logo text
Idagdag sa Library
logo
logo-text

I-download ang aklat na ito sa loob ng app

5. Sadar dari pingsan

Queen membuka matanya perlahan, dan pertama kali wajah yang dia lihat adalah wajah Laras. "Syukurlah akhirnya loe sadar," ujar Laras dengan lega.
"Ni gue beliin makanan buat loe, kata pak Jamal loe tu belum sarapan makannya pingsan." Laras menyodorkan beberapa bungkus roti dan air mineral kepada Queen. "Oh, iya gue baru ngeh ternyata Dewa juga ngomong hal yang sama tapi dia manggil gue Saral ya iyalah gue gak merhatiin dia nama gue aja dia bolak-balik," cerocos Laras yang sama sekali tidak bisa Queen pahami karena kepalanya masih berdenyut pusing.
"Makasih, ya," kata Queen sambil menerima roti pemberian Laras.
"Sini gue bukain." Laras langsung membuka salah satu bungkus roti dan Queen mulai mengunyahnya pelan.
Sambil mengunyah roti Queen mendengarkan cerita dari Laras tentang Dewa yang dijewer pak Jamal menuju ke lapangan.
"Balik ke kelas yuk," ajak Queen usai Laras bercerita.
"Yakin udah kuat?" tanya Laras sambil melihat wajah Queen yang terlihat pucat, Queen mengangguk. Dia tidak bisa berada terlalu lama di UKS atau dia akan ketinggalan pelajaran nantinya. "Yaudah kalau gitu, ayo gue bantuin."
Laras mengangguk dan membantu Queen bangkit dari tempat tidur UKS.
Di koridor menuju kelas Queen melihat sekilas ke arah lapangan, di sana masih ada Dewa yang berdiri mengormat ke arah bendera. Dahi Queen mengernyit, seingatnya mereka hanya dihukum sampai les kedua tapi ini sudah hampir les ketiga. Sambil berjalan menuju ke kelas Queen kembali mengingat apa yang terjadi saat pingsan tadi tapi kepalanya masih agak pusing untuk diajak mengingat hal itu.
***
"Wah, wah, wah." Laras mengibas-ngibaskan tangannya dengan heboh seperti orang kepanasan.
Queen tau jika sudah begini pasti akan ada berita yang Laras sampaikan.
"Kenapa?" tanya Queen.
"Loe pasti herankan kenapa Dewa dihukum padahal les kedua udah selesai? Padahal Pak Jamal cuma hukum kalian sampai les kedua," cerocos Laras memulai menyampaikan berita yang dia dengar.
"Iya si gue agak heran juga tentang itu," tutur Queen. "Terus gue juga heran siapa yang angkat gue ke UKS, apakah pak Jamal?" tanya Queen masih belum terjawab sampai sekarang.
"Nah, itu dia, jadi tadi itu gue dikasih tau sama si Randra kalau dia itu gantiin hukuman loe karena loe pingsan. Katanya si karena Pak Jamal berkumis miris yang tidak berperasaan itu mau hukum loe lagi kalau loe udah baikan, ya Dewa gak terimalah jadi dia nerima hukuman tambahan buat gantiin loe," jelas Laras panjang lebar. "terus, nih ya soal pertanyaan loe tadi kata Randra sih yang cerita loe tuh dibawa sama Dewa ke UKS digendong ala bridal style kayak di film gitulah." Laras tersenyum menggoda Queen, tapi Queen cuek saja.
Badan Queen menengang, tidak menyangka bahwa Dewa akan melakukan hal itu padanya, padahal Queen sudah memarahi bahkan mengejek Dewa.
***
Tidak lama bel istirahat terdengar nyaring, senyaring perut Laras yang juga ikut berbunyi. "Ke kantin yuk gue laper pakai banget ni," cicit Laras sambil memegangi perutnya.
"Loe duluan aja deh entar gue nyusul gue mau nyatet pelajaran selama gue pingsan tadi." Queen mulai mengeluarkan buku catatannya dan mulai menyalin dari buku Laras.
Laras mengangguk kemudian pergi dari kelas.
Sepeninggal Laras, Queen berhenti mencatat.
Dia kemudian merobek kertas menuliskan sesuatu di sana. Queen kemudian mengeluarkan plester yang kemarin Dewa kasih.
"Boleh pinjem guntingnya?" tanya Queen kepada teman sekelasnya yang duduk di depan mejanya. Temannya itu hanya mengangguk, "makasih." Queen kemudian mengambil gunting itu dan mulai memotong plester bergambar dinosaurus itu dengan pola salah satu gambar dinosaurusnya kemudian dengan lem dia menempelkannya di ujung kertas.
"Nih, aku balikin. Makasih ya." Queen mengembalikan gunting itu ke tempat semula. Sekali lagi dia melihat kertas dan tulisan yang dia robek tidak lupa melihat gambar dinosaurus di sudut kertas. Queen tersenyum, sekarang dia merasa sedikit lega. Dia melipat kertas itu kecil dan memasukkannya ke dalam saku rok.
Queen kemudian keluar dari kelas dan setelah cukup lama dia masuk lagi ke kelas, duduk kembali dan kembali menyalin catatan milik Laras. Queen sampai tidak sadar bahwa bel masuk telah berbunyi.
"Gue tungguin loe kok loe gak ke kantin si?" tanya Laras sambil bersungut-sungut. "gue 'kan jadi sendirian di sana kayak orang bego untung aja ada si Randra sama Dewa." Laras kemudian duduk di kursinya.
"Maaf, soalnya catatannya lumayan banyak dan belum lagi gue nyatetnya harus pelan-pelan biar rapi," ujar Queen berbohong.
Laras lalu menjejalkan sesuatu ke kolong meja Queen, detik kemudian Queen mengambil apa yang diletakkan Laras ke kolong mejanya.
"Roti yang tadi loe kasih di UKS aja belum habis, masa loe beliin lagi si," protes Queen.
"Gak usah bawel deh terima aja ngapa." Laras meluruskan duduknya saat melihat guru mulai memasuki ruang kelas.
"Nanti gue bayar semua ya," lirih Queen.
"Loe tuh ya selalu aja gitu, udah lah cuma gitu doang aja kok gak usah berasa berhutang sama gue," cicit Laras sambil menatap Queen sebal.
"Ya, tapi 'kan ...." Queen tidak meneruskan ucapannya karena tatapan sebal dari Laras berubah menjadi tatapan tajam.
Queen akhirnya tidak
meneruskan perdebatan mereka dan mulai memperhatikan guru yang mulai menerangkan pelajaran.

Komento sa Aklat (308)

  • avatar
    Iynn Hndsm

    seruu

    4d

      0
  • avatar
    Ila Niniki

    bagus

    29/06

      0
  • avatar
    IdayanaLiem

    bagus

    28/04

      0
  • Tingnan Lahat

Mga Kaugnay na Kabanata

Mga Pinakabagong Kabanata