logo text
Idagdag sa Library
logo
logo-text

I-download ang aklat na ito sa loob ng app

Part 3 : Rumah baru mama

Setelah berpamitan pada Bi Inah. Rayna bergegas membuka gerbang, memang seperti inilah Rayna. Meskipun ada Bin Inah yang bisa membantunya tapi ia lebih memilih mengerjakan sesuatu yang ia bisa lakukan sendiri tanpa bantuan orang lain.
"Aku buka gerbangnya dulu ya pa."
"Oke papa ambil mobilnya kalo gitu." balas papanya.
Setelah mobil keluar dari halaman, Rayna kembali menutupnya dan bergegas masuk kedalam mobil.
"Udah semua? gada yang ketinggalan kan?." tanya papanya memastikan
"Aman kok pa." balas Rayna.
"Yaudah let's go."
Ditengah perjalanan Rayna sedikit merasa bosan
"Pa, boleh nyalain radio?."
"Boleh dong sayang, mau papa bantu?."
"Aman kok pa, ray bisa sendiri."
Papanya hanya tersenyum melihat tingkah putri semata wayangnya ini.
"Pa, toko bunganya masih jauh ya?." Rayna bertanya bukan karna ia pertama kalinya main ke 'rumah' baru mamanya, tapi biasanya papanya sudah lebih dulu membeli bunga. Jadi ia tak tau dimana tempat toko bunga itu.
"Enggak kok sayang, udah deket tuh di depan tinggal belok kiri trus sampe deh." Jawab papanya
"Emmm bagusnya beli bunga apa ya pa?."
"Mama suka banget bunga mawar sama lavender."
"Wahh yaudah kita nanti beli itu aja ya." Ucap Rayna antusias
...
"Nah udah sampe nih di toko bunganya, yuk turunnya hati - hati ya."
"okey." Saut rayna, lalu mereka berdua masuk ke toko bunga.
...
"Halo, selamat pagi ada yang bisa saya bantu." Ucap penjual
"Saya mau bunga mawar sama lavender nya kak." Ucap Rayna
"Okey, mau satuan / bucket?."
"Bucket aja mbak 8 mawar merah, 5 mawar putih, lavender nya 14." Jelas papanya.
"Baik ditunggu sebentar ya." Ucap penjual itu dengan ramah.
"Pa kok banyak banget bunganya?." Tanya Rayna.
"Gapapa kok sayang, 8 itu tanggal pernikahan papa dan mama, 5 itu bulan pernikahan papa dan mama, dan 14 itu usia kamu sekarang." Jelas papanya pada Rayna
"Permisi ini bucket nya sudah jadi, silahkan." menyerahkan bucket pada Rayna
"Berapa mbak totalnya?." Tanya papanya Rayna
"212,000 pak."
Lalu diserahkannya 3 lembar uang merah pada penjual itu dan segera kembali ke mobil.
"Bagus banget pa bunganya, mama pasti suka." Ucap Rayna sambil memangku bucket bunga yang baru saja mereka beli.
"Pasti dong sayang."
...
"Wah ini lagu kesukaan papa kan?." Tanyanya ketika mendengar lagu Kemesraan dari Franky Sahilatua itu terputar di radio mobil.
Mendengar penuturan putrinya ia jadi sedikit fokus pada lagu itu, dan memori masa lalu bersama sang istri pun kembali terputar secara otomatis ketika indahnya masa - masa pengantin baru, mendampingi istrinya ketika hamil, suka duka menjadi pasangan mereka lalui dengan penuh cinta kasih. Sebelum akhirnya kejadian tragis yang mengubah suasana bahagia menjadi kelam mencekam 13 tahun lalu.
Tinnn.... Tinnnn.. Tinnnn...
karna terlalu fokus dengan ingatan masa lalunya hampir saja ia menabrak beberapa orang yang sedang menyebarang di jalan.
"Pa, jangan ngelamun." Ingat Rayna pada papanya
"Iya sayang maaf ya, papa kurang fokus. Kamu nggak papa kan?." Tanyanya sambil memeriksa keadaan putrinya.
"Ray gapapa kok pa, cuman kaget aja. Yaudah ayok lanjut."
"Iya iya oke." Balasnya sambil menghela nafas memenangkan dirinya.
Tak lama keduanya pun tiba di pemakaman mamanya, makam ini cukup bersih dan rindang dibanding yang lain. Hampir memyerupai makam pahlawan.
Rayna langsung bergegas menuju 'rumah' baru mamanya. Ia sudah hafal dimana letaknya bahkan ia yang memimpin jalannya. Sesampainya di 'rumah' baru mamanya, Rayna langsung mengusap batu misan yang bertulisakn nama mamanya.
"Hai ma, Ray dateng sama papa." Ucapnya sambil melirik ke arah papanya yang sengaja membiarakn rayna terlebih dulu berdialog dengan mamamya.
"Kemarin mama dateng ya temenin ray?."
"Tapi kenapa pas ray panggil mama malah hilang?."
"Oh yaa, ray mau cerita. Ray dapet hadiah lagi karna ray dapet peringkat 1 lagi di sekolah."
"Ma, mama baik-baik kan disini.?"
"Ray pengen banget peluk mama, gimana ya ma caranya?."
"Ray selalu berdoa biar mama dateng terus ke mimpi ray."
"Tapi kenapa mama ga pernah dateng, sekalinya dateng cuman sebentar. Padahal ray pengen peluk mama".
Papa ray hanya menatap putrinya dengan tatapan kosong sekaligus iba, Ia tidak pernah membayangkan keluarganya akan menjadi seperti ini. Untungnya Tuhan sangat baik, ia dititipkan putri yang sangat baik,cantik dan sangat kuat.
Setelah berdialog mereka membersihkan 'rumah' mamanya mencabut rumput liar yang sudah tumbuh, membersihkan nisan dan meletakan bucket bunga yang telah mereka beli tadi.
"Nah sekarang udah bersih rumah barunya." Ucao Rayna senang
"Iya sayang, tapi kita kayaknya harus pulang deh. Coba kamu liat awanya udah mulai gelap karna mendung, nanti sakit kalau sampai kamu kehujanan. Yuk pamit sama mama."
Rayna hanya mengangguk dan mulai berpamitan
"Ma, ray pulang dulu ya. Ray seneng banget udah bisa kangen - kangenan sama mama. Tapi ray masih bolehkan minta mama dateng ke mimpi ray lagi."
Sementara papanya hanya mengusap - usap kepala nya untuk menguatkan ray. Setelah dirasa cukup mereka segera menuju mobil karna sudah gerimis.
Sesampainya di rumah..
"Sekarang kamu bersih-bersih, sholat terus tidur siang ya." Perintah papanya pada rayna
"Okey pa, ray ke atas dulu ya kalau gitu."
Setelah melaksanakan apa yang di perintahkan papanya ia melihat hp sudah banyak notifikasi yang masuk dan yang paling atas adalah sahabatnya sinta yang mengirim 64 pesan serta 13 panggilan tak terjawab.
Sorry sin, aku baru pulang dari tempat mamah
Oh iya ray, tadinya mau gue ajak nonton di bioskop tapi karna lo ga bales - bales jadinya gw pergi sama yang laen deh
Oke gapapa kok enjoy yaa. Tapi next time kita harus nobar
Pasti dongg, yaudah lanjut ntar ya gue udah mau masuk ke studionya byee bestie.
Byeee
Setelah itu ia mengecek notifikasi lain yang datang dari grup kelas hanya berisi teman - temannya yang meminta jawaban dari pr kemarin. Tak lama ada notifikasi dari Dion temannya.
Ray
P
P
Gue nyontek pr kemarin dong
Ha? ini siapa? emang kita kenal ya?
Rayna memang tidak pernah memberikan conteka pada temannya, tapi jika temannya meminta untuk di ajari maka ia dengan senang hati melakukannya. Karna bagi Ray memberi contekan akan membuat temanya menjadi semakin malas dan bodoh. Dan ia tak mau hasi kerja kerasnya belajar malah ia berikan cuma-cuma pada temannya yang tak mau berusaha.
"Hashh mending bocan, dari lada di teror minta contekan hahah." Gerutunya
Setelah bangun tidur dan melakukan aktivitasnya seperti sholat, dan mandi. ia ingin bersantai bermanja dengan ponselnya.
Tengah asik mengotak - atik ponsel nya tiba tiba ada log panggilan dari sahabatnya sinta
Halo ray ray ray ray gawatsss
Halo kenapa sih kamu jangan bikin aku khawatir, kenapa kamu kejebak di mall?
Hah? apaansi ini masih sore mana ada kejebak di mall sore - sore, ini lebih gawat
Lah? terus? mobil kamu mogok?
Egak ray egak dengerin gw baik- baik ya karna gue ga akan ngulangin dengerin nih gue mau minta contekan
Setelah mendengar penuturan sahabatnya ia memutar bola matanya malas
kamu tau kan aku ga pernah ngasih contekan, sekarang gini deh ak kasih tau ada di halaman berapa jawabanya tapi tetep kamu cari sendiri, dan kamu harus dengerin baik - baik karna aku gabakal ngulangin.
Astaga bentar gw ambil catetan gue dulu
no 1 halaman 34, no 2 halaman 28, no 3 halaman 47, no 4 halaman 32, no 5 halaman 39. udah kan ya? aku tutup ya byee
...
"Astaga punya bestie gini banget dah untung tangan gue ini sudah terlatih layaknya kagebunshin naruto bin boruto wush wush wush." Keluh sinta
Sinta lalu melanjutkan untuk mengerjakan pr nya, sementara di sisi lain Rayna yang sudah santai masih sibuk dengan ponselnya sambil menunggu makan malam.
...
Setelah menunaikan sholatnya ray turun kebawah untuk makan malam karna perutnya sudah demo
"Eh cantik, baru aja bibi mau panggil kamu udah disini, udah laper ya?." tanya bi inah
"Hehe iya nih bi, udah pada demo." sambil memosisikan dirinya di kursi
"Btw, papa kemana ya bi?." Tanyanya melihat sang papa tak kelihatan batang hidungnya
"Oh iya, bapak bilang ada urusan mendadak di kantor, katanya buru - buru jadi nggak sempet pamit sama kamu."
"ouh."
Terlihat raut wajah yang sedikit tak enak dari Rayna, menyadari hal itu bi inah segera menghibur Rayna
"Jangan cemberut gt dong cantik, nanti ini ikan gorengnya jadi mentah lagi kalo kamu sedih." canda bi inah
"Haha bi inah bisa aja, mana ada kayak gt si bi, udah yuk makan bareng ray."
Setelah di rasa kenyang ray memutuskan untuk langsung tidur tanpa menunggu papanya pulang, karna besok harus kesekolah.
"Makasi ya bi, masakannya ga pernah gagal. Yaudah Ray langsung ke atas yah. Mau tidur besok kan sekolah." Pamit rayna
"Ah cantik bisa aja, yaudah jangan lupa berdoa ya." Ucap bi inah
Setelah itu ray naik ke kamarnya dan bersiap tidur
...............
TBC

Komento sa Aklat (36)

  • avatar
    Febi Lisa Triana

    bagus banget

    19/03/2025

      0
  • avatar
    suesuzaini

    ok best

    20/08/2022

      0
  • avatar
    IrfaniHakim

    mau uang dana

    16/08/2022

      0
  • Tingnan Lahat

Mga Kaugnay na Kabanata

Mga Pinakabagong Kabanata