilangkannya?" Cicitnya seakan dalam sekali tarikan nafas saja. "Hust! Santai Ton, kenapa terburu-buru begitu? Iya, aku yang menghilangkannya, mimpi ini akan Kau ingat sampai kapan pun! Satu saja yang aku tawarkan untukmu jika Kau setuju maka badut itu tidak akan lagi mengganggumu, bagaimana, Antonio Andrea?" Kutempelkan telunjuk tangan kanan ke mulutku dan memberikan tawaran yang menguntungkan untuk Toni. "Jadi ini hanya mimpi! Karena ini hanya mimpi berarti kau tidak nyata bagiku, hahaha!" kelakarnya menyombonhkan diri. "E-eh apa ini! Kenapa aku tidak bisa bergerak?" resahnya. "Iya, Kau, benar! ini adalah mimpi, tapi mimpi ini sudah kukontrol, jadi kau tidak bisa berbuat apa-apa di sini! Kau hanya bisa mendengar, sadar, dan mengikuti perintahku di sini! Baik, aku bosan bermain denganmu ingat tawaranku tadi, jika Kau berubah pikiran mari kita rundingkan di kampus!" pesanku kepadanya. Setelah itu kuhilangkan Toni dari mimpi ini. Selanjutnya aku ingin menguji, apa kegunaan tanda ini. Pikiran ini membayangkan apa yang dapat dilakukan oleh tanda di tangan kiri ini. Tak terduga muncul sebuah kalimat layaknya dalam game ketika si pahlawan mendapatkan sebuah skill. Tanda Dream Controller telah aktif. Level tingkatan 1/10 Rentang waktu 4/24 jam Skill (mengendalikan mimpi pribadi/orang lain) 3/10 Efek (mampu mengatur segala jenis mimpi pribadi/orang lain) 70/100 Corrupt (dimasuki pengontrol mimpi lain) 78/0 allert! 'Apa ini sebenarnya? Allert! Peringatan apa ini?' gumamku yang begitu penasaran. Hah! Hah! Hah! Aku terbangun dari tidur dengan nafas yang terengah-engah. Diri ini tertidur selama empat jam. Belum puas rasanya, menyelami dunia mimpi yang membuatku penasaran. Kini bertambah lagi rasa penasaran di hati, ketika mengingat tulisan dengan angka yang tersusun rapi ke bawah tadi. Mulai kuhubungkan waktu yang masih teringat di pikiran ini, (4/24 jam) dan itu sesuai dengan lamanya waktu diri ini bermimpi. Ini anugerah atau musibah, aku pengontrol mimpi saat ini dan bukan hanya mimpiku sendiri, mimpi orang lain juga dapat dikontrol dengan mudah mengikuti keinginan diri ini. Dengan berbagai informasi yang telah kudapatkan, melalui mimpi sadar tadi, diri ini menarik kesimpulan bahwa mulai sejak saat ini aku adalah pengontrol mimpi. Mimpiku atau orang lain dapat dengan mudah kukontrol hanya dengan memikirkannya saja. Tetapi ada kerugian yang bisa saja nanti terjadi, yaitu mimpi yang diri ini kontrol akan dikontrol oleh pengontrol mimpi lain yang tingkatan levelnya berada jauh di atasku. Maka, bukan hanya bersenang-senang dengan anugerah atau musibah yang diri ini terima. Tetapi, juga harus berhati-hati agar tidak diketahui oleh pengontrol mimpi lain. Untuk selanjutnya, diri ini harus ekstra berhati-hati, dengan sosok siluet yang sudah dua kali memperhatikanku. Begitu pula dengan si Badut yang selama ini telah memasuki dunia mimpi Toni dan Aulia. Bisa saja mereka adalah orang yang sama dan telah mengincar dunia mimpiku untuk dirusak. Entah akan ada efek apa pada diri ini jika pengontrol mimpi lain memasuki mimpiku.
Cảm ơn
Ủng hộ tác giả để mang đến cho bạn những câu truyện hay
cerita ini sangat bagus dan seru
08/01/2023
0mau top up
13/06/2022
0sukses selalu
03/05/2022
0Xem tất cả