logo text
Idagdag sa Library
logo
logo-text

I-download ang aklat na ito sa loob ng app

Mulai Ada Kecurigaan

Judul: Pernikahan Tanpa Ada Rasa Cinta
Penulis: Nurma Syafitri
Part04
Rian mengendarai mobil, lalu ia menyusul Fitri di pertengahan jalan. Dia melihat gadis itu di lampu merah. Lelaki berkulit putih itu keluar dari roda empat dan menghampirinya.
Tak lama kemudian lampu hijau, dari arah belakang motor dan mobil klakson ke Rian. Dia buru-buru masuk ke mobil, lalu ia mengejar Fitri dari arah belakang.
Rian menyelip motor Fitri dan berhenti di depannya. Gadis bertubuh ideal ini terkejut melihat mobil yang berhenti tiba-tiba.
“Woy, turun sekarang dari mobil,” ucap Fitri sambil menggedor-gedor kaca roda empatnya.
Tak lama kemudian Rian keluar dari mobilnya. Fitri terkejut melihat lelaki bertubuh macho ini keluar.
“Fitri ada apa kamu menggedor-gedor kaca mobil Rian?” tanya Rian sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
“Rian kamu pikir ini jalanmu! bisa seenak berhentiin motorku yang sedang melaju!” sahut Fitri dengan muka memerah.
“Fitri kalau Rian enggak berhentikan dengan cara seperti ini kamu enggak akan mau menemuiku,” ucap Rian sambil menatapnya.
“Kamu gila Rian yang ada kita berdua kecelakaan kalau caramu seperti tadi mengerti!” sahut Fitri.
“Fitri biarkan kita berdua mati, tidak ada satu pun yang bisa memiliki kamu di dunia ini,” ucap Rian sambil mencoba mendekat.
“Kamu sudah gila, pikir istrimu di rumah Rian!” hardik Fitri dengan nada tinggi.
“Fitri sampai kapan pun, aku tidak akan mencintainya. inget perkataanku,” sahut Rian.
“Rian aku tak peduli, sampai kapan pun Fitri tidak akan bisa mencintaimu lagi,” ucap Fitri sambil melangkah ke motor, lalu ia mengendarainya.
“Fitri kamu mau kemana?” tanya Rian dengan suara kencang.
Fitri tak menghiraukan perkataan Rian dan terus melaju dengan motornya dengan kecepatan 60km sampai tidak terlihat.
Tak lama kemudian Fitri sampai di depan rumahnya. Tiba-tiba ponsel Fitri berdering melihat ada panggilan telepon dari Wisnu, lalu ia mengangkat teleponnya.
“Assalamualaikum Mas ada apa telepon Fitri?” tanya Fitri.
“Waalaikumus-salam, Mas khawatir sama keadaan kamu. Fitri lagi ngapain?” tanya Wisnu dari jarak jauh.
“Fitri baru tiba di rumah, tadi di jalan ada kendala sedikit,” ucap Fitri sambil mencari pembicaraan lain tentang pekerjaan bersama Rian.
“Fitri tadi Rian tanya tentang hubungan kita berdua setelah meeting,” sahut Wisnu.
“Mas sudah dulu, ya, teleponnya Fitri mau istirahat,” ucap Fitri.
“Fitri nanti sore setelah dari kantor Mas mampir, ya, jenguk kamu di rumah,” sahut Wisnu.
“Oh, ya, Mas kalau ke rumah sekalian ajak Wulan ke sini,” pinta Fitri pada Wisnu.
“Iya, sayang. Nanti Mas ajak Wulan ke rumah kamu,” sahut Wisnu.
“Terima kasih, Mas. Jangan ajak Rian untuk ke sini,” pinta Fitri pada Wisnu.
“Fitri sebenarnya kamu sama Rian ada hubungan apa sebenarnya?” selidik Wisnu mencari rasa penasaran kepada hubungan mereka berdua.
“Aku sama Rian tidak ada hubungan apa-apa. Ingat Mas Fitri enggak suka kalau cowok selain kamu tahu rumahku,” ucap Fitri sambil mencari alasan padanya.
“Iya, sayang. Mas juga enggak ikhlas kalau Fitri di rebut sama orang,” sahut Wisnu.
“Iya, sudah Mas. Fitri mau istirahat dulu,” ucap Fitri.
“Iya, sayangnya Mas,” sahut Wisnu.
Wisnu mulai curiga dengan hubungan Fitri dan Rian sebenarnya. Akan tetapi, lelaki itu mencari informasi lewat Wulan sahabat masa kecilnya.
Wisnu melangkah ke ruang kerja Wulan. Sesampainya di depan ruangannya. Ia mengetuk pintu.

Tok ... tok ... Dengan ketukan perlahan Wisnu mengetuk pintunya.
“Silakan masuk,” ucap Wulan dari dalam ruangannya.
Wisnu membuka pintu ruang kerja Wulan, lalu ia masuk dan duduk di bangku.
“Oh, Pak Wisnu ada apa, ya, ke ruang kerja saya?” tanya Wulan sambil bertanda tanya maksud tujuannya.
“Wulan tadi saya habis telepon Fitri, kamu di suruh ke rumahnya bareng aku,” ucap Wisnu.
“Oh, ya, nanti saya setelah selesai mengerjakan tugas saya langsung ke ruang Pak Wisnu untuk pulang bersama,” sahut Wulan.
“Wulan boleh tanya sesuatu di luar urusan kantor?” tanya Wisnu.
“Boleh Pak dengan senang hati, saya akan menjawab semua pertanyaan Pak Wisnu,” sahut Wulan dengan rasa takut.
“Sebenarnya ada hubungan apa Fitri dan Rian?” tanya Wisnu dengan mencecar pertanyaan satu persatu pada Wulan.
“ a – a—a— tidak ada hubungan apa-apa mereka berdua sekedar teman sekolah SMK,” sahut Wulan dengan gugup.
“Wulan yakin mereka berdua cuman teman sekolah SMK. Enggak ada lebih dari itu,” selidik Wisnu dengan pertanya bertubi-tubi.
“Iya, Pak mereka berdua tidak ada hubungan apa-apa,” sahut Wulan dengan menutupi masa lalu sahabatnya.
“Baiklah, saya kembali ke ruang kerja, nanti jam 17.00 kita ke rumah Fitri,” ucap Wisnu.
“Baik, Pak,” sahut Fitri.
Wisnu melangkah ke luar dan menuju ke ruang kerjanya. Ia merasa gelisah dengan perkataan Fitri, Wulan dan Rian ada yang mengganjal pikirannya.
Wisnu mulai menyuruh Rendi kaki kanan untuk menyelidiki kedekatan Fitri bersama Rian di masa lalu.
“Rendi tolong cari informasi tentang Fitri dan Rian di masa lalu tempat mereka berdua sekolah SMK,” ucap Wisnu pada body guardnya.
“Siap, Pak Wisnu. Saya akan mengerjakan perintah sekarang,” sahut Rendi.
Wisnu takut kehilangan Fitri. Ia tak ingin kalau orang yang dia cintai di rebut orang lain. Lelaki berkulit putih ingin mempersuntingnya.
Wisnu dan Fitri sudah berkomitmen untuk menikah di saat karier mereka sudah melejit. Akan tetapi, keinginan mereka berdua belum terlaksanakan.
Wisnu ingin memperkenalkan Fitri pada orang tua di Jakarta. Lelaki berkulit putih itu menunggu moment yang tepat untuk Fitri bertemu dengan Mami dan Papi di sana.

Komento sa Aklat (42)

  • avatar
    Nur Fatika Aldarista

    Baguss banget

    31/07

      0
  • avatar
    AuliaMarsya

    bagusssss bgtttt

    11/07/2025

      0
  • avatar
    Dyah_22Pretty

    Oke lah

    03/02/2025

      0
  • Tingnan Lahat

Mga Kaugnay na Kabanata

Mga Pinakabagong Kabanata