logo text
Idagdag sa Library
logo
logo-text

I-download ang aklat na ito sa loob ng app

Bab 7

Satu hari terlewati. Besok saatnya camping yang diadakan dari sekolah. Disa sungguh tak sabar menantikan camping esok hari.
Disa tengah mempersiapkan berbagai macam kebutuhan untuk camping sekolah besok agar tak ada yang terringgal. Di rasa sudah semua Disa memutuskan untuk istirahat. Terdengar bunyi telfon milik Disa dan ternyata telfon dari Skafi.
Disa: Hallo, Fi?
Skafi : Hallo Dis, lagi ngapain? Persiapan buat besok udah siap semua?"
Disa: Gue baru aja selesai nyiapin kebutuhan buat camping besok, lo sendiri gimana, Fi?
Skafi : Gue juga udah selesai. Dis, besok lo berangkat sama gue aja naik mobil sendiri.
Disa : Loh, Fi kok gitu sih? Kan ada bus sekolah untuk kesana kenapa kita engga ikut bus sekolah aja?
Skafi : Gue cuma ga mau lo desak - desakan waktu naik bus sama yang lain.
Disa : Huft, terserah lo deh, Fi.
Skafi : Oke, pokoknya besok gue jemput, kita berangkat pake mobil. Yang lain juga berangkat pake mobil.
Di maksud yang lain adalah sahabat-sahabat Skafi dan juga Arni,Yura tak lupa.
Skafi : Ya udah kalau gitu gue tutup telfonya. Night Dis, jangan tidur larut malam ga baik buat kesehatan lo.
Disa : Yoi, Fi. Night too.
Sambungan telefon terputus Disa memutuskan untuk tidur biar besok badanya fit untuk melakukan perjalanan ke camping.
Perjalanan ke tempat camping seperti ucapan Skafi tadi malam bahwa Disa semobil dengan Skafi beserta sahabat - sahabatnya juga naik mobil. Mobil Arta yang di gunakan untuk perjalanan ke tempat camping diisi oleh Arni, Yura, Gino , Raka , Jay , Tio dan juga Arta tentunya sang pemilik mobil.
Membutuhkan waktu 2 jam an untuk sampai di tempat camping. Semua murid turun dari kendaraan yang di tumpangi dan memasuki kawasan hutan yang biasa digunakan untuk tempat camping.
Para murid berkumpul untuk mendengarkan instruksi dari Pak Ratno pemimpin jalanya kegiatan camping sekolah sekaligus penanggung jawab.
"Baik anak-anak berhubung kita sudah sampai di tempat tujuan. Bapak akan membagikan kelompok untuk setiap satu tenda dan untuk melakukan kegiatan dalam camping nanti," ucap Pak Retno.
Pembagian kelompok berlangsung.
"Semua sudah mendapatkan kelompoknya. Sekarang kalian pasang tenda kalian," perintah Pak Retno.
"Baik pak."
Seluruh murid membubarkan diri. Dan mulai memasang tenda untuk mereka tiduri nanti.
Kegiatan memasang tenda telah berlangsung dan sekarang semua murid istirahat di tenda masing-masing mengumpulkan energi untuk kegiatan nanti malam.
Atau menjelajah sekitar tempat camping asal jangan terlalu jauh dari tempat diadakanya camping.
Disa, Arni, Yura dan ketiga teman tendanya yang berasal dari kelas 12. Ips 2 berkumpul duduk bersila di depan tenda.
"Oh iya kita tadi belum sempat berkenalan resmi kan?" tanya Yura kepada ketiga cewe yang masuk kedalam kelompoknya, mendapat anggukan dari ketiga cewe tersebut. "Gue Yura."
"Kenalin gue Arni dari kelas 12. Ipa 1," ucap Arni.
"Gue Dian," ucap gadis berkuncir satu.
"Gue Fani," ucap gadis berkacamata.
"Gue Lily," ucap gadis berambut sebahu.
"Oh iya kenalin gue Disa sekelas sama Arni," Disa memperkenalkan kepada ketiga cewe yng sudah dianggap sebagai temanya dan disambut oleh mereka.
"Kita bertiga udah tau siapa lo. Siapa sih yang engga kenal atau tau pacar dari seorang Skafi moswanted sekolah kita," celetuk Lily.
"Cuma ya kita tau nama lo dan muka lo doang dan sekarang malah bisa ngobrol sama seorang pacarnya Skafi," sahut Dian.
"Ternyata lo orangnya baik juga engga kebanyakan seperti cewe lain."
"Kalian engga benci sama gue?"
"Emang kenapa harus benci lo?" ucap Fani mengerutkan dahinya.
"Sebab gue pacarnya, Skafi. Kebanyakan cewe di sekolah rata-rata fansnya dan banyak yang ga terima hubungan gue sama Skafi."
"Hahaha lo lucu sumpah. Emang Skafi banyak yang ngefans. Gue juga ngefans sama dia cuma ya sekedar fans biasa engga kaya cewe lain yang terlalu tergila-gila sama Skafi bahkan terobsesi. So ngapain juga ya kita-kita ngebenci lo?" ucap Lily.
"Benar apa yang dikatakan oleh Lily. Gue pribadi engga benci sama lo. Malahan gue pengin jadi teman lo setelah kenal dan bicara sama lo," sahut Dian.
"Bener gue juga sependapat sama Lily dan Dian," sahut Fani.
"Thanks, kalian engga ngebenci gue. Soal temen gue juga mau kok temenan sama kalian."
"Oke kita temenan ya jadinya?" tanya Dian memastikan.
"Iya."
"Gue ga diajak nih temenan sama kalian?" tanya Arni dengan nada pura-pura merajuk.
"Lo juga ikut dong Arni, Yura kita semua jadi temenan atau kalau perlu jadi sahabat?"
"Iya betul kata Disa. So lo jangan sok merajuk gitu deh ga cocok. Ga usah ngambekan udah gedhe juga," ucap Lily dengan nada mengejek kepada Arni.
"Serah gue dong," sewot Arni.
"Udah kalian jangan pada berantem gitu. Jadi, kita sekarang teman jadi sahabat ya?" tanya Yura memastikan lagi.
"Oke sahabat." Fani mengulurkan telapak tanganya kedepan mengkode untuk menumpukan telapak tangan mereka ke atas telapak tanganya.
Satu persatu dari Disa, Yura, Dian, Lily dan terakhir Arni menyatukan telapak tangan mereka.
"Sahabat!" jawab mereka serempak dan tangan mereka melayangkan keatas udara menandakam persahabatan mereka di mulai dari sekarang.
Kemudian mereka tertawa bersama. Di sela tawa mereka kedatangan Skafi dkk.
"Hai girls," sapa Raka dengan senyuman manisnya. Disa dkk hanya membalas sapaan Raka dengan senyuman sekilas saja.
"Dis, ayo ikut, gue samayang lain mau ke sungai yang deket sini," ajak Skafi setibanya di depan Disa yang sudah berdiri.
"Emang ada ya?"
"Ada Dis, kata anak yang lain yang jelajah tempat sekitar sini tadi ada sungainya," sahut Raka.
"Eh lo malah main nyaut aja lo, Rak" ucap Gino menoyor kepala Raka.
"Pala gue sakit tau! Serah gue dong gue pengin jawab kenapa lo yang repot!" Raka balik noyor kepala Gino
"Aish lo pada ga usah rusuh bisa ga?!" sebal Arta
"Tau tuh si Raka."
"Lah malah gue yang disalahin. Kan lo duluan Gin yang mulai."
"Udah ga usah banyak bacot. Buru kita kesana." Tio berjalan terlebih dahulu dan diikuti Arta, Gino, Jay dan Raka dibelakangnya yang masih mendumel tak jelas.
"Kuylah, kalian juga ikut ke sungai," ajak Disa pada Yura, Arni, Lily, Dian dan Fani.
"Gue pasti ikut dong, Dis." semangat Yura untuk melihat sungai.
"Gue ga usah ikut deh, Dis," tolak Lily mewakili Dian dan Fani. Mereka sungkan jika harus bergabung dengan Skafi dkk yang notabenya mostwanted sekolah.
"Ga mau tau kalian harus ikut pokoknya."
"Ya udah deh," pasrah Lily.
Mereka semua yang masih tersisa mengikuti langkah kaki Arta dkk yang ada di depan menuju tempat sungai berada. Dan Skafi serta Disa berada di belakang mereka jalan berdua dengan tangan Skafi mengenggam tangan Disa.
Di tengah-tengah perjalanan teman Disa yang baru berkenalan dengan Skafi dkk . Meskipun mereka telah berkenalan dengan Skafi dkk tetapi masih ada rasa canggung jika berada di dekat Skafi dkk.

Komento sa Aklat (8)

  • avatar
    KhoirKhalisa Naadhira

    bagus banget seruu ih

    12d

      0
  • avatar
    Nardi Aditya

    bagus

    15d

      0
  • avatar
    YafaaaMdza

    bagus asik seru

    22d

      0
  • Tingnan Lahat

Mga Kaugnay na Kabanata

Mga Pinakabagong Kabanata