"Keysha bangun nak, udah hampir jam tuju. Kamu bisa terlambat sekolah" teriak bintara dari luar kamar Keysha. Keysha yang menyadari suara ayahnya sedari tadi terbangun dan mengretekkan tulang tulang badannya dan berusaha mengumpulkan nyawanya yang masih belum terkumpul. "Iya pah, nih udah bangun" teriak Keysha dari dalam. Bintara hanya menggeleng saja. "Yaudah papah mau berangkat kerja dulu, kamu segera berangkat sekolah ya". Tambah Bintara pamitan. "HM, iya pah" jawab Keysha malas. Keysha berusaha mengambil handphone nya di atas meja dekat tempat tidurnya dan melihat jam masih menunjukkan pukul 07:05. Keysha medegus kenapa ayah ya membangunkannya di jam segitu. Itu terlalu cepat baginya!. Keysha kembali membaringkan badannya yang masih ingin tidur setelah semalam dihabikannya bermain game sampai jam dua subu. "Non key, non. Nona udah bangun belum?" Teriak Bi Wasti dari luar pintu. Keysha hanya bisa mendegus kesal kenapa semua orang di sisinya hanya tau mengganggu saja. Dengan malas Keysha membuka pintu kamarnya dan menemukan bi Wasti di sana. "Iya bi". "Non key gak sekolah?" "Bentar lagi bi, masih jam tujuh" jawab Keysha sembari mengusap. "Non, ini udah terlambat non. Buruan non key mandi cepat". "Iya iya bi" gerutu Kesha sebel. _ Di meja makan terdapat Bu Wasti yang sibuk mempersiapkan makanan kepada kesyha. Karena cuman kesyha yang ada di rumah itu. Bintara sebelumnya sudah serapan. Keysha menuruni anak tangga dengan berlari sambil membawa tas ranselnya dan tubuh menggunakan seragam sekolah dan almamater berwarna biru tua. "Non makan dulu" ajak bi Wasti yang melihat Keysha melewati meja makan begitu saja. "Key gak makan bi, key makan di kantin sekolah nanti" teriak key lalu pergi. Bi Wasti hanya bisa pasrah saja melihat putri majikannya yang susah di atur. Tetapi meskipun Keysha susah di atur, bi Wasti tetap menyayangi Keysha dan menganggapnya sebagai anaknya sendiri karena merasa kasihan dengan Keysha yang tidak pernah mendapat kasih sayang dari ibunya. _ Sesampai Keysha di depan sekolah SMA GUNA DHARMA dia melihat sudah sangat sepi tidak ada lagi siswa-siswi di lapangan pastinya sudah pada masuk ruangan. Keysha menatap jam tangannya menunjukkan Jan 08:45 sudah terlambat satu les pelajaran. Keysha berjalan kearah belakang sekolah seperti biasa yang ia lakukan setiap pagi. Karena tidak memungkin kan baginya jika berjalan dari gerbang sekolah. Bisa bisa dia kena hukum. Walaupun hukuman sudah sering ia rasakan. Tapi mulai hari ini Keysha tidak mau melelahkan dirinya sendiri dengan hukuman yang di berikan pak Darto. Keysha menatap tembok di hadapannya yang tingginya kisaran dua meter kurang lebih. Untung saja ada pohon di dekat tembok itu sehingga Keysha naik ke pohon dulu supaya bisa melewati tembok yang lumayan tinggi itu. "Awww" ringis Keysha kesakitan di pinggulnya akibat melompat dari atas tembok. Keysha melap roknya yang terkena tanah dan mulai berjalan menuju kelasnya. Dengan cara sembunyi sembunyi akhirnya Keysha sampai di depan kelasnya. Keysha mengintip kedalam kelas tidak ada guru dengan santai Keysha berjalan kedalam kelas. Keysha menuju mejanya dan anehnya dia menemukan seseorang duduk di sana. Orang itu tidak pernah di lihatnya sebelum nya. Dan kenapa bisa ada di kelas ini. Apa dia murid baru?. "Keysha" bentak guru yang sudah ada di depan pintu. Belum sempat kesyha nyampai di mejanya tapi pak Darto sudah datang kekelas. Ngapain lagi kalau bukan memeriksa seragam dan kebersihan para siswa-siswi GUNA DHARMA. Keysha melihat ke arah pak Darto dengan diam. "Kemari kamu" "Saya pak?" Tanya Keysha menunjuk dirinya sendiri. "SETAN" cetus pak Darto sangat kecewa. "Oh, kirain saya pak" jawab Keysha dan mulai berjalan ke mejanya. "KEYSHA" panggil pak Darto lagi. Lagi lagi Keysha dan seluruh murid melihat ke arah pak Darto. Begitu juga murid baru melihat sikap Keysha yang menurutnya lucu. "Sekarang kamu lari mengelilingi lapangan sampai sepulu putaran. CEPAT!" "Aa, tapi pak" "CEPAT!" semua orang tertawa puas melihat hal yang terjadi saat ini di kelas itu. Keysha berjalan ke mejanya untuk meletakkan tas nya dengan sembarangan, sehingga membuat pria yang terlihat tampan itu terkejut. Namun kesyha tidak lah peduli. Sudah memang sifat dari Keysha Anastasya tidak pernah peduli sama orang-orang di sekitarnya. Tidak peduli bukan berati di semua hal tidak peduli. Keysha juga mempunyai hati, masih mau peduli jika hatinya tergerak untuk memperdulikan. Pria itu melihati pergerakan Keysha hingga ke luar kelas. "Pito rambut kamu tumben sudah rapi, biasanya Kutu banyak bergantungan" ucap pak Darto berjalan memeriksa satu satu siswa dikelas itu. Semua orang tertawa dengan perkataan pak Darto. "Di rambut bapak kali pak" lawak pito tidak sopan. Tapi dengan Nanda pelan sehingga pak Darto yang sudah pindah ke meja lain tidak mendengar ya. "Alwin, kamu bergenre apa sih Alwin?, Kamu ngapain pakai celak ke sekolah?" Semua orang tertawa melihat Alwin yang benar benar menggunakan celak. "Ikhh, pak. Biar Alwin kelihatan cantik atu pak". Tawaan orang semakin kuat mendengar perkataan Alwin. Karna memang Alwin laki laki seperti perempuan (bencong) namun walau begitu jangan di tanya tentang kepintarannya. Dia mendapat juara ketiga di kelas itu. "Hapus make up kamu sekarang Alwin, bapak gak suka ya melihat siswa sekolah ini seperti Alien. Cukup bapak ajah yang seperti alien" tukas pak Darto merendahkan diri ya. "Makasih Tuhan, akhirnya pak Darto bisa sadar diri juga" ucap pito dan berhasil membuat tawaan orang semakin kuat. Sementara pak Darto hanya tersenyum saja. Tidak ada alasan untuk memberi hukuman ke pito. Karena perkataan pito ada benarnya juga. Sudah semua murid laki laki di kelas itu di periksa kini giliran perempuan. "Felisha rok kamu mau saya gunting biar makin pendek lagi" bentak pak Darto. Paling benci melihat perempuan menggunakan rok di atas lutut di sekolah itu. "Maaf pak, rok saya hilang pak. Jadi saya paket rok saya yang dulu". "Alasan kamu, sekali lagi saya lihat kamu menggunakan rok itu. Bapak gak akan segan segan menggunting rok kamu" tegas pak Darto. "Felisha jangan di ganti ya roknya besok, biar pak Darto pendekin rok kamu, biar kamu kelihatan seksi" ledek Brian dari sebelah meja Felisha. Felisha hanya mendengus kesal saja. "Brian, kamu mau saya hukum juga?" "Aa, enggak pak hehehe" Oke semua perempuan di kelas ini sudah rapi selain Felisha. Buat Felisha jika sekali lagi kamu menggunakan rok ini kamu akan mendapatkan hukuman". "Baik pak" jawab Felisha sinis. "Oh iya Willy kamu murid baru kan?" Willy mengiakan. "kamu sangat rapi hari ini. Buat kalian semua contoh si Willy udah ganteng, gak norak lagi kayak kalian semua" cetus pak Darto. "Yaelah pak namanya murid baru udah wajar pak yang beginian entar juga jadi berandal " cetus pito. "Gak semua juga, contohnya kamu pas baru di sekolah ini, tetap ajah rambut kamu berantakan di tambah kutu banyak" jawab pak Darto. "Huhhhhh" sorak seluruh isi kelas selain Willy Bahkan ada yang memukul kepala pito menggunakan buku paket. "Sudah sudah diam, bapak pergi sekarang. Kalian jangan ribut. Tunggu guru pengajar kalian masuk". "Baik pak" ucap semua murid kelas itu serempak.
Salamat
Suportahan ang may-akda na magdala sa iyo ng mga magagandang kwento
mantap
24/07/2025
0keren banget ceritanyaaa
14/07/2025
0bgus
07/08/2024
0Tingnan Lahat