logo text
Idagdag sa Library
logo
logo-text

I-download ang aklat na ito sa loob ng app

ke dua

Nabil berjalan santai menuju kansul yang tampaknya masih sunyi hanya ada beberapa remaja di sana. Kansul adalah singkatan dari kantin sultan, sebenarnya isi makanan dan harganya tidak mahal. Harganya tetap sama seperti harga pada kantin sekolah umumnya. Kansul adalah warung milik ibu Surti. Kantin itu sudah menjadi rumah kedua bagi para anggota LIVE COALS dan ibu Surti sendiri sudah mereka anggap seperti orang tua mereka.
Sejarah pencetusan nama kansul di cetuskan langsung oleh Arkan, katanya kantin ini layak di sebut kantin sultan karena yang makan disana adalah geng LIVE COALS yang rata-rata anak sultan semua, padahal mah semua murit di SMA Unjulan Bangsa adalah anak sultan, si Arkan saja yang berlebihan. Ya sudah suka-suka Arkan saja lah.
"Tumben sendiri Bil," ucap Bi Surti yang menyadari bahwa anak angkatnya ini datang sendiri tidak dengan saudara-saudaranya.
Sekedar informasi saja, bi Surti sudah menganggap para anggota geng LIVE COALS yang terdiri dari lima orang itu sebagai anak angkatnya.
"Yang lain masih pada debat perebutan hak asuh permen yang layak mi," jawab Nabil santai. Mendengar jawaban Nabil bi Surti hanya bisa tertawa.
"Yaudah kalo gitu kamu mau makan apa biar mami buatin," tanya bi Surti pada Nabil.
Sekedar informasi lagi ya, geng LIVE COALS memanggil bi Surti itu dengan sebutan mami sejak mereka kelas 10, dan itu semua juga ide Arkan, kata Arkan biar kekeluargaan nya makin terasa. Yaudah terserah Arkan lagi dah.
"Seperti biasa mi, nasi goreng sosis," jawab Nabil yang hanya di anggukki oleh bi Surti.
Nabil memainkan ponselnya seraya menunggu nasi gorengnya siap. Saat sedang larut menjelajahi dunia maya terdengar suara rusuh dari arah pintu kantin.
"Goblok banget dah, gak usah lo temenan ama gue lagi Bim," umpat Arkan kesal karna Bima menginjak tali sepatunya yang hampir saja membuat Arkan jatuh.
"Makanya bagi permen Milkita lo, satu aja Arkan," jawab Bima.
"Iya ni Arkan pelit amat, permen Milkita gak bakal lo bawa mati," Arga ikut menyudutkan Arkan.
"Iya betul ! Gue sumpahin banget ni ya, ntar gigi lo sakit pas di hari tua," Kata Reklin yang ikutan kesal karena seorang Arkan yang terlalu pelit akan permen yang harganya goceng itu.
"Dengar ya tuan-tuan yang gila akan harta orang, permen emang gak di bawa mati, tapi tanpa permen separuh hidup gue terasa mati," kata Arkan puitis.
"Bego lo, gue sumpahin mati beneran," ucap Bima.
"Heh kenapa berantem di situ, masuk sini ntar halangin jalan orang, duduk diam di tempat biasa biar mami bikinin makanan. Yang gak diam mami suruh cuci piring dan bayar double."
Setelah mendengar ancaman dari bi Surti mereka pun ikut bergabung di meja Nabil.
"Cewek yang Bima tabrak tadi siapa ya, cakep banget, anak kelas 10 mungkin ya, ah iya pasti dia anak kelas 10 soalnya gue gak pernah liat," tanya Arkan pada dirinya sendiri kemudian dia sendiri pula yang menjawab.
"Kelebihan makan permen lo?" kata Nabil yang muak melihat tingkah tolol Arkan.
"Tapi iya emang dia cakep, tapi sayang masih ayang Tika yang cakep," ucap Bima.
"Buset gebetan baru lagi lo Bim?" tanya Arga pada Bima.
"Bima mah beda, mana bisa betah ama satu gadis," ucap Reklin.
"Tapi secantik-cantiknya cewek itu masih bebeb Rose yang cantik, gak ada saingan emang," kata Arkan yang menyebut salah satu member Blackpink itu.
"Arkan, umur lo bentar lagi udah masuk 18 tahun, dan selama 17 tahun itu lo hanya pacaran dengan pacar halu lo yang di korea, gerah gue liat hidup lo," kata Nabil sedikit emosi karena temannya ini begitu tolol.
"Iya betul tuh kata saudara Nabil, cari pacar sana," ucap Bima.
"Bentar lagi gue bakal dapat pacar tenang aja lo pada," kata Arkan santai
"Dari tahun gajah lo bilangnya gitu mulu, bentar lagi dapat pacar tapi buktinya sampe sekarang gak dapat-dapat," jawab Reklin.
"Udah berdebat nya nanti aja, sekarang makan dulu ntar keburu bel," kata Bi Surti yang sudah membawakan makan ke meja anak-anak angkatnya.
Mereka pun makan dengan hikmat, walaupun di iringi dengan bacotan, akan selalu seperti ini tidak ada ketenangan jika mereka sudah bersama.
***
Hari ini SMA Unjulan Bangsa tidak melakukan kegiatan belajar mengajar karena para guru sedang mengadakan rapat dadakan.
Chika dan Salsa melangkahkan kaki menuju kantin, setelah acara gosip menggosip di kelas akhirnya mereke memutuskan untuk makan.
Setelah tiba di kantin mereka memesan makanan dan minuman kemudian mencari tempat duduk untuk makan.
Memakan dengan tenang dan hikmat, hanya ada dentingan sendok di antara mereka berdua.
"Eh Salsa gue ke toilet bentar ya," kata Chika yang hanya dianggukki Salsa.
Karena kebelet pipis akhirnya Chika pamit undur diri ke toilet.
"Kak! kak!" panggil wanita berkacamata bulat itu.
Chika menengok ke arah suara.
"Gue?" tanya Chika pada cewek itu.
"Iya, Ini ada titipan dari cowok paling tampan dan paling kaya Se-SMA Unjulan Bangsa," ucap Cewek berkaca mata itu kemudian menaruh surat ke tangan Chika dan meninggalkan Chika yang masih dalam keadaan bingung.
"Ada-ada aja, siapa sih? jaman udah canggih dan masih ada orang yang surat-suratan," ucap Chika kemudian membuka surat itu.
Untuk nona cantik yang belum gue ketahui namanya.
Hai nona cantik tapi masih cantikan pacar gue yang di korea yaitu ayang beb Rose yang terhormat.
Tadi kita belum sempat berkenalan, gue yakin pasti lo penasaran siapa nama cowok tampan yang tadi nolongin lo.
Baik kita mulai saja perkenalan nya.
Nama gue Faisal Arkananta Ruzika, biasa disebut Arkan oleh semua orang, tapi suatu saat nona akan memanggil gue dengan sebutan sayang. Tadinya mau ngeramal seperti Dilan yang ngeramal Milea, tapi sayangnya gue gak punya ilmu cenanayang, nanti gue belajar sama Dilan, tenang saja. Umur gue sebentar lagi 18 tahun, jangan lupa kasih kado ke gue pada tanggal 11 maret ya, kado nya gak usah yang mahal, cukup lo jadi pacar ke tiga gue aja biar gue gak di ejek jomblo lagi oleh teman-teman gue yang pakboi. Alasan kenapa lo jadi pacar ke tiga bukan karena gue pakboi, tapi karena pacar pertama gue itu nona Rose yang terhormat, tapi kita itu LDR-an, dan pacar ke dua gue yaitu milkita, permen yang selalu menemani gue saat suka dan duka.
Sekian dulu perkenalan hari ini, nanti kita lanjut lagi, salam cinta dari Arkan.
Chika melipat kembali surat itu. Sungguh ini adalah surat paling tidak jelas yang pernah ia baca. Menyebalkan, satu kata yang mendefinisikan perasaan Chika saat usai membaca surat itu.
"Ada juga ya manusia seperti itu, tingkat ke percayaan dirinya berlebihan," kata Chika kemudian masuk ke dalam WC.

Komento sa Aklat (188)

  • avatar
    RosmawatiYanti

    beeeest

    23/03/2025

      0
  • avatar
    Ooll Ooll

    msnrap

    23/03/2025

      0
  • avatar
    Zhianda naldoGhanim

    bagus

    09/08/2024

      0
  • Tingnan Lahat

Mga Kaugnay na Kabanata

Mga Pinakabagong Kabanata