Judul: Pernikahan Tanpa Cinta Penulis: Nurma Syafitri Jumkat:907 Part05 Rendi mendatangi sekolah SMK Negri 32 Jakarta Selatan, lalu ia menanyakan kabar kebenaran tentang Rian dan Fitri yang dulu pernah bersekolah di sana, ternyata mereka berdua alumni dan satu kelas. Rendi melangkah menghampiri Satpam yang berjaga di depan gerbang sekolah. “Selamat Pagi, perkenalkan nama saya Rendi. Apa benar di sini ada anak laki-laki yang bernama Rian Pratama, lulusan 4tahun yang lalu dan Wanita yang bernama Fitri Intan Lestari, mereka berdua pernah ada hubungan selain teman sekolah Pak?” selidik Rendi dengan detil. “Iya, Fitri dan Rian adalah alumni sekolah sini dan mereka berdua pernah pacaran, semenjak lulusan sekolah lelaki berkulit putih itu pernah mencari gadis itu 1 minggu yang lalu. memang ada apa Pak Rendi, kamu tanya seditil itu tentang mereka berdua?” tanya satpam sekolah. “Tidak, Pak. Saya cuman ingin tahu mereka berdua berasal dari sekolah mana, Terima kasih, atas jawaban dan informasinya. Rendi pamit dulu, ya,” ucap Rendi sambil melangkah ke luar. Rendi mengambil ponsel dari saku celananya. Ia menelepon Wisnu dari kejauhan. Tak lama kemudian telepon tidak terjawab. Rendi melangkah ke arah mobil, lalu ia menaiki dan mengendarainya. Dia bergegas ke Bandung untuk memberitahukan informasi tentang Rian dan Fitri pada Wisnu. Setelah sampai di Bandung, lalu ia memarkirkan mobilnya. Rendi keluar dari roda empat dan melangkah menuju kantor Wisnu. Dia melihat lelaki berkulit putih itu sedang sibuk di ruang kerjanya. Lelaki berkulit sawo matang lalu keluar menuju tempat parkir. Tiba- tiba Wulan mengetuk pintu kerja Wisnu dari luar, tak lama ada sahutan suara dari dalam yang menyuruh untuk masuk, lalu ia mengajaknya ke rumah Fitri untuk menjenguknya. Wulan dan Wisnu keluar dan melangkah menuju parkir. Tiba-tiba Rendi memanggil lelaki bertubuh macho dan menghampirinya. “Rendi, sejak kapan kamu sampai kantor?” tanya Wisnu pada Rendi dengan memberi kode mengedipkan mata. “Pak Wisnu, Rendi baru tiba di kantor. Nanti kalau bapak sudah tidak sibuk saya akan menceritakan hal penting,” sahut Rendi. “Wulan, aku mau bicara sebentar sama Rendi. Kamu masuk mobil duluan saja,” ucap Wisnu. “Baiklah, Wisnu. Aku tunggu mobil saja,” sahut Wulan. Wisnu dan Rendi melangkah ke teras kantor, mereka dua duduk di kursi panjang. Lelaki berkulit sawo matang itu menceritakan hubungan Rian bersama Fitri, kalau mereka pernah pacaran. Lelaki berkulit putih terkejut mendengar perkataannya. “Rendi, terima kasih informasinya. Jangan kasih tahu ke siapa-siapa kalau saya sudah tahu hubungan mereka berdua,” pinta Wisnu. “Baiklah, Pak Wisnu. Saya tidak akan menceritakan kepada siapa-siapa,” sahut Rendi. “Oke, Rendi. Saya tinggal dulu, ya, aku ada perlu mau menjenguk Fitri karena dia lagi sakit,” ucap Wisnu. “Baik, Pak Wisnu. hati-hati di jalan, ya,” sahut Rendi. Wisnu melangkah ke arah mobil, lalu ia kesal pada Fitri kalau dia tidak menceritakan masa lalu bersama Rian kepadanya. Wisnu takut kalau dia akan kehilangan orang yang ia cintai sekarang, karena ada masa lalu Fitri yang kini hadir kembali di antara kita bertiga. Pantas saja kemarin Rian bertanya tentang hubungan Fitri dan Wisnu setelah selesai meeting. Lelaki berkulit putih itu tidak menyangka kalau rekan bisnisnya adalah mantan pacar gadis yang ia cintai. Wisnu melangkah ke arah mobil dan menghampiri Wulan yang ada di dalam, lalu ia mengendarainya dengan kecepatan 60km. Wulan melihat Wisnu ada yang berubah, semenjak berbicara pada Rendi. Lelaki berkulit putih itu lebih banyak diam daripada berbicara. Sepanjang perjalanan menuju rumah Fitri tak ada sepatah yang keluar dari mulutnya. Setelah tiba di depan rumah Fitri, Wisnu menyuruh Wulan masuk terlebih dahulu. Wulan melangkah keluar mobil dan berjalan ke rumah Fitri, lalu ia mengetuk pintu. Terdengar suara sahutan dari dalam. Fitri membuka pintu rumah dan menyuruh Wulan untuk masuk, lalu ia menanyakan sosok Wisnu pada sahabatnya. “Wulan, Wisnu mana?” tanya Fitri. “Fitri, Wisnu ada di mobil. Enggak tahu tiba-tiba dia menyuruh aku keluar duluan,” sahut Wulan. “Wulan, kamu tunggu di sini dulu, ya, aku mau menghampiri Wisnu dulu,” ucap Fitri. “Baiklah, Fitri. Wulan tunggu di sini,” sahut Wulan. Fitri melangkah keluar rumah, lalu ia menghampiri Wisnu yang berada di dalam mobil. Gadis berkulit putih itu mengetuk kaca roda empatnya. “Mas cepatan keluar!” ucap Fitri dengan nada tinggi. Wisnu membuka kaca mobil dan menyuruh Fitri untuk duduk di dalam bersamanya. Gadis berkulit putih itu menuruti permintaan pacarnya. “Mas, kamu kenapa?” tanya Wisnu. “Fitri, Mas mau kamu jujur sebenarnya ada hubungan apa sama Rian?” tanya Wisnu. “Oke, Fitri akan jujur sama Mas, asal kamu janji enggak akan marah sama aku,” ucap Fitri. “Iya, Fitri. Mas janji enggak akan marah kalau kamu jujur sama aku,” sahut Wisnu. “Fitri sama Rian dulu pernah pacaran sejak duduk di SMK Negeri 32 Jakarta. Semenjak lulusan sekolah kita berdua hilang kontak dan dia sudah menikah,” ucap Fitri sambil menatap mata Wisnu. “Fitri, kamu masih sayang sama Rian?” tanya Wisnu sambil memohon untuk jujur padanya. “Mas, Fitri sudah enggak ada rasa sayang lagi sama dia, aku cuman saya sama kamu, tolong percaya padaku,” ucap Fitri. “Oke, Mas percaya sama kamu, aku mohon Fitri menjauh dari Rian,” pinta Wisnu. “Iya, Mas. Fitri akan menjauhi Rian di kantor, tolong Wulan gantiin Fitri untuk sementara ini selama kamu kerja sama bersama dia,” sahut Fitri. “ Baiklah, Fitri itu lebih baik, Mas enggak ikhlas kalau kamu di rebut sama Rian,” ucap Wisnu. “Mas harus percaya sama Fitri, aku enggak akan pindah ke lain hati selain kamu,” sahut Fitri. “Mas percaya sama Fitri, I love you sayang,” ucap Wisnu. “I love you Mas, yuk, kita masuk ke rumah Fitri, enggak enak Wulan sudah menunggu di dalam,” sahut Fitri. “Iya, Fitri,” ucap Wisnu.
Salamat
Suportahan ang may-akda na magdala sa iyo ng mga magagandang kwento
Baguss banget
31/07
0bagusssss bgtttt
11/07/2025
0Oke lah
03/02/2025
0Tingnan Lahat