If you promise, I never let you go Sayangnya kamu tidak pernah berjanji Sudah setahun lamanya aku berusaha menerima segala keputusan yang tiba-tiba ia ambil sepihak. Rasanya mau mati saja jika ia tidak segera memberikan alasannya. Tapi kata ‘mau mati saja’ itu memang bukan main-main bila sedang dialami oleh orang yang lagi patah hati. Kita tidak sedang bertengkar bahkan kita telah menjalani kisah bahagia kita selama dua tahun. Selama itu aku selalu memahami dia dan dia juga selalu memahamiku. Memang dia tidak pergi jauh tapi semua sikap diamnya sudah membuatku cukup tahu apa yang dia inginkan. Menjauh. Kata yang sulit aku lakukan tapi bahkan ia dengan kejam melakukannya. Semua foto-fotonya dan segala kenangan manis saat kita bersama masih kusimpan dalam kotak yang kuberi kunci. Aku membukanya perlahan. Mengambil kertas yang ia berikan padaku saat hari pertama kita resmi pacaran. I always fall in love with you Seharusnya aku berhenti tersenyum malu-malu saat itu dan memaksanya untuk menuliskan kata janji agar selalu di sampingku. Jika dia menulis seperti ini aku tidak berhak menagih janji kepadanya, karena jatuh cinta saja tidak akan membuat orang selamanya bisa bersama. Dan aku baru mempercayai itu setelah setahun yang lalu ia diam dan pergi bersama hari kelulusannya. Seharusnya itu menjadi hari wisuda yang terburuk untukmu tapi bisa saja saat itu juga kamu berhenti untuk jatuh cinta padaku. Entahlah jika pria berjanji, em ralat berkata untuk jatuh cinta selamanya mungkin akan dengan mudah diingkari. Aku harus mengingat dalam tulisannya bahwa tidak ada kata janji dan selama dua tahun itu pun tidak ada kata janji yang terucap darinya. Impas sudah patah hati ini. Kuambil buku bersampul hijau dan kutulis beberapa kata di lembar yang kosong. Senin, 15/7/2019 Semua tentangmu masih tersimpan rapi dalam kotak penyimpan kenangan. Aku sulit untuk tidak merindukan tapi aku harus mengingatnya bahwa kamu tidak pernah berjanji. Oleh sebab itu, mungkin saat inilah waktunya bagiku untuk belajar perlahan melupakanmu. Aku tidak membencimu tapi aku kecewa atas sikap diam yang kutafsirkan bahwa itu adalah maumu untuk kita udahan saja. Ya. Mungkin tafsirku benar bahwa kamu ingin mengakhiri hubungan kita tanpa alasan seperti kamu saat akan jadi pacarku pun tanpa alasan. Kututup lagi buku itu dan kurebahkan sejenak diriku dalam kasur sambil menatap langit-langit kamar. Dia tersenyum, dia jahil, dia tertawa, dan dia pergi dengan semua yang sulit aku pahami. Aaarghh kenapa rasanya mau mati padahal aku sudah berjuang selama setahun. Aku harus istirahat. Seharian ini aku sibuk mengurus berkas untuk daftar ulang mahasiswa baru. Besok harus bangun pagi karena ada ospek. Kampus yang jika jujur bukan kampus impianku. Kampus swasta dengan mahasiswanya yang guys abis. Kampus dengan nama kampus Tunas Harapan. Tapi inilah takdirnya setelah aku ditolak di kampus yang aku impikan. Suatu saat aku akan buktikan bahwa aku bisa menjadi keren meski bukan di kampus ternama yang pernah menolakku. Tiba-tiba aku teringat sama Bima lalu aku mengirim pesan padanya. Kasian Bima jika harus mengantarku ke kampus. Besok, dia juga harus kerja dan aku tidak mungkin menyusahkannya lagi. Cukup daftar ulang aja dan untuk seterusnya tidak akan lagi menyusahkan Bima. Pesan itu sudah aku kirim dan selang dua menit dia membalas ‘jika ini yang kamu mau maka aku akan nurut’. Bima yang baik. Sorry I can’t love you, tapi kamu bisa berjuang untuk ketulusan. Aku masih akan melihat. Melihat yang akan menjadi kemauan hatiku. Waktu bisa saja merubah segalanya. Right? Kurebahkan diriku di kasur dan menatap langit-langit kamar. Ada bintang warna-warni yang kupasang saat aku masuk SMA.Hhhh lagi-lagi masa SMA. Ok. Lupakan tentang masa SMA. Aku bangkit dari tidurku dan membuka jendela kamar. Ku menatap langit malam yang bertabur bintang juga purnama yang sedang indah-indahnya. Seandainya kamu masih yang terbaik dan aku cintai maka malam ini yang akan aku lukis adalah namamu... Seandainya kamu masih yang selalu ada untukku maka malam ini akan indah jika mengingat tentangmu Seandainya kamu masih mau bilang akan selalu ada untukmu maka malam ini tak kan ada upaya untuk melupakanmu Ah. Brengsek. Cinta ternyata bisa seanjing ini. Aku kembali menutup jendela. Langit yang indah pun ternyata menjadi tak indah jika sedang patah hati. Rasanya semua isi bumi jadi hitam dan melukis semua tentang dia yang menyebalkan juga menyakitkan. Aku pun pindah ke ruang tamu. Berharap menemukan sesuatu yang dapat melupakan tentangnya. Aku duduk di sofa dan memutar musik dari Handphone. Lagu-lagu Westlife yang galau kuputar agar menambah sendu ini. Tiba-tiba aku menangis. Benar-benar ya, Setelah puas dengan lagu-lagu Westlife aku membuka YouTube dan mengetik di pencarian 'lagu-lagu galau tahun 2000-an" dan munculah playlist lagu-lagu galau tahun 2000-an itu. Aku mengeklik salah satu dan terdengarlah lagu galau yang sesuai dengan kondisi diriku saat ini. Dengarkanlah permintaan hati yang teraniaya sunyi.. Dan berikanlah arti pada diriku yang terlepas yang terhempas pelukanmu bersamamu Sebuah lagu dari Letto berjudul permintaan hati. Ya. hatiku saat ini hanya meminta pada ruang di dirimu untuk jujur dan menjelaskan apa yang terjadi. Sebab diam bukanlah solusi dan bukanlah akhir yang pasti. Diam itu bukan emas lagi. Diam hanya mencederai orang-orang yang telah percaya.
Salamat
Suportahan ang may-akda na magdala sa iyo ng mga magagandang kwento
Gastos 18 diamante
Balanse: 0 brilyante ∣ 0 Mga puntos
Komento sa Aklat (45)
Yxztna_28
Ceritanyaa bagussss bangeet ini masi ada lanjutannya kan thorre cepet lanjutinn ya thore sumpah ini beneer2 bagus bangeeeetttttttttttttt
semangaaat ya thorrrr aku tunggu kelanjutannyaaaaa
Ceritanyaa bagussss bangeet ini masi ada lanjutannya kan thorre cepet lanjutinn ya thore sumpah ini beneer2 bagus bangeeeetttttttttttttt semangaaat ya thorrrr aku tunggu kelanjutannyaaaaa
23/01/2022
1bagus
15/12
0mantab
21/03/2025
0Tingnan Lahat