--------------------happy reading-------------- Mayra saraswati, gadis cantik yang sudah lama tidak menginjakan kakinya di rumah sakit yang begitu luas ini. Mayra mempunyai trauma, di tempat itulah ia melihat umi dan abinya terbaring lemas dan menghembuskan nafas terakhirnya. Saat kecil ia sudah di tingalkan oleh umi dan abinya dan sekarang. apakah omanya akan meningalkannya juga?. tidak, itu tidak mungkin omanya wanita yang kuat. Hanya omanyalah keluarga satu-satunya. Mayra tidak tau menau soal keluarga umi dan abinya. karena sejak kecil omanya tak pernah mengenalkanya dengan siapapun. Mayra hanya mengetahui pria yang menjaganya dan omanya pria itu baik, mayra tak tau maksud pria itu tetapi dia melihat maksud pria itu baik dan tak punya maksud apapun sekarang mayra akan menginjak kakinya di rumah sakit dengan sekian lama, demi oma ia menahan teauma dan rasa takutnya "Oma harus kuat, oma pasti sembuh" mayra menyemangati omanya itu. Meskipun omanya menutup matanya tetapi ia pasti mendengarkan mayra. Mayra akan terus memberikan suport ke pada wanita paruh baya itu "Maaf anda silahkan tunggu di sini" suster menutup pintu ruangan operasi. Oma menderita penyakit kanker stadium tiga dan kondiainya semakin memburuk. Kecewa!, tentu saja... Mayra kecewa kepada wanita paruh baya yang sudah ia angap sebagai ibu. kenapa selama ini ia berani menyembunyikan penyakitnya kepada mayra. Tetapi kekecewaan itu meredah sekarang hanyalah kekawatiran yang menguasai mayra. Ia hanya bisa berdoa kepada tuhan agar operasinya berjalan lancar. Ia akan menungu. perut mayra berbunyi minta diisi. tetapi mayra menahanya agar ia tak merasa lapar. terdudu tak bisa berpikir jerni. Ia hanya bisa menahan air mata dan terduduk lemah tak lupa ia berdoa dalam hati Satu jam berlalu Operasinya pun belum selesai, sudah satu jam mayra menungu kabar dari dokter dia hanya bisa pasra dan memohon kepada allah SWT. Apakah ia harus merasakan ke hilangan untuk yang ke dua kalinya. Tak taulah ia menyerahkan semuanya kepada sang maha kuasa. jodoh, maut itu rahasia allah kita hanya bisa berdoa yang terbaik Jam menunjukan pukul dua belas. Mayra mencari mushola terdekat. Ia pun masuk dan mengambil wuduh mayra menjalankan sholat zuruhnya dengan khusyu. Meskipun air matanya terus meminta keluar, tetapi ia menghilangkan semua pikiranya agar ia bisa beribadah dengan khusyu Usai Selesai sholat mayra tak lupa memohon kepada sang kuasa. ia mengangkat tanganya tanpa ia suruh air matanya yang sudah lama ia tahan pun terjatuh. Disitulah ia memohon dan terus memohon kepada sang pencipta untuk menyembuhkan omanya. ia akan terimah semuanya dengan iklas dengan lapang dada meskipun hatinya pasti sakit menerima semuanya. Siapa yang tidak sedih. ketika keluarga satu satunya sakit dan itu cukup parah Setelah sholat mayra membaca al quran satu lembar, mayra tak pernah melupakan. setiap ia sholat ia akan meluangkan waktu untuk membaca al quran meskipun hanya satu lembar Dua puluh menit kemudian mayra kembali ketempatnya. Ia melihat seorang pria duduk gelisah "Assalamuaalikum" belum pria itu menjawab salam, mayra duduk di samping pria itu tetapi agak berjauhan "Waalaikumsalam" jawab reyhan datar, ia sekilas melihat mayra lalu pandangannya kembali ke depan "rey makan dulu" ada seorang wanita datang dengan membawa kantong kresek yang sepertinya berisi makanan. "Iy makasih" reyhan mengambil dan membuka isinya dua kotak nasi. Diapun memberikan satu kepada wanita itu, reyhan sangat lapar!. Ia lapar sehabis pulang kantor langsung kerumah sakit dan iapun tak sarapan pagi, dikantor hanya tangangan dan otaknya saja yang bergerak. Ia sangat sibuk dengan perkerjaanya di kantor sehingga lupa makan "Bukan aku, berikan kepada mayra pasti dia laper" wanita itu mengambil makannya untuk memberikan ke pada mayra. "Ini, untuk kamu pasti belum makan yah" ana memberikan makanan kepada mayra Mayra tersenyum mengambil makanan itu. Ia juga sudah lapar dan perutnya minta diisi. "makasih" ia langsung melahapnya "Ana kamu nggak makan" reyhan melihat pacarnya yang terdiam "Nggak" Reyhan melihat makanan yang ia pegang cukup banya. "Ana sini" rehan menepuk tempat duduk agar ana mendekat kepadanya "Kanapa rey" tanya ana bingung. Tanpa basa basi reyhan menyuapi kekasih yang sangat ia cintai itu Mayra melihat keromantisan mereka. Kenapa mereka tak menikah saja umur mereka sudah cukup untuk menjalani hubungan ke jenjang pernikahan pikir mayra Ia menghilangkan pikiranya dan beristifar kenapa juga ia harus mengurusi hubungan mereka, toh ia juga bukan siapa-siapa Sekitar tiga jam Dokterpun keluar dari ruangan operasi, mereka sudah menungu sekitar tiga jam, bukan mereka tapi mayra karena reyhan dan ana datang pas mayra sudah menungu sejam lebih "Alhamdulillah, ya allah akhirnya kau mengabulkan doa hamba" mayra tak hentinya mengucapkan syukur kepada sang pencipta "Dok gimana keadaan oma saya" tanya mayra, ketika dokter keluar ketiga orang yang sedari tadi menungu beranjak dari duduknya. menghampiri dokter yang baru keluar "Dia mencari seseorang yang bernama mayra saraswati ada yang mau pasien bicarakan" "Keadaan pasien sudah di luar dugaan, kami sudah tidak mampu lagi untuk menanganinya karena penyakitnya sudah memasuki stadium empat dan itu cukup parah. Dan dia sadar katanya dia hanya ingin menemui mayra, dan operasinya sudah kami jalankan tetapi tidak ada kemungkinan pasien akan selamat" mayra menangis dengan apa yang dokter itu ucapkan. apakah yang di maksud dokter, oma nggak akan selamat Mayra masuk kedua orang itupun berdiri memandangi mayra yang sudah menghilang memasuku ruangan operasi "mayra" oma memangil mayra dengan suara khas keibuanya itu tetapi suara itu tak lagi indah di pendengaran mayra. Keliatanya omanya yang sudah ia angap sebagai ibu kandungnya itu sudah tak mampu untuk bicara banya ia begitu lemah "Oma" mayra tersenyum sempat air matanya menetes tetapi ia berusaha tersenyum agar omanya itu tak sedih melihat mayra Mayra menghampiri wanita itu mengengam tangan yang sudah terlihat keriput, rambut panjang lurus yang pernah mayra liat sekarang sudah hilang omanya tak lagi mempunyai rambut Pantas saja saat mayra menyuruh omanya untuk membuka hijabnya. Wanita itu menolak meskipun hanya mayra yang berada di rumahnya "Oma, apakah yang mau oma bicarakan" tanya mayra halus "Apakah reyhan berada di luar" mayra menganguk. Kenapa omanya menanyakan reyhan "Tolong pangilkan dia" Mayra keluar di situlah air matanya kembali mengalir. tak tahan melihat kondisin omanya itu "Mas reyhan, oma memangilmu" mayra menunduk lalu masuk kembali Reyhan masuk tak sendirinya ia mengengam tangan ana. Ketika sampai ana melepas tangan reyhan, reyhanpun menghampiri oma "Ada apa oma" tanya reyhan, oma menoleh kearah reyhan. Ia tersenyum "Apakah kamu mau menikahi mayra, cucu oma" oma membuat ketiga orang yang berada di situpun kaget **** Assalamualaikum Hai untuk yang sudah baca ceritaku Makasih yah udah mampir Hehe, pasti banyak typonya Maklumin yah namanya juga baru permulaan Jangan lupa vote dan komen Salam manis dari author See you
Salamat
Suportahan ang may-akda na magdala sa iyo ng mga magagandang kwento
bagus banget ceritanya😭
31/07/2024
0bagus banget
30/07/2024
0Naufal
10/07/2024
0Tingnan Lahat