Ratu sudah tiba di PQ Thai Resto pagi-pagi sekali, dia benar-benar bersemangat hari ini, Prince sampai memujinya gadis yang rajin. "Baiklah, selamat bergabung di restoran ini. Bekerjalah sebaik mungkin," ujar Prince. "Baik, Kak. Terima kasih sudah menerimaku bekerja disini," balas Ratu. "Sama-sama." "Hem, Kak. Bagaimana keadaan Kaisar? Apa dia sudah baikan?" ragu-ragu Ratu bertanya. Prince menaikkan sebelah alisnya, sepertinya ada yang menarik, "Dia sudah baikan." Ratu menghela napas lega, "Syukurlah." "Kau tidak ingin menjenguknya?" tanya Prince. Ratu menggelengkan kepala,"Tidak, Kak. Kakak kan dengar sendiri, dia selalu sial jika bertemu aku." Prince tertawa, "Jangan dimasukin hati ucapannya itu, dia pasti hanya bercanda." Ratu hanya menggerutu dalam hati, "Bercanda apanya? Wajahnya serius gitu." "Jenguk lah dia sepulang kerja! Karena tadi dia menanyakan mu," ucap Prince bohong. Ratu mengerutkan keningnya, "Ngapain dia nanyain aku?" Prince mengangkat kedua bahunya, "Entah, mungkin saja dia rindu." "Ah, Kakak, bisa aja." Prince kembali tertawa setelah menggoda karyawan barunya itu, tapi tiba-tiba ponselnya berdering karena ada panggilan masuk dari Rossana. "Sebentar, ya," ujar Prince, Ratu pun mengangguk. "Halo, Ma." "Halo, Prince. Bisa tolong kirimkan seporsi khanom krok dan dimsum Thai isi udang? Adikmu yang nakal ini tidak mau makan sarapan dari rumah sakit, katanya tidak enak." "Dasar manja! Baiklah, Ma, aku akan kirimkan." "Ok, terima kasih, ya." "Sama-sama, Ma." Pucuk dicinta ulam pun tiba. Prince menyimpan kembali ponselnya setelah Rossana mengakhiri pembicaraan mereka, lalu beralih memandang Ratu yang masih setia berdiri di depannya. "Hem, Ratu. Aku bisa minta tolong sesuatu?" "Apa, Kak?" "Tolong antar kan pesanan Mama ke rumah sakit, ya? Si anak nakal itu tidak mau makan makanan dari rumah sakit, dia minta delivery sarapan dari restoran ini." Ratu terdiam, sejujurnya dia malas sekali bertemu Kaisar lagi, tapi tidak mungkin menolak permintaan bos-nya itu. "Baiklah, Kak!" jawab Ratu malas. "Kalau begitu aku minta koki siapkan pesanannya dulu." Prince bergegas ke dapur dengan senyum penuh arti. "Menyusahkan saja!" gerutu Ratu. *** Rossana sedang mengobrol dengan Kaisar, saat tiba-tiba pintu ruang perawatan itu diketuk dari luar. "Mungkin itu petugas delivery nya," ujar Rossana sembari beranjak dan segera membukakan pintu, seorang wanita cantik nan elegan berjalan masuk dengan memakai kaca mata hitam. Kaisar terkesiap melihat wanita itu, "Kau?" "Hai, Kai." Rossana kebingungan melihat reaksi terkejut Kaisar. "Selamat pagi." "Selamat pagi, kau ini siapa?" tanya Rossana. Wanita itu mengulurkan tangannya kehadapan Rossana. "Perkenalkan saya Ziva, temannya Kaisar, Tante." Rossana menjabat uluran tangan Ziva, "Saya Rossana, Mamanya Kaisar." Ziva membuka kaca mata hitamnya, tampak matanya sedikit bengkak seperti habis menangis. "Mau apa kau? Dan dari mana kau tahu aku ada di sini?" cecar Kaisar. "Tadi aku tanya pada pihak bar, katanya kau dibawa ke sini. Aku datang karena mau minta maaf atas kejadian di bar semalam, gara-gara suamiku salah paham, kau jadi korban. Aku ...." Ziva tak sempat melanjutkan kata-katanya karena tiba-tiba pintu ruang perawatan Kaisar dibuka dengan kasar. "Martin?" Ziva terkejut melihat suaminya masuk bersama dua orang bodyguard. Dia tak menyangka lelaki itu mengikutinya sampai ke sini. Kaisar dan Rossana bingung dengan situasi ini, siapa pria dengan sorot mata membunuh itu? "Jadi di sini kau rupanya? Menjenguk selingkuhan tercintamu," sindir lelaki bernama Martin itu dengan sinis. Ziva menggeleng, "Ini tidak seperti yang kau pikirkan, aku hanya ingin minta maaf karena kau sudah salah paham padanya." Rossana dan Kaisar mengerti sekarang, lelaki dingin ini pasti adalah suaminya Ziva. Rahang Kaisar sontak mengeras, dia naik darah. "Jadi kau si pengecut yang beraninya main keroyok itu?" hardik Kaisar. "Berani sekali kau!" Martin spontan menarik pistol yang diselipkan di pinggang dan mengacungkannya ke Kaisar. Rossana dan Ziva menjerit histeris melihat aksi Martin itu. "Martin jangan!" pekik Ziva. "Tolong jangan sakiti putraku!" teriak Rossana. Tapi Martin tak menghiraukan teriakan dua wanita itu, dia justru melangkah mendekati Kaisar, "Kau berani main api dengan istriku, berarti kau sudah siap mati." "Martin sudah ku bilang ini salah paham! Kami tidak ada hubungan apa-apa!" bantah Ziva. "Omong kosong! Aku tidak percaya! Kau sudah terlalu sering membohongiku," bentak Martin. "Martin kali ini percayalah, aku mohon. Dia tidak bersalah," Ziva memohon, tapi Martin mengabaikannya. "Apa kau tidak bisa mendapatkan seorang gadis, sehingga kau harus bercinta dengan istri orang, haa?" sungut Martin dengan sorot mata penuh kemarahan. Kaisar menelan ludah, nyalinya sontak menciut. "Kau salah paham! Aku baru kenal semalam dengan istrimu, itupun tidak sengaja. Kami tidak ada hubungan apa-apa, percayalah!" "Cih, mana ada maling mengaku. Kalian pasti sudah sekongkol membohongiku!" "Sumpah demi Tuhan, kami tidak ada hubungan apa-apa. Aku sudah punya kekasih dan kami saling mencintai, bahkan kami akan segera menikah, jadi mana mungkin aku menjalin hubungan dengan istrimu," ucap Kaisar bohong. Saat ini dia rasa hanya itu jawaban paling masuk akal yang bisa menyelamatkannya dari situasi pelik ini. Rossana tercengang mendengar ucapan putranya itu, tapi dia tak berani berkata apa-apa. Martin tertawa sarkas, "Kau pikir aku percaya?" Kaisar kembali menelan ludah saat sadar alasannya tak dapat membantu. Dan bak dewa penyelamat, Ratu tiba-tiba masuk dan Kaisar langsung memanfaatkan kedatangan wanita itu. "Itu dia calon istriku!" Kaisar spontan menunjuk Ratu yang kini terperangah dengan pernyataannya itu. Martin berbalik dan memperhatikan Ratu dari bawah sampai atas sambil menautkan kedua alisnya, "Kau? Bukankah kau ini putrinya Erwin Budiawan?" Ratu mengangguk, "Iya." Semua orang tercengang mendengar semua itu, tak menyangka jika Martin mengenal Ratu dan ayahnya. ***
Salamat
Suportahan ang may-akda na magdala sa iyo ng mga magagandang kwento
Gastos 19 diamante
Balanse: 0 brilyante ∣ 0 Mga puntos
Komento sa Aklat (382)
Gondo KusumaYuliawati
bagus alur dan ceritanya juga ada lucu tegang...
31/03
0
blueThe
bagusss bgttt ceritanya sukak bgt, gaya penulisannya dan pilihan katanya bagus meski ada bbrp yang kurang. sangking bagusnya gak sadar kalau tinggal bbrp episode. paling suka interaksi kaisar sm kakaknya, bikin ketawa. bahasa percakapannya formal tapi nggak terlalu formal dan bikin ngakak. sedih bgt udah tamat, pdhl masih pgn lihat momen manis ratu & kaisar ^_________^
bagus alur dan ceritanya juga ada lucu tegang...
31/03
0bagusss bgttt ceritanya sukak bgt, gaya penulisannya dan pilihan katanya bagus meski ada bbrp yang kurang. sangking bagusnya gak sadar kalau tinggal bbrp episode. paling suka interaksi kaisar sm kakaknya, bikin ketawa. bahasa percakapannya formal tapi nggak terlalu formal dan bikin ngakak. sedih bgt udah tamat, pdhl masih pgn lihat momen manis ratu & kaisar ^_________^
27/11
0bagusa
10/06/2025
0Tingnan Lahat