Tổng cộng : 821 : Prolog.
"Lalisa!" teriak seorang anak kecil yang berusia 7 tahun memanggil sahabat kecil yang ia panggil 'La
readmore 2 : Janji hati.
6 tahun kemudian.... "Selamat pagi Mah," sapa Revano pada Sarah Mamah'nya yang sedang menyiapkan sara
readmore 3 : Awal dari patah hati.
Waktu sudah menunjukkan pukul 21:00 malam. Lisa masih belum bisa tidur, dulu saat dia masih belum bis
readmore 4 : Epan Egois.
Waktu menunjukkan pukul 16:30 sore, Lisa masih mengajak supir pribadi papahnya itu keliling-kelilin
readmore 5 : Hancurnya persahabatan.
4 tahun kemudian .... Saat beberapa tahun lalu, Lisa dikurung selama beberapa jam dan tanpa membaca b
readmore 6 : Patah hati again
Pesan Whatsapp Online: From: +62 821 ***** 'Hi, kak kenalin nama aku Ivan.' 'Oh, maaf enggak bisa terim
readmore 7 : Amarah Lisa
Setelah selesai membuka seatbeltnya, Reza dan Lisa beradegan tatap-menatap mata. Hembusan nafas merek
readmore 8 : Bingung
Waktu menunjukkan pukul 20.30 malam, Lisa masih setia menunggu Reza di ruang ICU. Reza sudah bangun d
readmore 9 : Putusnya Janji
Saat ini Lisa bosan karena harus mengikuti Revano kemana pun ia pergi. Ditambah lagi tangan Revano y
readmore 10 : Love story Maudi
Pletak... "Aduh." Maudi meringis kesakitan saat ada sebuah botol minum terlempar mengenai wajahnya. "S
readmore 11 : Pelampiasan rasa.
Pukul 18.30 malam... Lisa sedang di perjalanan menuju rumah sakit, hari ini adalah hari terakhir Reza
readmore 12: Curahan hati Lisa
Sesampainya di UKS, Revano tambah khawatir sama keadaan Lisa saat melihat tangan kanan Lisa yang ter
readmore 13 : Godaan Lisa
Tringg... Tringgg... " Hallo, Apaan sih lo nelpon gue." kesal Lisa. "Lis, Lisa.." Revano memanggil Lis
readmore 14 : Tiga pria tampan
Sesampainya di panti asuhan, Lisa meminta izin untuk pergi ke kamar mandi. Sementara itu Maudi, Revan
readmore 15 : What is love?
Lisa menatap Aksa yang juga menatapnya sambil tersenyum manis. "Kenapa?" tanya Lisa pada Aksa. "Enggak
readmore 16 : Lets no fall in love
Kini Lisa sedang makan di cafe. Setelah kejadian tadi pagi, Lisa memutuskan untuk tidak bertemu lagi
readmore 17 : Papa Lisa?
Hari kembali berganti menjadi malam, kini Lisa sedang berdiam diri di dekat tempat nongkrong Nean, K
readmore 18 : Apakah dia?
Satu minggu sudah berlalu, kini Aksa, Neandro, dan Kavin sedang membereskan semua pakaian mereka unt
readmore 19 : Emosi Revano
" Lalisa Arvelina Putri!!" teriak seorang pria di tengah lepangan memanggil nama Lisa. Siapa lagi kal
readmore 20 : Komitmen
Pukul 14.55 sore. Lisa sedang menunggu Aksa menjemputnya, ia membaca buku sebagai teman menunggu seso
readmore 21 : Hancurnya persahabatan
Sudah dua bulan sudah Lisa dan Aksa berkomitmen dari jarak jauh. Tidak ada yang mengingkari janji, me
readmore 22 : Kecelakaan
Malam pun tiba, setelah membeli keperluan dapur Kavin pamit pulang karena ada acara keluarga di ruma
readmore 23 : Lisa buta?
Di ruangan dokter tersebut, Kavin dan Nean berusaha kuat saat mendengar kabar buruk dari dokter Dima
readmore 24 : Masalalu Lisa dan Kavin
Flash back on: " Papah! Papah!" teriak seorang anak cwok yang masih berusia dua belas tahun memanggil
readmore 25 : Mencintai Lisa
Prang... Kavin melemparkan gelasnya lalu menatap tajam semua anggota geng Black Wolf. " Dengerin, mung
readmore 26 : Love story Nean
Pagi yang cerah sudah menemani Nean, Kavin, dan anggota lainnya di kantin. Mereka sedang sarapan kare
readmore 27 : Melamar Lisa
" Bi, tolong bumbuin masakan aku dong." pinta Kavin pada bi Siti yang sedang sibuk memotong sayuran.
readmore 28 : Cinta segitiga Nean, Aqila dan Kavin
Pagi yang cerah sudah menemani Nean, Kavin, dan anggota lainnya di kantin. Mereka sedang sarapan kare
readmore 29 : Penyesalan dan rindu
" Pan, lo yakin mau ke Jakarta sekarang?" tanya Gio pada sahabatnya yang ingin menyusul Lisa ke Jaka
readmore 30 : Nean vs Murid baru
Pagi sudah tiba, kini Nean sudah berada di depan rumah Aqila untuk berangkat sekolah bareng bersama
readmore 31 : Berharap
" Woy, kursi gue mana!" teriak Regina yang sedang mencari kursinya. Semua yang mendengar teriakan Reg
readmore 32 : Don't play!
" Selamat pagi, Pa." sapa Syifa pada Wijaya yang sudah siap untuk kembali berangkat ke luar negeri.
readmore 33 : Keputusan Wijaya
" Kalau lo belum tahu bagaimana caranya menghargai perasaan pasangan lo, lebih baik pernikahan kita
readmore 34 : Pertanda dari mimpi
" Vin, kamu mau makan apa?" tanya Lisa pada Kavin yang sedang sibuk melihat handphine-nya. Kavin mena
readmore 35 : Sakit hati dan tanggung jawab
' Bimo!' Triing.....!!! Lisa terbangun dari tidurnya, ia melihat jam yang menunjukkan pukul 04.35 pagi
readmore 36 : Pergi
POV LALISA: Gue menatap Bimo yang membulatkan matanya kaget karena penuturan kata gue. Gue tersenyum k
readmore 37 : Rencana awal
Tiga bulan sudah berlalu, Lisa sepertinya sangat betah di Amerika. Berbeda dengan Bimo dan Nean yang
readmore 38 : Bersaing mendapatkan Lisa
"Jadi, semua ini rencana lo, Lisa, Maudi, dan pacarnya Maudi?" tanya Kavin lagi memastikan. " Udah du
readmore 39 : Nikah, yuk!
" Gue juga mau ikut bersaing." timpal Bimo yang mendapat tatapan tak percaya dari semua anggotanya. "
readmore 40 : Kampus Nusa Bangsa
Pukul 07.30 pagi: Kini Kampus Nusa Bangsa sudah di penuhi dengan Mahasiswa dan siswi yang sedang menu
readmore 41 : Falling in love with her
" Coba buka setengah baju, gue mau Liat lukanya." titah Lisa pada Tio. " Enggak boleh, Lis. Belum muh
readmore 42 : Balikan, yuk!
Lisa menatap langit malam yang telah di hiasi bintang dan bulan. Sesekali Lisa mengingat kejadian tad
readmore 43 : Kencan berujung lamaran
Setelah kejadian tadi di kantin, Lisa tidak bisa melupakan momen ia dan Kavin berpelukan. Meski hanya
readmore 44 : Pelabuhan terakhir
' Aku sudah menepati janjiku Lisa, aku harap kamu tidak membuat aku kecewa nantinya,' ucap Bimo dala
readmore 45 : Undangan mantan
Pukul 12.30 siang. Lisa sedang membereskan bukunya ke tasnya. Sesekali ia menatap Tio yang juga sedan
readmore 46 : Bimo ngambek
" Sorry, Vin. Gue harus pergi sama Lisa, dua hari lagi kita akan segera menikah, gue harap lo bisa d
readmore 47 : Badmood Queen savage
Matahari sudah terbit dengan teriknya di atas langit sana. Biasanya di waktu siang semua orang masih
readmore 48 : Masalah kecil
" Lis, kamu di mana?" tanya Bimo yang baru datang ke rumah Lisa. " Lagi makan." jawab Lisa yang menge
readmore 49 : Dimana Lisa?
Baru saja Lisa duduk sambil menunggu pesanannya datang. Suara petikan gitar yang dimainkan oleh Tio i
readmore 50 : Dipaksa menikahi Revano
" Ayo makan dulu," ucapnya sambil menyodorkan sendok kepada Lisa. " Enggak mau," Pria itu menghembuska
readmore 51 : Kemarahan Wijaya
" Hahaha, kamu mau lawan saya pake pulpen. Apa kamu serius." pria tua itu tertawa receh lalu diikuti
readmore 52 : Pernikahan mendadak
' Lompat Lisa, lompat!' batinnya. Lisa memejamkan matanya saat ia merasa kalau badannya melayang di a
readmore 53 : Hukuman
Brum, brum, brum. Suara deruman motor itu membuat Nata ibu Bimo keluar untuk menyambut putra dan mena
readmore 54 : Villa 1
" Nean!" teriak Regina memanggil Nean yang sangat lama. " Iya, bentaran," ucap Nean yang sudah rapih
readmore 55 : Villa 2
" Kalian kenapa?" tanya Bimo menatap Vina dan Tio yang sedikit kaku saat kedatangannya bersama Lisa.
readmore 56 : Villa 3 ( Lomba.)
Pukul 20.30 Malam. Lisa dan yang lainnya sedang berada di luar villa, mereka memutuskan akan membuat
readmore 57 : Pulang ke jakarta
" Hukuman untuk tim cewek dari tim cowok, yaitu harus mencium pasangan motornya," ucap Nean sambil t
readmore 58 : Gadis imut milik Hendrik
" Aku pulang!" seru Lisa saat ia baru sampai rumah. Bimo yang mendengar suara Lisa itu pun mulai kemb
readmore 59 : Love story Nean
Pukul 10.00 WIB. " Regina!" teriak Nean memanggil sahabatnya yang hendak pergi ke kantin. Regina berba
readmore 60 : Jadian
" Sudah siap?" tanya Tio yang sudah rapih dengan kaos warna hitam dan jaket dan celana warna putih. V
readmore 61 : Perjuangan joko
" Na, kamu yakin enggak mau jalan bareng sama aku?" tanya Joko yang masih setia mengikuti Alana saat
readmore 62 : Maaf mengecewakanmu
" Maksud papah apa? Aku enggak mau, aku enggak mau nikah lagi!" teriakan Bimo mampu terdengar sampai
readmore 63 : Pernikahan kedua
Seminggu kemudian: " Wah, lo gila kali, ya! Masa gue pake daster sih." ketus Lisa pada Hendrik yang m
readmore 64 : Keguguran
" Lis, bangun." Nean masih berusaha membangunkan Lisa, saat ini ia benar-benar khawatir dengan keada
readmore 65 : Hukuman dari Wijaya
" Kalian semua, kelilingi seluruh halaman rumah ini. Jangan sampai ada yang tersisa, pria itu harus
readmore 66 : Menculik Lisa
Gue benci lo, gue benci keluarga lo, gue benci kalian semua!" Lisa memukuli dada bidang pria tua itu
readmore 67 : Bimo sakit!
" Aaargh! Kembalikan Lisa! Dia milik gue!" teriakan Bimo selalu terdengar lantang dari tiga hari yan
readmore 68 : Takut kehilangan
Pukul 20.30 malam, terlihat Bimo yang baru terbangun itu meraba-raba ke sebelahnya yang kosong. Perla
readmore 69 : Cinta dan harapan
Yang lainnya mana?" tanya Bimo pada akhirnya. " Masih pada di jalan, paling bentar lagi nyampe." ucap
readmore 70 : Ngambek
Pagi pun tiba, kini Lisa dan Bimo sudah berada di meja makan. Mereka sedang menunggu Maureen dan Hen
readmore 71 : Kehilangan
Hendrik melangkahkan kakinya cepat, ia mencari kebaradaan Maureen dengan wajah datarnya ia menyusuri
readmore 72 : Siapa Marsya?
Waktu menunjukkan pukul 09.30 pagi, Lisa, Bimo, dan yang lainya sedang sibuk dengan tugas skripsi ma
readmore 73 : Masalalu Marsya dan Maureen
Flash back on: 6 tahun yang lalu .... " Maafin kakak, ya. Kak Marsya enggak bisa menangin lomba olimpi
readmore 74 : Kembalinya Revano
" Ameera!" teriak Lisa memanggil nama putrinya yang belum kunjung siap. Lisa menghela nafasnya berat,
readmore 75 : Rencana busuk yang sudah terungkap
" Pan, lo mau ke mana?" tanya Gio sambil berlari kecil guna mengejar sahabatnya. Revano terus berjala
readmore 76 : Aksi menegangkan
" Assalamu'alaikum, Bunda, Abima, Ameera! Ayah pulang!" teriak Bimo sambil membawa paperbag yang ber
readmore 77 : Sudah berakhir
Jleb! Jleb! Jleb! Beberapa tusukan Bimo arahkan ke arah perut Lisa, gadis itu sudah tak bisa berkata ap
readmore 78 : Epilog and Prolog [ Arunika& Arsatya ]
" Hueek, hueek." Dari kemarin Lisa tidak merasakan pusing dan selalu mual-mual setiap kali mencium ba
readmore #1- Arunika&Arsatya
Aku bahagia saat Mommy bahagia, aku bahagia saat Daddy bahagia pula. Jadi, tetap seperti saat ini, m
readmore #2- Arsatya&Arunika
Tiga hari sudah berlalu, semenjak kejadian tiga hari lalu. Kini berita tentang Arunika membalas bull
readmore #3- Arsatya&Arunika
Sudah satu minggu lebih semenjak kejadian di mana Arunika di cium oleh Fenzo, gadis itu jadi lebih s
readmore #4- Arsatya&Arunika
Arunika POV: Hari ini gue sedang asik dengan tugas-tugas gue yang menumpuk. Ah, ini semua gara-gara Sa
readmore
bagus banget
25/03
0bagus
07/05/2025
0bagus bangett novel nyaaa seruuuuu gaiss
01/05/2025
0good
28/04/2025
0shes good
21/04/2025
0terbaikkkkk
24/03/2025
0sangat menyenanggkan
15/03/2025
0bagus alur cerita ya ga ngebosenin
05/12/2024
0500
05/10/2024
01000
15/09/2024
0