logo text
Idagdag sa Library
logo
logo-text

I-download ang aklat na ito sa loob ng app

Hari Pertama

Rohku seakan dipaksa untuk kembali dari kelananya ketika jam beker di atas nakas berdering keras. Tubuhku nyaris terjungkal dari atas tempat tidur begitu suara dering itu merambat ke dalam telinga. Ketika jarumnya menunjukkan angka delapan, mataku yang masih mengantuk karena semalam beres-beres sisa pindahan seketika jadi terbuka sepenuhnya. Rasa kantukku hilang.
Sudah tidak ada waktu, terpaksa hari ini aku hanya mencuci muka, menyikat gigi sekenanya lalu memakai seragam dengan terburu-buru.
"Ma, aku berangkat!" ucapku. Aku berlari dari kamarku yang terletak di lantai dua.
"Masta!" panggil mama dari arah dapur.
Aku tidak sempat melihat ekspresi mama yang keluar dari dapur jadi, aku berteriak sambil mengganti sepatu dari depan rak sepatu yang tertata rapi di samping pintu masuk
"Masta buru-buru!"
"Celanamu!" pekik mama dari ruang makan.
"Sial!" umpatku saat akan memakai sepatu. Aku kembali kekamar secepat mungkin lalu turun dan memutuskan untuk memakainya di pintu masuk. Mengabaikan kerapian, aku mengenakan celana asal-asalan
"Hahahaha, kamu ini ceroboh banget!" ledek Papa.
Papa berjalan mendekat berdampingan dengan mama saat aku mengencangkan ikat pinggang dengan logo SMA Matahari.
"Aku berangkat!" tanpa memerdulikan lagi kedua orang tua yang sedang bergelut mesra melepas anaknya untuk pergi ke sekolah.
Aku menunggu ojek online yang sudah kupesan sambil sesekali melihat angka di layar ponsel pintarku. Beruntung tidak butuh waktu lama, Abang Ojek Online datang sesuai dengan aplikasi.
***
Aku sampai dalam waktu beberapa menit di depan sebuah gedung sekolah yang bertingkah. Tidak seperti sekolah negeri lainnya, gedung ini tampak mewah dan konon, sekolah ini adalah tempat para anak orang kaya menempuh pendidikan menengah atas. Untuk sesaat, aku tertegun. Akan tetapi, lamunanku dibuyar oleh Abang Ojek.
"Helmnya!" Dia membuyar.
"Oh iya, maaf Bang!"
Kulepaskan helm dari kepalaku. Rambut lurus yang tidak tersisir jadi tambah berantakan. Aku tidak perlu membayar ongkos ojek dengan uang cash karena saldo online pay masih cukup sehingga bayaran ojek online dipotong secara otomatis.
Krriit!
Gerbang pun menutup, didorong oleh seseorang berpakaian satpam dari dalam. Tidak ada satu pun tampak siswa yang berkelian kecuali seorang penjanga kebun yang tampak menyapu halaman.
"Gawat!" batinku. Bergegas, aku berlari ke arah gerbang itu.
"Selamat pagi!" sapaku kepada seorang satpam yang berbadan kekar dan berwajah sangar.
"Kamu terlambat!" jawabnya ketus dari balik gerbang sembari melirik benda melingkar di tangan yang penuh dengan rambut.
"Ini baru pertama kali saya terlambat. Apakah Bapak bisa memaafkan saya sekali ini saja?"

Aku memasang wajah memelas namun, Pak Satpam mendelik kesal. "Peraturan tetaplah peraturan! Lagipula, kenapa saya harus mennoleransi keterlambatan dari seorang siswa yang sering bangun kesiangan?"
Padahal Pak Satpam sama sekali tidak tahu kalau aku anak rajin. Seenaknya saja menilaiku seperti itu.
"Saya adalah murid pindahan. Hari ini adalah hari pertama saya. Saya harus melapor terlebih dahulu kepada Kepala Sekolah."

Aku berusaha agar Pak Satpam mau membukakan pintu gerbang.
"KTP!"
"Apa?"
"Mana KTPmu?" Pak Satpam mengulurkan tangannya dari celah gerbang besi.
Aku meraba saku celana belakang. Seketika mataku membulat begitu aku tidak menemukan dompetku di dalam sana.
"Anu... Saya gak bawa. Dompet saya ketinggalan," jawabku.
"Kalau gitu gak bisa masuk!" tegasnya.
"Tolonglah Pak, ini hari pertama saya."
"Udah tahu hari pertama, masih aja telat!"
Pak Satpam memandangku tegas sambil memainkan kumis tebalnya, memasang wajah ketus.
"Gimana, ya? Soalnya semalam beres-beres dulu," tukasku.
"Itu masalahmu!"

Aku menghela napas. Gara-gara aku terlambat pagi ini aku tidak bisa masuk di hari pertama pindah sekolah.
"Tunggulah sampai setengah sepuluh saat jam istrirahat!", ucap Pak Satpam dengan suara parau.
Tanpa mengiraukanku lagi, Pak Satpam masuk ke dalam posnya. Membentangkan koran wajahnya tertutup semua.
Seharusnya semalam aku menyetel jam beker di angka setengah enam. Namun, karena semalam aku lelah setelah membereskan barang-barang,tanpa kusadari jarum itu malah jadi tersetel di angka setengah delapan.
Apa boleh buat, ini semua juga karena kesalahanku.
***
Mau tidak mau, aku harus berdiri satu setengah jam lagi di depan pos satpam sambil panas-panasan. Untuk menghilangkan kebosanan aku mengecek smartphone. Sejak kemarin aku belum menghubungi Ita chan, pacarku yang kutinggalkan karena Papa pindah ke Jakarta untuk urusan pekerjaan.
Di bagian atas layar ada notifikasi pesan Whatsapp yang belum kubaca.
Ita chan
"Ohayou. Hari ini kamu akan bertemu teman-teman baru. Ganbatte!"
Pesan darinya membuatku sedikit melupakan kesialan pagi ini. Hyoudo Itano, gadis keturunan Jepang yang kupacari sejak masih di kelas sepuluh. Kami bertemu karena satu kelompok saat masa OSPEK di SMA Sakura. Dia selalu bertingkah sok imut.
Bagiku, Ita chan adalah sosok cewek idaman. Alasannya, dia berkepribadian yang lembut, ramah, mudah bergaul dan feminim. Selalu membuatku melihat cinta dari sisi yang positif.
Daya tarik utama yang dimiliki Ita chan adalah gigi gingsul yang selalu telihat ketika Ita chan menyunggingkan senyum. Katanya, kriteria cantik ala cewek Jepang adalah gigi gingsul. Wajah baby face, mata bulat yang berbinar, garis wajah yang tirus, hidung yang mancung. Kulit khas orang Asia Timur. Bicara masalah tubuh, Ita chan punya lekuk tubuh yang indah.Terlepas dari karakter Ita chan, alasan lainnya adalah karena aku sangat menyukai idol group asal Jepang, AKB48. Jadi aku berpikir jika memiliki pacar keturunan Jepang akan sangat mengasikan.
Lalu alasan yang paling penting, nilai Bahasa Jepangku jadi bagus. Bahkan aku jadi sedikit bisa berbahsa Jepang.
Angka sembilan sudah terpampang di layar smarthphoneku. SMA Sakura pasti masih dalam kegiatan belajar-mengajar.Aku tidak mau mengganggu Ita chan. Jadi, kuurungkan niatku untuk membalas pesannya lalu menggunakan smartphoneku untuk bermain game di tempat yang agak teduh.
Awal yang menyebalkan di sekolah baru.
"Riiiiiiiiiing.....Riiiiiiiing.......Riiiiiiiing!"
Suara bel tanda istirahat akhirnya berbunyi. Terdengar suara riuh para siswa dari dalam gedung seakan-akan merdeka dari pelajaran yang membosankan pagi itu.
Pak Satpam kemudian membuka gerbang.
"Masuk !" perintahnya tegas.
Pintu gerbang dibuka agar muat untuk dilewati oleh sau orang. Dari sanalah aku meringsak masuk ke halaman. Setelah mengucapkan terima kasih kepada Pak Satpam, aku berlari memasuki pintu utama gedung sekolah.
Gedung ini cukup luas sehingga membuatku kebingungan di tengah suasana siswa yang sedang istrirahat. Ada yang mengobrol di lorong sambil berjalan, ada yang duduk membentuk kelompok dan ber-selfi. Suasana di lorong ini riuh, benar-benar suasana istirahat setelah otak mereka dijejali pelajaran. Beberapa siswa memerhatikanku yang berjalan di lorong. Ada yang memandangku sinis, dan beberapa cewek berbisik. Seolah aku ini benda antik yang tidak boleh dilewatkan.
Aku menghentikan langkah kemudian memberanikan diri bertanya pada seorang siswi yang duduk menyendiri sambil membaca sebuah buku dengan cover berjudul, "Diantara Kematian dan Kelahiran."
"Maaf Mbak, ruang kepala sekolah dimana, ya?" tanyaku.
Gadis itu menurunkan buku yang menutupi wajahnya kemudian menyangga kacamata minus yang hampir melorot.
"Tinggal lurus aja melewati perpustakaan lalu akan ketemu ruang guru. Ruang Kepala Sekolah di dalam ruang guru." terangnya. Gadis itu memasang wajah datar.
"Oke, makasih ya!"
Berbekal petunjuk dari siswi itu, aku berjalan ke arah ruangan yang dimaksud. Kali ini, kembali semua mata murid-murid yang sedang istirahat tertuju padaku.
Telingaku menangkap bisikan dari beberapa siswi yang membentuk kelompok kecil di lorong. "Siapa dia, ya?" "Murid pindahan kali?"
Benar-benar seperti barang antik yang tidak boleh dilewatkan oleh mata saja. Aku jadi merasa sedikit risih sehingga aku mempercepat langkahku hingga sampai juga di ruang guru.
***

Komento sa Aklat (174)

  • avatar
    Jeremi Antonio

    sangat menarik dan seru

    27/05

      0
  • avatar
    SupendiSurdi

    bagus banget

    15/12

      0
  • avatar
    Nurul Huda

    keren

    11/09

      0
  • Tingnan Lahat

Mga Kaugnay na Kabanata

Mga Pinakabagong Kabanata