# Hikmah di Balik Hilangnya KTP Bab 2 ( Status Baru ) Widya memicingkan matanya, kemudian menguceknya berkali kali. Tetap tulisan di KTP nya tidak berubah. " Loh loh kok status perkawinanku cerai hidup " Di bolak balik KTP nya namun semua data sudah benar tapi cuma status perkawinannya saja yang beda menjadi cerai hidup. " Kenapa Wid ada masalah? " Indah menghampirinya di tempat pengambilan KTP terbaru sambil menuntun Putri yang tadi dititip padanya. " Iya ini kok status perkawinanku cerai hidup ngaco banget. Padahal aku tak pernah merubah apapun " mereka saling berpandangan. " Ya sudah coba kamu tanya sama petugas mumpung masih disini daripada nanti bolak balik " usul Indah. " Iya ya malas lagi kalau diurusin nanti. mumpung ada kamu bisa disuruh ngasuh Putri " " Huhuuu aji mumpung " balas Indah sambil menjulurkan lidahnya dan dibalas tawa Widya. Drttt Drttt " Bentar Mas Herman telepon aku " [ Iya mas kenapa? ] [ Mah ternyata aku salah jadwal, seharusnya berangkat ke Solo hari ini. Mamah kemana kok gak ada di rumah? ] [ Oh ya udah gapapa pah, mamah lagi sama Indah baru datang dari Jakarta. Tadi sekalian jemput Putri kita makan siang diluar. Aku pulang sekarang ya siapin baju papah ] [ Gak usah mah, papah buru buru biar papah siapin sendiri saja ya. Lagian ini salah papah juga salah lihat jadwal. Papah gak mau ganggu acara Mamah ] [ Ya sudah makasih ya Pah, papah hati hati di jalan ] [ Oke mamah sayang, nanti papah bawain oleh oleh ya buat mamah. See You mmuuaacchhh ] [ Hhmmmm ] " Apaan kamu senyum senyum gitu? " " Lah biasa Mas Herman, ternyata dia hari ini dia berangkat ke luar kotanya. Tadi pagi bilang pergi besok jadi aku gak sempet siapin bajunya " " Ya udah aku nginap di rumah kamu saja ya, mumpung suami kamu gak ada " " Emang kalau ada kenapa? gak akan gigit kok " " Yang ada aku yang bakalan gigit dia. Aku ngerasa risih saja, kan kamu tahu aku kurang suka sama suami kamu. Gak tau kenapa, maaf maaf nih jangan marah ya " " Hemm ya mau gimana lagi, mungkin nanti aku agendakan buat liburan bareng biar kamu lebih mengenal suamiku " " Sorry gak minat " dengan tegas Indah menjawab tanpa basi basi. " Haduuhh, sabarlah hati " ucap Widya sambil mengelus dadanya. " Sudah sana kamu ke loket informasi tanyain soal KTP kamu nanti keburu tutup lagi " lanjut Indah sambil menahan tawa melihat Widya mengusap dadanya. Widya melangkah ke loket informasi dan bertanya pada petugas " Pak maaf saya mau tanya, hari ini saya membuat KTP baru kok status saya jadi cerai hidup padahal saya masih bersuami belum bercerai masih serumah dengan suami saya. Bisa diperbaiki gak Pak ?" " Maaf Bu boleh saya lihat KTP nya saya cek dulu ya. Sekalian saya pinjam Kartu Keluarga Ibu sebentar " petugas tersebut menjawab dengan ramah. " Oh iya Pak silahkan " Widya menyerahkan KTP dan Kartu Keluarganya. Beberapa menit menunggu, petugas tersebut memberikan jawaban pada Widya " Maaf Bu sudah saya cek berulang ulang ini tidak ada kesalahan. Bahkan seharusnya Ibu membuat Kartu Keluarga baru " " Maksudnya gimana saya gak faham?" jawab Widya. Melihat Widya yang tegang Indah kembali menghampiri kemeja Widya. " Kenapa Wid? " tanyanya. Widya tidak menjawab pertanyaan Indah, dia terpaku pada petugas tersebut. " Ini Bu di data terbaru status Bu Widya ini cerai hidup, sudah saya cek berulang kali bukan karena salah penginputan. Tapi kalau saya lihat beberapa tahun kebelakang ada pemutakhiran data disini ada laporan kalau Bu Widya sudah bercerai " " Jangan sembarangan pak suaminya masih ada bahkan serumah " Indah terlihat emosi. " Saya hanya melihat database Bu, kita cek dari NIK suami ibu " Si petugas mangotak atik komputernya " Nah ini bisa dilihat kalau suami Ibu sudah berpindah dan memiliki KK baru. Alamat barunya ada di daerah Kabupaten sebelah " " Ah masa sih? gini saja mas saya minta alamat barunya itu ya " jawab Indah yang mengambil alih keadaan karena dilihatnya Widya terdiam entah apa yang difikirkannya. " Mmmhh gimana ya bu " " Udah gapapa ini kan istrinya rasanya gak masalah lah. Kami hanya ingin mencari kebenaran " " Ya baiklah bu " si petugas memberikan alamat lengkap Herman di KK terbarunya. Dengan cepat di ambil Indah takut si petugas berubah fikiran. " Makasih ya pak " " Sama sama bu " " Ayo ngapain kamu ngelamun kayak kesambet saja sudah sore ini mending pulang dulu " diseretnya Widya dari duduknya. " Iya iya " Widya berjalan mengikuti Indah sambil menuntun Putri. Di mobil Widya terlihat melamun dan seperti tak fokus. Bahkan saat Putri bertanya Widya hanya diam saja. " Wid, ngelamun saja sih itu Putri nanya kamu " tegur Indah sambil menyetir. " Eh iya, maaf sayang kenapa sayangnya Mamah? " " Mamah ngelamun aza kenapa sih? " Putri merajuk pada ibunya sambil memanyunkan bibirnya. " Ah mah cuma ngantuk saja dari pagi jalan jalan terus sama tante Indah. Udah Putri baca buku aza ya biar gak bosan " ucap Widya pada anaknya. " Iya mah " 20 menit kemudian mereka sudah sampai di rumah Widya. " Wid itu mobil Herman ya, emang dia pergi kemana kok gak bawa mobil? " " Bilangnya ke Solo, nanti biar aku telepon tumben dia gak bawa mobilnya " " Baiklah kita masuk dulu kedalam sudah sore gerah nih pengen mandi " " Put mandi dulu ya, nanti mamah pesan makanan saja untuk makan " " Iya mah, Putri mau mandi dulu tapi nanti Putri makan pizza ya " " Oke sayang " Setelah Putri ke kamarnya Widya mengambil HP memesan makanan dan pizza pesanan Putri. Kemudian dia mencari kontak suaminya. Tuuttt Tuutt Tak lama panggilannya dijawab, bahkan Widya sengaja percakapannya di loudspeaker supaya terdengar oleh Indah. [ Hallo mah kenapa? ] [ Pah dimana, bukannya mau ke Solo kok seperti lagi di bandara? ] Widya mengerutkan keningnya karena heran mengapa ada suara panggilan keberangkatan pesawat. Indah dan Widya saling pandang penuh tanya. [ Iya Mah, Papah mau ke Solo itu suara radio di dalam mobil kan papah pakai travel ] [ Tumben gak bawa mobil sendiri? ] [ Lagi malas mah, papah gak mau cape. Tapi mah kunci mobilnya lupa kebawa sama papah. Udah dulu ya mah papah mau tidur di mobil ngantuk ] Tu tut tut Panggilan Widya diputus sepihak oleh suaminya. Widya menarik nafasnya dan membuangnya kasar. " Aneh deh, aku yakin banget itu bukan suara radio " " Ya, entah kenapa perasaanku juga tak enak " " Daripada penasaran mending kamu cek mobil suami kamu siapa tahu ada petunjuk disana. Eh tapi kan kunci mobilnya dibawa ya " suara Indah terdengar kecewa. Widya langsung beranjak dari duduknya, dia pergi ke kamarnya di lantai dua. Tak lama dia pun turun kembali sambil membawa kunci mobil. " Taraaaaa " diputar putarnya kunci mobil tersebut sambil tersenyum. " Apa itu mau jalan jalan kita? " Indah bertanya keheranan. " Ini kunci serepnya, aku dulu menyimpannya " " Super sekaliii kamu ya, baiklah kita akan mengolah TKP dulu heheee " Indah tersenyum menyeringai. " Okee " Baru juga mereka berdiri dari duduknya Ridwan datang dengan wajah merah seperti menahan amarah. Masuk rumah tanpa mengucap salam dia langsung naik ke lantai dua menuju kamarnya sambil setengah berlari. " Loh loh kakak kenapa? ini ada tante Indah salim dulu dong " Ridwan yang baru berada di tengah tangga dia langsung turun kembali berjalan sambil menunduk kemudian mencium tangan Widya dan Indah. Lalu pergi lagi naik ke lantai dua tanpa berkata apapun. Widya dan Indah saling berpandangan menatap heran. " Kenapa ya kok matanya merah seperti menangis? " Jdeeerrr Pintu kamar langsung dibanting Ridwan, sampai sampai Widya dan Indah terhenyak kaget.
Salamat
Suportahan ang may-akda na magdala sa iyo ng mga magagandang kwento
bagus, tapi bacanya belum selesai, bikin penasara
05/07/2025
0baguss
25/04/2025
0mantapppp
19/03/2025
0Tingnan Lahat