logo text
Idagdag sa Library
logo
logo-text

I-download ang aklat na ito sa loob ng app

Pernyataan tiba - tiba

Pekerjaanku hari ini menguras tenaga dan pikiran. Aku harus menyiapkan semua document penyelesaian project. Seharusnya aku dibantu oleh temanku Tiyas, tapi hari ini dia sakit karena sudah 3 hari aku dan Tiyas harus kerja lembur.
“ Fokus sekali kerjamu ?”
“eh mas Ryan, iya mas. Nanti sore harus aku serahkan sekretaris bos”
“ Mau aku bantu”
“ Tidak usah mas, pekerjaanmu juga banyak setelah kita libur kemarin”
“ Ya sudah, bagaimana kalau kita makan siang dulu”
“ Tidak mas, mas kan tau aku sudah biasa tidak makan siang.”
Mas Ryan menepuk pundakku dan pergi meninggalkanku. Aku masih melanjutkan pekerjaanku
Tak selang berapa lama, mas Ryan Kembali mendatangiku
“ Ini” Sambil meletakan Kotak makan dimejaku
“Apa ini mas?”
“ Ibu bekal. Aku sengaja buatkan Roti dan ada juga anggur dan melon untukmu”
Aku tersenyum memandangnya, dia sungguh baik. Tapi apa tidak apa – apa aku menerima kebaikan ini. Aku takut.
“Kenapa?” tanya Mas Ryan
“ Kenapa kamu baik sekali mas,”
“Baru tau kamu” jawabnya sambil tersenyum
“ hahahahaha dasar, aku senang. Aku seperti memiliki seorang kaka yang menjagaku dikantor ini”
Deg, tiba – tiba raut wajah mas Ryan berubah
“Kaka?”
“ hmmm Iya Kaka” jawabku polos sambil membuka bekal yang mas Ryan berikan.
Mas Ryan berbalik meninggalkanku, baru berapa Langkah aku langsng menarik tangannya.
“Mas makasih ya”
“Iya” jawabnya langsng meneruskan langkahnya.
***
Disisi lain ada sebuah hati yang terluka.
Apakah aku hanya sebatas kaka bagimu na, batin Ryan.
Namaku Ryan, aku sudah menyukai ana semenjak masa hari itu, hari dimana ana datang keperusahaan untuk mengajukan proposal magang. Aku berpapasan dengannya diloby. Aku jatuh cinta pandangan pertama. Aku terus menunggu bertemu dengannya lagi sampai suatu hari aku melihatnya ada diruangan divisi tempatku bekerja.
“Tuhann, apakah ini takdir. Terimakasih” batinku
Aku beranikan diri mendekatinya, mengajaknya berkenalan. Sejak tahu Namanya aku mulai mengajaknya makan siang Bersama. Bahkan saat suatu hari aku melihat sosok paruh baya sedang berbincang dengannya, aku beranikan mendekat dan ternyata beliau adalah ibunya. Aku sungguh Bahagia. Rasanya Tuhan memang menakdirkan aku untuk dekat denganmu.
Tapi saat ini mengapa kamu menghancurkan harapanku ana, kenapa kamu hanya menganggapku kaka.
Sedih rasanya. Apakah ada sosok lain yang dekat denganmu na, sehingga kamu memnggapku hanya sebatas kaka. Aku bertekad untuk menyatakan perasaanku. Aku tak mau terlambat. Akumengirim pesan kepadanya.
“ Ana, nanti pulang kerja bareng ya. Ada yang mau aku bicarakan”
“ Ada apa ya mas, nanti sepertinya aku lembur”
“ Tidak apa- apa, aku tunggu”
“ oke mas”
***
Jam dinding suda menunjukan pukul 8 malam. Sepertinya aku terlalu focus sampai lupa waktu. Aku sampai lupa jika mas Ryan menungguku. Aku ambil handphone ditasku. Aku mulai mengirim pesan
“Mas, masih menunggu? Aku sudah selesai”
“ Aku sudah dibasemen na, aku tunggu dimobil”
Aku rapihkan semua berkas dimejaku, sebelum pulang tak lupa aku serahkan berkasku kepada mba Diana. Dia sangat baik, dia rela menungguku lembur demi tumpukan berkas ini. Aku naik kelantai atas
“Mba Diana, sapaku”
“Sudah selesai sayang?”
“ Sudah mba, maaf ya lama. Mba jadi harus lembur juga” ucapku merengek
“ santai saja, pekerjaanku juga banyak”
“ ya sudah mba, aku pulang dulu ya. Terimakasih. Nanti kapan-kapan aku traktir”
“ sip”
Aku langsung menuju mobil mas Ryan. Takut dia tambah lama menungguku.
Tok tok tok, aku ketuk kaca mobilnya
“lama ya mas, sampai tertidur begitu”
“ga ana” sambil tersenyum
“ oke kita mau kemana mas, pulang kan?”
“ Makan dulu ya, aku lapar sekalian ada yang mau aku omongin.”
“oke” jawabku
Sepanjang perjalanan mas Ryan lebih banyak diam, tak seperti biasanya. Sebenarnya hal apa yang mau dia bicarakan. Perjalanan kami menempuh waktu 30 menit. Cukup lama karena suasana hening ini.
“ sudah sampai na”
“ iya mas”
Aku mengikuti Langkah mas Ryan, kami masuk sebuah café. Duduk disebuah meja pojok dengan nuansa romantis. Rasanya merinding pergi pertama kali kesini. Tempat seperti untuk pasangan. Mas Ryan menuntunku untuk duduk dihadapannya. Kami sudah memesan dan sedang menunggu pesanan kami dihidangkan. Minuman sudah datang terlebih dahulu. Mas Ryan mulai membuka obrolan
“ Ana”
“ Iya mas”
“sebenarnya aku mengajakmu kemari ada yang ingin aku sampaikan.”
Mas Ryan terdiam sesaat, aku masih setia mendengarkan.
“ Kita sudah saling kenal cukup lama, dan aku sudah memendam rasa suka dari awal aku mengenalmu”
Mas Ryan menggenggam tanganku
“ Bolehkah aku menyukaimu na, aku serius”
Aku masih terdiam, kaget rasanya. Aku bingung harus berkata apa. Ini adalah yang aku takutkan.
“ jawab aku na”
“ Mas…” lidahku kelu, sulit menjawab. Aku takut menyakitinya.
“ apa kamu sudah punya pacar?” tanyanya
“ Tidak mas, aku hanya..”
“Lalu kenapa na” ucapnya memotong ucapanku, nada bicaranya sudah mulai panik
“Mas, aku berterimakasih kamu menyukaiku, tapi aku…” belum selesai aku berbicara, sudah ada pelayan yang mengantarkan pesanan kami.
“ Oke kita lanjutkan nanti, aku beri kamu waktu untuk berfikir na. Tidak usah dijawab sekarang”
Mas Ryan melepas genggaman tangannya, kami melanjutkan makan malam kami. Selesai makan kami lansung pulang. Disepanjang perjalanan hanya hening. Sesampainya dirumahpun mas Rya masih diam, hanya mengucapkan kata – kata secukupnya.
***
Hari ini cukup Panjang, aku Lelah. Ditambah pernyataan mas Ryan tadi, aku seperti mau menjerit. Aku tak berani cerita pada ibu. Takut nanti dikira aku yang menyulut rasa itu. Sepertinya menulis sanggup menghilangkah sesak didadaku.
Anggapku biasa saja
Hanya dekat
Tanpa perekat
Apa aku salah jika Wanita dan pria berteman
Hanya karena rasa ini nyaman bukan berarti harus pacarankan?
Aku seperti penjahat disini
Menodongkan senjata tapi takut mati
Ahhhh rasanya frustasi
Semua gara – gara hati
Ana,16 Maret 2018
Baru selesai aku menulis tiba – tiba suara chat dari seseorang. Aku buka
“ Malam, sudah tidur 😊”
Siapa ini batinku, aku tak menbalasnya. Aku letakan handphoneku dan aku pergi untuk mandi.

Komento sa Aklat (92)

  • avatar
    Nurul Huda

    menarik

    11/09

      0
  • avatar
    Afifah LiyaniGevina

    ceritanya menarik bgttttt

    25/07/2025

      0
  • avatar
    yuliasihtika

    asikkk juga isi ceritanya

    12/07/2025

      0
  • Tingnan Lahat

Mga Kaugnay na Kabanata

Mga Pinakabagong Kabanata