logo text
Idagdag sa Library
logo
logo-text

I-download ang aklat na ito sa loob ng app

Kupu - Kupu Senja

Kupu - Kupu Senja

Scorpio People


Part 1 : Rayna

Kringg.. Kringg..
"Akhirnyaa, bunyi juga bel keramat ya ray" Ucap sinta sambil meregangkan otot - ototnya yang kaku.
"Ah, iya capek banget hari ini" ucap rayna setuju.
"Btw, congrats ya ray lagi, lagi dan lagi lo yang terbaik di semester ini. Kapan ya gw bisa kayak lo ray?." tanya sinta
Ya di sekolah, rayna termasuk murid yang berprestasi ini terbukti sudah 3 semester lamannya. Tapi namanya masih betah berada di ujung atas peringkat paralel sekolah.
"Ya kalau mau kayak rayna sih belajarnya yang rajin, bukan gosipnya yang rajin." Celetuk Amel di seberang bangku Rayna dan Sinta.
"Nyamber teroshh, kuat amat mbak sinyalnya." Balas sinta ketus.
"Iya dong kan pake kartu byO bisa pilih topping internet kamu, dan beli pulsa / internet sekarang bisa on...." Cerocos amel
"Heh heh heh malah promosi udah sana balik lu, ganggu aja si ah." potong sinta cepat
"Ya kan sapa tau lo tertarik nanti gw dapet komisi kalau ada yang mau pake kartu ini." Balas amel.
"Kalau kamu ray mau ga pake kartu sama an kayak aku, nanti kamu bis.." lanjut amel
"Astagaaa balik ga lo sekarang, kalo gak gu.." ancam sinta pada amel
"GBL GBL GBL GALACK BANGEDD LOCHH" Potong amel dengan nada tiktokers yang lagi viral a.k.a bondol
Sementara rayna hanya tersenyum melihat tingkah ke dua temannya.
"Ashh rese banget sih" Ucap sinta dengan sebal.
Tiba - tiba hp rayna menunjukan notifikasi telfon masuk
"Halo pa?." Sapa rayna sopan
"Halo, sayang kamu udah selesai? papa tunggu di depan ya" Ucap lelaki di telfon.
"Aaa papa udah sampai, oke oke rayna ke depan yaa. tunggu sebentar pa." Ucap rayna lalu menutup telfonnya.
"Eh sin, maaf ya aku harus pulang papa udah nungguin nih di depan."
"Oh bokap lo udah dateng, yaudah ayok gw bareng deh kedepan." balas sinta.
Mereka melewati lorong sekolah yang masih ada beberapa murid lain yang belum pulang. Ada yang mengerjakan pr, kerja kelompok atau piket. Kalau rayna sendiri, pr harusnya dikerjakan di rumah toh maksudnya agar di rumah tetap belajar.
"Sin, itu papa ku yuk kesana." ajak rayna
"Papa." sapa rayna sambil mencium tangan papa nya
"Eh sayang udah selesai? mau pulang sekarang?." balas papanya lembut sambil mengusap kepala rayna.
"Halo, om heheh." sapa sinta juga
"Oh sinta, apa kabar kamu?." Balas papa rayna ramah
Rayna dan Sinta sudah saling mengenal sejak mereka TK sampai sejarang di bangku SMP mereka masih bersama bahkan satu kelas. Tapi seolah tak pernah bosan karna sifat mereka berdua yang berbeda sering menimbulkan suasana absurd yang justru menjadikan persahabatan mereka berwarna.
"Baik kok om, om sendiri? jawab sinta dengan balik bertanya.
"Om baik juga kok nih kamu lihat haha. yaudah kalau gitu kami pulang dulu ya sinta." Ucap papa rayna
"Baik om hati - hati di jalan ya om, ray." Balas sinta
"Oke ketemu besok ya byeee." Ucap rayna lalu memasuki mobilnya dan segera jalan menuju rumah.
"Kamu bawa apa itu ray? tadi waktu berangkat seingat papa kamu ga bawa bungkusan itu." Tanya papanya saat melirik rayna membawa bungkusan hadiah karna dia jadi murid terbaik di sekolahnya semester ini.
"Oh ini? ini hadiah pa dari wali kelas karna jadi murid terbaik di semester ini hehe." Jelas rayna
"Wah lagi? hebat banget sih anak papa 3 semester berturut - turut bisa juara 1, papa bangga banget sama kamu sayang." Balas papanya sambil merangkul rayna
"hehe makasi pa, emm rayna boleh minta hadiah ga pa?" tanya rayna sedikit ragu.
"Ya boleh dong sayang, tanpa kamu minta papa akan kasih, kamu mau apa emangnya?" tanya papanya sambil melihat jalanan yang cukup ramai hari ini.
"Emm besok kan hari minggu, kita ke toko bunga ya, terus main ke 'rumah' mama. Ray udah kangen banget sama mama. gimana pa, boleh?." Ucap rayna dengan senyuman padahal mungkin hatinya sungguh sesak.
"Okey sayang." balas papanya
Memori 13 tahun lalu terputar otomatis di kepala papa rayna ketika hari bahagia memperingati ulang tahun rayna yang pertama harus berubah menjadi hari yang tak di inginkan. Tapi segera ia fokus menyetir karna tak ingin kejadian yang sama terulang pada dirinya dan rayna.
Tak terasa rayna sudah sampai di depan gerbang rumahnya, tak terlalu besar tapi cukup mewah untuk rayna dan papanya. Ini karena papanya adalah pengusaha yang cukup sukses dan terkenal di kotanya.
"Ray buka dulu ya pa gerbangnya." Ucap rayna lalu segera turun dari mobil dan membuka gerbang
"Oke, makasi ya sayang." Balas papanya.
setelah gerbang terbuka mobil masuk ke halaman, rayna kembali memutup gerbangnya namun menyisakan celah sedikit karna papanya akan kembali ke kantor menggunakan motor. Papanya bilang kalau menggunakan motor akan lebih cepat sampai. Padahal cuaca hari ini sangat terik, tapi yang terpenting bagi rayna adalah papanya bisa kembali pulang dengan selamat.
"Assalamualaikum." Ucap rayna memasuki rumahnya
"Waalaikummussalam, ehh rayna udah pulang ya cantik." ucap bi ina art di rumah ini bahkan sejak rayna belum lahir.
"Bi, saya harus segera kembali ke kantor titip rayna ya. Sayang papa ke kantor dulu ya kamu sama bi inah okey? Pamit papanya pada Rayna dan bi Inah.
"Okey pa." jawab rayna singkat
"Baik pak, hati-hati di jalan pak." Ucap bi inah
Setelah itu papa rayna segera pergi untuk kembali ke kantor.
"Cantik, bibi masak kesukaan cantik. ayam kecap + sayur sop, cantik mau makan sekarang?." Ucap bi inah dengan penuh senyuman.
"Wahh enak banget tuh bi, yaudah ray ganti baju dulu ya bibi tunggu ray di meja makan aja nanti kita makan bareng, oke?." Balas rayma tak kalah sumringah
"siap cantik." Ucap bi inah lalu bergegas menyiapkan makan siang untuk rayna, sementara ia mengganti pakaian.
Bi inah sudah cukup lama berkerja dengan keluarga rayna bahkan sejak papa dan mamanya baru saja menikah. saat kejadian 13 tahun lalu bi inah pun terlibat ia duduk di bangku belakang sambil memangku rayna. Peristiwa memilukan bagi keluarga kecil ini.
"wihh, enak banget baunya bi." Ucap rayna yg sedang menyendok sayur sop dalam mangkoknya.
"Ya iya dong cantik, siapa dulu dong ya masak hahaha." Canda bi Inah
"Iya iya bibi emang jago kok hahah, yaudah yuk makan bi keburu dingin." balas canda rayna
Setelah makam rayna menyibukan diri dengan menonton tv di kamar lalu tidur siang. ia sangat jarang bermain ke luar rumah karna ia merasa lebih nyaman saja di rumah.
"ughhhhh." rayna melenturkan badannya sehabis tidur siang.
"Ah sudah jam 4 ternyata, okey mandi terus belajar dikit deh buat besok." Ucapnya pada diri sendiri dan bergegas menuju kamar mandi.
"Nah kalau gini kan enak mau belajar ga ngantuk, oke lets goo. hmm mau apa ya? IPA? MTK? IPS?, kayaknya PKN aja deh seru." gerutunya di depan meja belajar miliknya.
Lagi asik belajar tiba tiba hpnya berbunyi tanda telfon masuk. segera ia cek dan nama papa tertera di layar hpnya.
"Halo pa? ada apa. tanya rayna
"Gapapa sayang, papa cuman pengen tau kamu lagi apa, dan jangan lupa sholatnya ya nak." jawab papanya di ujung telfon.
"Oh iyaa rayna lupa belum sholat, yaudah ray tutup dulu ya pa Assalamualaikum." Tutup rayna
"Iya Waalaikummussalam." balas papanya
Segera ia melaksanakan sholat Ashar, dan akan melanjutkan belajarnya setelah sholat nanti.
"Alhamdulillah, udah selesai masih jam 5 lanjut belajar bentar deh sambil nunggu maghrib." Ucapnya sambil membereskan perlengkapan sholat.
Di sela-sela fokus belajar, ekor matanya tak sengaja menatap foto seorang wanita yang sedang memeluk bayi nya. iya itu adalah rayna dan Almh.mamanya. Ia mengambil foto itu sambil membayangkan seandainya mendiang mamanya masih ada di sampingnya saat ini pasti hidupnya akan jauh lebih berwarna. Tak disadari air mata nya keluar.
"Ma, apa kabar? semoga mama selalu bahagia ya disana, ray kan juga bahagia. Jadi mama juga harus bahagia." Ucap rayna membukan omongan
"Ma, ray dapet hadiah lo tadi. Ini dari wali kelas ray karna ray peringkat 1 di sekolah." rayna berdialog dengan foto mamanya.
"gimana? mama bangga ga sama ray? seandainya mama masih disini temenin ray sama papa, pasti ray akan jadi anak yang paling bahagia di dunia." lanjutnya ber urai air mata.
"Ah ray lupa, kata papa kalo ray mau mama temenin ray, ray gabole nangis. tapi ray cengeng ma, ray ga sekuat itu. Ray minta maaf ya ma kalo mama jadi ikut sedih karna ray." rayna masih betah berdialog dengan foto mamanya.
"Cantik, makan malemnya udah jadi nih. Sholat terus ke bawah ya, bibi tunggu." Panggil bi inah dari balik pintu kamar rayna.
"Ohh, iya bi makasi yaa." Saut ray dari dalam kamar.
"Ma, ray sholat dulunya. Besok kita ketemu ya ma, dadah." Ray mengakhiri dialognya sambil mencium foto mamanya.
Setelah sholat rayna segera menuju meja makan yang sudah penuh dengan menu yang lezat
"Papa belum pulang bi.?" Tanya rayna
"Kayaknya belum sih, memang ndak telfon kamu.?" Jawab bibi balik bertanya
Rayna hanya menggelengkan kepalanya sambil menggeser kursi tempat duduknya.
"Ya sudah makan dulu yuk bibi udah masak enak loh ini." jawab bibi mencoba menghibur rayna
"hehe iya bi, gapapa. Makasi ya udah selalu masakin rayna sama papa. yaudah yuk bi sambelnya udah bikin salah fokus terus nih bi." Jawab rayna antusias.
"aww."
....................................
`Kata orang senyumku sungguh lebar, tapi mereka tak tau luka di hatiku juga tak kalah lebar. - Rayna
.....................................
TBC
Note : Hi ini cerita pertama ku, sudah pasti banyak banget kurangnya. Jadi aku sebagai penulis mengharapkan masukan ke temen - temen pembaca semua. Kalian bisa kasih masukan aku lewat app ini atau bisa lewat instagram ya di @okt._.vn Terima kasih yang sudah membaca, Maaf atas segala kurangnya
See u next part

Komento sa Aklat (36)

  • avatar
    Febi Lisa Triana

    bagus banget

    19/03/2025

      0
  • avatar
    suesuzaini

    ok best

    20/08/2022

      0
  • avatar
    IrfaniHakim

    mau uang dana

    16/08/2022

      0
  • Tingnan Lahat

Mga Kaugnay na Kabanata

Mga Pinakabagong Kabanata