logo text
Idagdag sa Library
logo
logo-text

I-download ang aklat na ito sa loob ng app

Awan

Setelah shalat zuhur di masjid kampus aku dan teman-teman satu regu duduk di graha kembali. Regu lain terlihat mengeluarkan bekal makanan mereka bersama MP! Lagi-lagi MP yang paling berhak memberi instruksi.
“Kita makan dulu apa gimana ini?”tanya ketua regu
“Makan aja dulu lagian kita pasti udah laper kan?”jawabku dengan sengit dan diangguki beberapa dari mereka.
“…oke deh kalau gitu kita makan ya sekarang. Kita duduk melingkar aja.”
Kami duduk melingkar dan mengeluarkan bekal masing-masing. Ada yang pakai kotak makan, ada yang dibungkus kertas minyak dan aku sendiri cuma punya dua arem-arem.
“Sama gue Wan makannya pumpung gue bawa bekal banyak. Lagian gue nggak akan habis sebanyak ini.”ujar Rita yang dengan baik hati menawariku makan dengannya.
“Iya aku makan ini dulu ya, kalau udah abis dan masih laper nanti pasti aku abisin punyamu hehe.”
Semua tersenyum, berdoa sebelum makan dan melahap makanannya masing-masing.
“Jadi kalian mulai lupa sama MP ya?”
Arem-arem yang akan aku telan di kunyahan yang ketiga tidak jadi aku telan tapi masih berhenti dalam mulut. Dia benar datang?
“Maaf kak MP kita udah lapar,”ujar mereka, aku diam.
“Iya tadi kita juga udah nungguin, tapi kakak nggak datang-datang.” Aku bicara karena dia mulai menatapku yang diam saja.
“Okey lanjutkan makannya.” Dia dengan santai membuka nasi bungkus yang ia bawa. Dia mau makan sama kita? Double what? Emm, kenapa selera makan ku jadi terhenti seketika. Rasanya berat sekali buat menelan makanan.
Usai makan aku dan teman-teman satu regu membuang sampah sekalian cuci tangan. Dia masih belum selesai makan. Biarinlah.
“Abis ini kita kemana kak?”tanya ketua regu.
“Bentar.” Dia keluar dengan membawa sampahnya.
“Udah makan semua kan?”tanya nya saat kembali.
“Udah kak.” Ketua regu lagi-lagi yang menjawab.
“Okey, setelah ini kita akan mendapatkan materi dari bapak dekan FIB. Jadi tempatnya masih sama. Di sini.”
Semua mengangguk.
“Jangan sampai ada yang mengantuk karena nanti akan materi penuh. Paling nanti di awal dan di akhir cuma diselingi game singkat atau yel-yel dari MC.”
Oh ini pasti akan sangat membosankan.
Kenyataannya setelah materi dari dekan diberikan tentang sosialisasi fakultas serta sistem pembelajaran dan info beasiswa diberikan begitu membosankan. Aku masih menguatkan diriku untuk tetap terjaga karena ini info fakultasku. Apalagi saat bagian beasiswa aku sangat antusias.
Kegiatan hari pertama ospek berjalan dengan lancar meskipun aku masih harus menyesuaikan diriku dengan MP sialan itu. Tapi kecuali itu semuanya baik-baik saja.
“Assalamuallaikum..”
“Waalaikumussalam.”
“Masak apa, Mbok?”
“Masak udang krispi Nduk, katanya kamu kangen makan udang krispi?”
“Iya Mbok, aku mandi dulu ya. Baru aku makan.”
Setelah mandi rasanya badan begitu segar. Apalagi saat air dingin itu mulai membasahi badan yang lelah, serasa ada kesegaran baru yang membuat kelesuan menjadi sirna dan bugar kembali. Azan magrib berkumandang tepat saat aku selesai memakai pakaian. Aku menunda shalat magrib dan menuju meja makan. Di sana sudah tertata makanan. Aku duduk. Mengambil nasi dan udang krispi. Senengnya setelah sekian lama nggak makan udang krispi. Ditambah sambal goreng tomat pedas. Mantap!
Aku makan sambil membuka HP dan melihat pesan di grub kelompok 37. Belum ada informasi apapun, hanya ada beberapa pesan yang menanyakan kabar. Sudah sampai rumah apa belum? Akhirnya kututup kembali HP ku dan makan dengan lahap.
Usai makan entah kenapa aku begitu kepo dengan grub kelompok lagi. Kubuka HP dan kulihat pesan di sana. Masih Nihil. Aku melihat kontak nomor nya. Foto profilnya masih sama. Gambar kosong alias tidak ada foto profil yang ia pasang. Aku melihat deskripsi kontaknya. Nama di kontaknya adalah imigran pendosa. Kenapa dia pakai nama itu? Emangnya dia mantan napi? Info dan nomor telepon di sana tertulis kata-kata yang romantis.
Biru tanpa awan seperti itulah langit hatiku untukmu.
Kata yang baru pertama aku temui dari dirinya. Dari dulu dia memang suka membuat kata-kata indah. Aku masih menyimpan segala kata-kata yang ia tulis untukku. Hingga aku juga perlahan meniru dia dengan membuat kata-kata setiap muncul perasaan atau kondisi diriku saat itu dalam buku. Rasanya sangat menyenangkan. Seperti menulis itu adalah penawar atas segala resah karena beban yang ditanggung dalam diri ini tak mungkin diungkap.
Hingga setelah mengembara dalam masa lalu aku kembali mengingat kejadian saat usai shalat zuhur. Bersama Rita, Putri, Novi dan Sinta kami mencoba untuk jalan-jalan sebentar ke balkon gedung FIB. Kami penasaran karena seperti kebanyakan orang bilang bahwa di sana bisa melihat pemandangan langit luas serta angin yang sepoi-sepoi. Ya, ternyata setelah aku ingat kembali kejadian itu bukan hal yang bisa dianggap baik-baik saja. Bagaimana mungkin aku bisa melupakan bau minuman keras yang tercium saat melewati tangga. Hingga saat akan melangkah ke balkon terdengar suara yang bikin mual-mual. Kami berlima pun segera turun dan kembali ke graha. Suara itu benar-benar mengotori akal sehatku. Ya Allah…hamba masih suci belum tahu yang begitu tapi kenapa Engkau berikan cobaan berat seperti ini. Padahal tadi sudah baca ayat kursi, istighfar dan tasbih berkali-kali.
“Nduk gek ndang sholat wis jam setengah pitu lho…”
Dalam hati aku mengeluh, kenapa rasanya masih malas ya? Duh perlu imam yang bikin semangat sholat nih. Aku tertawa sendiri dan segera berwudu lalu sholat magrib.
Usai sholat magrib aku langsung mengambil HP. Aku belum bisa seperti Mbok Inah yang langsung membaca Al Quran sampai isya. Tapi aku selalu menjalankan shalat lima waktu meski kadang suka mepet.
Ada pesan!
Oh dasar gabut! Padahal setelah aku buka ternyata dari Rita. Cuma P doang.
Ada apa sih?
Lo bisa lupain yang suara tadi nggak? Gue masih merinding. Kayaknya emang tadi itu lagi ada yang berbuat tidak senonoh.
Aku terdiam. Aku mungkin juga setuju. Tapi ini kampus! Masa iya di kampus ada yang melakukan hal bejat seperti itu.
Aku nggak percaya, palingan cuma suara orang kesakitan.
Mana mungkin kayak gitu dan berdasarkan kasak-kusuk gossip kampus emang bener kampus kita itu pernah digunain buat melakukan hal bejat seperti itu.
Kalau ada yang tahu kebenarannya kenapa nggak langsung dilaporkan? Lagian kamu bilang tadi gossip kan?
Mungkin mereka masih takut tapi ini bener. Gossip bisa menjadi fakta.
Udah ah aku malah jadi kepikiran terus. Nanti kalau bener pasti akan diusut oleh tim pemberantas tindak tercela.
Wkwkw. Emang ada?
Nggak tahu tapi aku harap sih ada
Kalau kita aduin ke BEM kampus gimana setelah ospek?
Nggak tahu aku belum punya nyali untuk itu.
Oke deh yang penting kita berlima udah tahu
Y
Setelah itu tidak ada percakapan lagi dan aku mulai bertekad untuk menyelidiki ini. Aku memang ingin melakukannya sendiri. Sebab jika aku terlalu menampakkan diriku berani dan mengajak mereka untuk menyelidiki ini aku takut nggak akan berhasil. Aku nggak bisa percaya sama mereka yang baru aku kenal selama satu hari ini. Terlebih lagi aku belajar dari masa lalu saat aku menjadi tim detektif dadakan bersama ketiga rekanku di SMA saat kelas sebelas.
Saat itu ada teman satu kelas yang kehilangan hp nya. Hp satu-satunya yang ia miliki. Jadi aku prihatin dan membentuk tim detektif itu. Tapi itu harus gagal saat salah satu anggota detektif mulai melanggar perjanjian dan untunglah setelah proses panjang ditemukan hp itu di UKS. Aku kecewa tidak bisa menemukan pelakunya, tapi aku bisa yakin dan nggak akan melenceng bahwa pradugaku pelakunya adalah salah satu dari anggota detektif. Dari sikap, gelagat, cara bicara. Aku bisa merasakan itu. Sehingga saat ini aku harus lebih berhati-hati.
Setelah shalat isya aku kembali membuka hp. Di sana sudah ada pesan dari Rita, Putri, ketua regu, Sinta, Novi yang kemarin aku minta pindah posisi, Wildan yang kadang suka jahil dan MP! Dia memberikan info apa aja yang harus dibawa besok beserta rundown acara. Aku mulai membacanya.
Wah apaan nih kok ada unjuk bakat tiap kelompok?
Rita usul drama singkat, Putri usul yang sama dengan Rita dan mereka saling mendukung di grub, ah cewek. Novi usul musikalisasi puisi. Sinta setuju dengan kesepakatan bersama. Wildan malah ngaco banget usul nampilin dance black pink. H- 1 dan nggak mungkin banget buat latihan koreografinya yang rumit. Sedangkan ketua regu mengusulkan puisi berantai. Nah ini menurutku yang paling masuk akal. Saat di voting di grub pun aku milih yang puisi berantai. Tapi hasil akhirnya sangat mengecewakan. Drama singkat mendapat voting terbanyak. Bahkan MP sialan itu ikut memberikan suara di drama singkat, membuat ini seperti nggak adil.
Aku mengembalikan hp ku di layar utama. Lalu kutinggal hp ku di kasur. Setelahnya aku ke meja belajar.
Aku mungkin bisa tertawa tanpa memiliki kamu, tapi aku tidak bisa bila harus membencimu.
Sebab aku telah jatuh sejatuhnya ke dalam dirimu
Aku belum bisa tidak jatuh cinta denganmu lagi

Komento sa Aklat (45)

  • avatar
    Yxztna_28

    Ceritanyaa bagussss bangeet ini masi ada lanjutannya kan thorre cepet lanjutinn ya thore sumpah ini beneer2 bagus bangeeeetttttttttttttt semangaaat ya thorrrr aku tunggu kelanjutannyaaaaa

    23/01/2022

      1
  • avatar
    M Raffi

    bagus

    15/12

      0
  • avatar
    CuakzRill

    mantab

    21/03/2025

      0
  • Tingnan Lahat

Mga Kaugnay na Kabanata

Mga Pinakabagong Kabanata