Homepage/KUBALAS PERSELINGKUHANMU DENGAN KESUKSESANKU/
POV AGUNG
Bab 5 POV Agung "Masak apa kamu?" tanyaku pada Andini, istriku. "Oseng kangkung dan orek tempe,Bang!" jawab istriku . "Memangnya kamu tidak bisa masak yang lain apa? Setiap hari seperti itu terus! Sekali-kali masak ayam goreng apa rendang, gitu!" omelku. "Kalau mau makan enak, ya tambahin uang belanjanya, Bang! Uang segitu, ya, hanya cukup untuk masak seperti ini!" "Uang terus! Uang terus! Kamu kan punya uang sendiri! Ya, pakai itu saja kan bisa!" Aku heran, uang terus yang dibahas. Aku udah kasih dia nafkah dua juta. Masak masih kurang, sih? Dia juga punya penghasilan dari hasil jahitnya. Ku lihat jahitannya juga ramai kok. Pasti, uangnya banyak. Kan, uang itu bisa dipakai untuk tambahan belanja. Aku menyeruput kopi, lalu beranjak pergi. "Gak sarapan dulu,Bang?" tanyanya. "Gak, sudah gak mood," jawabku. Enak saja, masak aku setiap hari dikasih makan begituan. Mending, aku sarapan di kantin saja. Pas jam makan siang, Ricky dan Doni mengajakku jalan ke kafe. Boleh juga, tuh! Daripada pulang ke rumah lihat pemandangan gak enak. Di kafe, Siska mendekati aku. Siska itu karyawan magang di kantorku. Aku tahu, Siska itu tertarik sama aku. Akunya pura-pura gak ngeh, dong! Pengen lihat sejauh mana usahanya. He… Ternyata, dia agresif juga. Setelah ngobrol lama, gue ajak Siska pulang. Iseng-iseng gue tawarin mau nganterin, tapi naik motor soalnya mobil lagi di bengkel. Emang dasar rezeki lagi bagus, Siskanya mau-mau aja gue bonceng motor. Mana dia duduknya nempel, meluknya kenceng banget lagi, kan gue jadi kepengen. He …. Di perjalanan, gue jalanin motor santai saja sambil ngobrol. Kita keliling-keliling kota dulu. Setelah puas, baru pulang ke kost Siska. Sesampainya di kost, Siska ngundang gue masuk. Kesempatan, nih. Gue iyain aja. Pas dia bikin minum dan nganterin ke depan, dia gak sengaja numpahin minuman ke bajuku. Basah semua deh jadinya. Siska berusaha bersihin bajuku pake tissu yang dimeja. Udah gue bilang gak usah dibersihkan, tetap aja dia ngeyel. Tiba-tiba dia menciumku. Aku sempat tertegun sejenak, tapi setelahnya, aku gak mau kehilangan kesempatan. Aku sosor aja sekalian. Ha…… Ternyata dia gak nolak. Dan terjadilah hubungan terlarang itu. Ternyata, Siska udah gak perawan. Tapi, bagiku, itu gak penting. Yang penting hasratku tersalurkan. Sayang, dong! Ada barang bagus gini dianggurin. He…. Sebenarnya, dulu Dini itu cantik. Dulu, dia bekerja di konter ponsel dekat kantor. Aku tergila-gila sama dia. Awalnya, Ibu tidak merestui hubungan kami karena Dini hanya lulusan SMA dan berasal dari panti asuhan. Karena aku keukeuh, akhirnya Ibu merestui hubungan kami. Tapi, beliau mengajukan syarat, gajiki jangan diberikan semuanya kepada dia dan aku setuju. Ya jelas, dong! Masak seluruh gajiku tak berikan ke dia! Enak saja! Aku yang capek kok! Sebenarnya, saat itu gajiku empat juta rupiah. Sejak awal nikah, dia hanya ku beri nafkah satu juta. Ibu dua juta per bulan. Sisanya, buat pegangan. Setelah Rasyid lahir dan aku naik jabatan, gajiku menjadi sepuluh juta per bulan. Tapi, nafkah buat Dini hanya kunikkan satu juta. Jadi, setiap bulan hanya dua juta yang kuberikan kepadanya. Dia kan sudah biasa hidup susah. Jadi, uang segitu pasti cukup. Dini minta izin untuk buka jasa jahit di rumah, katanya buat ngisi waktu. Dari pada gabut. Awalnya, gak gue izinin. Kan, gue malu. Tapi, kata Ibu, suruh izinin aja. Lumayan, dia bisa bantu-bantu keuangan. Bener juga. Ya udah deh, akhirnya gue izinin saja. Sebenarnya, Dini sering ngeluh uang belanjanya kurang karena Ibu dan mbak Niken sering makan di rumah. Bahkan, kadang-kadang, makanan yang sudah dimasak dibungkus semua. Jadi, Dini harus masak lagi. Namun, gue cuekin aja keluhannya. Kan mereka keuarga gue, ya wajar saja ikut makan di rumah gue. Uang belanja asalnya dari gue juga. Kalau sampe uang belanjanya kurang, itu karena dia tidak pandai mengelola. Dulu aja, dengan gaji ayah yang gak seberapa, Ibu bisa menghidupi kami bertiga. Kata Ibu, istri itu jangan terlalu dimanjakan. Nanti ngelunjak. Bener juga sih. Ini aja, semenjak dia buka jahitan, dia masih ngeluh kurang aja. Berarti kan, dia gak mau ngeluarin duitnya buat kebutuhan dapur. Pasti duitnya buat foya-foya sendiri. Enak aja. Kan, gak bisa gitu. Harusnya, hasil jahit itu buat kebutuhan dulu. Kalau kurang, baru minta gue. Ini gak, dikit-dikit ngeluh melulu masalah uang. Kan, gue jadi gak betah di rumah. Apaagi, sekarang penampilannya kucel banget. Udah gak mau dandan, bau bawang lagi. Apalagi bajunya, kumal, daster sudah sobek dan tambal sana sini masih aja dipake. Bikin makin ilfil aja. Malu-maluin juga kalo diajak jalan. Masak, Agung yang ganteng dan gagah perkasa ini jalan sama Upik abu. Kan, gak level. Jadinya, udah lama banget gue gak pernah ngajak dia jalan. Lagian buat apa, ngabisin duit aja. Mending gue jalan sama teman-teman gue. Untungnya, ada Siska. He…. Lumayan, bisa buat hiburan. Istri itu harusnya seperti Siska. Dia itu sempurna. Udah cantik, bodinya kece, muasin banget pokoknya. Kemarin, Siska ngajak jalan ke mall. Gue seneng banget. Benar-benar pasangan serasi. Apalagi, sepanjang jalan, dia bergelayut manja di lengan gue. Bikin pasangan lain iri. Gue bangga banget dong! Siska belanja banyak banget. Aku sebagai lelaki sejati, harus bayarin dong. Ternyata, belanjaan Siska habis sampai sebelas juta rupiah. Mampus, tabunganku kegerus banyak nih. Tapi, setelahnya, aku dapat service spesial. Mantap. Ha….. Gak rugi deh keluar duit banyak. Siska itu memang luar biasa. Beda sama istriku. Udah buluk, kusam, bau bawang lagi. Bikin ilfil saja. Gue sempat kepikiran, gimana kalo seandainya Dini tahu tentang hubungan gue dengan Siska. Takutnya, ntar dia minta cerai lagi. Tapi, setelah gue pikir-pikir, dia gak mungkin berani minta cerai. Dia kan yatim piatu. Gak punya rumah juga. Mau tinggal dimana kalau sampai cerai. Masak mau balik ke panti. Mana tega dia lihat Rasyid tumbuh besar di panti. Sebaiknya, mulai sekarang, gue siap-siap punya dua istri. Duh, bayangin aja sudah mantap betul. Dini biar ngurus rumah, Siska bagian ranjang. Ha …. Nikmat mana yang kau dustakan? Gue harus bisa menjerat Siska agar makin lengket sama gue. Syukur-syukur, mau jadi istri kedua gue.
Salamat
Suportahan ang may-akda na magdala sa iyo ng mga magagandang kwento
suka
19/04
0vidio ini sangat menyenangkan
10/04
0baguss bangettt
04/05/2025
0Tingnan Lahat