"siapa sih dia?" "Lo gak tau?. Dia anaknya yang keluarganya broken home itu". "Siapa?" "Bokapnya kayak ya pengusaha terkenal di negri ini. Masa Lo gak tau sih, bokapnya kan lagi di gugat cerai sama istri nya". "Pantas kelakuannya kayak gitu. Ternyata orang kaya" "Orang kaya tapi keluarga berantakan. Kasihan!" "Gak seharusnya di kasihani sih dengan sikapnya yang aneh kayak gini. Ketahuan pak Dono mampus tuh anak". Perkataan para siswa siswi di sekitar gadis yang tega asik mencoret tembok itu kini sangat bergema terngiang-ngiang ditelinga nya. "MAU GUE CORET MULUT LO JUGA?" Bentak Keysha nama gadis itu. Dengan tatapan sinis semua siswa yang mendengarnya langsung pergi meninggalkan Keysha yang menurut mereka aneh. "HEI!!, Ketangkap kamu sekarang kan?, Keysha Keysha berapa kali bapak ingatkan jangan coret tembok lagi. Kamu kan tau hal ini di larang di sekolah". "Tapi kenapa pak?" "Aduhh,, make nanya lagi. Kamu itu sebenarnya umur berapa sih key?" "Gue enam belas tahun pak" ucap Keysha santai sambil mencoret tembok lagi. "Eh, ehh Keysha hentikan. Bapak udah selamatkan kamu berapa kali setiap kamu coret tembok. Kalau sempat kepala sekolah mengetahui hal ini bisa bisa di pecat deh saya. Saya mau kemana lagi dong?" Ujar pak Dono dengan wajah yang di sedih-sedihkan. Keysha hanya diam saja dengan mimik wajah yang gak bisa di tebak. Keysha berjalan santai meninggalkan pak Dono yang masih mengoceh. "Eh,, Keysha kamu mau kemana?, Lah ini, bagaimana dengan tembok nya?" Gerutu pak Dono melemas sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Bapak kan bisa bersihkan sendiri" jawab Keysha sambil berjalan hingga tidak terlihat lagi. "Waduh kalau begini terus bisa patah tulang tulang saya" rengek pak Dono dan melanjutkan membersihkan tembok yang sudah di coret Keysha dengan pasrah. _ Di kelas saat semuanya serius mendengarkan guru yang sedang menjelas kan di papan tulis. Keysha dengan enaknya tertidur pulas. Karena Keysha duduk paling belakang di tambah tidak ada teman semeja nya. Keysha tidak punya teman semeja karena Keysha tidak suka bergaul dengan orang orang. Sehingga menyebabkan orang sekelasnya segan untuk mendekati Keysha ditambah lagi Keysha memiliki sifat pendiam di kelas. Di bilang diam sih tidak juga karena berani membantah perkataan guru. Dan di bilang friendly juga tidak karena sampai sekarang tidak ada yang akrab dengannya. PLAKK Semua orang tertawa melihat Bu cinta melemparkan spidol ke arah Keysha. Untung saja tidak mengenai kepala Keysha. Kalau kena tidak tau seberapa sakit. Keysha menyadarinya dan langsung mengangkat kepalanya yang tadinya tenggelam di lipatan tangannya. "KEYSHA KALAU KAMU TIDAK SUKA PELAJARAN SAYA, KAMU BISA KELUAR DARI KELAS INI" bentak Bu cinta dengan tegas. mata semua murid di kelas itu hanya tertuju kepada Keysha. Dengan sifat konyol nya Keysa beranjak dari meja nya menuju keluar kelas. "KEYSHA!". "iya Bu?" Ucap Keysha membalikkan badannya ke arah Bu cinta. "Kamu benaran keluar?" Ucap Bu cinta menahan kesabarannya yang sudah tidak tertahan lagi. "Ibu yang nyuruh kan?". "Yaudah silahkan kamu keluar!" Pinta Bu cinta kasar. _ "Keysha kamu bisa berikan surat ini kepada orang tua kamu" "Ini surat apa pak?" "Tentu saja surat panggilan orang tua. Masih make nanya lagi". "Bapak kan tau orang tua saya sibuk. Jadi gak mungkin kalau orang tua saya bisa datang ke sini" "Diam!!, Saya tidak mau tau. Orang tua kamu harus datang besok ke sekolah. Sekarang kamu bisa keluar!". Keysha langsung pergi keluar Tanpa permisi . Pak Danar hanya bisa menggeleng kepala saja menatapi kepergian Keysha hingga tidak terlihat lagi. _ "SUDAH BERAPA KALI SAYA KATAKAN. AKU TIDAK MAU CERAI!!". "MAS, MAKSUD KAMU APA?. BUKANNYA KAMU SUDAH SETUJU SEBELUMNYA?. SEKARANG SURAT CERAI SUDAH ADA DI DEPAN KAMU MAS, KAMU TINGGAL TANDA TANGAN SAJA". "apa kamu tidak mengerti apa yang ku katakan?. Saya tidak mau cerai" ucap pria paru baya datar penuh dengan amarah. "MAS INI SUDAH JADI PERJANJIAN KITA MAS. KAMU TIDAK BISA SEPERTI INI DONG". BRAKKK kedua orang yang tega ribut sedari tadi langsung terhenti dan menatap kearah pintu yang tiba tiba terbuka kuat. Keysha berjalan dengan buru buru ke kamarnya tanpa memperdulikan kedua orang tuanya yang setiap hari ribut. "Keysha, key!" Panggil Bintara ayah Keysha. "Benar benar tidak berpikir kamu!. Kamu lihat sekarang Keysha bagaimana?. Dia tertekan, tertekan!. Dan itu semua karna kamu!". "Ehh, mas. Kamu jangan cuman menyalahkan saya dong. Kamu juga salah mendidik Keysha sehingga dia tumbuh seperti itu". "KAMU JANGAN PERNAH SALAHKAN AKU SAMA KEYSHA. bahkan kamu sendiri tau kenapa rumah tangga kita sekarang menjadi seperti ini. Coba saja kamu tidak selingkuh". "DIAM!!, KAMU TIDAK ADA HAK MENGUNGKIT MASALAH ITU. KARENA KAMU JUGA SAMA MAS. JADI JANGAN PERNAH KATAKAN ITU LAGI SAMA SAYA". Windy langsung pergi meninggalkan Bintara dengan tergesa-gesa. "Cihhh" degus Bintara kesal. _ "Pah, ini ada surat dari guru key" ujar Keysha melemparkan selembar kertas di dalam amplop ke hadapan Bintara. "Surat apalagi key?" "Papah bisa baca sendiri" ujar Keysha sambil mendudukkan badannya di samping Bintara, sembari memakan cemilan di tangannya. Dan berniat mengganti siaran televisi yang tadinya berita menjadi anime. Sementara Bintara membuka amplop yang berisi kertas tersebut dan membacanya. "Kamu melakukan ulah apa lagi key?. Kamu sudah besar key, gak seharusnya kamu berulah di sekolah lagi seperti anak anak". "Papah gak mau key merasa senang?" Ujar key sembari melihat ayahnya serius. "Apa maksud kamu key, tentu saja ayah senang kalau kamu juga senang". "Tapi, kenapa papah marah?" Celetuk Keysha mengalihkan pandangannya dari Bintara dan mulai mengganti siaran televisi. "Keysha, apa yang kamu inginkan papah selalu kasih". "Gak!, Papah gak tau apa yang Keysha ingin kan". "Keysha katakan sekarang Keysha mau apa dari papah". "Apa papah akan bertanya terus ke Keysha?. Tuh kan sebenarnya papah gak peduli sama Keysha. Papah gak pernah mengerti perasaan Keysha. Papah gak mau melihat Keysha merasa bahagia. Papah sama ajah seperti mamah. Keysha benci Papah". Tutur Keysha meletakkan remote televisi secara kasar di atas meja dan langsung berlari keluar rumah dengan keadaan menangis. "Keysha, KEY, KEYSHA" teriak Bintara berdiri dari tempat duduknya. Bintara yang melihat Keysha hampir jauh dari muka pintu. Bintara memilih untuk duduk kembali. Bintara hanya bisa diam membisu saja dan me mikir-mikir perkataan Keysha barusan. Kini wajah Bintara di penuhi dengan air mata yang baru saja keluar dari pelupuk matanya. Memang benar jika Keysha sedari kecil tidak pernah merasakan kasih sayang orang tuanya sepenuhnya. Semenjak Keysha lahir rumah tangga itu hanya di penuhi pertengkaran saja. Pertengkaran yang tidak ada hentinya kini membuat rumah tangga itu hampir berpecah bela. Dan tentu saja membuat Keysha yang belum sepenuhnya dewasa sangat merasa kesepian tanpa adanya sosok ibu yang selalu mensupport nya sedari kecil. Tidak tau apa penyebabnya!.
Salamat
Suportahan ang may-akda na magdala sa iyo ng mga magagandang kwento
mantap
24/07/2025
0keren banget ceritanyaaa
14/07/2025
0bgus
07/08/2024
0Tingnan Lahat