Mereka memesan tiket yang paling murah. Setelah itu mereka langsung bergegas ke super market untuk membeli beberapa cemilan. "Beli indomie jangan lupa," celetuk Najla. "Indomie goreng 2 sama indomie rabus 1 sama indomie goreng cup 2, itu kebanyakan ga sih?" Ucap Refa. "Cukup teh." "Jangan lupa bawa pembalut agak banyak, takutnya disana ga ada yang biasa kita pake," saran Refa. Mereka mengambil 4 bungkus pembalut masing-masing 2, lalu selanjutnya mereka membeli deodoran agar tidak bau. Tidak lupa membeli beberapa bungkus permen karena mereka sangat menyukai permen dan juga mengambil beberapa makanan ringan. Selanjutnya mereka melanjutkan ketempat minuman, Refa mengambil ice latte kesukaannya 3 botol lalu susu ultra rasa coklat 2 botol, sedangkan Najla mengambil 2 buah susu indomilk rasa melon dan beberapa minuman lainnya. Setelah itu mereka mengambil masing-masing 2 bungkus roti dengan isi selai coklat. Mereka melanjutkan ketempat pertissuan, Najla mengambil 2 bungkus tissue basah untuk dirinya dan juga Refa selanjutnya ia juga mengambil 2 tissue kering untuk dirinya dan juga Refa. Langkah mereka terhenti karena mencium wangi parfum. "Beli yukkk," ajak Najla. Refa mengangguk. Mereka berjongkok untuk memilih parfum yang akan mereka beli, cukup lama untuk memilih parfum dan akhirnya mereka membeli parfum. "Beli apa lagi ya?" Tanya Najla. "Skincare dan beberapa makeup," ujar Refa. Mereka beralih ke tempat kosmetik lalu membeli beberapa skincare dan juga makeup tidak lupa mereka juga membeli beberapa alat mandi. "Stop," ujar Refa. "Udah cukup, ini udah banyak banget." "Ayok kita bayar," ajak Refa. Mereka berjalan menuju kasir, untung saja kasirnya kosong jadi mereka bisa cepat. Setelah itu Najla dan Refa bergegas menuju rumah untuk melanjutkan kegiatannya yaitu memasukan barang-barang kedalam koper. "Ayok kita beresin hari ini semua, besok kita harus istirahat full di dalem rumah tanpa melakukan kegiatan apapun," ucap Refa. "Siap ibu leader," celetuk Najla. Lagi-lagi Refa tidak memperdulikan perkataan Najla. Mereka memasuki kamar tidur. Perihal orang tua mereka. Besok kedua orangtua Refa dan keluarganya akan segera datang kerumah begitu pula dengan keluarga Najla. "Teh bawa baju berapa?" Tanya Najla. "Baju tidur 2 pasang, baju santai 2 pasang, baju latihan 2 pasang, baju bagus 2 pasang, jaket 1, cardigan 1," ujar Refa. "Terus apalagi?" Tanya Najla masih penasaran. "Alat sholat, alat mandi, sendal, kaos kaki 3 pasang, sarung tangan, skincare, makeup, pakaian dalam 6 pasang," ujar Refa panjang. "Terus?" Tanya Najla lagi. "Ya ini, makanan ringan." "Oh iya, laptop karena kita kuliah juga kan ya jadi wajib banget bawa laptop, terus charger, powerbank, sama beberapa alat kuliah, dan makanan ringan," lanjut Refa. "Okay me too," jawab Najla. Mereka fokus membereskan barang-barang mereka. Najla sedikit mengeluh karena ia rasa kopernya tidak cukup menampung semua barangnya. Namun, dengan kemampuan melipat Refa, Refa membantu Najla packing dari awal. Setelah 2 jam berlalu, akhirnya packing pun beres. 1 koper berukuran 20 inch dan juga 1 tas gendong yang muat laptop. Sekarang waktunya mereka untuk tidur dan bermimpi indah. *** Hari dimana Refa dan Najla berangkat ke Korea telah tiba. Semuanya sudah tertata rapih seperti tiket pesawat yang sudah mereka pesan dari jauh-jauh hari, serta kebutuhan lainnya yang mereka perlukan. Keluarga besar Refa dan keluarga besar Najla senantiasa mengantarkan mereka berdua menuju bandara. Setalah sampai bandara mereka bergegas berpamitan kepada seluruh keluarganya yang ada disitu. Dikarenakan waktunya sangat mepet jadi Refa dan Najla agak terburu-buru. "Jaga diri kalian baik-baik," ucap papi Refa. Refa dan Najla mengangguk patuh. "Kabari jika sudah sampai," lanjutnya. *** 7 jam berlalu, Refa membangunkan Najla yang tengah tertidur disampingnya. "Laaa, bangun....," ujar Refa seraya menepuk pelan bahu Najla. Najla terbangun lalu merenggangkan otot-ototnya. "Udah sampe teh?" Tanya Najla yang masih setengah sadar. "Keknya sih bentar lagi, liat deh pemandangan dari atas sini bagus banget," ujar Refa sambil menunjuk keluar jendela. Najla dengan reflek memalingkan pandangannya kearah jendela. "Wah, Korea indah banget dari atas sini," puji Najla. Refa mengangguk arti menyetujui ucapan Najla tadi. Tidak lama kemudian, pesawat resmi mendarat dengan aman. Najla dan Refa telah keluar dari pesawat dan kini mereka berada tepat di depan pintu keluar bandara udara Internasional Incheon. "Kita mulai semuanya dari sini," ujar Refa dengan pandangan yang masih menelusuri jalan yang ada dihadapannya. Najla mengangguk, "akhirnya cita-cita kita buat datang ke Korea terwujud juga ya teh." Refa memukul pelan bahu Najla, "sekali lagi lo panggil gue teh, gue bakalan marah besar sama lo." Najla tertawa menanggapi ucapan Refa, "ya udah, mulai detik ini gue resmi menggubah panggilan lo menjadi Refa eonni." "Terserah lo deh," ujar Refa malas. Mereka bukan hanya berdiam diri di depan pintu keluar bandara, namun mereka menunggu jemputan yang diberikan pihak Hybe. Tanpa menunggu lama, sebuah mobil berwarna hitam berhenti tepat didepan mereka. Lalu, seseorang keluar dari dalam sana dan menghampiri Refa dan juga Najla. "Excuse me, are you Miss Refa and Miss Najla?" Ucapnya dengan bahasa Inggris. "Yes that's right," jawab Refa dengan senyum hangatnya. "Introduce my name is Choi Ha Jun, i'm from Hybe Entertainment on duty to pick you two up," ucapnya dengan sopan sambil menunjukan kartu namanya. Refa dan Najla menganggu merespon ucapan orang tersebut. Tanpa berlama-lama, mereka langsung masuk kedalam mobil dan bergegas menuju gedung Hybe. Didalam perjalanan Refa dan Najla enggan saling berbicara. Keduanya takut jika mereka berbicara akan mengganggu konsentrasi supir. "I heard you guys are not from Korea huh?" Suara Pak Choi memecahkan keheningan didalam mobil. "ne maj-ayo ulineun indonesia-eseo wassseubnida," jawab Refa menggunakan bahasa Korea. "hangug-eoleul hal su issseubnikka?" Ujar Pak Choi yang terlihat kaget. "Ne ... jogeum," jawab Najla. *** Untuk kalian yang kurang paham sama bahasa yang aku pake, aku kasi tau artinya ya guys. Semoga bisa membantu kalian :v Inggris = Excuse me, are you Miss Refa and Miss Najla? Indonesia = Permisi, apa kalian nona Refa dan nona Najla? Inggris = Yes that's right Indonesia = iya benar Inggris = Introduce my name is Choi Ha Jun, i'm from Hybe Entertainment on duty to pick you two up Indonesia = Perkenalkan nama saya Choi Ha Jun, saya dari Hybe Entertainment bertugas untuk menjemput kalian berdua Inggris = I heard you guys are not from Korea huh? Indonesia= Kudengar kalian bukan dari Korea ya? Korea = ne maj-ayo ulineun indonesia-eseo wassseubnida Indonesia = iya benar, kami berasal dari Indonesia Korea = hangug-eoleul hal su issseubnikka? Indonesia = Kalian bisa bahasa Korea? Korea = Ne ... jogeum Indonesia = iya ... sedikit
Salamat
Suportahan ang may-akda na magdala sa iyo ng mga magagandang kwento
Gastos 23 diamante
Balanse: 0 brilyante โฃ 0 Mga puntos
Komento sa Aklat (457)
Malaika AhmadAfifa
baik
12/11/2024
ย ย 0
RistyShifa
sangatttt bagussss,cerita ny seruuuu,dan selalu bikin penasaran kelanjutan ny gimana ajaa.Cerita paling the best sii menurut kuu,luv dehh sama cerita ini๐๐
baik
12/11/2024
ย ย 0sangatttt bagussss,cerita ny seruuuu,dan selalu bikin penasaran kelanjutan ny gimana ajaa.Cerita paling the best sii menurut kuu,luv dehh sama cerita ini๐๐
10/08/2024
ย ย 0bagus banget cerita nyaaaa
02/06/2024
ย ย 0Tingnan Lahat