logo text
Idagdag sa Library
logo
logo-text

I-download ang aklat na ito sa loob ng app

Bab 6

Suasana pagi di lapangan indoor Sma Dirgantara ramai, ricuh oleh suara sorak-sorakan suporter menggema di seluruh lapangan indoor. Suporter dari Sma Dirgantara bersorak tak kalah keras dari Sma Galaksi untuk menyemangati tim basket sekolahnya.
"SKAFI SANG LEADER SEMANGAT!"
"FOKUS!"
"MENANGIN PERTANDINGAN!"
"PASTI MENANG!"
"SMA DIRGANTARA PASTI MENANG!"
"TIM BASKET SEMUA SEMANGAT!"
"SEMANGAT KALIAN!"
" GO GO GO PASTI MENANG!"
Begitulah sorak-sorakan ucapan semangat semua suporter dari Sma Dirgantara. Persaingan mulai ketat tim Sma Galaksi mulai memasuki daerah Sma Dirgantara.
Skafi berusaha merebut bola basket yang berada di tangan sang kapten lawan. Skafi berhasil merebut bola dari lawan dan berusaha berlari sambil mendrible bola memasuki daerah ring lawan dan melempar ke arah Gino yang agak dekat dengan ring lawan.
"No, tangkap!" teriak Skafi kencang kepada Gino agar siap menerima lemparan bola basket dari dirinya.
Gino berhasil menangkap bola yang dilemparkan oleh Skafi. Gino segera mendrible bola memasuki daerah lawan. Gino fokus ke bola basket yang ada di tangannya jangan sampai jatuh ke tangan lawan lagi.
"No lempar sini !!" teriak Skafi yang sudah berada di dekat ring lawan.
Shott Skafi melempar bola basket masuk ke dalam ring.
"GOLLLLL!!" teriak suporter dari Sma Dirgantara. Sma Galaksi bersorak tak terima skor lawan bertambah dan Sma Dirgantara bersorak karena tim basketnya menambah skor lagi.
Prit prit prit bunyi peluit di bunyikan wasit menandakan permainan bola basket telah usai dengan skor 45-62 artinya skor 45 diperoleh Sma Galaksi dan skor 62 diperoleh Sma Dirgantara dan pemenang lomba basket ini adalah Sma Dirgantara.
Berbeda dengan para pemain Sma Galaksi yang langsung salaman memberi selamat kepada Sma Dirgantara yang menang pertandingan serta berfoto bersama dan membubarkan diri.
"Gue Raga Mahendra, selaku ketua tim basket Sma Galaksi mengucapkan selamat atas kemenangan pertandingan basket ini buat Sma lo," ucap Raga sang ketua kapten untuk memberi selamat kepada Alfred sesama ketua tim basket.
"Gue Skafi, thanks atas ucapanya."
"Yoi. Gue duluan mau nyusul yang lain balik," ucap Raga berpamitan akan kembali ke Sma Galaksi. Skafi hanya mengangguk sekilas menanggapi.
Lain hal dengan para suporter. Suporter perempuan dari Sma Galaksi justru adu mulut mengeluarkan sumpah serapahnya karena masih tak terima dengan sekolahnya yang kalah dalam pertandingan basket ini.
Disa, Yura dan Arni yang tadinya menonton meninggalkan lapangan basket yang riuh oleh sorak penonton. Menyusuri koridor yang lenggang karena kebanyakan para siswa maupun siswi berada di lapangan basket untuk menyaksikan pertandingan basket dengan Sma Galaksi.
"Dis, lo ke kelas duluan deh gue mau ke toilet bentar."
"Ga mau gue temenin sekalian?"
"Engga deh. Lo ke kelas aja sama Yura."
"Ya udah gue duluan ke kelas ya."
"Ok."
Disa, Yura berlalu pergi dari hadapan Arni menuju kelasnya sendirian. Skafi sedikit menundukan kepalanya berjalan menuju kelasnya berada.
Bugh.
"Aduh," Disa mengaduh lirih ketika bahunya tertabrak sesuatu yang keras.
"E—eh maaf gue ga sengaja," ucap seorang cowo tampan, tinggi, kulit putih namun lebih ganteng Skafi pikir Skafi.
"Woi! Hati-hati dong kalau jalan. Ga usah sambil liat hp. Nabrak yang mau lewat kan. Temen gue kesakitan nih!"
"Udah, Yur. Lagian kan ga sengaja."
"Sorry gue ga sengaja tadi. Gue ga lihat ada lo karena lihat hp pas jalan."
"Iya ga papa."
"Gue Raga, dari Sma Galaksi sorry sekali lagi." Cowo tersebut bernama Raga memperkenalkan diri pada Disa dan Yura. Raga sang kapten basket dari Sma Galaksi, terfokus ke arah Disa cewe yang ia tabrak dan belum mengenalnya. Raga melirik ke arah name tag di seragam cewe yang ia tabrak. Disabella Kinzly ucap Raga dalam hati. Nama yang cantik sesuai dengan orangnya.
"Iya santai. Duluan ya," Disa tanpa memperkenalkan namanya pada cowo yang menabraknya itu segera melenggang pergi meyeret sebelah tangan Yura yang masih terlihat sebal dengan Raga, meninggalkan Raga yang meneliti Disa. Disa tak kenal dengan cowo tadi meskipun cowo tadi sudah memperkenalkan diri namun Disa merasa tak nyaman. Takutnya nanti Skafi melihat dirinya dengan cowo tadi bisa jadi masalah nanti.
Raga yang melihat kepergian cewe yang ia tabrak tadi dengan tergesa-gesa dan tau namanya meskipun cewe tadi tak memperkenalkan diri terhadapnya.
"Disa cewe yang beda. Gue suka," gumam Raga pelan.
--
Pelajaran kembali berlangsung setelah tadi kosong sejenak karena adanya pertandingan basket.
Bu Nia wali kelas 12. Ipa 4 sekaligus guru fisika memasuki kelas Skafi. Murid sekelas nampak heran padahal tak ada jadwal pelajaran fisika hari ini lalu ada apa Bu Nia memasuki kelas mereka? Namun anehnya bu Nia tak membawa setumpuk buk paket tebal pelajaran Fisika beberapa kertas seperti amplop.
"Selamat siang anak-anak?" sapa bu Nia kepada murid kelasnya.
"Siang bu," jawab mereka serempak.
"Saya kesini ingin memberitahukan pengumuman dari pihak sekolah yang akan mengadakan camping tahunan untuk kelas 12. Camping diadakan besok lusa. Ini sebagai camping akhir untuk kalian setelah lulus dari sekolah. Setelah ini kalian pasti engga bakal ngerasain lagi apa itu camping semasa Sma. Jadi, ibu harap kalian bisa ikut dan bersenang-senang dengan yang lainya menikmati alam dengan camping ini sekaligus merefresh otak agar segar. Ini ibu bagikan surat izin untuk orang tua kalian dan di tanda tangani. Yudha tolong bagikan surat ini ya," ucap bu Nia sembari menyerahkan amplop surat kepada Yudha ketua kelas 12. Ipa 4 untuk di bagikan.
"Baik bu," jawab Yudha dan membagikan surat izin untuk orang tua kepada teman-temanya.
"Surat izin besok di kumpulkan."
"Harus ikut camping ini mah," ucap Bagas.
"Hooh kapan lagi kita bisa camping dan seneng-seneng di alam," sahut Nathan.
"Betul tuh," ucap Ethan.
"Baik anak-anak sekarang sekolah pulang lebih awal biar kalian bisa mempersiapkan diri mulai sekarang. Selamat siang," ucap Bu Nia kemudian meninggalkan kelas 12. Ipa 4.
"Iya bu. Selamat siang."
Murid semua membubarkan diri segera pulang ke rumah. Tinggalah Skafi dkk dalam kelas.
"Gimana Skaf, lo ikut camping kan? Secara kalau ada camping sekolah lo pasti ga ikut," tanya Gino.
"Sekali-kalilah Skaf ikut," sahut Raka, "Lo pada pasti ikutkan?" Raka menunjuk ke arah Arta, Tio dan Jay . Serentak yang di tunjuk menganggukan kepalanya.
"Tuh lo lihat kan kita-kita aja mau ikut camping masa lo ga?"
"Iya Skaf, lo harus ikut pokoknya. Disa, cewe lo pasti ikut deh ,  Masa lo ga ikut? Nanti siapa coba yang jaga cewe lo disana?" paksa Raka.
"Ga mungkin salah satu dari kita bisa jaga cewe lo. Secara kita pasti ada kesibukan tersendiri disana dan ga bisakan ngawasin cewe lo lebih detail?"
"Fine gue ikut," final Skafi dirinya juga tau pasti Disa akan ikut. Ia tak akan membiarkan Disa di sana sendirian tanpa dirinya. Ia tak mau terjadi apa-apa sama Disa disana.
"Bagus itu baru sahabat gue."

Komento sa Aklat (8)

  • avatar
    KhoirKhalisa Naadhira

    bagus banget seruu ih

    13d

      0
  • avatar
    Nardi Aditya

    bagus

    16d

      0
  • avatar
    YafaaaMdza

    bagus asik seru

    23d

      0
  • Tingnan Lahat

Mga Kaugnay na Kabanata

Mga Pinakabagong Kabanata