logo text
Idagdag sa Library
logo
logo-text

I-download ang aklat na ito sa loob ng app

Ketahuan Menipu

Ouya 6
Kancing kemeja dilepas menyeluruh, kacamata putih, poni rambut panjang menutupi mata. Wajah termake up culun telah terlihat diwajah zamrie.
Dengan rasa tidak senang zamrie mengikuti langkah kaki ouya masuk kedalam kantor miliki Hiyun.
Di tangan zamrie, ia memegang Beberapa manga shounen milik ouya.
“Ouya” sapa Hrd teman Ouya.
“Bu hrd”
Wanita separuh baya tersebut lalu mendekati ouya.
“Ini?”
“Ah, ini orang yang kukatakan ditoilet waktu itu”
“Oh” wanita itu lalu mendekatkan mulutnya ketelinga Ouya “jelek sekali” bisiknya setelah melihat lingkaran hitam yang sengaja dipasang di mata zamrie.
Pipi tirus zamrie yang dibuat juga semakin menambah kejelekan diwajah zamrie.
Pria itu kesal, ia bahkan sempat mendehem.
“Yang penting cinta” balas bisik ouya ketelinga wanita tersebut. Dengan cepat ia menarik tangan zamrie menuju ke pintu lift yang tidak jauh dari mereka.
“Itu pacar ouya”
“Hm, kayaknya iya”
“Astaga, cantik begitu”
“Yang penting cinta” bisik wanita tersebut kepada rekannya.
*****
Ruangan kantor luas dan bersih didepan mata. Meja dengan barang barang kerja tersusun rapi.
OUya telah masuk membawa zamrie yang telah berubah menjadi orang aneh menurutnya berdiri dihadapan hiyun yang masih sibuk dengan pekerjaannya
Sesekali ouya berdehem, mengisyaratkan agar hiyun sejenak menghentikan pekerjaannya untuk Mulai berbicara.
“Ehmm.. bos” panggil Ouya namun diabaikan.
“boss” panggilnya sekali lagi kali ini hiyun telah melirik nya.
Hiyun melepaskan kacamata yang biasa ia kenakan. Ia melirik kearah Ouya dan Zamri yang masih berdiri khawatir akan ketahuan.
“Boss, ini orang yang kusuka”
“Hmm” hiyun yang telah melepaskan kacamata lalu bangkit dari duduk kemudian berjalan menuju kekamar mandi ruangan kerja.
“Boss mau kemana? Kita bicara dulu” teriak ouya namun lagi dan lagi diabaikan.
Ouya dan Zamrie tiba tiba membelalak mata ketika melihat Hiyun keluar dari Kamar mandi “ byuuur” air didalam gayung yang ia bawa, ia siram kan kewajah zamrie.
“Sialan kamu Yun”
“Pergilah, kalian kira aku bodoh”
Zamrie yang basah kuyup akhirnya membuka kacamata. Ia menaikan poni rambutnya keatas merasa kesal dengan sikap hiyan yang saat itu telah kembali kekursi kerja.
“Bosss”
“Besok kita pergi kerumah ayahmu”
“Untuk apa?” tanya Ouya. Wajahnya yang khawatir telah berubah menjadi sedih.
“Menikah”
“Menikah?” tanya zamrie sontak terkejut, “yun kamu gila ya maksa orang sampe segitunya”
“Bukan urusanmu, pergilah”
“Tapi..”
“Zam, pergilah atau ku panggil satpam ni”
“Ah iya iya” zamri kesal lalu melangkah kaki pergi diikuti ouya.
“Kamu mau kemana? Tetap disini” hiyun menghentikan langkah kaki ouya. Dengan terpaksa gadis itu pergi kesofa kerja dan duduk disana.
Waktu menyebalkan sangat dirasakan oleh ouya, berkali kali ia memainkan game dan membaca komik kesayanganya tidak juga mampu berhenti memikirkan cara lepas dari masalah yang sedang ia hadapi.
Ditambah lagi, rasa takut untuk menemui ayahnya kini menggerogoti jiwa. Mengingat betapa kejam ayah gadis tersebut memperlakukannya dimasa lalu.
“Ayo”
“Kemana bos?”
“Cari cincin nikah lah”
“Haah, gak mau”, tolak ouya merasa khawatir.
“Kamu mau buat nenekku jantungan ya”
“Loh kok bisa gitu bos”
“Iya lah, kamu kan sudah dianggap cucunya, ayo cepat pergi” hiyun menarik pergelangan tangan ouya membawanya pergi keluar kantor.
Semua mata karyawan memandang bingung ketika melihat direktur mereka keluar lift menarik tangan Ouya yang sesekali menolak genggaman hiyun karena khawatir rekan rekan kerjanya mengetahui hubungan mereka.
“Hiyun,” panggil salah seorang manager wanita yang dekat dengan hiyun sebelumnya.
“Hm” hiyun melirik sekilas lalu menghentikan langkah kakinya, dia masih kokoh terus menggenggam tangan ouya meskipun gadis itu berkali kali melepaskannya namun tak kuasa.
“Kamu mau kemana?”
“Beli cincin nikah, kenapa?”
“Haaah..” sontak manager wanita tersebut terkejut tidak percaya. Mulutnya bahkan sempat menganga lebar. “ka.. ka kamu mau menikah?”
“Iya” hiyun melanjutkan langkah kakinya.
“Tunggu tunggu” manager tersebut menghalangi langkah kaki hiyun.
“Apa lagi?”
“Dengan siapa?”
“Kamu gak lihat ya orang yang kubawa siapa?”
“Dia, Ouya”
“Ya sudah kalau tahu”
Hiyun menyingkir dari manager tersebut menarik ouya yang sudah pasrah akan marabahaya yang segera menimpanya.
“Bos”
“Kenapa?”
“Aku gak mencintaimu”
“Tenang saja, aku juga enggak”
“Jadi ngapain kita menikah?”
“Sampai aku bertemu ouya yang asli, kamu harus jadi istriku biar nenek cepet sembuh”
“Astaga bos...” rasa kesal tidak terkira memenuhi ruang hati Ouya yang paling dalam. Ia terus saja melanjutkan langkahnya mengikuti hiyun yang menariknya menuju lobi tempat mobil terparkir.
*****
Toko berlian, dimall Pekan baru terlihat besar dan luas. Berkali kali ouya tertegun memandang perhiasan yang berjejer rapi cantik berada didalam kaca.
Seumur hidupnya, baru kali ini, ia memasuki ruangan toko perhiasan mewah karena sebelumnya hanya dibawa ke toko emas biasa dipinggir kota.
“Mau yang mana?”
“loh kok tanya aku bos”
“Yang paling baru saja?” pinta hiyun kepada karyawan toko.
Sebuah cincin polos namun dikelilingi permata berwarna putih terlihat mewah mengagumkan mata.
Mata ouya bahkan sampai berbinar binar menatapnya. Hiyun tersenyum lucu namun merasa senang.
Tampak dari mata lelaki itu, perasaan cintanya terhadap ouya begitu dalam mengingat dimasa lalu ia belum sempat membahagiakan wanita yang ia cintai didepan matanya.
Hiyun tahu, ia memaksa namun, ia tidak memiliki pilihan lain untuk bersama Ouya jika tidak memaksanya.
Rasa rindu hiyun bahkan belum juga bisa ia lepaskan mengingat sudah 4 tahun lamanya ia tidak bertemu ouya.
“Yang ini saja”
“Haaa. Yakin boss.. ini mahal loh”
“Sudah, kamu diam saja”
“Ck laki laki ini” gumam ouya dalam hati lalu memandang perhiasan lainnya.
Matanya tertuju pada sebuah kalung berbandul berlian biru langit. Ouya tersenyum kecut. Ia sadar jati dirinya sebagai seorang wanita telah muncul namun tertahan karena mengetahui bahwa dia bukan lah orang yang pantas untuk mengenakannya.
“Yang ini satu” ucap hiyun menunjuk kearah kalung yang dipandang ouya.
“Boos...tapi”
“Ini bukan untukmu, ini aku simpan untuk ouya ketika aku menemuinya nanti”
“Ah.. haha haha” ouya berpura pura tertawa, merasa malu kepada dirinya sendiri yang terlalu percaya diri bossnya akan memberikan perhiasan tersebut kepadanya.
Hiyun mengambil kalung yang ia beli diatas kotak kalung mewahnya. Ia lalu memegang bahu Ouya dan menghadapkannya kearah kaca.
“Booss”
“Aku titipkan ini padamu dulu sebelum bertemu ouya, jadi jaga baik baik jangan sampai hilang”
“Tapi boss”
“sudah diam saja” sela hiyun lalu melingkarkan kalung yang baru saja ia beli keleher ouya.
Hiyun tersenyum lembut memandang wajah ouya yang telah berubah karena mengenakan kalung yang ia beli.
“Maaf” gumamnya dalam hati merasa bersalah akan masa lalu yang menyebabkan mereka berpisah.

Komento sa Aklat (111)

  • avatar
    RosmawatiDewi

    baca novel ini, kaya lagi baca komik aja aq tuh.. seruuu, lucu, .unik beda sama yg lain...

    24/07/2022

      0
  • avatar
    Aril 5076498 masuk y

    mantap ceritanya

    01/05

      0
  • avatar
    BANG sidz

    terima kasih atas bantuin aku

    05/02

      0
  • Tingnan Lahat

Mga Kaugnay na Kabanata

Mga Pinakabagong Kabanata