logo text
Idagdag sa Library
logo
logo-text

I-download ang aklat na ito sa loob ng app

4. Pesan

Unknown
"Ina?"
"Iya? Siapa ya?"
"Gue Jean, gue mau kirim materi yang tadi"
(Send file)
"Oh Jean, oke thanx ya"
"Iya sama-sama
Perlu gue bantu bikin ppt nya ngga?"
"Eh ngga usah makasih
Lo kan udah nyari materinya"
"Yaudah kalo gitu"
---
Jean? Dia mengirim pesan padaku terlebih dahulu? Aku langsung tersenyum kegirangan seperti orang gila. Jantungku berdegup kencang. Tanpa diperintah, aku langsung saja menyimpan nomor Jean.
Aku kembali fokus dengan laptopku. Langsung saja aku mengerjakan Power Point dengan kelincahan tangaku dan ide yang sudah terlintas di benakku sedari tadi.
Satu jam kemudian aku baru selesai mengerjakan tugas. Huhh lega rasanya. Aku langsung merebahkan diri kembali di kasur. Rebahan itu adalah ativitas paling nyaman di dunia ini, apalagi kalau tidak ada yang mengganggu.
Aku sedang scroll sosial media, tiba-tiba Jean mengirim pesan padaku lagi.
Jeano
"Ina udah selese belum ngerjain ppt nya?"
"Udah, baru aja selese malahan"
"Gue kira belum
Siapa tau lo butuh bantuan gue"
"Hehe udah kok, sans aja Yan
Itu kan udah tugas gue"
"Ngga papa kok, itu kemauan gue sendiri juga
Eh btw lo mau masuk ekskul apa?"
"Kalo gue kayaknya ikut Pramuka
Soalnya gue suka petualangan, kaya biar bisa bebas aja gitu"
"Oohh gitu"
"Kalo lo apa?"
"Gue kayaknya mau ikut PMR
Dari dulu cita-cita gue pengen jadi dokter"
"Oohh gitu, ya bagus lah"
"Eh udah dulu ya
Gue dipanggil bunda"
"Oh iya"
Aku merasa sangat senang bisa saling bertukar pesan satu sama lain, apalagi itu dengan Jean. Bisa-bisa aku mimpi indah malam ini.
---
Aku sudah mandi dan berganti baju rapi, bersiap pergi ke sekolah. Aku turun ke bawah langsung menuju meja makan.
"Pagi Ma, Pa," sapaku pada Mama dan Papa.
"Pagi sayang."
Aku duduk dan sarapan bersama kedua orang tuaku. Aku baru tersadar, ternyata tidak ada Kak Juan, aku pun langsung bertanya.
"Ma, Kak Juan mana? Kok ngga ikut sarapan bareng?" Tanyaku pada Mama.
"Oh kakak udah berangkat tadi jam 6. Katanya udah kelas XII jadi harus rajin belajar," jawab Mama.
"Yaelah Kak Juan ngapa berangkat awal banget si. Belum dibuka juga paling tu gerbang. Trus gue berangkat sama siapa dong?" Gumamku dalam hati.
Aku sudah selesai sarapan, tiba-tiba ada yang berteriak dari luar.
"Permisi, Inaaa."
Mama langsung keluar rumah untuk melihat. Dan ternyata itu Rendy. Dia mau berangkat denganku katanya.
Aku keluar menghampiri Rendy.
"Yuk Na berangkat sekarang, ntar malah telat," kata Rendy.
Kebetulan sekali Rendy menjemputku, aku jadi tidak bingung lagi ke sekolah.
Kita berdua pamitan kepada Mama dan Papa. Aku menaiki motor Rendy, dan kita langsung berangkat ke sekolah bersama
Sesampainya di sekolah, aku dan Rendy langsung menuju ke kelas. Aku duduk di sebelah Semi dan tidak lupa untuk meletakkan tasku yang cukup berat.
"Eh lo kok bisa bareng Rendy si?" Tanya Semi.
"Ya bisa lah, rumah kita kan deketan," jawabku sambil meletakkan tas.
Tanpa aku sadari, Jean sudah memandang tidak suka kepadaku sedari tadi.
Kringgg.....
Bel tanda masuk dan pelajaran pertama berbunyi
Jam pertama adalah biologi. Kita bersiap untuk presentasi. Tidak lama pun Pak Broto datang.
"Pagi anak-anak. Kita langsung mulai saja ya."
Setelah menunggu beberapa kelompok mempresentasikan hasil kerja mereka, akhirnya bagian kelompok kita tiba. Kita berempat maju ke depan untuk presentasi.
"Okeh kita mulai ya. Kenalin kita dari kelompok terakhir. Di sini kita akan mulai presentasi tentang bab kemarin yaitu sel. Sebelumnya kenalin dulu gue Ina," ucapku perkenalan.
"Gue Haikal"
"Gue Semi"
"Dan gue Jean"
"Kalian semua udah pada kenal kan? Gue lanjut aja ya presentasinya, untuk penjelasan lebih lanjut bisa kalian lihat dilayar.
Dalam biologi, sel adalah kumpulan materi paling sederhana yang dapat hidup dan merupakan unit penyusun semua makhluk hidup............." aku melanjutkan mempresentasikan materi.
Haikal bilang kemarin dia yang akan presentasi. Tapi malah dia membantu sedikit saja. Sisanya aku semua yang presentasi.
"Gimana gaes? Ada yang mau ditanyain ngga? Ngga usah lah ya udah jelas banget kan presentasi kelompok gue," kata Haikal ke teman kelas sambil nyengir tak bersalah.
Tidak ada tanda-tanda kehidupan sama sekali. Maksudnya tidak ada yang mau mengangkat tangan untuk bertanya atau berpendapat. Akhirnya kita tutup presentasi kita dan kembali ke tempat duduk.
Pelajaran biologi pun sudah selesai.
"Oke sekian untuk hari ini. Kalian semua sudah bagus presentasinya," kata Pak Broto.
"Terimakasih pak," teriak satu kelas dan Pak Broto langsung berjalan keluar kelas.
---
Pelajaran selanjutnya adalah salah satu pelajaran kesukaanku. Ya itu adalah sejarah. Walaupun aku anak IPA, tapi aku juga sangat suka menghafal.
"Na, kata Pak Suman dia ngga bisa ngajar. Jadi dia ngasih tugas buat nyatet materi. Lo tulis gih materinya dipapan, ntar lainnya juga bisa ikut nulis," kata Haikal kepadaku.
Hal seperti inilah yang membuatku tidak suka. Menulis dipapan untuk teman sekelasku dan setelah itu menulis lagi untuk diriku sendiri. Itu hanya akan membuat pekerjaanku bertambah saja. Tapi sudah tugasku sebagai Sekretaris untuk melakukannya.
Aku menulis materi dipapan, semua temanku juga ikut menulis. Sudah berangsur lama dan dimulailah drama ini.
"Eh na minggiran dong, ngga keliatan."
"Itu jangan dihapus dulu gue belum selese."
"Cepetan dong lanjut, lama amat si."
Ini yang membuatku tidak suka. Semua menyuruh ini dan itu, mereka tidak mengerti rasanya sudah kelelahan begini. Moodku langsung berubah buruk seketika. Tiba-tiba Jean maju ke depan. Dia mengambil spidol dari tanganku yang sedang menulis.
"Sini gantian, gue aja. Lo udah keliatan cape gitu," katanya.
Aku yang masih melihat pada Jean ambil melamun tiba-tiba tersontak.
"Brisik banget sih lu pada. Tinggal nulis kok ribet. Udah lo bacain aja materinya Na jadi ngga cape," teriak Rendy dan seisi kelas terdiam.
Jean yang tadinya berniat membantuku untuk menulis mengurungkan niatnya. Dia berbalik menuju bangkunya dengan suasana tidak suka.
Akhirnya aku lanjut membacakan materi, karena jujur saja tanganku sudah terasa pegal.
Setelah selesai membacakan, aku langsung berbalik ke bangku. "Ahh cape banget."
---
Kringgg...
Bel pulang berbunyi
Semua orang berhambur pergi meninggalkan ruang kelas. Aku keluar dari kelas, ternyata sudah ada Kak Juan di sana.
"Ina," teriak dia sambil melukku.
"Maaf ya, kakak ngga berangkat bareng sama kamu tadi pagi."
"Iya kak ngga papa kok," kataku sambil melepas pelukannya.
"Kayaknya mulai sekarang kakak ngga bisa berangkat bareng kamu deh. Kakak kan udah kelas XII jadi kakak harus lebih rajin hehe," katanya dengan sedikit lelucon.
"Yeeuu kakak nggapapa kali. Aku bisa berangkat bareng Rendy kok." Aku memukul dadanya pelan.
Selesai perbincangan, kami memutuskan kembali ke rumah.
---
Aku sudah berada dirumah dan sedang duduk disofa ruang tamu. Aku tidak langsung pergi ke kamar untuk berganti pakaian. Bermaain handphone seperti biasanya scroll sosial media. Tiba-tiba ada notifikasi pesan masuk.
Jeano
"Na udah sampe rumah?"
"Udah baru sampe ni"
"Tadi pulang sama siapa
Kayaknya deket banget"
"Oh itu Kak Juan, kakak gue"
"Gue kira pacar lo"
"Haha enggak lah"
"Eh lo deket sama Rendy?"
"Hahaha apaan si
Gue sama Rendy itu sahabatan"
"Gue kira lo deket sama dia"
"Ya deket sebagai sahabat"
Akhirnya aku dan Jean saling mengirim pesan acak. Semuanya kita bahas, sampai aku tidak menyadari langit berubah gelap dan malam sudah tiba.

Komento sa Aklat (160)

  • avatar
    WaeSiti

    keren

    13/06/2025

      0
  • avatar
    Sihkepo_aja

    suka bgt sangat pemberani pengen jadi kk

    12/06/2025

      0
  • avatar
    AsihUmi

    keren ceritanya

    12/06/2025

      0
  • Tingnan Lahat

Mga Kaugnay na Kabanata

Mga Pinakabagong Kabanata