logo text
Idagdag sa Library
logo
logo-text

I-download ang aklat na ito sa loob ng app

Bab 7 kabur

Bab 7 kabur
Aros dan Larisaa saling menatap satu sama lain.
"Iya nona meja nomor 1?"
Larissa tampak kebingungan berapa nominal yang akan dia ajukkan.
Tiba tiba aros.
"12M."
"Ouh penawaran yang tinggi, apa ada lagi yang bisa menawar lebih tinggi dari tuan aros."
Tiba tiba ada seorang pria menggunakan jas silver, punya wajah yang tampan, hidung mancung, dan rahang yang tegas dan rambut hitam mengangkat papan nomor meja nya
"14M." Ucapnya sambil menoleh ke arah aros dan Larissa.
"Ouh 14M." Apa ada yang mau lagi menawar lebih tinggi dari tuan klaus."
"Aku tidak akan membiarkanmu mendapatkannya."batin pria itu sambil menatap aros.
Klaus adalah pempimpin geng mafia ventaros yang tinggal dikota newyston. Kelompok klaus merupakan penyundup senjata terbesar dibeberapa kota
"Kalau kau memang mencintaiku, aku ingin kau mendapatkan kalung itu untukku." Ucap Larissa memberikan papan itu ke tangan aros.
Aros Tanpa pikir panjang mengangkat papan nomornya menunjukkan bahwa dia akan melakukan apapun permintaan Larissa "16M."
"Wow 16M, apakah kalung ini akan jatuh ke tangan tuan aros. Ada lagi yang menawar lebih tinggi?"
"17M." Ucap Klaus.
Tiba tiba Larissa berdiri dari tempat duduknya, aros sontak menarik tangan nya
"Mau kemana?"
"Aku mau ke toilet sebentar saja."
"Aku akan ikut denganmu."
"Kalau kau ikut berarti kau gagal membuktikan kau mencintaiku karena membiarkan orang itu menang."
"Bagaimana kalau aku pergi dengan salah satu anak buahmu saja?"
Karena aros ingin membuktikan cinta pada Larissa, aros akhirnya setuju "Baiklah, Lendra yang akan menemanimu."
Larissa pun pergi dengan terburu-buru bersama Lendra yang berjalan dibelakang-Nya.
"Bagaimana apa ada tawaran lebih tinggi?"
"25M." Ucap aros.
Semua orang melongo mendengar nominal yang diucapkan aros untuk jumlah uang sebesar itu, Dimata aros itu tidak ada apa apa nya. Dia bisa menawar kalung itu lebih tinggi dari sebelumnya.
"Wow 25M, apa ada lagi yang lebih tinggi dari tuan aros.
"Sial, aku tidak bisa menawar lebih tinggi lagi. Kalau statistik pasokan dan penjualan tidak menurun, aku pasti menawar 10 kali lipat nya". Batinnya.
"Bagaimana para hadirin apa ada yang bisa menawar lebih tinggi?"
"Karena tidak ada yang bisa menawar lebih tinggi lagi, Jadi kalung berlian heart of Eternity resmi diberikan kepada tuan aros dengan harga 25M."
Semua orang memberikan tepuk tangan sebagai tanda pemilik baru dari kalung heart of Eternity.
Wajah Klaus tampak begitu kesal melihat dirinya dikalahkan oleh aros, tapi apa boleh buat, sekarang dia harus mengurangi pengeluaran yang tidak terlalu penting.
"Barang berikutnya masuk."
Wanita berbeda masuk Membawa sebuah lukisan yang tampak hanya coretan tidak jelas antara warna coklat, hitam, putih, dan abu-abu tapi punya makna tersendiri.
"Ini adalah Lukisan yang dibuat oleh tuan Herrlyn James, seorang pelukis ternama Tian Herrlyn memberi nama karya nya dengan sebutan nomor, lukisan abstrak bermaksud bahwa para penikmat lukisan dapat bebas mengimajinasikan hasil karyanya."
"Kita buka dengan harga 50 juta."
Para hadirin mulai mengangkat papan nomor mereka.
Seorang Wanita tua duduk dimeja nomor 6 mengangkat papan nomornya berkata "60 juta."
Pria yang duduk dimeja nomor 3 juga mengangkat papan nomornya "70 juta."
Disaat semua orang berlomba lomba memperebutkan Lukisan yang dibuat tuan Herrlyn James, tampak dari kejauhan Klaus memperhatikan aros yang terlihat gelisah.
"Apa yang dibuat seorang wanita ditoilet, kenapa dia belum juga kembali."batinnya
Rasa gelisah aros yang begitu kuat sampai membuat Klaus yang berada jauh dari meja aros, bisa merasakannya.
Tiba tiba salah satu anak buah aros masuk dengan terburu buru menemui aros.
"Tuan wanita itu menghilang." Ucapnya berbisik.
Aros yang tau jika Larissa menghilang, dengan tisak sengaja memukul meja nya begitu keras.
Bungghhh.......
Membuat pembawa acar dan para hadirin terkejut setengah mati.
Wajah mereka tampak ketakutan melihat aros berdiri dengan raut wajah marah yang jelas tergambar di wajahnya.
Aros pergi meninggalkan acara itu.
Melihat aros pergi para hadirin dan pembawa acara tampak kebingungan, mereka tau acaranya belum selesai tapi aros sudah meninggalkan tempat duduknya.
Disisi lain aros keluar menemui anak buahnya yang berdiri tidak jauh dari pintu.
"Kenapa wanita itu bisa kabur!" Pekiknya marah dengan kedua telapak tangannya mengepal menahan amarah berjalan mendekati anak buahnya yang berdiri bersama Lendra.
Melihat wajah aros dari kejauhan mereka semua sudah gemetar
"Mati aku, tuan aros pasti sudah marah besar."batinnya
Tiba-tiba
Brugkk....
Aros langsung memukul rahang Lendra dengan pukulan yang kerasa sampai membuat Lendra melangkah mundur kebelakang.
"Kenapa wanita itu bisa melarikan diri!'ucapnya marah memperlihatkan wajahnya yang berubah mengerikan seperti singa yang marah
Flasback........
Tampak Larissa dan Lendra keluar dari pintu besar.
Larissa menghentikan jalannya sambil berkata" aku tidak tau dimana toiletnya, kau bisa berjalan di depanku menunjukkan jalan?"
"Tolong."ucapnya dengan raut wajah memelas
"Baiklah."Lendra menyetujui permintaan Larissa.
Ini bukan pertama kalinya dia datang kesini jadi dia tau dimana gedung toilet digedung itu, tanpa harus bertanyaa lagi pada orang lain.
Lendra berjalan menuntun Larissa, tapi di selalu menoleh ke belakang untuk memastikan Larissa masih berada dibelakangnya.
Larissa yang ingin kabur dari sana kebingungan mencari cara agar terlepas dari Lendra yang terus menoleh padanya.
Dari ujung kejauhan ruang ujung toilet sudah terlihat mereka melewati sebuah krisbow troli kebersihan.
"Nona, toilet nya ada diujung sana." Ucapnya berbalik.
Brugkkkk.....
"Aaaahhhh."
Lendra terjatuh terlentang di lantai.
Larissa memukul bagian belakang leher Lendra menggunakan gagang kain pel yang dia ambil dari dalam krisbow pembersih yang mereka lewati.
Larissa langsung melarikkan diri dari sana.
Lendra berusaha bangun sambil memegang lehernya yang sakit
"Nona berhenti !" Teriaknya mengejar Larissa.
Larissa tidak memperdulikan apapun dia langsung lari dan terus berlari sampai didepan gedung.
Dia menarik pintu keluar tanpa sepengetahuan anak buah aros, karena saat Larissa lewat mereka tidak menyadari.
Posisinya saat itu anak buah aros sedang berbalik badan, itu sebabnya dia lolos.
Lendra yang berlari mengejar Larissa berteriak apa anak buahnya.
"Kalian semua kejar wanita itu, dia melarikan diri !"
Anak buah aros semua berlari keluar mengejar Larissa.
Tampak Larissa yang berlari pinggiran jalan, saat dia melihat Lendra dan anak buah aros muncul.
Dia langsung melepaskan kedua sepatu mahalnya membuangnya begitu saja dipinggir jalan "kakiku bisa patah." Ucapnya kembali berlari.
Karena mereka kakinya tidak leluasa bergerak Larissa menarik gaunnya sampai ke atas lututnya "aku tidak boleh tertangkap." Ucapnya berlari sambil memegang kain sebahu.
Anak buah aros dan Lendra terus mengejar Larissa sampai saat Larissa masuk ke dalam lorong sebelah gedung-gedung tinggi dia menghilang.
"Sial wania itu berhasil melarikkan diri !"
Lendra berhenti di tengah tengah lorong dimana ada tiang listrik dan lampu yang kedap kedip diatasnya.
Lendra kembali berlari sampai ke ujung yang tembus ke jalan raya tapi tidak terlihat Larissa sekitaran sana, dia menghilang dengan cepat.
"Habislah aku." Ucapnya mengusap wajah yang bercucuran keringat.
*********
Lendra menceritakan semuanya, wajah aros tampak begitu marah. Matanya coklat kehitaman miliknya membulat melotot melihat Lendra.
"Apa kau ingin mati !" Teriaknya marah, menarik kerah baju Lendra
"Maaf bos, wanita itu menghilang begitu cepat."
Lendra ketakutan menurun kan pandangan matanya tidak berani melihat wajah aros begitu mengerikan saat marah.
"Dasar tidak berguna !" Mendorong tubuh Lendra.
"Kalian semua cari wanita itu sampai dapat!"
"Kalau kalian tidak membawa wanita itu pulang bersama kalian, kalian sudah tau hukaman apa yang akan kalian dapatkan."
Melihat sorot mata aros menatap tajam mereka, anak buahnya merasa nyawanya tidak akan bertahan lama malam ini.
Aros beserta anak buahnya dan Lendra pergi meninggalkan tempat itu mencari Larissa.
Disaat yang bersamaan Klaus keluar dan mendengar perkataan aros membuatnya bertanya tanya.
"Siapa sebenarnya wanita itu, kenapa aros sangat marah saat tau wanita itu menghilang."
"Apa mungkin wanita itu salah satu barang berharga miliknya.
Bersambung..........

Komento sa Aklat (405)

  • avatar
    DeanataMerytia wimar

    baguss tapi kapan lanjutnyaaa??

    19/06

      0
  • avatar
    MostBlinking

    best

    01/10

      0
  • avatar
    aldi remitza

    terima kasih

    26/08

      0
  • Tingnan Lahat

Mga Kaugnay na Kabanata

Mga Pinakabagong Kabanata