logo text
Idagdag sa Library
logo
logo-text

I-download ang aklat na ito sa loob ng app

TARGET SEJAK LAMA

Sebuah langkah kaki berjalan beriringan, kedua pria itu tampak begitu serius. Namun seisi kantor heran dengan bos mereka yang baru muncul setelah beberapa hari menghilang, tidak setiap waktu Pria itu tak ada.
Bisa dikatakan kalau Wakil direktur yang disegani adalah bos mereka, dan yang bukan sedang berjalan duluan seperti seorang raja.
Mereka berdua sedang berbeda pendapat dalam berinvestasi, Xerxes keberatan bila mana mereka harus memberikan dana lagi pada orang lain, tapi menurut Nevan investor ini sangat menguntungkan bagi perusahan mereka.
"Gue udah bilang, jangan terlalu banyak mengeluarkan uang, nanti perusahaan kita rugi!"
Nevan menghembuskan nafas kasar. "Lo gak tau apa-apa, Xer!"
"Apa gue gak tau, Jangan mentang-mentang Lo yang selalu megang perusahaan ya!" ucap Xerxes yang tak terima kalau keputusan di tolak, dia ini pemilik perusahaan.
"Tapi pendapatan kita akan naik 30% kalau kita investasi ke mereka," ucap Nevan, yang membuat Xerxes berhenti dan menatapnya dengan wajah serius.
"Beneran?" tanya Xerxes yang tak percaya, kalau benar berarti dia akan bertambah kaya, dan bisa memilih wanita mana pun di dunia ini.
"Iya, kapan sih gue bohong sama Lo?" tanya Nevan, tak lama Tiara datang membawa map merah yang berisikan formulir pendaftaran baru. Karena alasan yang tak masuk akal Xerxes suka memencet karyawan seenaknya, membuat dia harus mencari pengganti yang lebih bagus untuk menyeimbangkan perusahaan.
"Permisi pak!" ucap Tiara yang membuat kedua orang itu berbalik melihatnya, Xerxes menatap tak suka pada Tiara, dari banyak wanita yang mau bersamanya hanya Tiara saja yang tak mau melakukan itu.
Padahal jika ingin segepok uang dia akan memberikannya, penampilan yang modis dengan lekuk tubuh yang sempurna tak lupa wajah yang cantik membuat siapa saja pasti akan suka padanya, tapi dia terlalu sulit di gapai.
"Ada apa?" tanya Nevan yang heran, padahal mereka sedang bicara serius.
"Ini formulir pendaftaran baru, mohon periksa!" ujar Tiara, yang tak lama selembaran kertas itu di ambil dari tangan Nevan lalu di robek oleh Xerxes yang membuat semua orang yang ada di ruangan itu tak percaya apa yang terjadi.
"Kenapa pakai ini? Email bisa kan?" tanya Xerxes yang tak lama mendapatkan tendangan kencang diarea bokong hingga jatuh ke lantai.
Nevan yang sudah geram, memang kerap kali mempermalukan bosnya itu. "Dasar anak sue Lo ya! Itu formulir penting."
"Anj*Ng sakit gila! Seperti apa sih sampe bua gue kayak gini, gue bos lo tau?"
"Bodo amat Xerxes, gue pusing sama Lo! Sekali lagi Lo bikin ulah, abis Lo sama gue!" ucap Nevan yang kesal lalu pergi dari sana meninggal Xerxes yang malu sambil memungut kembali kertas yang dia robek.
Tak lama seorang wanita mendekat kearah Xerxes. "Mau saya bantu, pak?"
Dengan perasaan yang menggebu dia pun menatap marah pada wanita itu, tentu saja dia butuh bantuan kenapa malah bertanya. Belum sempat bibir itu terangkat, wajah sang wanita membuat Xerxes dia ditempat.
Bukan! Dia tidak terpesona, tapi dia amat kenal dengan wajah ini. "Yeona?"
Yeona pun melihat Xerxes dengan wajah heran, dari mana orang ini tau namanya? "Iya, pak?"
"Kamu kerja di sini?" tanya Xerxes membuat semua orang membicarakan mereka di sana.
"Iya, pak. Saya baru masuk, bapak kenal saya?" tanya Yeona yang ragu, tak lama senyuman jail itu muncul dari wajahnya.
"Kenal! Sangat kenal."
.
.
"Bisa gak sih? Lo gak usah senyum Mulu?" tanya Nevan yang kesal, dengan pandangan menjengkelkan dari sahabat itu. Sejak tadi wajah tak berubah membuat dia geram.
"Ck! Santai aja man! Tapi gue gak nyangka ya jodoh itu gak akan kemana?" tanya Xerxes yang membuat Nevan tak mengerti ucapannya, dia pun menatap pria itu sedang wajah heran.
Karena tadi Nevan berjalan duluan, jadi dia tak tau apa yang terjadi. "Maksud Lo apa?"
"Yeona ada di kantor ini."
"Ya terus?"
"Yakin terus?" tanya Xerxes yang menggoda sambil mengangkat-angkat kedua alisnya, yang membuat Nevan menghembuskan nafas.
"Gak usah banyak bacot! Gue itu Nerima dia karena dia bagus dalam interview, jadi jangan mikir aneh-aneh!" ujar Nevan.
"Oh gitu ya? Bukan pengen lihat setiap saat?" tanya Xerxes, karena meja kerja mereka sebelahan, membuat mereka bisa bicara bebas sedekat itu.
"Xer Fokus! kita di kantor!" ujar Nevan yang tak tau lagi harus apa. Tak lama kacamata terlepas, dia mengusap air matanya hampir jatuh, cinta lama sangat menyakitkan baginya bahwa penatnya kerja tak ada apa-apanya.
"Gue cuma heran sama lo, Lo seakan bimbang sama perasaan Lo. Cinta itu membuat udah membuat Lo sakit berulang kali, tapi Lo terus mengobatinya hingga cinta tetap tumbuh, kalau Lo udah muak sama Yeona, Lo gak mungkin Nerima dia di perusahaan kita, apalagi waktunya tergolong singkat, bro! Lo bisa bohong ke semua orang, tapi air mata Lo gak bisa bohong."
Nevan mengatur nafasnya sebenarnya lalu menatap Xerxes. "Gue cuma benci sama diri gue."
"Bukan benci! Lo gak tau apa yang Lo mau."
Sementara itu Yeona di tempat di ruangan magang, karena dia masih baru maka sebulan ini akan menjadi tantangan yang berat, jika di berhasil melewati semua pekerjaan, dia akan ditempatkan diposisi yang dia kuasai juga kenaikan gaji.
Walau di rumah tadi banyak drama, apalagi mamanya yang membagikan sayuran ke tentang sebagai syukuran keterimanya kerja Yeona di perusahaan besar, mau tak mau dia harus ikut mengantarkan.
"Hai! Nama Lo siapa? Gue Siska!" ucap wanita yang berada di meja depannya, semua meja menyatu dan hanya diskat plastik tebal berwarna biru, entah itu Yeona tak tau.
"Yeona kak!" ucap Yeona dengan senyuman, mendengar hal itu Siska tertawa kecil.
"Nama Lo Korea banget, apa bapak Lo orang Korea?"
"Bukan kak! Asli orang Jawa," ucap Yeona yang membuat Siska lagi-lagi tertawa kecil.
"Tapi asli Lo cantik, dan bahasa Lo juga gak Jawa banget, kan ada yang ucapannya tuh medok."
"Iya karena saya tinggal di Jakarta udah lama, ibu saya orang Jakarta soalnya," ucap Yeona yang membuat Siska mengangguk, tak lama siska memberikan minuman kopi pada Yeona yang membuat gadis itu tak paham.
"Apa ini kak?" tanya Yeona yang heran.
"Anggap aja hadiah pertemanan kita, oh iya gue denger Lo di senyumin pak Xerxes ya?" tanya Siska yang membuat Yeona terdiam sebentar, kalau mengangguk karena ingat.
"Oh nama orang itu Xerxes?"
"Iya! Lo harus hati-hati!"
"Emang kenapa kak?"
"Dia itu playboy kelas kakap, gak ada cewek yang dia senyumin kecuali berakhir di ranjang."
"Hah?" tanya Yeona yang menatap tak percaya, bagaimana ini pria itu juga sudah tau namanya mungkin dia sudah menjadi targetnya sejak lama.

Komento sa Aklat (420)

  • avatar
    LadjupaJuhadi

    sangat bagus

    11/02/2025

      0
  • avatar

    good job

    28/01/2025

      0
  • avatar
    NaneakKuyuk

    bagus sekali

    26/01/2025

      0
  • Tingnan Lahat

Mga Kaugnay na Kabanata

Mga Pinakabagong Kabanata