Lily sangat kagum dengan lantunan ayat suci yang suaminya bacakan ketika shalat isya. Tampak semua anggota keluarga juga ikut merenungkan nya dengan sangat hikmat, arti dari lantunan ayat suci Al-Quran yang dibacakan suaminya. Lily berpikir, suaminya tidak pernah melaksanakan shalat. Karena dia mungkin hanya hobby tebar pesona kepada semua siswi di sekolah. Ketika mereka sudah selesai shalat. Lily bersalaman kepada semua anggota keluarga secara bergantian. "Menantu Mama sangat cantik." Lily mengangguk dan mengulas senyum. "Mama juga sangat cantik." "Arka! Besok kalau kamu menikah lagi. Cari yang seperti Lily, sudah sholehah dan juga cantik." "Iya, Ma. Arka sekarang lagi usahakan. Namun sebelum itu, Arka ingin mengambil hak asuh Ryan dulu." Kedua orang tuanya mengangguk setuju. "Kami menunggu kabar baiknya." Setelah berdoa kembali. Mereka akhirnya kembali ke kamar masing-masing. Begitupun dengan Lily yang sekarang menatap suaminya lama karena terpukau melihat Adit yang jauh lebih tampan memakai pakaian seperti sekarang ini. "Ada apa? Kamu lapar?" Lily menggeleng kepalanya. "Tidak! Kan sudah makan tadi. Bisa-bisa, tubuhku buncit lagi." "Tubuhmu kecil. Sadar diri saja." Lily mendengus dan masuk ke dalam kamar mereka. "Pak!" panggil Lily kembali. "Ada apa?" tanya Adit. "Bapak, ngajinya dimana? Lantunan ayat suci Al-Quran yang Bapak bacakan sangat indah kalau didengarkan." "Di guru ngaji." "Maksudnya di mana tempatnya? Aku tahu di guru ngaji. Aku pun pergi ngaji jugak." "Aku pernah mondok waktu SMP. Sudah jelas, kan?" "Belum! SMP mana?" "Jangan banyak bertanya. Ganti pakaianmu dan tidur! Tidak baik begadang dengan tubuhmu yang lemah itu." "Aku tidak lemah. Walaupun memiliki tubuh yang kecil." "Terserah!" "Pak Adit! aku tidur di atas, ya? terus pak Adit di sofa okey?" ucap Lily mengedipkan sebelah matanya. "Ngak!" jawab Adit singkat. "Ayolah Pak Adit, biasanya yang lebih tua itu harus mengalah." Lily langsung mengeluarkan jurus ampuhnya, tersenyum manis, dan bersikap lembut ke arah Adit yang sibuk membereskan tempat tidur. "Hem... iya udah. Aku mengalah, tapi kita harus gantian, ya?" ucap Adit menawarkan kepada Lily. "Okey," balas Lily lalu berbalik arah dan langsung berbaring di atas ranjang dan tertidur lelap tanpa memperdulikan Adit yang ada di depannya. "Jadilah gadis yang penurut!" ucap Adit sambil membuka bajunya dan bergegas ke kamar mandi. Setelah keluar dari sana. Adit melihat Lily sudah terlelap. Dia menggeleng kepalanya dan menaruh mukena Lily pada tempatnya. "Selamat malam!" Adit tidur di sofa dan mematikan lampu kamar. Dia mulai memejamkan matanya dan ikut masuk ke dalam mimpi. **** Suara adzan subuh berkumandang. Adit membuka matanya dan melirik sekilas ke arah ranjang. Gadis itu telah tiada, sontak Adit bangkit karena merasa khawatir. "Lily! Kamu ada di mana?" Suara pintu kamar mandi terbuka. Lily baru saja mengambil air wudhu. Terlihat jelas wajahnya yang sudah terlihat basah dan kancing hijab yang terbuka. "Bapak lama banget bangunnya." "Maaf!" Dia segera masuk ke dalam kamar mandi dan mengambil air wudhu. "Shalat di mana, Pak?" tanya Lily. "Di kamar saja. Biasanya jam segini papa yang jadi imam di bawah." "Baiklah." Setelah Adit selesai mengambil air wudhu. Mereka melaksanakan shalat dengan khusuk. Sebenarnya inilah impian Lily, memiliki pendamping hidup yang hampir sempurna. Namun dia malu untuk sekedar mengakuinya. **** Pagi menjelang. Mereka sekarang sedang menghabiskan waktu nya di taman belakang rumah itu. "Kalau makan itu pelan-pelan! jangan sampai belepotan kayak gini, untungnya aku bawa tisu," ujar Adit membersihkan sisa makanan yang ada di mulut Lily. "Hmm, enak Pak. Siapa yang buat?" tanya Lily mengunyah nasi goreng dan di tambah daging panggang di pinggir makanan itu. Adit tersenyum, merapikan rok Lily yang mulai diterbangkan ke atas karena angin yang lewat. "Aku yang buat tadi di dapur." Lily langsung terkejut mendengarnya, bagaimana bisa seorang pak Adit guru paling ganteng di Indonesia bisa masak. "Lily nggak percaya, ini buatan bibi, kan?" ucap Lily sambil meneguk air yang dibawa oleh Adit. "Terserah!" balas Adit dingin, memandang ke atas langit sembari berdiri melihat bunga Sakura yang mulai gugur dan jatuh ke tanah. Lily yang melihat hal itu merasa bersalah, lalu menaruh nasi goreng itu di bawah dan mendekat ke arah Adit. "Pak Adit!" panggil Lily sedih. "Maafin Lily, ya?" ucap Lily menunduk di belakang Adit. Adit yang mendengar hal itu langsung tersenyum dan berbalik arah. "Udah jangan sedih! kamu jelek loh kalau sedih gitu," ucap Adit mengelus pipi Lily dengan lembut. Deg! Detak jantung Lily berdegup kencang berlari kemana-mana mungkin sudah sampai Korea. "Pak-Adit mau ngapain?" tanya Lily terkejut melihat tatapan pak Adit yang semakin dekat dengannya. "Hem," deheman seseorang dari kejauhan Adit langsung menepis niatnya itu. Dia menghembuskan nafas kasar dan berbalik melihat orang yang mengganggu mereka. "Ma-mama!" ucap Lily terkejut lalu mendorong pak Adit. Wanita itu langsung mendekati mereka berdua yang terlihat sangat malu, kecuali Adit yang hanya biasa dan bersikap dingin. "Kalau mau bulan madu di kamar! jangan di sini, biar gak ada yang ganggu," ucap wanita itu memandang mereka berdua. "Maaf, Ma-Mama," balas Lily gugup. "Pasti ini semua ulah kamu kan, Adit?" tanya Endang melirik Adit yang bersikap dingin kepadanya. "Maaf," jawab Adit singkat. "Ya udah, Mama mau kasih tau kalian sesuatu, besok Mama sama Arka mau ke luar kota menyusul papa, katanya ada sesuatu yang harus diselesaikan di kantor, kalau kalian mau sesuatu tinggal lapor ke bibi," jelas "Baik Ma," ucap Lily menurut. "Jangan lupa, buatin mama cucu," bisiknya ke telinga Adit lalu pergi meninggalkan mereka berdua di taman. "Ini semua gara-gara Pak Adit," ucap Lily cemberut. "Kamu duluan yang goda aku." "Kapan aku goda Pak Adit." "Jangan dibahas lagi. Sebaiknya kamu persiapkan diri untuk segera masuk sekolah. Tidak banyak drama seperti sekarang."
Salamat
Suportahan ang may-akda na magdala sa iyo ng mga magagandang kwento
Gastos 20 diamante
Balanse: 0 brilyante ∣ 0 Mga puntos
Komento sa Aklat (667)
halimahNur
Cerita nya bagusss banget ayok kak buruan lanjuti nggak sabar udah penasaran sama cerita nya❤😁😁
Cerita nya bagusss banget ayok kak buruan lanjuti nggak sabar udah penasaran sama cerita nya❤😁😁
06/02/2022
15ok banget
25/05
0Good
15/04
0Tingnan Lahat