logo text
Idagdag sa Library
logo
logo-text

I-download ang aklat na ito sa loob ng app

Episode 6.

Ratu masih harap-harap cemas menunggu di depan ruang UGD, tadi dia sudah menghubungi Rossana dari ponsel Kaisar, karena ID dengan nama Mama adalah yang paling cepat dia temukan di kontak. Dia sampai terpaksa meminjam jari telunjuknya Kaisar yang sedang pingsan untuk membuka finger print ponselnya.
Tak lama kemudian, Frans dan seluruh keluarganya datang dengan tergopoh-gopoh, raut kecemasan tercetak jelas di wajah mereka. Bahkan Rossana dan Laura terlihat menangis.
"Kau? Apa tadi kau yang menghubungiku?" tanya Rossana sedikit kaget saat melihat Ratu. Begitu juga dengan Laura.
"I-iya, Tante."
"Jadi kau yang membawa Kaisar ke sini? Apa yang sebenarnya terjadi? Bisa tolong kau ceritakan kronologisnya?" cecar Frans.
"Aku tidak tahu kronologisnya. Saat aku datang, dia sudah dipukuli dan terkapar di lantai. Tapi sebelum pergi, salah satu dari mereka sempat mengatakan ...."
"Mengatakan apa?" desak Prince tak sabar.
"Ini akibatnya jika kau berani selingkuh dengan istri bos kami. Lalu seorang wanita mengatakan ... ini salah paham," ucap Ratu menirukan kata-kata salah seorang pria yang memukul Kaisar tadi dan juga Ziva.
Semua orang tercengang mendengar pernyataan dari Ratu.
"Mereka? Apa pelakunya lebih dari satu orang?" tanya Frans sembari mengerutkan keningnya.
"Iya, Om. Pelakunya lebih dari satu. Sepertinya mereka itu bodyguard atau suruhan seseorang," jawab Ratu.
Rahang Frans mengeras, "Aku akan melaporkan masalah ini ke pihak berwajib dan mencari tahu siapa dalangnya."
"Iya, ini sudah termasuk kasus penganiyaan berat." Prince menimpali.
Seorang dokter keluar dari ruang UGD dan memanggil keluarga Kaisar, karena lelaki itu sudah selesai ditangani dan telah siuman. Semua orang bergegas masuk untuk menemui Kaisar, kecuali Ratu. Dia tak mau merusak momen kebersamaan keluarga Kaisar dengan kehadiran orang asing seperti dirinya.
Rossana langsung berlari memeluk Kaisar begitu melihat putranya terbaring tak berdaya dengan wajah babak belur, "Kai, anakku. Kau tidak apa-apa, kan, sayang? Mama sangat mencemaskan mu."
"Aku tidak apa-apa, Ma. Tapi sekarang agak sakit, karena Mama terlalu erat memelukku," sahut Kaisar sedikit bercanda.
Rossana sontak melepaskan pelukannya, "Eh, maaf-maaf, sayang."
"Kai, apa yang sebenarnya terjadi? Siapa orang-orang itu?" tanya Frans penuh selidik.
Kaisar tercengang mendengar pertanyaan sang papa, bagaimana dia bisa tahu? Tapi Kaisar teringat pada Ratu, pasti dia!
"Aku juga tidak tahu, Pa. Mereka tiba-tiba datang dan memukuli ku," jawab Kaisar sambil mengedarkan pandangannya ke setiap sudut ruang UGD, tapi yang dia cari tak ada dimana-mana.
"Ke mana dia?" batin Kaisar.
"Kai, kau sedang mencari siapa?" tanya Laura heran demi melihat sang cucu celingukan.
"Oh, tidak ada, Oma."
"Pasti dia sedang mencari wanita tadi, ya, kan?" tebak Prince.
So true! Right on target.
"Wanita yang mana?" Kaisar pura-pura tidak mengerti.
"Sebentar aku panggil dulu." Prince tentu tahu Kaisar berpura-pura, dia bergegas keluar dan memanggil Ratu.
"Jadi dia masih ada di sini?" tanya Kaisar dalam hati.
Tak lama kemudian, Prince kembali bersama Ratu, "Ini yang kau cari-cari tadi."
"Apaan, sih? Siapa yang nyariin dia?" bantah Kaisar. Sedangkan Ratu hanya tertunduk canggung.
"Oma tak menyangka, kalian bisa bertemu lagi. Sepertinya ini bukan hanya kebetulan," ledek Laura.
"Iya, dan Oma tahu? Setiap kali aku bertemu dia, kesialan pasti menghampiri ku," sambung Kaisar.
Ratu sontak mengangkat kepalanya dan menatap tajam Kaisar, "Jadi maksudmu, aku ini pembawa sial?"
"Aku rasa begitu!" sahut Kaisar.
Ratu merasa kesal, rasanya dia ingin sekali menendang Kaisar sekarang. Tapi tak mungkin dia lakukan.
"Kai! Jangan begitu!" bentak Rossana.
"Hey, boy! Jaga sikapmu kepada seorang wanita!" Frans memperingatkan.
"Pantas saja kau tidak laku-laku, ternyata begini sikapmu terhadap wanita," sela Prince.
"Hey, kenapa orang-orang senang sekali mengeroyokku?" keluh Kaisar.
"Karena kau menyebalkan! Dan pantas dikeroyok," Laura ikut menimpali.
Wajah Kaisar berubah masam. Ratu terkekeh mendengar lelaki itu diolok-olok keluarganya sendiri.
"Ngapain ketawa?" sungut Kaisar saat melihat Ratu tertawa.
Tawa Ratu sontak hilang dan dia tertunduk diam.
"Kai! Kenapa kasar banget pada Ratu? Seharusnya kamu berterima kasih kepadanya," ujar Rossana.
Tapi tiba-tiba semua orang tersentak karena ponsel Ratu berdering, wanita cantik itu terkesiap saat melihat ID si penelepon dan seketika tersadar jika masih ada pekerjaan yang dia tinggalkan demi menyelamatkan Kaisar.
Ratu pun buru-buru menjawab telepon itu.
"Ha-halo, Pak."
"Kau ke mana saja? Baru hari pertama bekerja, tapi sudah bolos begini! Kamu dipecat!"
"Tapi, Pak ...."
Panggilan itu langsung terputus sebelum Ratu sempat berkata apa pun karena terlalu takut. Wajah Ratu sontak berubah sedih, semua orang bingung melihat perubahan raut wajahnya itu.
"Ada apa?" tanya Rossana.
"Aku dipecat, Tante," jawab Ratu sambil menyusut air matanya.
"Dipecat?"
Ratu mengangguk, "Baru juga hari pertama kerja."
"Kenapa bisa dipecat?" sela Prince.
"Hem, karena bolos gara-gara antar dia ke sini." sahut Ratu sambil menunjuk Kaisar.
"Jadi maksudmu, kau dipecat gara-gara aku?" tuding Kaisar tak terima.
"Kaisar!" sergah Laura.
"Jadi kau kerja di Capitano Club? Oma pikir kau cuma pelanggan saja di sana." Laura beralih memandang Ratu.
Ratu kembali mengangguk lemah, "Iya, Oma."
"Aduh, kalau begitu kami minta maaf ya, Ratu," ucap Rossana tak enak hati.
"Nggak apa-apa, Tante. Mungkin memang belum rejeki di sana, nanti aku cari pekerjaan di tempat lain saja. Kalau begitu aku permisi dulu, mau ambil barang-barang." Ratu pamit dan hendak beranjak pergi.
"Tunggu! Bagaimana kalau kau bekerja di restoran ku?" Prince menawarkan Ratu bekerja di restoran miliknya.
Ratu tercengang mendengar tawaran Prince itu, bahkan dia sampai melongok tak percaya.
"Gimana? Kau mau, kan? Anggap ini ucapan terima kasih karena kau sudah menyelamatkan si bocah nakal ini," lanjut Prince sembari melirik Kaisar yang juga kaget dengan tawarannya itu.
"Mau, Kak! Mau banget malah!" jawab Ratu girang.
"Baiklah, besok datang ke PQ Thai Resto dan kau bisa langsung bekerja," pinta Prince.
"Wah, terima kasih, ya, Kak. Terima kasih banyak."
"Seharusnya kami yang berterima kasih kepadamu," balas Rossana.
"Aku hanya bertindak sesuai naluri saja, Tante. Kalau begitu, bolehkah aku pamit sekarang?"
Semua orang menganggukkan kepala, kecuali Kaisar yang wajahnya makin masam. Ratu pun bergegas pergi dengan perasaan riang gembira.
Setelah kepergian Ratu, Kaisar menggerutu kepada Prince, "Mulai besok aku tidak akan makan siang lagi di restoran mu."
"Terserah! Restoran ku tidak akan gulung tikar cuma karena kau berhenti jadi pelanggan," sahut Prince tak acuh, membuat Kaisar kesal.
"Dia benar-benar gadis yang menyenangkan, Oma semakin menyukainya."
"Menyenangkan apanya? Yang ada dia itu wanita yang mengerikan, buktinya aku selalu tertimpa masalah kalau ada dia. Dasar wanita pembawa sial!" ujar Kaisar kesal.
"Kaisar!" bentak Frans, Rossana dan Laura serentak.
Sementara Prince hanya tertawa puas demi melihat wajah kesal Kaisar.
***

Komento sa Aklat (382)

  • avatar
    Gondo KusumaYuliawati

    bagus alur dan ceritanya juga ada lucu tegang...

    31/03

      0
  • avatar
    blueThe

    bagusss bgttt ceritanya sukak bgt, gaya penulisannya dan pilihan katanya bagus meski ada bbrp yang kurang. sangking bagusnya gak sadar kalau tinggal bbrp episode. paling suka interaksi kaisar sm kakaknya, bikin ketawa. bahasa percakapannya formal tapi nggak terlalu formal dan bikin ngakak. sedih bgt udah tamat, pdhl masih pgn lihat momen manis ratu & kaisar ^⁠_⁠_⁠_⁠_⁠_⁠_⁠_⁠_⁠_⁠^

    27/11

      0
  • avatar
    nurhayatiii

    bagusa

    10/06/2025

      0
  • Tingnan Lahat

Mga Kaugnay na Kabanata

Mga Pinakabagong Kabanata