logo text
Idagdag sa Library
logo
logo-text

I-download ang aklat na ito sa loob ng app

Bab 6 acara lelang

Bab 6 acara lelang
Aros mengeluarkan dua kotak besar, satu kotaknya berisi sepatu heelss berwarna silver dengan gemerlap dari cahaya pecahaan berlian putih yang menempel di seluruh bagian sepatu membuat hrganya sepatu itu begitu mahal.
Kotak kedua berisi satu set perhiasan yang tidak jauh kalah indah dan mewah dari sepatu tadi.
Sebuah kalung yang terbuat dari berlian utuh yang diletakkan disetiap kerangka kalung berbentuk kelopak bunga dengan bentuk kelopak bunga lebih besar di tengah kalung itu dihiasi dengan berlian lebih besar.
Bukan cuma kalung tapi ada juga anting dan gelang yang sepasang dengan kalung itu.
Aros membawa kotak itu ke depan cermin, meletakkan diatas meja.
Dia mengambil sepasang anting membawa kepada Larissa, dia berdiri dibelakang Larissa memasangkan kedua anting itu dengan lembut.
"Angkat rambutmu."ucapnya sambil memegang kalung berlian itu.
Larissa mengangkat rambut panjang nya membiarkan aros memasangkan kalung cantik itu dileher nya.
Saat aros memasangkan kalung itu, tiba tiba dia mencium aroma tubuh Larissa, membuatnya mengendus bagian leher belakang Larissa.
"Apa yang kau lakukan!" Kagetnya berbalik.
"Aku menyukai aroma tubuhmu."
"Pria ini benar-benar gila."bantinya sambil mengelus lehernya.
Aros kembali memasangkan gelang berbentuk bulat dengan dihiasi berlian yang sama.
Aros menarik tangan Larissa membawanya ketempat tidur.
"Ayo duduk."
"Untuk apa?"
"Duduklah aku tidak akan menyakitimu."
Larissa duduk dipinggi ranjang, dan aros berlutut didepannya
"Apa yang dia lakukan?" Bingung.
Aros memasangkan kedua sepatu itu ke kai Larissa.
Larissa memperhatikan Aros Yang memasangkan sepatu itu dengan kelembutan.
"Pria ini bisa selembut ini padaku?"
Dia tampak heran pria sekejam aros begitu lembut dengannya, itu tampak tidak mungkin.
Aros biasa bersikap kejam, tapi bisa selembut dan seromantis ini. Dia diperlakukan seperti seorang ratu ditangan aros.
Aros bangkit sambil menarik tangan Larissa dengan lembut.
"Wanitaku sudah siap, kita sudah siap untuk pergi." Ucapnya tersenyum.
Aros menggandeng tangan Larissa keluar kamar itu, perlahan menuruni tangga menuju lantai bawah dimana Lendra dan beberapa anak buah sudah siap ikut bersamanya nya.
Melihat Larissa yang berpenampilan berbeda membuat Lendra takjub akan kecantikan dan keindahan tubuh yang dimiliki Larissa.
"Wanita ini mempunyai pesona luar biasa, pantas saja tuan aros yang tidak pernah memandang seorang wanita, kini membawa pulang seorang wanita jalanan yang dijadikan wanitany." Batinnya.
"Tuan mobil sudah siap."ucap Lendra menundukkan pandangannya kebawah.
"Kita berangkat sekarang !"
Aros menggandeng tangan Larissa keluar dari rumah itu dengan diikuti Lendra dan anak buahnya.
Didepan halaman depan, ada 3 mobil mewah berwarna hitam yang menunggu aros dan Larissa.
Mobil dengan adalah mobil untuk Larissa, aros, dan Lendra sedangkan dua mobil Lainnya adalah mobil untuk anak buahnya yang akan ikut bersama mereka.
Dari atas langit, ketiga mobil itu pergi meninggalkan rumah aros yang begitu mewah dengan puluhan anak buah yang menjaga rumah itu dengan senjata ditubuh mereka.
Ditengah perjalanan menuju acara, Larissa tampak begitu gelisah
Dia terus melihat ke luar jendela mobil memperhatikan semu bangunan yang dilewatinya.
"Malam ini aku harus kabur darinya."
Larissa kembali menguat kan tekad untuk kabur.
Aros yang melihat Larissa diam, bertanya padanya "ada apa denganmu? Kenapa kau terus melihat keluar."
Larissa sontak berbalik "tidak apa-apa, aku hanya rindu dengan suasan luar." Ucapnya ketus.
Lima belas menit kemudian, mobil aros berhenti di sebuah gedung tinggi ditengah perkotaan Boston.
Aros dan Larisaa keluar dari mobil mereka.
Didepan gedung ada satu pria mengenakan jas, berdiri didepan pintu menunggu kedatangan mereka.
"Selamat datang tuan aros."ucapnya memberi penghormatan.
Pria itu membungkukkan badannya didepan aros dan Larisaa yang berjalan menghampirinya.
"Silahkan masuk tuan." Ucapnya masuk sambil membukakan pintu.
Aros dan Larisaa masuk kedalam bersama Lendra dan anak buah mereka yang ikut dibelakang.
Larissa yang melihat pria itu begitu hormat dengan aros membuatnya bertanya-tanya siapa pria yang sebenarnya menahannya itu.
Mereka semua terus berjalan sampai disebuah ruangan ada pintu besar dimana ada dua pria berpakaian jas berdiri dikedua sisi pintu.
Saat aros berjalan mendekat lagi-lagi pria itu memberikan hormat.
"Selamat datang tuan aros." Ucap pria itu membungkuk.
Kedua pria itu membuka kedua sisi pintu yang memperlihatkan ada panggung besar dan beberapa meja berada dibawahnya.
Dengan menggandeng tangan Larissa aros melangkahkan kakinya masuk kedalam.
Lendra ikut masuk dan anak buah mereka berada diluar.
Saat mereka masuk semua orang tampak memperhatikan nya sampai mereka duduk dimeja VIP yang disediakan untuk mereka sesuai dengan papan nama yang terpampang diatas meja itu.
Hanya ada dua kursi dimeja itu, jadi Lendra berdiri disamping meja Sampai aros memintanya Untuk pergi.
Larissa yang tidak tahu akan menghadiri acara apa bertanya "kau membawaku menghadiri acara apa?" Berbisik.
"Acara lelang, akan banyak barang berharga muncul".ucapnya sambil memberikan papn nomor satu kerangan Larisaa.
"Untuk apa kau memberikan nya padaku."
Larissa meletakkan papan nomor itu ke atas meja.
"Kau bisa menggunakan nya membeli barang yang kau inginkan nanti."balasnya dengan nada ketus.
"Aku tidak menginginkan apapun."balasnya dengan nada ketus.
Seorang wanita berumuran 30tahun dengan mengenakkan rok dibawah lutut dengan kemeja putih yang ditutup dengan jas kecil muncul didepan panggung dengan memegang mic ditangan kanan nya.
"Selamat malam untuk semua para tamu terhormat kami, terutama tuan aros yang sudah menyempatkan menghadiri acara lelang kami." Ucap wanita itu tersenyum ke arah aros dan Larissa.
Aros merupakan tamu terhormat yang diundang oleh mereka dan mendapatkan meja VIP paling depan.
"Malam ini ada 6 barang yang akan dilelang oleh kami."
"Barang pertama silahkan masuk."
Dari samping panggung seorang wanita yang berpakaian sama muncul membawa sebuah kotak ditangan nya yang ditutup dengan kain hitam.
Pembawa acara menarik kain hitam sambil berbicara "ini adalah sebuah kalung, dimana ditengah kalung ini ada sebuah berlian heart of Eternity."
Heart of Eternity adalah berlian biru hanya mewakili satu persen dari semua berlian berwarna merah yang ditambang.
Heart of Eternity memiliki warna biru cerah yang mewah dan ditambang ditambang berlian premier negara xx.
Berlian ini sangat langka karena tone abu abu atau hitam yang minim pada bentuk hati yang awalnya dipotong dari berlian kasar seberat 777 karat dan dijual di 3negara.
"Kita akan buka penawaran dari harga 4,3M."
Para tamu yang hadir langsung mengangkat papan nomor mereka
"4,4M."ucap meja nomor 5.
"Apa ada lagi?"
"4,5M." Meja nomor 7.
"Iya 4,5M, apa ada lagi?"
"7M." Meja nomor 9.
"Iya ada lagi?"
"10M." Meja nomor 11.
"Ouh semakin tinggi, apa ada lagi yang bisa menawarnya?"
Sontak semua orang terdiam, tiba tiba ada satu papan yang terangkat ke papan. Itu adalah Larissa.
Aros yang tadinya fokus melihat ke depan menyaksikan acara lelang, sontak menoleh ke arah Larissa yang mengangkat papan nomor meja mereka.
"Kau ingin kalung itu?" Tanya aros dengan tatapan serius.
Bersambung.....

Komento sa Aklat (405)

  • avatar
    DeanataMerytia wimar

    baguss tapi kapan lanjutnyaaa??

    19/06

      0
  • avatar
    MostBlinking

    best

    01/10

      0
  • avatar
    aldi remitza

    terima kasih

    26/08

      0
  • Tingnan Lahat

Mga Kaugnay na Kabanata

Mga Pinakabagong Kabanata