logo text
Idagdag sa Library
logo
logo-text

I-download ang aklat na ito sa loob ng app

Bodohnya dia terjebak

Ouya 8
Ouya turun dari mobil, rasa lelah karena perjalanan yang menjengkelkan membuatnya harus berkali kali menarik nafas.
Terlebih lagi, mengingat kecerobohan hiyun yang lupa mengisi bahan bakar dan berakhir memesan ojek online untuk membeli minyak tersebut memperlambat mereka untuk segera sampai kerumah.
Ouya menggerutu, dengan kesalnya ia bahkan sampai membanting pintu mobil. Hiyun terlihat sangat santai berjalan memasuki hotel kelima setelah sebelumnya mengunjungi hotel lain yang penuh dengan pelanggan.
Ouya bahkan sampai tidak menyangka, bagi dia hal tersebut sangatlah tidak wajar menimbang mereka hanya berada dikota kecil.
Hasilnya, mereka terpaksa pergi kehotel paling sepi, ditepi kota yang sangat jarang dilalu para pengendara.
“hanya sisa satu kamar pak” perkataan pegawai hotel mengernyitkan dahi ouya. Rasa kesalnya pun semakin bertambah.
“Gimana, ini udah jam 1 malam lho, aku juga gak sanggup lagi nyetir, kamu juga gak bisa nyetir”
“Terserah deh bos, gak pa pa , “
*****
Perasaan kesal tidak berkurang, rasa jenuh ingin marah merajalela. Kamar sempit dan hanya terdapat sebuah kasur terlihat didepan mata.
Ouya kesal setelah menutup pintu kamar. Ingin sekali rasanya ia mengeluarkan seluruh unek unek nya.
“Kok hari ini gak beruntung banget ya bos”
“Gak tau tuh, udah ya, aku capek” hiyun menghempas kan tubuh diatas kasur setelah melepaskan sepatu, meninggalkan ouya yang masih berdiri kebingungan.
Ruangan yang begitu sempit dengan tambahan lemari pakaian serta lemari kaca semakin menambah sesak dimatanya. Terlebih lagi, lantai untuk berjalan pun terlihat hanya mampu menampung seorang saja untuk tidur diatasnya. Itupun jika orang tersebut memiliki tubuh yang relatif kurus.
“Boss aku tidur dimana? Sofa gak ada, tikar gak ada. Malah dingin lagi banyak pohon dekat sini”
“Kalau mau, ya sini, satu kasur dengan ku saja”
Ouya berdecit. Ia bahkan ragu ragu mendekat.
“Enggaklah bos, selimutnya sini sama aku aja biar aku tidur dilantai.“
“Jadi aku pake apa, dingin begini, selimut pun Cuma satu, kamu mau aku sakit ya, besok aku nyetir mobil loh”
“Masa tidur berdua, udah lah aku tidur dilantai aja, gk selimutan juga gak apa apa. Sini bantal” hiyun melempar bantal kearah ouya. Dengan santainya laki laki tersebut memejamkan mata. Menarik selimut meninggalkan ouya yang sedang melentangkan blezer tebal miliknya diatas Lantai.
******
Pagi telah berlalu, cahaya matahari masuk melalui celah celah jendela. Ouya membuka mata perlahan lahan. Matanya sontak membesar, Melihat wajah hiyun didepan mata.
Hiyun memeluk erat tubuh ouya dalam dekapannya. Ouya bahkan tidak mampu melepaskannya.
“Boss”
“Boss”
“Boss” panggil ouya berkali kali namun hiyun tidak juga bangun.
“boss” ouya akhirnya berteriak tidak lagi sabar dengan sikap hiyun.
Hiyun membuka mata, ia tersenyum tipis namun tidak terlihat oleh ouya.
Dengan cepat ouya melepaskan tangan hiyun yang telah melemah.
“Boss, kok aku bisa ada diatas kasur ?”
“Loh gak inget ya, kan kamu yang manjat sendiri, terus mohon mohon minta dipeluk”
“Mana mungkin”
“Jadi kamu nuduh aku ngangkat badan mu gitu?”
“Ya bukan, tapi aku gak mungkin lah naik kekasur boss”
“Kamu punya trauma ya? Tadi malam beneran keliatan banget kamu minta tolongnya”
OUya sontak terkejut, ia yang memang memiliki trauma dimasa lalu tidak ingin atasannya mengetahui tentang pribadi menyedihkannya. Wajahnya berubah menjadi sedih. Ia bahkan tidak menyangka akan tidur berjalan naik keatas kasur
Hiyun menyembunyikan senyuman nakal. Ia merasa Geli karena perbuatannya sendiri yang sengaja mengangkat tubuh ouya naik keatas kasur saat wanita itu terlelap dalam tidur.
“Ah.. mana mungkin aku punya trauma, ha ha ha, “ tawa paksa Ouya “ maafin aku bos, mungkin bener, aku memang gak sengaja naik keatas kasur tadi malam”
“Hm, lain kali kalo pengen bilang aja, gak usah malu malu”
“Pengen apa ya bos?”
“Pengen tidur bareng, sini” hiyun melentangkan kedua tangannya, disambut senyum kecut ouya sembari menggelengkan kepala. Hiyun tersenyum lucu memandang kepergian Ouya membawa handuk pergi kekamar mandi.
Suara dering ponsel berbunyi, dengan cepat hiyun mengambil ponselnya lalu mengangkat panggilan seseoraang.
“Gimana bos,?”
“Kerja bagus”
“Jadi dapet bonus ni kan?”
“Tenang aja, bakalan kutraktir lagi”
“Wahahaha makasih bos, oh ya bos. Nenek marah marah, dia bilang, bos nikah kok gak ngundang ngundang. Rambutku aja sampe habis dijambakinya”
“Bilang aja ke nenek, ini demi kebahagiaan cucunya”
“Iya deh, eh ya bos, ada tambahan spesial dariku lho. Tunggu aja. Pasti bos bakalan seneng.”
“Tambaha...”
“Aaahh tikus tikus tikus” hiyun bergegas menutup ponsel. Dia tersenyum nakal lalu turun dari kasur berdiri menunggu ouya.
“Cit cit cit”
Ouya berlari lalu melompat kepelukan hiyun. “bos ada tikus, ada tikus”
“Ahhh tikus, aku juga takut” Hiyun berpura pura.
“Bos takut tikus?” hiyun lalu membawa Ouya naik keatas kasurnya.
“Aku trauma ni sama tikus, bakalan gila kalau Cuma ngeliat dia”
“Yang bener donk boss..”
“Husss” hiyun melentangkan selimut. Menutupi tubuhnya dan tubuh ouya penuh hingga sampai kepala.
“Bos.. bos” hiyun terus memeluk erat ouya, dan tidak melepaskannya. “Bos, beneran takut ya”
Hiyun pura pura tidak menjawab. Dia tersenyum geli di belakang wajah Ouya.
“Suaranya bunyi terus, aku jadi makin takut”
“Astaga bos, kok bisa lah laki laki takut tikus”
“Bukan Cuma takut, aku punya fobia sama tikus”
“Yang bener bos?”
“Iya, bakalan mati ni kalo mikirin terus”
“Jadi bagaimana ni bos?”
“Cium aku dulu”
“Cium?”
“Iya, biar aku gak fokus lagi sama suara tikus nya. Daripada aku mati, gimana?”
“Ya udah bos, cepet sini aku cium”
Hiyun melepaskan pelukannya, dengan cepat dan gemetaran Ouya memegang kedua pipi Hiyun bergegas untuk menautkan bibirnya kebibir hiyun.
“Ci..ci.. ci..”
“Tunggu dulu, suara nya kok macet macet ya bos?”
“Cih” hiyun tersenyum kecut karena gagal mendapatkan ciuman.
Dengan cepat Ouya menyingkap selimut, dilihat olehnya, tikus tidak lagi berjalan, bahkan gerakannya tidak beraturan.
“tikus mainan?” ouya mengambil benda tersebut.”Bos tenang aja, ini Cuma tikus mainan, kayaknya aku perlu komplain ni sama pegawai hotel”
“Udahlah gak usah, gitu aja pun harus komplain”
“Ya harus lah, ini menyangkut keselamatan nyawa kamu lho bos”
“Ya udah biarin aja kek”
“Gak boleh gak boleh”
“Mau cepet pulang gak? Buat lama aja kalau harus komplain”
“Tapi bos?”
“Cepet sana mandi” perintah Hiyun mulai kesal karena kegagalan yang ia dapatkan.
Dengan langkah gontai, ouya memasuki kamar mandi untuk melanjutkan urusannya.
“Bos” panggilan diangkat ketika Hiyun menghubungi salah seorang bawahannya.
“Gak jadi traktirannya”
“Loh kok bisa bos”
“Mainan rusakmu buat naik darahku”
“Bos.. bonusnya gimana?”
“Gak ada” hiyun menutup panggilan kesal dengan kebodohan bawahannya.

Komento sa Aklat (111)

  • avatar
    RosmawatiDewi

    baca novel ini, kaya lagi baca komik aja aq tuh.. seruuu, lucu, .unik beda sama yg lain...

    24/07/2022

      0
  • avatar
    Aril 5076498 masuk y

    mantap ceritanya

    01/05

      0
  • avatar
    BANG sidz

    terima kasih atas bantuin aku

    05/02

      0
  • Tingnan Lahat

Mga Kaugnay na Kabanata

Mga Pinakabagong Kabanata