logo
logo-text

I-download ang aklat na ito sa loob ng app

part 3

  ----------------happy reading---------------
Ijab kabulnya sudah mau di laksanakan mayra terduduk. ia sudah cantik dengan riasan polosnya dan mengunakan gaun syari berwarna merah senada dengan hijabnya yang menutup dada. Ia tak pernah mengharapkan pernikahan seperti ini, mayra selalu memimpikan pernikahan yang sederhana dengan pria yang tulus menikahinya
Tetapi yang ia harapkan sebaliknya ia hanya mengikuti alur cerita yang di berikan allah swt. Mayra percayah bahwa keputusanya yang terbaik meskipun mungkin hatinya akan sakit atau bahagia ia akan menerimanya
Mayra sedih dia di nikahi oleh pria dengan ke terpaksaan tanpa dasar cinta atau tujuan. tetapi ini juga demi oma dia akan menuruti kemauan oma untuk keterakhir kali
"Mayra kamu kenapa" tanya bunda mayra di dampingi sama bunda dan nisa adik reyhan yang baru tadi pagi sampe, ia libur pas hari pernikahan kakaknya ia sekolah di salah satu pesantren di jawa timur
"nggak papa bunda, mayra hanya terharu" bohong mayra maafkan mayra bunda sudah bohong sama bunda
Hati dan mulut mayra berkata lain. Beginikah menikah dengan pria dengan terpaksa
"Nak bunda bahagia kamu mau menikahi reyhan, jaga dia bimbing dia kejalan allah. Bunda percaya kamu bisa membimbing dia kejalan yang benar dan jika kalian bertengkat bicarakan baik baik karena setiap rumah tangga itu pasti ada pertengkaran, sayangilah dia aku tau kalian menikah tanpa dasar cinta tetapi terimahlah dia dengan hati yang tulus" nasihat bunda, mayra menganguk dan memeluk bunda
"Makasih bunda mayra bahagia mempunyai keluarga yang baik, mayra seperti merasakan kembali kasih sayang umi, makasih bunda sudah menerimah mayra di keluarga ini" mata mayra berkaca kaca
Terdengar suara reyhan yang mengucapkan ijab kabul dengan lancar. Air mata mayra meminta mengalir saat pria itu mengucapkan ijab kabul
Sah
Terdengarlah kata sah dari para saksi mayra tak bisa menahan air matanya. Apakah ia bisa bahagia bersama dengan pria yang tidak mencintainya. Apalagi pria itu sudah memiliki ke kasih yang sangat ia cintai
"Ayo nak kita temui suamimu" ucap bunda
Suami!..
Kata yang tak pernah mayra bayangkan, dengan ke hendak allah dia sudah menjadi kekasih halal bagi pria yang sudah halal untuknya. Yang sudah mengucapkan ijab kabul barusan
Mayra menganguk merekapun bangkit dan berjalan menuruni tangga. Hati mayra sedih di saat ia menikah tidak ada satupun keluarganya yang menemaninya
Mayra duduk di samping pria yang sudah sah menjadi suaminya merekapun di suruh menandatangani surat pernikahanya.
Mayra menyalimi tangan reyhan. Reyhan mencium dahi mayra untuk pertama kalinya setelah pertukaran cincin
Selesai ijab kabul di lanjutkan dengan resepsi. Yang cukup mega, dekorasinya begitu indah membuat mayra terharu
Kedua sepasang kekasih sedang terduduk di pelaminan, mayra hanya bisa tersenyum menyambut para tamu yang mengucapkan selamat. Tetapi lain untuk reyhan yang menunjukan wajah datar. ia hanya memperhatikan seorang wanita yang sedang tersenyum melihat mereka
"Sayang maafkan mas" ucap reyhan dalam hati
                           ****
"Bunda ayah reyhan pamit, assalamualaikum" pamit reyhan menyalimi tangan kedua orang tuanya diikuti mayra.
bunda memeluk mayra dan mencium dahinya sayang, mata mayra sudah berkaca kaca ia merindukan sosok orang tua. Bersyukur ia sangat bersyukur memiliki mertua yang sangat baik kepadanya tak lupa mereka mendengar nasihat dari kedua paruh baya itu
"Kak mayra, nisa bakalan rindu sama kakak" nisa adik reyhan memeluk mayra dengan sayang
"jangan rindu berat biar kakak aja" ucap mayra membalas pelukan adik iparnya
Bunda dan ayah tersenyum "kaya dilan aja kak" nisa melepas pelukanya lalu terkekeh pelan
"Tapi siapa sih yang tidak akan rindu dengan kak yah kan bun" kata nisa melihat ke bunda
"Iy dong, kami akan merindukan kalian" bunda menghampiri mayra
"Hehe bunda bisa aja"
"Bunda kalau begitu rey pamit" ucap reyhan lagi. ia tak suka dengan mayra yang sok akrab dengan keluarganya
Merekapun menaiki mobil dan melaju dengan kecepatan sedang. Baru juga pernikahanya selesai mereka sudah pergi di rumah baru yang ayah dan bunda belikan
Di sepanjang jalan tak ada yang memulai pembicaraan, suara azan berkumandan
"Mas udah mau magrib mampir sholat dulu" ucap mayra memecahkan keheningan
Reyhan tak menjawab ia hanya pokus ke depan. Tetapi ia berhenti di depan mesjid
Reyhan turun dan memasuki mesjid lebih dulu. Apakah ia akan mampu menangapi sikap reyhan yang seperti ini. Mayra turun mengikuti suaminya mereka berpisa saat di depan pintu masjid
Mereka menjalankan sholat dengan khusyu
"Mas aku belum buka puasa, boleh mampir di warung sebentar" ucap mayra, lagi lagi ucapanya diacuhkan. Reyhan malah masuk di dalam mobil
"Kok bengong aja, kamu tak mau makan" teriak reyhan menyadarkan mayra dari lamuanya. Mayra senang akhirnya pria itu bicara juga, mayra berjalan sedikit berlari lalu memasuki mobil
Reyhan bicara saja ia sudah senang. Reyhan memarkirkan mobilnya di sebuah kafe terdekat
"Kok di kafe aku kan tadi bilang di warung emang nggak papa yah" mayra menoleh melihat wajah reyhan.
Tak menjawab, reyhan mengacuhkanya lagi. sudahlah ia akan diam percuma juga. Reyhan turun dari mobilnya diikuti mayra
Lima belas menit kemudian
Mayra dan reyhan sudah menyelesaikan makananya
"Assalamualaikum rey, kamu kok ada disini" mayra dan reyhan menoleh. Mayra kaget iapun menunduk. Reyhan tersenyum, senyum itu saja ia tak pernah sekalipun memperlihatkan kepada mayra
"Waalaikumsalam, aku hanya mampir makan" reyhan pun cipika cipiki kepada ana. mayra kaget ternyata mereka masih menjalamni hubungan ia tak berani menasehati reyhan agar tak menyentuh wanita yang bukan mahromnya, tapi percuma saja ia menasehati reyhan pasti ia akan di acuhkan
Ana mengunakan hijab seperti mayra ia sangat cantik dan dia juga baik pasti pria yang melihatnya akan terpesona. Sama seperti suaminya
"Yaallah kuatkanlah hamba" ucap mayra dalam hati.
"Assalamualaikum, mayra gimana kabarnya" wanita itu tersenyum, mayra membalasnya
"Waalaikumsalam, Alhamdulillah baik" anguk mayra
Reyhan mempersilahkan ana duduk lalu mengombrol diiringi dengan candaan
Mayra hanya bisa diam dia hanya menjadi obat nyamuk. Azan berkumandan mayra bersyukur ia bisa punya alasan untuk pergi dari situ
"Mas aku pamit dulu" pamit mayra lalu bangkit dari duduknya
"Mau kemana may" tanya ana
"Aku mau sholat dulu, kalian nggak sholat" basa bisi mayra
"Nggak aku lagi libur, mas nggak sholat" tanya ana ke reyhan
"Di rumah aja" ucap reyhan datar
Mayra pergi dari tempat itu ia mencari mushola dan sempat membayar makanan yang ia pesan tadi.
ana memang wanita yang baik
Tetapi apakah ia ada kepikiran untuk merebut reyhan dari mayra pikir mayra.  Ia berusaha menghilangkan pikiran buruknya terhadap ana
"sayang kenapa kamu bisa tersenyum seperti itu kepadanya" tanya reyhan kepada ana
"Mas, dia wanita baik ana nggak berani nyakitin hatinya" ucap ana kasihan kepada mayra
"Udah cukup ana, mas nggak tega melihat kamu. dia sudah menghancurkan hubungan kita. kenapa kamu begitu baik kepadanya" tanya reyhan ia bingung dengan ana yang selalu ramah kepada mayra
"mas cukup ini bukan salah dia, ana hanya minta satu adilah kepada mayra dia wanita baik, jika ana di posisi mayra ana akan tersakiti seperti dia sekarang, dia tak punya siapa siapa hanya mas yang dia harapkan" ucap ana mengengam tangan reyhan
"Tapi per-" ucapan reyhan terpotong ana menghentikan omongan reyhan
"insyaallah ana akan jaga dia baik-baik, ana ikhlas yang penting mas adil terhadapnya. Dia istri mas dan dia butuh mas ana masih ada keluarga yang mau mengurus ana sedangkan dia hanya sebatang kara"

Komento sa Aklat (422)

  • avatar
    PratamaMuhammad abidzar

    bagus banget ceritanya😭

    31/07/2024

      0
  • avatar
    SaraMai

    bagus banget

    30/07/2024

      0
  • avatar
    123Naufal

    Naufal

    10/07/2024

      0
  • Tingnan Lahat

Mga Kaugnay na Kabanata

Mga Pinakabagong Kabanata