-----------------happy reading---------------- reyhan bingung dengan perkataan wanita ini. Bukan hanya reyhan saja tetapi kedua wanita yang sedang berdiri di samping oma. "maksud oma" tanya reyhan bingung "Oma menitipkan mayra kepadamu, oma percaya kamu akan menjaga mayra sebaik mungkin. Kamu juga nggak akan mengecewakan oma. Oma hanya minta satu permintaan nikahilah mayra dan bahagiankan dia jan-" oma tak bisa berucap banyak, oma mulai sesak mayra khawatir. Ana menghentikan mayra yang mau memangil dokter ia memberi tau biar dia saja. Ana berlari memangil dokter Ana belalu pergi reyhan masih belum mencernah omongan oma, seakan telinganya itu tak membiarkanya untuk mendengar. ia khawatir dan ia hanya berdiri sambil menahan air matanya. "Hiks Oma, oma harus kuat" ucap mayra mengengam tangan wanita itu "mayra bantu oma" ucap oma lemas "bantu apa oma" tanya mayra sesekali menghapus air matanya "bantu oma mengucapkan shadat" ucap oma Tangisan mayra semakin pecah ia mengeleng bukannya tak mau tapi ia tak suka dengan omongan omanya yang sepertinya siap untuk mati. "nak bantu oma" mohon oma dengan suara yang menahan ke sakitan Mayra menangis membelakangi oma. Reyhan yang melihatnya memaklumi itu. Ia nembantu oma untuk mengucapkan kalimat itu. Mayra yang mendengarnya tak tahan air matanya terus mengalir deras. Walaipun membelakangi omanya ia tetap merasakan bagaimana wajah omanya ketika menahan rasa sakitnya "inna lillahi wa inna ilaihi raji'un" Mendengar reyhan mengucapkan kalimat itu membuat mayra berbalik wanita paruh baya itupun menutup matanya untuk keterakhir kalinya. Mayra memeluk wanita itu dengan tangisan yang pecah ternyata mengiklaskan seseorang yang kita cintai untuk kedua kalinya itu menyakitkan. Mayra menangis sejadi jadinya ia hanya bisa bertawakal apapun yang allah berikan ia akan terima. Tetapi untuk saat ini ia hanya ingin menangis, hanya itu yang mayra lakukan. Menangis, mengengam tanganya dan memeluknya Wanita yang sudah ia angap ibu itu Air mata reyhan pun terjatuh ternyata wanita yang selama ini reyhan jaga sudah meningalkan dunia allah swt Yah reyhan di suruh menjaga oma mayra. Ia di suruh ayah dan bundanya untuk menjaga wanita paruh baya itu tidak tau alasan yang sebenarnya ia hanya tau ayah dan bundanya menyuruhnya karena mau balas budi kebaikan wanita paruh baya ini "Inalilahi wainailaihi rajiun" ucap mayra. Seakan mulut mayra tak bisa berucap lagi, kakinya sudah mulai lemas. hanya air mata yang mampu ia keluar "Assalamualaikum" salam seseorang kedua pria dan wanita itupun masuk, wanita itu menatap kasihan mayra ia menghampiri dan memeluk mayra, sekarang mayra butuh pundak untuk menangisi semuanya "Ray kamu harus menuruti ke mauan oma" suara ayah cukup membuat mayra kaget, tetapi mulut itu sepertinya tak mau berucap sepatah katapun Reyhan menoleh ke arah suara Reyhan semakin bingung iapun memijit pelipisnya "Rey kamu dengar ayah, kamu harus turuti kemauan oma marti" ucap ayah lagi "Apa, rey nggak bisa yah" reyhan menatap ayahnya. Ia tak mau menyakiti atau mengecewakan ana sudah tiga tahun mereka menjalani hubungan tak ada masalah yang terjadi kenapa saat ini masalah itu datang tanpa di ketahui "Kamu nggak boleh nolak" ucap ayah tegas "Udah yah reyhan cape, ayah nggak bisa maksa reyhan sampe kapanpun reyhan nggak bakalan nikan wanita itu. Reyhan tak mencintainya" ucap reyhan datar "Nggak ada alasan bagimu untuk menolak, ayah tak suka dengan penolakan" ayah meningikan suaranya "Reyhan nggak bisa, kenapa tidak ayah carikan pria lain untuk dia, masih banyak pria yang lebih baik dari reyhan, kenapa saat ada dia masalah jadi muncul" reyhan meningkatkan suaranya dengan menunjuk mayra. hati mayra seakan sakit ia membatu apakah reyhan mengangap masalah yang terjadi ulahnya. Dia juga tidak mau menikahi reyhan tetapi ini kemauan omanya untuk yang keterahkhir kali "Cukup reyhan, Pokonya kamu nggak boleh nolak... ini permintaan ayah" ucap ayah lalu berjalan menghampiri oma "Ayah reyhan nggak bisa" ayah reyhan menoleh kearah reyhan dengan muka datar "rey sudah mem-" ucapan reyhan terpotong saat melihat kearah pintu ana dan dokter sedang berdiri menatap mereka. Ana seketika mengeluarkan air matanya dan berlari. Reyhan dengan hati yang sakit dan kakinya lemas seakan tak mau bergerak, tetap ia tetap mengejar ana "Ana kamu mau kemana" teriak reyhan keliatanya ana menagis, ana terus berlari seakan tak mendengar perkataan reyhan "Ana tunggu" reyhan mengengam tangan ana. Ia menghentikan kekasinya itu ternyata betul. Ana menangis "Sayang maafkan aku, mas janji nggak akan nikahin wanita itu" reyhan memeluk ana erat. Ana tak bicara ia hanya terdiam sambil menangis. Kenapa masalah mereka datang saat mereka lagi merasakan kebahagiaan "Kamu jangan menangis, kalau kamu menangis aku akan sangat berdosa ana" ucap reyhan lagi mencium kepala ana sayang "Reyhan apakah kau mencintaiku" tanya ana, reyhan menganguk dan tersenyum "Turuti ayah dan ibumu" hati reyhan serasa tertusuk. Apa yang di katakan kekasinya itu, reyhan mengeleng tak pernah terpikirkan sekalipun untuk menduakan ana. cintanya hanya untuk dua wanita saja, bunda dan ana "Tidak rey kamu harus turuti orang tuamu, aku iklas dengan semuanya" ana menangis dan menunduk ia berusaha tersenyum tetapi dimata reyhan senyum itu terpaksa "Aku yang tidak iklas ana" reyhan duduk di kursi kesal sedih dan bahagia itu yang ia rasakan. Kenapa saat rahasia yang mau reyhan katakan kepada orang tuanya selalu ada halangan. Reyhan hanya bisa menahan kesedian ia tak mau terlihat lemah di mata kekasihnya Sedangkan mayra menangis, bunda terus menenangkan mayra. ayah sudah mempersiapkan pemakaman dan oma akan segera di bawah langsung di bandung, dan pemakamanya akan dilaksanakan besok siang "Mayra harus sabar jika mayra sedih oma pasti akan ikut sedih, maaf atas perkataan anak bunda yah" bunda memeluk mayra erat, sudah sejak dulu ia sangat mengharapkan mayra menjadi menantunya "Bunda, may bingung. apa yang harus mayra lakukan" tanya mayra **** pemakaman sudah selesai siang tadi Mata mayra sembab ia berusaha iklas tetapi hatinya tak tahan untuk menahan kesedian, tak tau harus apa "Rey ayah sudah menentukan pernikahanya, besok pernikahan kalian akan di laksanakan" ucap ayah mereka sedang berada di ruangan keluarga Oma di kuburkan di bandung katanya ia mau di kuburkan disamping mahkam suaminya. Jadi sekarang mayra berada di rumah ayah dan bunda reyhan di sana juga ada reyhan yang hanya terdiam. Sekarang sudah malam sedangkan pemakamanya tadi dilaksanakan pada siang hari "Baiklah reyhan akan menerimanya" reyhan menunduk dengan mengucapkanya. Mayra tau bahwa omongan reyhan terpaksa "Reyhan juga minta maaf sudah berbicara seperti itu kepada ayah" reyhan pergi dan naik dilantai atas. Mayra menatap pungung reyhan yang mulai menjauh, Maaf itu sunguh dengan hati yang tulus tetapi saat ayahnya mengucapkan pernikahan seakan omongan itu palsu bukan dengan hati yang tulus tetapi di matanya ada keterpaksaan yang membuatnya menerima semuanya Mayra juga pamit dan menuju kamarnya ia sudah lelah dan butuh istirahat untuk saat ini, ia hanya bisa diam saat membicarakan soal pernikahan. Karena ini permintaan omanya yang ke terakhir kalinya iapun tak bisa apa-apa Saat di kamar mayra mengunci pintu dan membuka khimarnya. ia merebahkan tubuhnya dan kembali menangis. Teringat perkataan reyhan yang sepertinya menyalahkan mayra atas semuanya, yah memang gara gara ia semuanya jadi seperti ini, ia juga nggak mau semuanya terjadi tetapi ia berusaha tegar, mengikuti alur cerita yang di berikan allah swt **** Suara azan berkumandan membangunkan mayra dari alam mimpi. Mayra mengambil wuduh dan menjalankan sholat subuh tak lupa ia membaca al quran. Setelah mayra bersih bersih di kamar ia turun kebawah "Assalamualaikum bunda" salam mayra melihat kedua wanita yang sedang asik memasak "Waalaikumsalam" jawab mereka serentak "Non mayra sudah bangun" ucap bibi tersenyum "Iya bi" Bunda tersenyum kepada mayra lalu ia menghampiri mayra "Nak gimana keadaan kamu udah baikan" tanya bunda "Alhamdulillah, mayra udah baikan" mayra membalas senyum wanita itu. Lalu ia pun membantu di dapur. bunda sempat menolak karena keadaan mayra yang belum cukup membaik tetapi terus di yakinkan oleh mayra. Bunda nyerah dan membiarkan mayra membantunya
Salamat
Suportahan ang may-akda na magdala sa iyo ng mga magagandang kwento
bagus banget ceritanya😭
31/07/2024
0bagus banget
30/07/2024
0Naufal
10/07/2024
0Tingnan Lahat