logo text
Idagdag sa Library
logo
logo-text

I-download ang aklat na ito sa loob ng app

Awan

Tepat pukul tujuh pagi aku sampai di lapangan. Aku langsung masuk barisan kelompok 37. Di sana sudah banyak yang berbaris sesuai dengan kelompoknya. Aku berada di barisan paling akhir. Ospek kali ini setiap kelompok didampingi oleh MP atau Mahasiswa Pendamping. Tugas MP adalah membimbing dan mengarahkan peserta ospek. Tadi malam MP ku udah ngasih tahu apa aja yang perlu di bawa di hari pertama ospek. Kini tinggal menunggu aja dia datang. Karena kulihat MP kelompok lain udah siap dibelakang barisan.
“Lo bawa buah nggak Wan?” tanya teman reguku yang bernama Putri. Aku membuka tasku dan beruntungnya ada buah apel ijo yang kumasukkan ke dalam tas tadi.
“Iya bawa.”
“Siip, kalau bekal makanan?”
Aku menunjukkan arem-arem dan air kemasan gelas yang kubeli saat di dalam bus tadi.
“Gue minta apel ijo lo dong, Gue belum sarapan nih.” Aku segera memberikan apel ijo ku ke Putri yang ada di baris kedua. Dia seneng banget dan langsung bilang makasih sama aku.
Mana nih MP? Udah jam tujuh nggak datang-datang juga. Semua teman-teman reguku juga bingung dengan MP yang belum dateng. Ini pertemuan pertama dengan MP, harusnya dia belain dateng dong!
Kemudian dari kejauhan datanglah seorang cowok pakai jas almameter dengan berlari. Setelah mendekat dia minta maaf karena sedang ada urusan. Aku menunduk dalam-dalam. Kalau bisa aku memilih lenyap saja ke dalam bumi untuk menyembunyikan diriku dari dirinya. Aku memang satu kampus dengan dia tapi ya masa harus dia juga sih yang jadi MP ku? OMG ini buruk sekali.
Dia berdiri tepat di belakangku. Aku berbisik ke teman di depanku buat ganti posisi tapi dia malah nggak mau. Aku berusaha memohon lagi dianya tetap nggak mau. Aduhai ini bagaimana nasib diriku?
“Jangan berisik kalau nggak mau dihukum sama komisi disiplin!”
Aku langsung tak bergerak atau bersuara. Demi panas yang terus membuat gerah bahkan kakiku nggak bisa bergetar. Cuma badanku yang tiba-tiba anget dan banyak ngeluarin keringat.
Tak lama kemudian acara dimulai dengan apel pagi atau istilahya ya upacara buat pembukaan hari pertama ospek. Setiap regu disiapkan oleh ketua kelompoknya. Setelah barisan rapi serangkaian acara pembukaan ospek ini dilaksanakan. Bapak rektor dan jajarannya juga ada di sana. Aku sedikit tahu para petinggi kampus. Aku juga tahu ketua BEM FIB. Pokoknya aku udah stalking lumayan banyak tentang kampus dan fakultas FIB.
Setelah upacara pembukaan ospek selesai, kini giliran komisi disiplin untuk bertindak mengawasi peserta ospek yang melanggar aturan ospek.
“Kenapa kamu tidak pakai batik!??”bentaknya pada peserta yang memakai kemeja putih. Peserta itu hanya diam.
“KELUAR BARISAN!”
Dengan raut wajah sedih-mungkin. Dia berlari keluar barisan lalu saat ada komdis menyuruhnya masuk barisan baru yang isinya peserta yang melanggar peraturan ospek, ia pun segera masuk ke dalam barisan itu. Sungguh mengerikan komisi disiplinnya. Aku terus berdiri tegak tanpa menoleh.
“Siap grakk!” Salah satu komisi disiplin mulai memberikan aba-aba.
“Jalan di tempat, grakk!” Semua peserta ospek mengikuti perintahnya.
“Berhenti, grakk!” Semua berhenti seperti yang diperintahkan komisi disiplin.
“Kenapa nggak kompak? Ulangi! Gitu aja nggak bener!!”
Aku semakin tegang, meskipun yang dimarahi adalah semua peserta ospek tapi seperti hanya ditujukan kepadaku.

Setelah di karantina dengan komisi disiplin, peserta ospek diarahkan menuju graha. Di situ kita duduk sambil istirahat setelah dipanggang dan dibentak-bentak habis-habisan di lapangan.
“Nih minumnya ranting ke depan.”Aku tergeragap dengan MP sialan itu. Tapi lekas kuambil air minum kemasan gelas itu dan memberikan ke depanku untuk diberikan lagi kedepannya sampai di baris terdepan.
“Ini juga berikan ke depan.”
“Apalagi sih, aku capekk!!” Semua orang mendengarku termasuk semua anggota reguku yang terheran. Aku yang nggak mau menanggung malu lalu pura-pura mengambil tasku lalu membukanya dengan cepat.
“Sssssttt, aku lagi bicara sama temen aku yang beda kampus di HP,”bisikku pada teman di depanku. Lalu itu disampaikan berantai ke depan dan semua langsung manggut-manggut.
“Kamu bawa HP?” MP sialan itu mulai mengambil paksa tasku tapi aku segera mempertahankannya.
“Tolong MP ku yang baik hati, cuma kali ini aja…”
Dia diam dan kembali menyerahkan beberapa lembar kertas fotokopian yang isinya yel-yel.
“Assalamuallaikum warrahmatullahi wabarakatuh, selamat datang peserta ospek tahun ajaran 2019/2020, gimana rasanya hari ospek? Kesel? Panas? Seneng? Bangga? Pasti semua itu pernah dirasa ya? Tapi di sini gue mau perkenalan dulu. Tak kenal maka tak sayang dan makanya biar lo semua yang ada di sini sayang sama gue maka ya kenalan dulu biar nggak kaya komisi disiplin yang seratus persen gue yakin banyak yang sebel kan ?”
“BETUL!” ucapku dengan peserta lain yang nggak kalah seru.
“Okay, nama gue Zain biasanya dipanggil Eja, atau kak Za dan yang paling parah adalah mbok kantin yang panggil gue dengan Jo dan biasanya dikasih nama panjang Paijo!”
Semua yang ada di graha tergelak dengannya. Termasuk aku.
“Gue jurusan Sastra Inggris semester tujuh, mana suaranya sastra inggris?!”
“Huuu.” Aku bersorak dengan beberapa peserta yang berasal dari Sastra Inggris.
“Wah banyak juga ya, okay langsung aja ya kita di sini mau latihan yel-yel selama masa ospek ini.”
“Huuu…”
“Loh kok gue disorakin lagi?”
“Sastra Indo! Sastra Arab! Satra Jawa!Sastra Jepang!...Korea!”
“Okey gue akan adil. Jadi mana suaranya sastra Indo? Produk lokal?
“Huuuu”
Kak Zain menyuarakan itu sampai jurusan terakhir dan baru memulai latihan yel-yel.

Komento sa Aklat (45)

  • avatar
    Yxztna_28

    Ceritanyaa bagussss bangeet ini masi ada lanjutannya kan thorre cepet lanjutinn ya thore sumpah ini beneer2 bagus bangeeeetttttttttttttt semangaaat ya thorrrr aku tunggu kelanjutannyaaaaa

    23/01/2022

      1
  • avatar
    M Raffi

    bagus

    15/12

      0
  • avatar
    CuakzRill

    mantab

    21/03/2025

      0
  • Tingnan Lahat

Mga Kaugnay na Kabanata

Mga Pinakabagong Kabanata