logo text
Idagdag sa Library
logo
logo-text

I-download ang aklat na ito sa loob ng app

Bab 3

Tidak terasa sudah semester 5. Rasanya baru kemarin aku datang ke kampus ini sebagai mahasiswa baru. Semester 5 ini jadwal kuliahku lumayan padat. Alhamdulillah karena IPK ku kemarin cukup memuaskan, semester ini aku ambil beberapa matkul dari semester atas. Semoga bisa lulus tepat waktu.
"Yun, sendirian aja lo? Ulfa sama Rika mana?" tanya Bendot sambil tangannya merangkul pundakku. Aku reflek melepas rangkulannya. Bendot berdecak.
"Elaah napa sih lo, cuma gitu doang kok. Lagian gue kan sudah bilang, gue sudah anggap lo adek gue sendiri. Elo anggap saja gue abang lo. Jadi rangkul-rangkul gini, nggak papa dong." Bendot merangkulku lagi. Sekali lagi aku lepas tangannya dari pundakku.
"Tetep gue nggak mau! Berat tau nggak!"
Bendot tertawa, tangannya mengacak-acak rambutku.
Nama aslinya Beno. Dia anak Tanggerang, yang katanya anak Betawi asli seperti si Doel. Namun sudah tergusur dari Jakarta, sekarang orangtuanya tinggal di Tanggerang. Dia lebih tua 3 tahun dari teman-teman seangkatan. Dia sempat bekerja sebelum kuliah. Karena itu kita akhirnya manggil dia Bendot artinya Beno Bandot. Hihihi...
Seperti yang dia bilang kalau dia anggap aku adiknya, dia itu perhatian banget. Perhatian seperti seorang kakak ke adiknya loh ya, bukan perhatian seperti lelaki pada pacarnya. Bendot sudah punya pacar, kok. Aku juga kenal, namanya Teh Mia. Anak kampus sebelah. Orangnya cantik, anggun, baik lagi. Dia sekarang sedang menunggu jadwal sidang. Berarti Teh Mia akan lebih dulu lulus dibanding Bendot.
"Ntar sore gue maen ke tempat elo yak."
"Mau ngapain?" tanyaku.
"Hehehehe biasaa ... " Bendot cengengesan. Aku menghela nafas, tidak aneh. Sudah kebiasaan dia seperti itu.
"Nape sih lo, kan gue kangen sama baso Mang Enjay. Baso paling enak se-Bandung," lanjut Bendot, tangannya menarik tanganku ketika ada beberapa mahasiswa hampir menabrakku. Awal semester baru kampus memang lebih ramai dari biasanya.
"Ya iyalah paling enak, gratis," jawabku sambil cemberut. Bendot tertawa melihat reaksiku. Jadi begini, perlakuan Bendot yang perhatian itu sebanding sama tingkah menyebalkannya. Dia sering ke kostan buat numpang makan. Numpang makan gratis lebih tepatnya. Buat aku, selama dia tidak minta makan yang mahal-mahal, tidak masalah. Bendot seringnya sih minta baso Mang Enjay. Tukang baso yang mangkal dekat kost'an. Terkadang dia juga minta dibelikan nasi rames di kantin sebelah kost'an.
"Bang Beno apa kabar? Kok, sudah lama nggak ngechat aku, sih?" Tiba-tiba ada seorang perempuan menyapa dia. Aku tidak tahu siapa dia, mungkin anak fakultas lain.
Tidak heran banyak perempuan yang mendekati Bendot. Dia itu ganteng sebenarnya, hanya saja orangnya slengean, sering cengengesan tidak jelas. Rambut gondrongnya yang cuma diikat asal, berantakan. Katanya justru itu yang bikin para perempuan menjadi gemas. Jangan lupa, dia itu genit. Semua perempuan digodanya, padahal sudah punya pacar. Jawabnya, ' lah punya bini aja boleh sampe empat. Masak gue punya pacar lebih dari satu kagak boleh'. Terserah kamu lah, Ben.
"Sorry, Beb. Cewek gue yang ini cemburuan banget," ucap Beno sambil ngerangkul pundakku lagi. Aku berusaha melepas, tapi Bendot kasih kode supaya aku nurut.
Perempuan itu melengos sambil natap aku dengan judes. Setelah perempuan itu pergi Bendot cekikikan.
"Lepas ah, berat tahu!"
"Baru tangan loh ini, Yun. Kalo gue tindihan lo, gimana? Eh elo keenakan sih pastinya." Bendot mengedipkan mata kirinya, tidak lupa senyum jahil menggodaku.
"Dasar mesum! Gue laporin ke Teh Mia tahu rasa!" Aku bergegas masuk ke kelas, mengabaikan Bendot yang masih tertawa.
Bendot itu selain sering numpang makan, dia juga sering curhat. Dia suka cerita tentang pacarnya. Dia juga suka cerita apa saja dia lakukan sama pacarnya. Awalnya aku kaget dengar cerita dia. Tidak menyangka gaya pacaran dia bebas seperti itu.
Sempat aku menjauh karena takut, tak menyangka ternyata dia seperti itu. Otak aku yang awalnya bersih dan lurus jadi agak tercemar. Bendot meyakinkan agar aku tidak perlu takut padanya. Dia tidak mungkin kurang ajar, karena aku sudah dianggap seperti adiknya. Setelah lihat perlakuan dia ke aku memang seperti Abang pada adiknya, barulah aku bisa dekat-dekat dia lagi.
---
Seperti biasa setelah perkuliahan aku langsung ke kantin. Mau pulang nanggung. Cuma ada waktu sejam sebelum jadwal kelas berikutnya. Aku tidak sendiri, ada Rika juga Bendot. Ulfa tidak masuk karena KRS nya tidak cukup untuk ambil matkul statistik.
"Bang, bagi minum dong?" Itu suara Lucky. Anak kelas sebelah yang akhir-akhir ini menjadi dekat karena sering ambil matkul yang sama.
"Nih! Jangan diabisin, gue masih haus!" Bendot menggeser gelasnya.
"Kenapa nggak pesen sendiri aja, sih?" tanya Rika.
"Sudah, tapi belum jadi. Gue haus banget," jawab Lucky setelah menyedot es teh manis Bendot.
"Yun, nanti sore gue maen, ya?" tanyanya.
"Ngapain lo?" sahut Bendot lebih dulu.
"Ya maen ajalah, emang harus ada alasan?" jawab Lucky.
"Ya emang kudu ada alasan. Inget, Yuna 'ntuh adek gue!"
"Kenapa, sih, elo posesif banget sama Yuna? Adek ketemu gede juga!" Rika menoyor kepala Bendot. Bendot mendengus.
"Ya gue sih maunya posesif ke elu, Yang. Elu nya kagak maoo ..." jawab Bendot dengan logat Betawi yang khas. Rika berdecih. Bakalan seru, nih, kalau Rika sama Bendot sudah saling sahut seperti ini.
"Yang yang, pala lo peyang!"
"Elu mah aneh. Gue perhatian sama Yuna, elu cemburu. Gue kasih perhatian, elu kagak mau. Padahal elu itu cewe pertama yang gue ajak pacaran di kampus ini. Elu langsung nolak sebelum mencoba. Padahal sudah gue kasih garansi."
"Siapa yang cemburu, Pe'a! Udahlah emosi gue kalau ngomong sama kambing!"
"Ih, gemess deh, kalau lihat Neng Rika ngambek gini. Jadi pengen cepet-cepet Abang halalin," goda Bendot, mukanya dibuat imut sambil menempelkan sumpit di kedua pipinya.
Rika memukul kepala Bendot dengan buku statistik.
"Woyy ... sakit anjir!"
Aku dan Lucky tertawa melihat interaksi mereka berdua. Sudah bukan rahasia lagi kalau Bendot naksir Rika dari awal kuliah. Sayangnya Rika menolak mentah-mentah. Katanya Bendot bukan tipenya.
"Mau ketemu Ulfa ya, Ky?" tanyaku mengabaikan pertengkaran 'rumah tangga' Rika dan Bendot. Lucky cuma senyum mendengar pertanyaanku.
"Antara iya dan engga, sih. Gue mau ngajak lo nonton basket. Syukur-syukur bisa ketemu Ulfa. Menyelam sambil minum air 'kan. Dia nggak ada jadwal kuliah, ya, hari ini?"
Aku menggeleng, lalu menusuk somay pesananku dengan garpu. Lapar banget, tadi pagi cuma minum kopi tidak sempat sarapan. Lucky ini salah satu dari sekian banyak penggemar Ulfa. Dia dekati aku juga karena memang ingin dekat dengan Ulfa. Aku tidak keberatan, selama aku tidak dimanfaatkan. Lagipula selama ini Lucky baik, kok. Andai Ulfa putus sama Dani, Lucky akan jadi orang pertama yang aku rekomendasikan untuk jadi pacar Ulfa. Sudah lulus seleksi. Cakep, sholeh, pinter dan tidak merokok. Sudah masuk kriteria lelaki idaman aku juga, sih. Sayangnya dia naksir Ulfa. Sumpah, aku tidak naksir, kok, sama Lucky. Cuma kagum.
"Kalian ngobrolin apaan sih? Jangan bisik-bisik!" Bendot melempar gelas plastik kosong ke arah Lucky.
"Kenapa sih, Bang, sensi amat?" Teman-teman yang lain walaupun tahu Bendot umurnya lebih tua tetap manggil nama saja. Termasuk aku, Ulfa dan Rika. Tapi Lucky manggil Bendot, Abang. Tidak sopan katanya memanggil yang lebih tua tanpa embel-embel. Satu lagi point plusnya Lucky, sopan.
"Pokoknya elu kagak boleh maen ke kost'an Yuna. Ntar sore gue mau ke sana, jangan ganggu!" Aku mengode Lucky untuk diam. Untungnya dia paham.
"Yun, ke toilet, yuk. Touch up bentar, kan mau ketemu Pak Dodik si dosen handsome."
"Genit lo! Pak Dodik sudah tua, mendingan sama gua!" Bendot mencibir.
"Bodo amat! Males gue ngobrol sama kambing!" Rika menarik tanganku. Lalu ponselku bergetar, ada pesan masuk di aplikasi WhatsAppku.
"Bentar, ada yang nge-WA. Siapa ya, kok, nomornya nggak kenal?"
"Sudah nanti lagi, gue kebelet. Buruan ...."
$$$$$
22 Desember 2021

Komento sa Aklat (135)

  • avatar
    salmanSugeng

    Sungguh menarik critanyaaaa

    27/04

      0
  • avatar
    AzzahraWinda

    bagus sekali 🫶

    25/04

      0
  • avatar
    RinaiRina

    keren 😊👍🏼

    21/08

      0
  • Tingnan Lahat

Mga Kaugnay na Kabanata

Mga Pinakabagong Kabanata