Tổng cộng : 114Catatan Pertama : 2050
"Silahkan ID Anda..." Suara AI atau Artificial Intelligence yang keluar dari mesin penerima tamu di h
readmore Catatan Kedua : Memori
Jalanan di tahun 2050 tak terlalu ramai, hanya beberapa Flying Skate saja yang nampak masih melayang
readmore Catatan Ketiga : Sebuah Teka Teki
Tuan Putri Serenada adalah perempuan tipe pemaksa. Semua orang harus mau menuruti apa katanya. Apa b
readmore Catatan Keempat : Tidak Ada Pilihan Lain
Lama kami bertiga hanya terdiam. Sial! Aku kini terjebak pada situasi semacam ini. Tak pernah kusang
readmore Catatan Kelima : Kunjungan Tuan Presiden
"Dova, bantu kami...!" "Iya, aku datang! Ayo segera bawa ke ruangan." "Bruuk!" Debu berterbangan di dal
readmore Catatan Keenam : Catatan Profesor Sanders
Dova masih diam tak mampu berkata apapun. Aku berlari ke bagian pantry dan menekan tombol otomatis u
readmore Catatan Ketujuh : Makan Malam Bersama
Aku sudah bersiap berada diatas Flying Skate. Tapi tiba-tiba Serenada memanggilku. Nah, ada apa lagi
readmore Catatan Kedelapan : Novan
Aku tak pernah mengira kalau Serenada akan tetap berbicara saat tertidur. Apa dia saat itu sedang me
readmore Catatan Kesembilan : Ruang Rahasia Lagi
"Tidak mungkin membicarakan tentang Profesor Sanders di tempat terbuka. Data orang yang dianggap pem
readmore Catatan Kesepuluh : Bumi yang Sesungguhnya
"Kalau boleh aku tahu, kau sendiri pernah melihat Bumi dari luar angkasa?" "Ah, ya aku pernah menceri
readmore Catatan Kesebelas : Area X
Peralatan yang sudah aku siapkan bersama Serenada ada di laboratorium. Itu menjadi tanggung jawab Do
readmore Catatan Kedua Belas : Ledakan
Serenada terus mengajak bicara aku dan Dova selama didalam X-Car. Sementara Dova mencoba untuk meny
readmore Catatan Ketiga Belas : Kelompok Serba Hitam
"Satu hal yang kucurigai terlebih dahulu setelah tersadar di tenda khusus darurat." "Apa itu Dova?" "A
readmore Catatan Keempat Belas : Cerita yang Sesungguhnya
Beberapa hari setelah peristiwa itu.... Kondisi di dalam Dome dinyatakan pada level waspada. Semua pe
readmore Catatan Kelima Belas : Ini Tidak Mungkin
Kondisi sudah dinyatakan aman oleh Dewan Keamanan. Berita itu langsung disiarkan oleh Tuan Qin, mela
readmore Catatan Keenam Belas : Rahasia Area Z
"Area tempatku tinggal dulu tidak mendapat perhatian yang baik dari Tuan Presiden. Bahkan sudah bany
readmore Catatan Ketujuh Belas : Rahasia Mulai Terbongkar
Baru saja kami membahas tentang Area Z minggu lalu di rumah Novan. Kini datang perintah langsung dar
readmore Catatan Kedelapan Belas : Kegunaan Alat Itu
Aku reflek memeluk Serenada dan membuat kami berdua terjatuh lalu berguling entah kemana. Laser dari
readmore Catatan Kesembilan Belas : W115
Kurasa rumah adalah tempat ternyaman bagiku untuk beristirahat. Maksudku daripada tidur di hotel. Be
readmore Catatan Kedua Puluh : Kondisi yang Aneh
Galau rasanya saat memutuskan harus mensetting W115 kembali ke pengaturan pabrik. Setelah pertemuan
readmore Catatan Kedua Puluh Satu : Max
Aku berjalan menyusuri lorong Laboratorium Utama. Sesekali kumainkan benda bulat dari Tuan Presiden
readmore Catatan Kedua Puluh Dua : Saatnya Kita Pergi
Aku dan yang lainnya masih di rumah Novan. Informasi tentang dunia luar terus kita kumpulkan. Sayang
readmore Catatan Kedua Puluh Tiga : Petualangan Pun Dimulai
Sebenarnya Dova sempat khawatir tentang Serenada. Pasti Tuan Presiden akan mencari anak satu-satunya
readmore Catatan Kedua Puluh Empat : Diluar Rencana Kita
"Selamat Pagi, kalian sarapan saja dulu. Maaf aku harus membereskan sesuatu di kantor. Nanti aku aka
readmore Catatan Kedua Puluh Lima : Dunia Luar yang Sesungguhnya
"Hidup kita akan berakhir disini! Para Cyborg itu masih mengejar sampai kemari." "Anak-anak, berhenti
readmore Catatan Kedua Puluh Enam : Suku Tak Bernama
Sesaat aku mulai bisa membuka mataku. Samar aku melihat sebuah atap. Tunggu dulu, atap ini aneh! Aku
readmore Catatan Kedua Puluh Tujuh : Makam Siapa Ini
Laki-laki tua berperawakan kurus itu bernama Kalhuaros. Nama yang aneh, tapi dia mengakui kalau itu
readmore Catatan Kedua Puluh Delapan : Zandila dan Serenada
Lucu saja menurutku, terkadang berpikir apa anaknya Profesor Sanders ini terbalik ya? Kenapa malah D
readmore Catatan Kedua Puluh Sembilan : Obrolan Dua Orang Laki-laki
Meski sejak kecil aku selalu dibiasakan Max untuk membersihkan kamarku sendiri, namun rasanya berbed
readmore Catatan Ketiga Puluh : Kekuatan Misterius
Daripada memikirkan perkataan Zandila waktu itu, aku lebih banyak menyibukkan diri bersama Dova dan
readmore Catatan Ketiga Puluh Satu : Apa Itu EARTHSEED?
"Sepertinya dia sudah mulai sadar...." "Iya, bola matanya kelihatan bergerak!" Suara siapa itu? Samar
readmore Catatan Ketiga Puluh Dua : Percobaan Dova
"Selamat ya! Pada akhirnya kau tahu kalau bukan manusia buatan." "Memangnya kenapa, Dova? Lagipula, m
readmore Catatan Ketiga Puluh Tiga : Malam yang Indah
Terbiasa dengan kasur yang mudah membuatku tertidur di dalam Dome, kini aku harus menghadapi kenyata
readmore Catatan Ketiga Puluh Empat : Gali, Gali dan Gali
Kalhuaros sudah janji untuk memberitahuku dimana kendaraan besar yang pernah dipakai oleh Alexander.
readmore Catatan Ketiga Puluh Lima : SKYLAR
Aku dan Dova masih menatap gundukan tanah dihadapan kami berdua. Sementara Rex dan Rou sudah mulai b
readmore Catatan Ketiga Puluh Enam : Ternyata Masih Berfungsi
Kami bertiga panik berada di dalam pesawat ini. Ternyata benda ini semakin naik ketinggiannya. Sialn
readmore Catatan Ketiga Puluh Tujuh : Patroli
Kalhuaros mencium sesuatu mencurigakan dari padang rumput yang menjadi perbatasan area, antara Dome
readmore Catatan Ketiga Puluh Delapan : Lawan atau Mati
Setidaknya tembakan laser itu sudah membuat beberapa robot milik Tony Rodgers hancur. Ternyata Dova
readmore Catatan Ketiga Puluh Sembilan : Pengendalian Diri
Tak pernah kutahu lagi bagaimana kondisi diluar sana. Menurut kabar dari Rex dan Rou, mereka yang ma
readmore Catatan Keempat Puluh : Tentang Sebuah Rasa Bernama Cinta
"Aku tidak bisa memberikan lebih untuk pesawat SKYLAR ini, setidaknya sudah ada beberapa penambahan
readmore Catatan Keempat Puluh Satu : Sebaiknya Kita Pergi
Aku masih memikirkan kata-kata Kalhuaros. Malam ini sebenarnya adalah waktu yang tepat. Novan dan Do
readmore Catatan Keempat Puluh Dua : Selamat Tinggal Semuanya!
Novan sudah memutuskan dia tidak akan ikut. Kurasa dia sudah nyaman berada disini. Mungkin juga Vaxi
readmore Catatan Keempat Puluh Tiga : Sebuah Tempat Penuh Pasir
"Astaga! Tempat apa ini, Dova?" "Menurut peta satelit inilah lokasi El Savannah. Tapi aku tidak lihat
readmore Catatan Keempat Puluh Empat : Selamat Datang di El Savannah
Aku tadi mendengar suara Serenada dan berhasil menghentikan gerakan tubuhku. Setelahnya semua menjad
readmore Catatan Keempat Puluh Lima : Centronum
"Emilia istriku! Aku pulaang...!" "Kau bawa satu orang lagi, Suamiku?" "Ya, dia masih teman dari dua o
readmore Catatan Keempat Puluh Enam : Si Gila Anas
Abdullah menawarkanku apakah mau menghisap shisha? Ya, masih metode merokok juga menggunakan semacam
readmore Catatan Keempat Puluh Tujuh : Petunjuk Darinya
Abdullah tidak main-main kali ini. Ia terus menggandeng tanganku seperti anaknya sendiri yang takut
readmore Catatan Keempat Puluh Delapan : Cerita Tentang Nuuswantaara
"Berterimakasihlah pada Emilia istriku itu, Artemis! Aku tidak akan melakukan ini kalau bukan desaka
readmore Catatan Keempat Puluh Sembilan : Malam Hari di Padang Pasir
Dalam perjalanan pulang, aku selalu melihat ke arah cincin batu Kecubung itu. Warna ungunya menghipn
readmore Catatan Kelima Puluh : Para Penjarah dan Ghani
Hawa dingin mampu kulawan kali ini, hanya demi menyelematkan Dova. Rasanya sangat jauh untuk menuju
readmore Catatan Kelima Puluh Satu : Malam Perayaan
Uugh! Aku pingsan lagi setelah berhasil menyelamatkan Dova. Baru tersadar saat berada di tempat khus
readmore Catatan Kelima Puluh Dua : Pada Akhirnya Kami Tahu
"Silahkan, Tuan! Duduklah dulu disini." Aku dan Dova hanya tersenyum canggung saja. Kami merasa culun
readmore Catatan Kelima Puluh Tiga : Wahid dan SKYLAR
Sarapan pagi ini sangat luar biasa! Sebab kali ini hanya disajikan roti panggang dengan isian telur
readmore Catatan Kelima Puluh Empat : Dova Belajar Lagi
"Kalau kalian tidak terburu untuk pergi meninggalkan El Savannah, aku bisa mengajarkan sesuatu padam
readmore Catatan Kelima Puluh Lima : Suasana Diatas Langit
Tak terasa perjalanan dengan SKYLAR sudah berjalan dua hari. Sudah tidak ada lagi yang mencurigakan
readmore Catatan Kelima Puluh Enam : Mengubah Penampilan
Kurasa ceritanya hampir sama dengan El Savannah. Hanya saja tempat ini bukan hancur karena ledakan.
readmore Catatan Kelima Puluh Tujuh : Menuju ke Pusat Kota
"Astaga! Aku duluan yang mencobanya kalau begitu." "Hei, aku juga mau! Jangan lama-lama ya, Dova!" "Na
readmore Catatan Kelima Puluh Delapan : Nanako yang Manis
"Baiklah, kita sudah sampai. Tunggu sampai sabuk pengamannya terbuka secara otomatis." Akhirnya terbu
readmore Catatan Kelima Puluh Sembilan : Dova Jatuh Cinta
"Huh! Sayangnya kau tidak punya tempat tinggal di pusat kota ya, Akira." "Dulu ada, tapi aku menyerah
readmore Catatan Keenam Puluh : Perempuan Misterius
Panasnya pusat kota Ichi Hana memang luar biasa! Rasanya seluruh tubuhku ini telah basah oleh kering
readmore Catatan Keenam Puluh Satu : Sensei Hachiro
"Dova kau mau ikut?" "Kemana dulu, Artemis?" "Ke Hutan Tanpa Nama bersama Akira. Katanya mau mengajak
readmore Catatan Keenam Puluh Dua : Cermin Aneh
Memang berlatih ilmu baru tidak bisa cepat. Aku, Akira dan Serenada yang akhirnya datang kemari. Rup
readmore Catatan Keenam Puluh Tiga : Kekuatan Cinta
"Artemis, sudahlah!" Serenada sedikit mendorong tubuhku agar ia lepas dari pelukanku. Aku baru tersad
readmore Catatan Keenam Puluh Empat : Selamat Tahun Baru 2051
Sejak peristiwa itu, aku makin sadar. Tak lagi perlu malu pada Serenada soal perasaanku ini. Toh, di
readmore Catatan Keenam Puluh Lima : Kita Pergi Sekarang!
"Hei, hentikan Dova!" Uugh! Dia malah menarik jaketku hingga wajah kami berdua mendekat. Pada akhirny
readmore Catatan Keenam Puluh Enam : Serenada Untuk Toni Rodgers
"Aku sepertinya pernah cerita padamu bukan, Artemis?" "Huh, ya tapi tidak lengkap!" "Ceritakan semuany
readmore Catatan Keenam Puluh Tujuh : Zona Pattaerya
Aku penasaran dengan tempat ini, lagipula sudah hampir tiga hari kami berada diatas langit dengan pe
readmore Catatan Keenam Puluh Delapan : Asnee si Pencuri
Aku dan Serenada ikut memacu Pentarec lebih cepat. Kalau semuanya mengejar dari belakang, rasanya pe
readmore Catatan Keenam Puluh Sembilan : Boon Nam
Terdengar suara cuitan samar ditelingaku. Kurasa itu berasal dari makhluk bernama burung. Sinar mata
readmore Catatan Ketujuh Puluh : Perempuan Penggoda
Dova baru saja kembali setelah mengecek SKYLAR. Semuanya memang aman, tapi rupanya tenaga SKYLAR kur
readmore Catatan Ketujuh Puluh Satu : Lilia Vanesh
Satu pertanyaanku saat ini, siapa sebenarnya Livia? Rasanya aku tak asing dengan wajahnya. Tapi aku
readmore Catatan Ketujuh Puluh Dua : Kita Jadi Berempat
Sebelumnya Boon Nam meminta maaf atas semuanya. Nampak berbeda dirinya sebagai tukang tato cukup men
readmore Catatan Ketujuh Puluh Tiga : Keluarga Van Deer
Kami sudah berusaha mengejarnya, tapi larinya sosok ini cepat juga. Kecepatan Pentarec harus maksima
readmore Catatan Ketujuh Puluh Empat : Pohon Suci Kuula
Sambil berjalan cukup jauh menuju hutan Dawasa, Khalua bercerita pada kami semua bahwa dulu ada angg
readmore Catatan Ketujuh Puluh Lima : Primerose dan Khalua
Sementara waktu, kami putuskan untuk tinggal bersama keluarga Van Deer. Serenada diajak oleh para pe
readmore Catatan Ketujuh Puluh Enam : Kita Lanjutkan Perjalanan
Rasanya tak mungkin kalau Primerose menunjukkan jalan dengan berjalan menggunakan keempat kaki rusan
readmore Catatan Ketujuh Puluh Tujuh : Hexacycro
Kesibukan Azka sebagai ilmuwan yang bekerja dibawah naungan pemerintah memang tak seberapa. Sebab be
readmore Catatan Ketujuh Puluh Delapan : B-Neo Center Hall
Dasar Azka! Rupanya dia hanya masuk untuk absen, kemudian keluar lagi menemui kami semua. Malah aku
readmore Catatan Ketujuh Puluh Sembilan : Malam Paling Absurd
"Wuih...! Tadi rasanya aku benar-benar seperti di luar angkasa menyaksikan big bang meledak dhuaaaar
readmore Catatan Kedelapan Puluh : Andalas Land
Kurasa tak perlu berlama-lama lagi. Urusan Dova untuk alat terbaru juga sudah selesai. Rasanya tidak
readmore Catatan Kedelapan Puluh Satu : Sirkus
Kami bertiga mengendap menuju ke tempat tenda besar yang ditunjuk Dova tadi. Area ini tidak dikelili
readmore Catatan Kedelapan Puluh Dua : Pertunjukkan Dimulai
Sorak sorai penonton membahana dari kursi belakang. Hanya kami yang serius menonton. Sebenarnya ini
readmore Catatan Kedelapan Puluh Tiga : Kediaman Alamsyah
"A-aku dimana?" Badanku tak bisa digerakkan lagi. Kulihat ada Primerose dan Asnee. Lalu ada dua hewan
readmore Catatan Kedelapan Puluh Empat : Tak Ada yang Boleh Tahu
Alamsyah memintaku masuk ke kamar yang aku gunakan tidur waktu itu. Bahkan Dova dan Serenada tak dii
readmore Catatan Kedelapan Puluh Lima : Dwatta Island
Aku hanya ceritakan intinya saja, sebab sebentar lagi kami akan memasuki area Meichartaka. Bahaya ka
readmore Catatan Kedelapan Puluh Enam : Chimaera
Aku bertanya tentang hewan jenis apa yang ditunggangi oleh Ericko ini. Bentuk tubuhnya aneh! Separuh
readmore Catatan Kedelapan Puluh Tujuh : Alara Menghilang
Baiklah, setidaknya aku harus menunggu Dexta berhasil memghubungi ayahnya. Sementara itu, kami bisa
readmore Catatan Kedelapan Puluh Delapan : Misi Penyelamatan
Aku sendiri tak berani menduga apakah Alara memang benar diculik oleh Dr. Black atau bukan. Sebab se
readmore Catatan Kedelapan Puluh Sembilan : Semua Diluar Dugaan
"Artemis, lakukan sesuatu aaarkh!" "Serenadaaa...!" Aku fokus mengeluarkan kekuatanku dalam kondisi te
readmore Catatan Kesembilan Puluh : Wujud Baru Dova
"Kau sudah tidak merasakan sakit lagi, Artemis?" "Ini sudah lumayan, Serenada. Lagipula aku bosan dud
readmore Catatan Kesembilan Puluh Satu : Nasib Alara Selanjutnya
Setidaknya mata siberkinetik Dova sudah bisa digunakan normal. Meski dia masih bingung kenapa terdap
readmore Catatan Kesembilan Puluh Dua : Sebelum Pergi dari Dwatta Island
Masalah Alara akhirnya terselesaikan. Ericko menuruti ayahnya untuk melakukan pembedahan pada tangan
readmore Catatan Kesembilan Puluh Tiga : Menuju ke X-Marank City
"Aku tidak ikut kalian lagi. Mau disini saja sama Ericko." "Hah! Baguslah, akhirnya anak rusa ini tid
readmore Catatan Kesembilan Puluh Empat : Virtual Reality Shop
Sampai juga di X-Marank City dengan laju SKYLAR yang sudah kami buat lebih cepat. Ah, sialnya sampai
readmore Catatan Kesembilan Puluh Lima : Madeline dan Kakek Z
Madeline celingukan mencari tempat duduk. Ada bangku kosong didekat tempat bertuliskan "Taman Kota".
readmore Catatan Kesembilan Puluh Enam : Katilayu
"Kau tidak tahu ini apa Artemis?" Hanya gelengan kepala yang kutunjukkan pada Kakek Z. Beliau terseny
readmore Catatan Kesembilan Puluh Tujuh : Bahaya Mengintai
"Semuanya waspada! Jangan sampai ada yang lengah!" Aku memperingatkan semuanya. Tempat ini tak bisa d
readmore Catatan Kesembilan Puluh Delapan : Peramal Masa Lalu
"Uugh... aku pasti pingsan lagi!" "Artemis, kau sudah sadar?" "Eh, Dova! Tapi siapa yang mengendalikan
readmore Catatan Kesembilan Puluh Sembilan : Menuju ke Rumah Profesor Madrosa
Tak ada perpisahan yang istimewa dari kakek nenek itu serta cucunya yang ternyata EARTHSEED berjenis
readmore Catatan Keseratus : Sebuah Jawaban
Obrolan diambil alih oleh Profesor Madrosa. Sedikitnya beliau menjelaskan lagi tentang EARTHSEED. Da
readmore Catatan Keseratus Satu : Diantara Dua Pilihan
Kembali aku menelan saliva. Semua orang di ruangan ini menatapku dengan serius. Dova mendekatiku sam
readmore Catatan Keseratus Dua : Situasi Semakin Kacau
"A-apa ini? Kenapa ada gempa?" "Aneh, jarang sekali terjadi gempa disini. Tapi ini kuat sekali!" "Aku
readmore Catatan Keseratus Tiga : Kebangkitan yang Kedua
Serenada sudah senang sekali bertemu denganku. Tiba-tiba saja dia loncat sambil memelukku. Duh, aku
readmore Catatan Keseratus Empat : Wanara Sang Penunggu Hutan
"Wanara ini aneh, Artemis! Dia bisa datang begitu saja tanpa perlu kita panggil. Salah satu tandanya
readmore Catatan Keseratus Lima : Akhir dari Perjalanan Ini
Profesor Madrosa rasanya sudah seperti ayahku sendiri. Beliau bahkan mau mencarikanku tempat dimana
readmore Catatan Keseratus Enam : Tidak, Ini Belum Berakhir!
Tak ada yang tahu Dova kemana sampai Irana tiba-tiba teringat sesuatu tentang kebiasaan laki-laki ya
readmore Spinoff Dova 1 : Kelahiran Dova Docovanesh
Asap rokok mengepul di ruangan tempatku berada sekarang. Aku tahu, dulu tak terbiasa merokok. Sekara
readmore Spinoff Dova 2 : Rahasia Laboratorium
Aku mengenal Max dulunya sebagai Ketua Laboratorium. Tidak sopan bila memanggil namanya langsung. It
readmore Spinoff Dova 3 : Anak Didalam Tabung Kriogenik
Aku tumbuh menjadi sosok yang takut pada manusia lainnya. Entah kenapa mereka seperti monster bagiku
readmore Spinoff Dova 4 : Profesor Sanders
Ada sebuah peraturan baru bahwa semua anak yang sudah melampaui usia sepuluh tahun harus menjalani p
readmore Spinoff Dova 5 : Teman Masa Lalu
Bersama Profesor Sanders, aku belajar banyak hal. Tapi dibandingkan membuat alat baru, aku lebih ban
readmore Spinoff Dova 6 : Perjalanan Tak Terduga
Setidaknya sudah hampir satu tahun aku dan Artemis bekerja bersama. Praktis, aku selalu berada di la
readmore Spinoff Dova 7 : Aku Masih Manusia
Kurasa ini adalah bagian penting dalam hidupku. Saat dimana satu mata milikku menjadi hilang. Bukan
readmore Spinoff Dova 8 : Aku dan Rokok Kretek
Duh, maaf ya! Aku mau merokok dulu. Rasanya aneh sudah berapa jam cerita pada kalian dan sempat berh
readmore
Bagus, kak, ceritanya. Ditunggu update babnya
09/04/2022
1bgs
07/05
0luar biasa
01/03
0menarik sekali
04/02
0sangat bagus
06/05/2025
0semoga aku bisa topup ff
04/05/2025
0bagus
23/04/2025
0bagusss kaaa
07/04/2025
0bagus banget kakk cerita nyaa❤️❤️
26/03/2025
0sangat menarik
21/03/2025
0